
Donny membawa setumpuk berkas menemui Tuan Muda Aldo di ruang kerjanya. Merasa sudah melaksanakan tugas yang diberikan Boss nya, dengan langkah ringan tanpa dipanggil, laki-laki itu langsung menuju ruang kerja Aldo. Setelah mengetuk pintu tiga kali, laki-laki itu mendorong pintu dan disambut dengan pandangan mata Aldo.
"Sudah dilakukan belum semua tugas yang aku berikan?" dengan nada tegas, Aldo melakukan konfirmasi atas perintahnya kemarin. Donny meletakkan berkas yang dibawanya di depan Aldo.
"Untuk tanah di bukit, syukurlah.., bapak tua itu langsung menawarkannya dengan harga yang sangat murah, saat beliau tahu jika Tuan Muda yang akan membelinya. Hari ini orang-orang kita sudah mengurus pembuatan akta jual beli, besok langsung diurus balik nama menjadi atas nama Tuan Muda." dengan bersemangat Donny menceritakan tentang proses jual beli tanah yang ada di atas bukit. Tetapi Aldo seperti tidak tertarik untuk mendengarkannya, mata Aldo dari tadi melihat berkas tentang Ivona.
"Dari mana kamu mendapatkan informasi tentang gadis ini?" tanya Aldo tanpa mengalihkan pandangannya dari kertas yang dia baca.
"Kami menggunakan bantuan dari Mabes untuk mendapatkan ijin dan akses atas data tersebut Tuan Muda. Kami belum bisa memecahkan identitas apa yang dimiliki oleh gadis muda itu. Setelah kita membawa surat rekomendasi dari orang kita yang ada di Mabes, pihak rumah sakit baru bersedia memberikan data tersebut." Donny menyampaikan bagaimana upaya mereka untuk mendapatkan data itu.
"Yang masih menjadi pertanyaan, bagaimana bisa gadis muda itu mengalami vegetatiif untuk periode waktu yang sangat lama. Untungnya, ditemukan simpanan dengan nama gadis itu yang bernilai trilliunan rupiah, yang tidak akan dapat dipahami jika hanya melihat rumah yang dia tinggali. Gadis itu tinggal di rusun sempit yang ada di Cempaka Tuan Muda." Donny masih melanjutkan ceritanya.
Aldo terdiam, alam bawah sadarnya membuat kaitan antara cerita Donny, apa yang dia baca, dan informasi dari bapak-bapak yang tinggal di dekat rusun yang ditinggali Ivona. Seperti ada benang merah yang bisa dikaitkan, sehingga ada suatu hipotesa yang bisa diambil. Laki-laki itu juga mengingat bagaimana kehidupan Ivona di dunia sebelumnya. Terpisah sejak bayi dan hidup di panti asuhan, kemudian kembali ke rumah keluarga Iswara dengan perlakuan yang tidak semestinya. Tetapi saat Ivona tinggal bersamanya, semua accecories perangkat teknologi yang dimiliki Ivona.., semuanya berasal dari barang-barang yang memiliki nilai jual tinggi.
"Darimana gadis itu mendapatkan uang untuk bisa memiliki barang-barang itu semua?" Aldo bermain dengan pikirannya sendiri.
__ADS_1
"Tuan Muda..., apakah Tuan masih mendengarkan saya?" melihat Aldo melamun, muncul pertanyaan pada diri Donny.
"Lanjutkan ceritamu tentang informasi gadis itu!" Aldo menjawab dengan memberikan perintah padanya.
"Informasi lain yang dapat saya himpun, gadis itu bernama Ivona.., dia sangat dekat dengan dokter muda yang juga menjadi seorang peneliti senior yang bernama Dokter Marcus. Tetapi belum ada informasi tambahan, yang menjelaskan kedekatan mereka dalam bentuk apa, apakah hubungan kekasih, atau hanya teman dekat. Yang pasti, Dokter Marcus akan melakukan apa saja untuk melindungi gadis itu." Donny menjawab pertanyaan dari Aldo. Terlihat Aldo menghela nafas panjang.., kemudian menghembuskannya lagi.
"Okay., aku akan mencari kelanjutan informasi sendiri tentang gadis bernama Ivona. Sekarang teruskan urusan balik nama tanah yang ada di puncak bukit. Buka soft file.., cari sekarang juga kontraktor untuk mewujudkan gambar bangunan yang ada dalam chip ini. Awasi secara langsung, karena villa ini akan menjadi rumahku ke depannya!" Aldo memberikan sebuah chip pada Donny. Dengan pandangan bingung, Donny menerima dan memasukkan chip ke saku bajunya. Tetapi belum sempat dia bertanya lebih lanjut pada Aldo, laki-laki itu sudah mengangkat tangannya memberi isyarat agar Donny segera meninggalkannya.
*************
Sebuah gambar perempuan cantik dengan pakaian hypee menghiasi layar komputernya. Hacker nomor wahid.., peneliti ahli bidang peralatan medis.., programmer.., bahkan sampai preman wanita setelah dilakukan filter, merujuk pada satu nama dengan penampilan pada gambar tersebut.
"Finally I found you... Ivona.." gumam Aldo sambil tersenyum smirk. Aldo melanjutkan selancarnya lagi di dunia virtual.., tiba-tiba matanya menyipit saat melihat signal akunnya berkedip-kedip,
"Bip.., bip.., bip.." dengan mata menyala, Aldo melakukan penelusuran. Terdeteksi oleh secure alert nya jika gadis muda yang sedang dia cari, saat ini sedang melakukan online. Muncul ide untuk mendekatinya dengan menggunakan sarana virtual.
__ADS_1
"Hello girl... can we get acquainted?" sambil tersenyum sendiri, Aldo mengirimkan message ke gadis itu. Laki-laki itu mencoba ingin mengenal gadis itu melalui komputer. Beberapa saat berlalu, Aldo belum mendapatkan balasan dari gadis itu. Sampai pedas mata Aldo menunggu, hampir satu jam, tidak ada balasan yang dia dapatkan dari message yang dia kirimkan tersebut.
"Apakah perlu aku menambahkan kata kunci, agar gadis itu bisa sekalian mengingatku?" Aldo kembali berpikir. Laki-laki itu mencoba untuk bersikap sabar, dia tidak tahu jika itu adalah orang lain.
"Hope my girl doesn't forget the CEO of Kavindra Group." akhirnya dengan menggunakan kata kunci Kavindra Group, Aldo mengirimkan kembali message pada gadis itu. Beberapa saat berlalu, tetapi satu katapun belum dikirimkan oleh gadis itu untuk Aldo. Merasa bosan atas penantiannya untuk jawaban dari gadis itu, Aldo dengan cepat mematikan kembali perangkat komputernya. Sesaat laki-laki itu mengecek semua berkas yang ada di meja, dan berkas yang menyangkut informasi tentang Ivona langsung dia masukkan dan dia kunci di brankas.
Setelah memastikan tidak ada lagi pekerjaan yang harus segera dia selesaikan, Aldo bergegas melangkah keluar. Laki-laki itu ingin melakukan stalking gadis muda yang bernama Ivona di rusun Cempaka. Firasatnya selalu mengatakan jika gadis itu adalah Ivona yang sudah dia tinggalkan, sehingga dia merasa harus menyadarkan dan membawa gadis itu untuk kembali ke sisinya.
"Dokter Marcus..., aku tidak akan membiarkanmu untuk mengambil hati istriku. Ivona hanya diciptakan untukku, dimanapun itu." ucap Aldo perlahan.
"Tuan Muda.., ijin mengingatkan jika nanti malam, Tuan Muda ada jadwal ketemu client di Tentrem Food and Dining." baru beberapa langkah, sekretaris perusahaan mengejar Aldo. Dengan mata tajam, Aldo menatap perempuan itu.
"Cukup sampaikan sama Donny, biar anak itu yang mengurusnya." setelah menanggapi sekretaris itu, Aldo langsung meninggalkannya sendiri.
**************
__ADS_1