Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 38 Bukankan Kalian Menyukai Kekerasan?


__ADS_3

Keempat orang itu tertawa terbahak-bahak mendengar erang kesakitan dari Beni, yang masih memegangi pahanya yang baru saja mendapatkan tendangan dari dua laki-laki teman Kelly. Dengan tubuhnya yang gemuk, terlihat Beni saat ini sudah penuh dengan keringat dingin, dan badannya menggigil ketakutan. Melihat hal tersebut, sedikitpun mereka tidak memiliki rasa kasihan pada pria gemuk ini, mereka malah semakin tertawa kesenangan melihatnya sengsara.


"Kamu mau tahu kesalahanmu, apakah kamu tidak mendengarkan peringatan yang kuberikan padamu?" dengan memegang kerah baju Beni, Kelly memarahi pria gemuk itu.


Beni memandang wajah Kelly dengan tatapan ketakutan.


"Ayo berlutut kamu, dan akui jika dirimu itu salah!" teriak teman gadis yang bersama dengan Kelly. Sedang dua anak laki-laki, menatap pria gemuk itu dengan pandangan penuh ejekan. Empat orang berdiri dengan mengelilingi pria gemuk itu sebagai objeknya. Yoshua, salah satu teman laki-laki Kelly dengan pongahnya berdiri dengan berkacak pinggang di depan Beni.


"Sepertinya akan terlihat sangat lucu, jika gambarmu yang sangat mengenaskan ini tersebar ke seluruh sekolah. Ha.., ha.., ha.., aku akan membuat permainan ini menjadi lebih seru." melihat penampilan Beni saat ini, tiba-tiba satu murid laki-laki itu tertawa.


"Kak Yosh.., rekam ekspresi si gemuk ini! Sebarkan ke grup-grup yang ada di sekolah ini! Kita viralkan dia!" teriak teman gadis Kelly.


"Okay, aku akan melakukannya. Seperti biasa.....he..he..he.." pria kurus yang memiliki nama Joshua, segera mengeluarkan ponsel dari sakunya. Sambil tertawa, pria tersebut menyalakan kamera videonya, kemudian mulai merekam Beni yang memiliki ekspresi mengenaskan.


"Jangan...., jangan lakukan itu. Aku mohon jangan....., Akh....!" Beni berusaha melarang mereka. Sambil memegang perut dengan tangan kirinya yang kesakitan, pria gemuk itu mengangkat tangan kanannya memohon agar teman-temannya itu berhenti untuk menganggunya.


"Jangan??? jangan apanya..?... Bugh.." kembali suara tendangan laki-laki teman Yoshua mendarat di perut pria gemuk itu.


"Aduuuuhhhhh, akh..., hentikan!" terdengar kembali erangan kesakitan. Melihat pria kurus itu, masih terus merekamnya, tiba-tiba tatapan Beni terlihat menjadi tajam, dan saat hampir menyeringai.. tiba-tiba..


"Hentikan! Biadap sekali kalian ini, apakah kalian ini seorang murid atau seorang preman jalanan?" seru Ivona dengan nada tinggi. Gadis itu saat ini berjalan dengan tenang menghampiri mereka, dengan tatapan marah.


"Ha.., ha.., ha...., rupanya ada pahlawan kesiangan yang datang kesini. Kalian berdua ini sama saja, sama-sama menjadi sampah di sekolah ini." melihat Ivona datang, Kelly menyambutnya dengan perkataan itu.

__ADS_1


Ivona tidak menanggapinya, dia mengedarkan pandangannya melihat pada keempat murid yang sedang melakukan bully an fisik terhadap Beni. Gadis itu merasa prihatin dengan keadaan murid laki-laki yang tadi menolongnya saat berada di kelas, karena gara-gara itu, saat ini Beni di bully secara fisik oleh Kelly dan gerombolannya.


"Cantik sekali gadis ini..., bahkan kulitnya lebih halus, dan dia lebih cantik dari Vaya." Yoshua yang masih memegang kamera video di ponsel itu, sejenak terkesima melihat kecantikan Ivona.


"Jangan bengong kak Yosh.., gara-gara ulah gadis ini, si pria gemuk ini sudah berani mencampuri urusanku!" seru Kelly yang tidak suka, saat Yoshua dan satu teman laki-lakinya malah seperti terpesona dengan kecantikan Ivona.


"Oke Kell.., jangan khawatir." Yoshua sambil tersenyum smirk, dia kembali memposisikan ponselnya ke arah Beni, dan mulai merekam wajah Beni.


"Ini adalah wajah seorang fat baby..., sangat lucu dengan ekspresi kesakitannya, terlihat menggemaskan bukan? Wajahnya dihiasi dengan keringat dingin yang mulai mengalir ke kulitnya yang putih seperti babi..." belum selesai Yoshua menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba ponsel terlepas dari tangannya dan pindah ke tangan Ivona.


"Apa yang kamu lakukan dengan ponselku gadis liar?" teriak Yoshua dengan muka marah. Baru kali ini ada seseorang yang berani melakukan hal tersebut padanya, terlebih pelakunya adalah seorang gadis. Melihat kemarahan Yoshua, Kelly dan teman gadisnya merasa senang.


Ivona segera membuka gallery ponsel Yoshua, dan ternyata banyak tersimpan koleksi foto-foto dan rekaman video yang menampilkan adegan kekerasan. Saat melihatnya, gadis itu memicingkan mata karena apa yang dia lihat di depannya, bisa masuk menjadi salah satu tindakan kriminal. Tidak hanya rekaman video dan foto-foto Beni, rupanya juga banyak rekaman video pembully-an teman-teman lainnya. Tiba-tiba..,


"Bang...sat.., apa yang kamu lakukan pada ponselku gadis liar?" terbelalak Yoshua berteriak marah pada Ivona.


"Prang....," gelas kaca yang berada di tangan Ivona, tanpa ada yang bisa mencegah sudah dibanting ke lantai oleh gadis itu.


"Ada apa??? Bukankan kalian semua sangat menyukai adegan kekerasan??? Ini hanya gelas dan ponsel laknat ini yang saat ini aku banting ke lantai.., apakah kalian ingin mencobanya juga, biar kalian tahu bagaimana rasanya??" dengan senyum sarkastik, Ivona memandang pada mereka.


Melihat penampilan Ivona kali ini, mereka berempat menjadi gemetar. Bahkan tanpa sadar, Kelly yang sejak tadi mendominasi dalam melakukan bully an terhadap Beni memundurkan langkahnya dengan rasa takut. Teman gadis Kelly bahkan menggenggam erat tangan Kelly.


"Huh..., liar juga kamu. Aku jadi lebih bersemangat untuk bermain-main denganmu gadis." dua teman pria Kelly tersenyum sarkasme melihat adegan yang ditunjukkan Ivona.

__ADS_1


"Serang dia kak Yosh, jangan beri ampun!" teriak teman gadis Kelly.


"Kamu tidak tahu siapa aku gadis liar??? Ingat dalam pikiranmu, namaku Yoshua... Jadi kamu akan mengingatku di tempat lain. Hari ini aku akan menghabisimu, karena kamu sudah membuat masalah denganku." dengan senyum sinis, Yoshua berjalan mendekati Ivona dengan tatapan meremehkan. Mendengar ucapan Yoshua, Kelly merasa lebih tenang hatinya. Sedangkan Ivona, hanya menatapnya dengan mencibir, dan muncul kilatan di matanya.


"Aku akan meladenimu banci..., tidak ada yang bisa kalian banggakan. Bisanya kalian hanya main keroyok, ayo jika kalian berani, sekarang mendekatlah padaku!" dengan senyum mengejek, Ivona meminta dua murid laki-laki itu lebih mendekatnya.


"Ivona.., jangan ladeni mereka!" teriak Beni berusaha mencegahnya, dia merasa terharu akan tindakan gadis itu. Ivona melihat sekilas pada pria gemuk itu, memberikan senyuman untuk menenangkannya.


"Jangan takut dengan ancamannya kak, murid liar itu tidak akan berani padamu." Kelly berbisik pada Yoshua dan satu teman laki-lakinya.


Yoshua tersenyum, kemudian menganggukkan kepala. Melihat laki-laki itu sudah terpengaruh dengan ajakannya, Kelly menjadi lebih berani untuk memprovokasinya.


"Tidak akan ada masalah. Habisi gadis itu dengan tragis, jika terjadi apa-apa dengan kita, aku akan minta keluargaku untuk membebaskan kita."


 


 


 


 


*************************

__ADS_1


__ADS_2