Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 230 Perjalanan ke Airport


__ADS_3

Setelah dari Maru**me Udon, Ivona mengajak langsung keluar dari mall. Dia harus memikirkan cara untuk bisa lepas dari Aldo.., karena dari kemarin laki-laki itu seperti tidak boleh membiarkannya berpisah darinya. Merasa sudah berkali-kali mendapatkan pertolongan dari laki-laki itu, Ivona merasa tidak enak untuk menolak Aldo. Gadis itu sebenarnya juga khawatir.., perasaannya terhadap Alexander akan hilang jika laki-laki yang bernama Aldo itu terus bersama di dekatnya.


"Drtt.., drtt.., drtt.." tiba-tiba ponsel Aldo berbunyi. Laki-laki muda itu langsung mengangkat panggilan tersebut.


"Ada apa?" dengan cepat, Aldo langsung bertanya tanpa menggunakan basa-basi.


"Iya.., aku langsung ke perusahaan." setelah mendapatkan jawaban dari si penelpon, Aldo langsung mengakhiri panggilan secara sepihak. Mendengar jawaban Aldo, Ivona merasa memiliki kesempatan untuk meninggalkan laki-laki itu.


"Kak Al.., bisakah kita berpisah disini saja? Ivona bisa pergi bersama Dokter Marcus.., atau pergi sendiri dari mall ini?" Ivona menengadahkan wajahnya, dia mengajak Aldo berbicara. Aldo memandang Ivona dengan muka penuh pertanyaan.., tetapi dia tidak bisa menemani gadis ini seharian. Donny sudah memintanya untuk datang ke perusahaan secepatnya.


"Nana memiliki keperluan apa.., jika tidak penting aku antar pulang ke mansion, atau menemani aku ke perusahaan sebentar. Ada client ingin bertemu denganku." Aldo memandang wajah Ivona, dari wajah laki-laki itu seperti ada keberatan jika gadis itu pergi sendiri.


"Ivona mau cari tempat tinggal kak.., tidak mungkin kan Ivona akan menumpang di mansion kak Al terus menerus." tanpa rasa bersalah, Ivona menjawab perkataan Aldo.


"Apakah aku harus menikahimu dulu.., agar kamu bersedia untuk tinggal bersamaku?" tanpa diduga, Aldo bertanya pada Ivona. Muka Marcus jadi menghitam mendengar perkataan orang yang tidak tahu malu itu.

__ADS_1


"Hmm..., kenapa kak Al berbicara seperti ini pada Ivona..? Jangan membicarakan pernikahan padaku mas.., aku akan meninggalkan kak Al sekarang juga.., jika masih menyinggung masalah pernikahan." mendengar perkataan Aldo yang terlalu sensitif, luka pedih kehilangan Alexander pada kehidupan sebelumnya terasa membuka lagi. Genangan air mata dengan cepat muncul di kelopak mata gadis itu. Hatinya tiba-tiba merasa sesak...


Aldo menjadi terkesiap melihat air mata yang sudah tergenang di mata gadis itu, dengan cepat jari tangannya menghapus air mata itu.


"Maaf jika perkataanku barusan.., sudah menyinggung perasaanmu. Aku tidak ada maksud untuk menyakitimu.., hanya untuk menahanmu agar selalu bersamaku." Aldo berkata pelan, laki-laki muda itu merasa bersalah. Kedua tangan Aldo diletakkan diatas bahu gadis itu, kemudian laki-laki itu merengkuh dan memeluk Ivona dengan erat. Marcus terbelalak melihat keagresifan Aldo pada Ivona. Dia yang sudah lama mengenal dan mendampingi Ivona saja, selalu berusaha hati-hati untuk tidak menyinggung dan berbuat kurang ajar pada gadis itu. Saat ini laki-laki yang belum lama mengenal Ivona.., berani memeluknya di depan umum. Tetapi saat Marcus berniat untuk melepaskan pelukan laki-laki itu pada Ivona, Marcus terpaksa mengurungkan niatnya karena Ivona sendiri tidak menolak perlakuan yang diberikan laki-laki itu. Gadis itu malah menangis di dada Aldo.


"Aku antar pulang ya ke mansion, kamu istirahat saja. Nanti setelah aku memiliki waktu.., aku akan menemanimu untuk mencari tempat tinggal. Saat ini tinggallah dulu bersamaku.." dengan suara lembut, Aldo mencoba menenangkan Ivona.


Ivona mengangkat wajahnya, kemudian membersihkan sisa air mata yang masih ada di sudut matanya.


"Baik.., pergilah dengan Dokter Marcus! Kakak akan ke perusahaan terlebih dulu.., jika urusanmu dengan Dokter Marcus sudah selesai, hubungi aku! Aku akan menjemputmu.." untuk menenangkan gadis itu, akhirnya Aldo menyetujui keinginan Ivona untuk pergi bersama Marcus. Dia tidak dapat menahan dan melarang gadis itu untuk pergi dengan dokter itu, karena Marcus sudah lama berteman dan bersahabat dengan Ivona.


"Terima kasih kak.., atas pengertiannya. Ivona pergi dulu." seperti seorang adik berpamitan pada seorang kakak, setelah mendapatkan ijin, Ivona mendatangi Marcus. Dan Marcus langsung merengkuh bahu Ivona dan membawanya pergi meninggalkan Aldo. Dengan tatapan tajam, Aldo melihat punggung dua orang itu memasuki Maybach.


*************

__ADS_1


Di dalam mobil..


"Marc.., antar aku sekarang langsung ke airport saja ya. Nanti kita bisa menunggu Ester di lounge, lagian aku tidak memiliki barang apapun saat ini. Untuk keperluanku, nanti aku bisa membeli beberapa di shopping arcade yang ada di airport." Ivona meminta Marcus untuk mengantarkannya ke bandara.


"Okay.., aku juga sudah tidak ada jadwal di rumah sakit. Hari Minggu aku akan menyusulmu ke Hong Kong, aku khawatir orang-orang disana akan mempersulitmu. Posisi tante Carminda memang harus dijaga kerahasiaannya di laboratorium itu. Dia satu-satunya wanita yang bertanggung jawab penuh atas penelitian ini." Marcus menanggapi perkataan Ivona, dan dia segera membelokkan arah mobilnya menuju bandara.


Ivona mengarahkan pandangannya ke ponsel yang ada di tangannya. Gadis itu dengan cepat mengirimkan chat pada Ester untuk segera menyusulnya ke bandara.


"Ester sudah aku chat Marc... Setelah sampai disana, aku akan langsung memberimu kabar. Doakan aku bisa dengan cepat menyingkap tabir keluargaku Marc.." Ivona berbicara lirih pada Marcus. Laki-laki muda itu menoleh ke arah gadis itu, tetapi Ivona sedang mengarahkan pandangannya keluar mobil.


"Aku sudah berusaha menghubungi semua koneksiku di laboratorium itu, semoga dengan permohonanku mereka bisa memperlakukanmu dengan baik. Jaga dirimu disana.., aku yakin mereka akan memperlakukan hal yang sama seperti mereka memperlakukan tante." ucap Marcus dengan serius, sebenarnya dia tidak tega untuk membiarkan gadis itu pergi ke Hong Kong sendiri. Tetapi penelitian dia laboratorium pusat di kota ini juga belum selesai, sehingga sebelum hari Minggu dia tidak bisa meninggalkannya.


"Kamu memang sahabatku yang paling bisa untuk diandalkan Marcus.. Terima kasih ya.., semoga lain waktu aku akan bisa membalas semua kebaikanmu padaku." Ivona menoleh dan mengucapkan terima kasih pada sahabatnya itu. Marcus ikut menoleh dan melihat pada gadis itu.


"Kamu kembali dalam keadaan sehat dan tidak kurang apapun, sudah ucapan terima kasih untukku Na. Pastikan untuk selalu memberi kabar padaku..!" kembali Marcus memberi pesan-pesan pada Ivona. Gadis itu hanya diam dan menganggukkan kepala.

__ADS_1


*************


__ADS_2