
Tidak mau merepotkan Kim.., Ivona berniat mencari baju dan perlengkapan sehari-hari di China Hong Kong City Mall. Untung apartemen yang dia tempati saat ini terletak tidak begitu jauh dari mall tersebut. Sesampainya di depan apartemen.., Ivona memandang bangunan tinggi menjulang dari tempatnya berdiri saat ini. Presidential Suites InterContonental Hong Kong berdiri megah di depannya. Gadis itu tersenyum pahit, mengingat saat dia menginap di hotel tersebut dan akhirnya ditemukan oleh Alexander.
"Kamu sudah tenang di alam sana Kak Alex.." ucap Ivona lirih sambil tersenyum kecut. Tidak mau terlalu lama, tenggelam dengan perasaan kelamnya itu, Ivona perlahan melangkahkan kakinya di sepanjang trotoar. Gadis itu tidak memperdulikan panas yang perlahan mulai mengenai wajahnya, tetapi gadis itu memilih untuk tetap berjalan di trotoar untuk menuju mall.
Kota-kota di Hong Kong terkenal dengan perkembangan ekonominya yang sangat pesat, sehingga ditemukan banyak sekali gedung-gedung pencakar langit di kota ini. Selain itu, tampak kesibukan yang ada di kota ini. Hiruk pikuk perkotaan menjadi salah satu situasi yang ikonik di kota ini. Tetapi Ivona tidak menghiraukan itu semua, gadis itu fokus pada tujuannya yaitu menuju mall.
Sesampainya di lokasi, Ivona langsung memasuki pintu lobby mall tersebut. Matanya melihat ke tempelan semacam prasasti di salah satu sudut di dekat lobby, dan dengan cepat membaca informasi yang disampaikan pada tulisan tersebut. China Hong Kong City adalah kompleks komersial yang mencakup lima menara perkantoran, pusat perbelanjaan, hotel, dan terminal feri di Tsim Sha Tsui, Kowloon, Hong Kong. Kompleks dibuka pada tahun 1988 di atas tanah yang sebelumnya sebagian ditempati oleh Royal Naval Dockyard dan Sea Terminus.
"Ternyata cukup lama juga berdirinya bangunan ini. Aku akan langsung cari baju saja .." gumam Ivona sendiri. Melihat outlet yang menjual baju dan perlengkapan wanita di sudut mall, Ivona segera mengarahkan langkahnya kesana.
"Excuse me... can I get that dress for me to try on?" dengan sopan, Ivona meminta sales promotion girl untuk mengambilkan baju yang digantung pada tempat yang agak atas. Dia bermaksud untuk mencobanya terlebih dahulu sebelum mengenakannya.
"Oh, of course you can." dengan ramah, SPG tersebut segera mengambilkan baju yang diinginkan Ivona, kemudian menyerahkan baju tersebut ke tangan gadis itu. Ivona segera bergegas menuju ruang ganti untuk mencoba baju yang sudah dia bawa itu. Setelah mencobanya beberapa saat, dan melihat jika baju yang dia kenakan sangat pas dan dia menyukai warnanya, Ivona segera meminta SPG untuk menyiapkan untuknya.
__ADS_1
"Miss.., look for the same size, the clothes in the corner!" melihat ke sekelilingnya, Ivona kembali meminta SPG untuk mengambil ukuran yang sama dengan baju yang sudah dicobanya, tetapi dengan model yang dia lihat di sudut ruangan. Dengan sigap, SPG segera mengambilkan baju-baju pesanan Ivona. Setelah mendapatkan baju yang dia inginkan, Ivona juga menambahkan baju dengan tas dan sepatu untuk dipakainya ke laboratorium. Selain itu, make up dasar juga ikut dia siapkan.
Hampir dua jam lebih waktu yang dihabiskan Ivona untuk melihat-lihat baju, mencoba dan akhirnya memutuskan untuk membeli. Dengan menenteng dua paper bag di tangannya, Ivona keluar dari outlet tersebut. Melihat jajanan khas Hong Kong yang dijajakan di food court, mata gadis itu berubah menjadi hijau. Gadis itu segera berjalan menuju escalator, dan akan mencari makanan di food court tersebut. Setelah melihat ada Moslem food di salah satu sudut ruangan, Ivona segera bergegas mendatanginya.
**************
Seorang laki-laki keturunan Arab melihati Ivona dari sebuat outlet makanan. Mungkin laki-laki itu ingin bergabung dengan meja Ivona.., karena hanya satu kursi yang dipakai oleh gadis itu. Sedangkan semua kursi yang ada di tempat ini sudah semuanya terisi dengan pelanggan. Tetapi Ivona mencoba tidak terlalu peduli dengan sekitarnya, dia malah pura-pura tidak melihat laki-laki tersebut.
"Uppzz.., benar-benar enak makanan ini." tanpa berhenti, mulut Ivona asyik mengunyah berbagai makanan yang sudah dia pesan.Kecap inggris, cuka beras, saus hoisin, saus tiram tampak mendominasi bumbu yang digunakan pada makanan yang dipesan Ivona.
Laki-laki yang mengajaknya bicara tadi, kemudian duduk dan mulai meletakkan makanannya di atas meja. Melihat Ivona dengan lahap menikmati makanannya tanpa henti, dahi laki-laki itu berkerut. Dia tanpa berkedip memandangi Ivona yang tengan asyik makan.
"You seem very hungry, since you haven't stopped chewing food since the beginning." mungkin karena jengah atau jeran, laki-laki itu mengomentari cara Ivona makan. Merasa terganggu dengan komentarnya, Ivona menghentikan kunyahannya, dia memandang laki-laki yang duduk bersamanya dalam satu meja itu.
__ADS_1
"Excuse me.. do you mind my way of eating? If so, please leave this table!" sedikit jengkel dengan perkataan laki-laki itu tadi, dengan sarkasme Ivona meminta laki-laki itu untuk meninggalkan mejanya, jika laki-laki itu merasa keberatan.
"Oh no .., I'm sorry!! If what I said earlier offended you. I'm glad to see you eat voraciously." dengan cepat laki-laki itu menyanggah perkataan Ivona. Laki-laki itu mengatakan jika senang melihat Ivona makan dengan lahap. Mendengar jawaban itu, Ivona kembali melanjutkan makannya dengan tenang. Demikian pula dengan laki-laki itu, dia juga dengan segera makan makanan yang sudah dibawanya.
Setelah beberapa saat mereka makan dalam diam, tiba-tiba..
"Are you from Indonesia? If so, can we speak in Indonesian?" laki-laki itu menanyakan apakah Ivona berasal dari Indonesia, dan mengajak gadis itu untuk berbicara dengan bahasa Indonesia. Ivona segera menyesap orange juice yang dipesannya, setelah mengelap mulutnya dengan menggunakan tissue...
"Okay kita bicara dengan bahasa Indonesia saja. Aku berasal dari negara itu." Ivona langsung menjawab pertanyaan laki-laki itu dengan bahasa Indonesia.
"He.., he.., kenalkan namaku Arham..!! Kedua orang tuaku di Yogyakarta, dan aku cukup lama tinggal di kota itu." laki-laki itu mengulurkan tangannya, dan mengenalkan dirinya. Ivona menerima uluran tangan itu,
"Namaku Ivona..., aku sangat senang bisa menggunakan bahasa negaraku di negara orang." jawab Ivona yang juga sambil mengenalkan dirinya. Keduanya akhirnya terlibat dalam pembicaraan yang seru. Ternyata kedatangan Arham ke negara ini karena mewakili Indonesia, tetapi dia merahasiakan mewakili dalam hal apa. Ivona juga tidak tertarik untuk mengorek informasi lebih jauh darinya.
__ADS_1
************************