
Semua orang mengakui kerja cepat Aldo. Hanya beberapa jam mereka di laboratorium, seorang petugas dari pencatatan sipil di negara tersebut sudah siap untuk menikahkan Carminda dan Dokter Rafi. Akhirnya di tengah keharuan, pernikahan paksaan itu akhirnya terselenggara dengan tertib dan khitmad. Hanya beberapa orang yang turut menghadiri dan memberi ucapan selamat pada acara sakral disitu. Tidak ada ceremony berlebihan, hanya beberapa bunga yang dikirimkan dari florist setempat sebagai penghangat suasana wedding.
"Selamat Momm..., akhirnya mama memiliki sebuah keluarga yang utuh. Selamat mam.." tidak mampu berkata banyak, Ivona menangis di pelukan mamanya. Dari samping perempuan paruh baya itu, Dokter Rafi mengusap pucuk kepala gadis itu dengan lembut.
"Papa.., Nana minta bahagiakan mama. Hanya mama, satu-satunya harta yang masih Nana miliki. Selamat pa.., sekali lagi Nana menitipkan mama pada Dokter Rafi. Jangan sakiti mama..!" gadis itu segera bergeser untuk memberikan pesan dan nasehat pada papa barunya. Keharuan menyelimuti mereka, ketiga orang itu berpelukan di bawah penglihatan orang-orang yang turut hadir disitu.
"Nana.., sesuai janjimu tadi, cepat tinggalkan laboratorium ini sekarang juga. Papa yakin, tidak akan lama lagi, jika kabar keluarnya laboran dari main laboratory sebelum masa kontrak berakhir, pihak pemerintah akan menyelidiki kasus ini. Segera tinggalkan negara ini secepatnya, tidak lama lagi pada saatnya papa akan membawa mama untuk mengunjungimu." dalam keharuan, Dokter Rafi memberi wejangan pada putri kandung Carminda. Ivona menatap mamanya, dan Nyonya Carminda menganggukkan kepala menyetujui pendapat suaminya.
"Pergilah putriku..., dengarkan nasehat papamu." bisik Carminda lirih. Orang-orang yang melihat komunikasi intim itu, tidak tahan meneteskan air mata. Setelah sekian lama, akhirnya Carminda dan Dokter Rafi bisa menjadi pasangan suami istri.
Richard yang memperhatikan waktu yang terus bergulir, karena tidak mungkin akan dapat menahan Uncle Johnny untuk menghabiskan harinya di laboratorium ini. Richard segera berjalan mendatangi mereka. Sesampainya di depan ketiga orang itu, tanpa diduga Richard bersujud di kaki Carminda. Perempuan paruh baya itu bingung, tatapannya diarahkan pada mata putrinya.
"Kamu siapa nak..?" tanya Carminda dengan lembut. Tangannya memegang kedua pundak Richard, kemudian membawanya berdiri. Kedua orang itu bertatapan.
"Saya Richard Nyonya Carminda..., saya putra dari Frans dengan istri Herwinda. Maafkan papa Nyonya Carminda. dan juga ketidak tahuan mama sampai akhir hayatnya, beliau tidak tahu jika papa sudah menikah dengan Nyonya Carminda di negara ini." dengan suara tercekat, Richard meminta maafkan kedua orang tuanya terhadap Nyonya Carminda.
__ADS_1
"Berarti kamu adalah kakak laki-laki Ivona nak.., jagalah adikmu!! Aunty titipkan padamu ketika Ivona tidak memiliki keluarga di luaran sana." ucap Nyonya Carminda yang membuat haru semua orang. Dokter Rafi menatap interaksi mereka berdua sambil tersenyum, kemudian menyatukan tangan Ivona dan Richard.
"Periksa DNA Ivona denganmu Richard.., atau dengan Frans jika laki-laki itu masih hidup. Jika itu sebagai syarat untuk mengakui Ivona sebagai anggota keluarga kalian, tapi jaga putriku. Jika identitasnya sampai tersebar, akan banyak yang akan mengejar dan menahan Ivona. Kecerdasan adikmu sangat tinggi, sehingga kamu harus memastikannya untuk terlindungi dengan benar." Nyonya Carminda membisikkan kalimat panjang di telinga Richard. Laki-laki itu menggangguk, sebagai tanda dia setuju dengan pesan yang disampaikan oleh perempuan paruh baya itu.
"Ayo Na.., kita harus segera pergi dari sini. Dokter Rafi sudah membereskan semua perlengkapanmu di dalam kamar. Semua perlengkapanmu sudah semuanya masuk ke dalam mobil." Richard segera menggandeng Ivona dan membawanya dari situ. Ivona menengok ke belakang dengan air mata bercucuran. Orang-orang segera mengikuti mereka keluar, tinggallah Aldo yang masih berdiri di situ.
Tanpa diduga, Aldo mendatangi Nyonya Carminda kemudian bersimpuh di hadapan perempuan itu.
"Kamu siapa nak..?" ucap Carminda bingung.
"Aunty tidak bisa mengambil keputusan nak Aldo. Semua tergantung dengan keputusan yang diambil putri aunty sendiri. Jika memang Nana bersedia untuk bersamamu, maka restu aunty akan selalu membersamai kalian." tanpa membuat janji yang akan menyusahkan putrinya di kemudian hari, dengan bijak Carminda menjawab permintaan Aldo.
"Baiklah aunty..., Aldo akan segera mengikuti mereka. Salam hormat dari saya." Aldo mencium punggung tangan Carminda dan beralih ke tangan Dokter Rafi, kemudian berjalan meninggalkan mereka berdua.
**********
__ADS_1
Untuk memastikan pengambilan Ivona tidak terendus oleh departemen lain di negara tersebut, rombongan langsung menuju ke airport. Mereka akan langsung segera membawa Ivona keluar dari negara tersebut. Suasana sangat mencekam dalam perjalanan menuju bandara, tiba-tiba Richard mendapatkan telpon dari Kolonel Jenderal Johnny saat mereka tengah dalam perjalanan.
"Ada apa Uncle.., apakah ada yang belum selesai kami urus?" tanya Richard segera.
"Belokkan arah perjalanan kalian menuju Guam! Pihak polisi Hong Kong sudah mengendus keluarnya Ivona.., kalian bisa terbang ke Indonesia melalui Taiwan. Aku akan menggunakan koneksiku untuk kalian bisa mendapatkan perlindungan di negara itu. Jika kalian memaksakan akan keluar melalui bandara di Chek Lap Kok, akan besar kemungkinan kepolisian bandara akan menangkap kalian." baru setengah perjalanan menuju Hong Kong International Airport, Kolonel Jenderal Johnny meminta Richard memutar balik rombongan.
Kepergian Ivona dari main laboratory sudah dibocorkan oleh orang dalam, sehingga pihak kepolisian sudah bekerja sama dengan pihak bandara untuk mencekal gadis itu. Jalan satu-satunya adalah mereka terbang melalui pangkalan militer di Guam, untuk selanjutnya terbang menuju Taiwan. Dari negara tersebut, mereka akan mendapatkan suaka dan terbang ke Indonesia melalui negar atersebut.
"Siap Uncle, terima kasih atas upaya dan kerja keras Uncle Johnny." Richard mengucapkan terima kasih.
"Lupakan anak muda. Semua aku lakukan untuk menebus kesalahanku pada Frans dan Carminda beberapa tahun yang lalu. Orang-orangku akan menunggu di Guam, mereka bertanggung jawab penuh atas keselamatan kalian." Johnny segera mengakhiri panggilan pada Richard.
"Ronald.. putar balik arah mobil. Kita sudah di tunggu oleh kepolisian bandara jika kita terbang dari Chek Lap Kok. Arahkan mobil menuju bandara militer, Kita akan terbang dari sana menuju Guam! Ternyata aku tidak menyangka jika adikku ternyata memiliki identitas sebagai seorang genius." Richard langsung memerintah Ronald untuk memutar arah mobil menuju bandara militer.
Aldo melihat ke arah Ivona yang tengah tertidur dengan bersandarkan pada kursi mobil. Marcus yang duduk disamping driver menoleh ke belakang, tetapi tidak memberi tanggapan apa-apa. Laki-laki itu tahu persis identitas apa yang dimiliki Ivona dan mamanya Nyonya Carminda. Hampir semua perusahaan perakir senjata tajam menginginkan gadis itu untuk dihire, tetapi dengan tegas perempuan muda selalu menolaknya.
__ADS_1
*********