Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 268 Hasil Test DNA


__ADS_3

Dengan wajah tak percaya, Ester menatap wajah laki-laki itu, kemudian tangannya mengusap lembut. Tetapi tiba-tiba perempuan muda itu teringat dengan kegilaannya tadi malam, dengan wajah merah Ester memalingkan wajahnya. Dia tidak berani menatap muka Marcus secara langsung. Sedangkan Marcus melihat wajah Ester yang ada disampingnya dengan penuh kebahagiaan.


"Ester.., lihatlah padaku! Aku akan menikahimu secepatnya, orang-orangku sudah menyiapkah pernikahan kita di kota ini secepatnya. Percayalah padaku..., trust me..!" ucap pelan suara Marcus, tangan laki-laki itu memegang dagu perempuan muda itu. Melihatnya menderita sejak masih remaja, kemudian mengabdikan hidupnya untuk Ivona dengan jiwa raganya, membuat gadis muda itu menjadi gadis yang pendiam. Tiba-tiba rasa sayang Marcus kepada Ester muncul saat itu.


"Apakah saat ini Ester sedang bermimpi Dokter...?? Ester telah membuat kesalahan pada Dokter.." air mata kembali mengalir dari pelupuk mata gadis itu. Menggunakan jarinya, Marcus menghapus air mata itu. Tangannya kemudian meraih tangan Ester, kemudian mengangkat dan mencium di depan muka gadis itu.


"Kamu tidak perlu malu Ester..., aku menyukainya. Mungkin jika kamu tidak memulainya, aku tidak akan dapat merasakan bagaimana ketergantunganku padamu. Ternyata sampai saat ini, aku hanya terobsesi dengan Ivona.., tetapi bukan untuk menjadikannya sebagai pasangan hidupku. Kamulah perempuan yang tepat untukku Ester.." dengan menatap mata Ester, Marcus mengungkapkan perasaannya.


Gadis itu tertunduk malu, meskipun dalam hatinya muncul bunga-bunga bermekaran. Dia sama sekali tidak menyangka, apa yang dia lakukan pada laki-laki itu semalam, bukanlah hukuman yang dia terima. Tetapi dia malah mendapatkan hadiah yang sangat membahagiakannya. Melihat Ester yang masih tertegun melihatnya, tidak diduga, tiba-tiba Marcus melorot dari atas sofa. Laki-laki itu duduk di atas karpet yang melapisi lantai di depan gadis itu. Sambil memegang jari jemari Ester..,


"Ester.., maukah kamu menikah denganku sayang..?" terucap kalimat pertanyaan dari mulut laki-laki itu, dan Ester tidak mampu menjawabnya. Mulutnya serasa tercekat, dia hanya memandangi laki-laki di depannya tanpa berkedip.


Marcus menunggu jawaban gadis itu dengan tegang, tetapi melihat tidak ada respon dari Ester,..


"Ester.., sekali lagi aku bertanya. Tolong jawablah dengan jujur! Maukah kamu menikah denganku..?" kembali Marcus mengulang pertanyaannya. Tatapannya tidak bergeming tetap memandang gerak-gerik perempuan muda itu. Tidak lama kemudian.., dengan malu-malu Ester menganggukkan kepalanya. Gadis itu menyetujui untuk menjadi pasangan menikah untuk Marcus.

__ADS_1


Melihat respon yang ditunjukkan Ester, Marcus langsung mengangkat badannya. Laki-laki itu memeluk tubuh Ester dengan erat, bibirnya langsung meraup bibir Ester dengan beringas. Tanpa bosan, kedua pasangan itu saling berciuman di tengah udara yang dingin. Tangan Marcus sudah bergerilya kemana-mana.., suasana yang dingin di lereng perbukitan itu, berubah menjadi suasana yang hangat di ruang tengah.


Leng**uhan dan de**sahan serta ceracauan tidak terkontrol keluar dari bibir Ester. Bibir Marcus sudah merangsek kemana-mana, seperti seorang laki-laki yang kehausan dan tersesat di padang yang gersang. Bibirnya terus menghisap, menyesap dan mempermainkan setiap titik-titik sensitif di tubuh perempuan itu. Mata laki-laki itu menyipit., dan sejenak dia menyadari jika mereka saat ini masih berada di ruang tengah. Tanpa melepaskan ciumannya, Marcus berdiri kemudian mengangkat tubuh Ester. Perlahan laki-laki itu berjalan dan membawa Ester ke kamar yang pintunya terbuka. Dengan menggunakan kakinya, Marcus menutup pintu kamar dengan keras.


*************


Di mansion Richard


Ivona tersenyum ketika mendapatkan kiriman pesan dari Marcus. Laki-laki itu sudah ketemu dengan Ester di villa yang dibeli untuknya, dan laki-laki itu juga mengatakan jika dia dan Ester akan secepatnya melangsungkan perkawinan di Lombok. Mengingat mereka akan menjalankan perkawinan itu secepatnya, dan mengetahui jika Ivona masih memiliki banyak urusan, Marcus tidak begitu mengharapkan kedatangannya.


"Syukurlah kak.., sudah mendapatkan kabar dari Marcus dan Ester. Mereka berdua sedang melakukan bulan madu di villa yang ada di kawasan Sembalun. Bahkan Marcus mengatakan, jika mereka sedang mengurus ijin untuk melangsungkan perkawinan di pulau itu." dengan muka bahagia, Ivona bercerita tentang isi pesan yang dikirim Marcus padanya.


"Cepat juga cara kerja laki-laki itu. Tidak ada ritual khusus, langsung menikah sesampainya disana." Richard menimpali perkataan Ivona, laki-laki itu kemudian duduk di depan Ivona.


"Ya iyalah.., apa lagi yang akan mereka tunggu. Memangnya kakak, mau jadi bujang lapuk. Belum pernah, Ivona melihat kedekatan kak Richard dengan seorang perempuan." tiba-tiba Ivona malah meledek kakaknya menjadi seorang bujang lapuk. Mendengarnya, laki-laki itu tidak marah, Richard malah tersenyum masam.

__ADS_1


"Oh ya Ivona.., by the way..., sebentar lagi hasil test DNA kamu dan papa akan diantarkan oleh pihak rumah sakit. Kamu tunggu sajalah.., nanti siang kita mendatangi papa di mansion atas bukit. Semoga berita baik ini akan menambah semangat papa untuk menjalani hidup." tiba-tiba Richard menyinggung tentang hasil test DNA pada Ivona. Gadis itu menengok ke wajah kakaknya, dari kalimat yang diucapkan laki-laki seperti ada makna tersembunyi.


"Apa maksud perkataan kakak?? Kabar gembira.., maksudnya?" tidak memahami apa yang dimaksud Richard, Ivona meminta penjelasan. Richard juga menatap Ivona.


"Kamu pasti juga sudah memprediksi hasilnya kan?? Pihak rumah sakit sudah memberi tahuku tentang hasil test DNA itu, 99.91 % terdapat kecocokan struktur darahmu dengan papa ..Na. Jadi.., fix.., kamu adalah adikku, putri papa yang tidak pernah diketahuinya." senyum mengembang muncul di wajah laki-laki itu. Ivona hanya tersenyum biasa mendengar kabar itu, karena dia hanya mengkhawatirkan keadaan mamanya di laboratorium. Tetapi untungnya, Nyonya Carminda sudah menikah dengan Dokter Rafi, sehingga kekhawatiran Ivona sedikit berkurang.


"Siang ini mereka akan menyerahkan salinan print outnya. Kita harus segera menunjukkan pada papa adikku.." ucap Richard lagi. Gadis itu menganggukkan kepala perlahan.


"Sepertinya kamu tidak bahagia Nana.., apa yang kamu pikirkan saat ini?" mengamati mimik wajah Ivona.., Richard melihat kekhawatiran di wajah gadis itu.


"Ivona ingat mama kak..." ucap Ivona lirih.


Mendengar kalimat itu, tidak ada yang ddapat dilakukan Richard. Laki-laki itu bergeser dan pindah ke kursi yang diduduki oleh Ivona. Perlahan Richard meraih pundak Ivona, kemudian memeluk gadis itu dengan erat. Untuk pertama kalinya, Ivona merasakan menyandarkan wajahnya di pelukan kakak laki-lakinya. Tangan Richard mengusap punggung dan kepala bagian belakang gadis itu


**********

__ADS_1


__ADS_2