Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 144 Aku datang


__ADS_3

Ivona merasa nyaman dalam tidurnya, dan bahkan sudah pagi terang gadis itu malas untuk beranjak dari tempat tidurnya. Gadis itu merasakan kehangatan dengan aroma akrab yang membuatnya terbuai. Richard dan Marcus yang berada dalam satu tempat di Presidential Suite juga tidak mengganggu gadis itu menikmati istirahatnya. Berhari-hari Ivona mengeluh pada Marcus, jika dia tidak dapat beristirahat dengan nyenyak.


Tiba-tiba Ivona merasa terkejut, aliran otaknya memproses sesuatu. Dia merasakan kehangatan dan keakraban itu sangat nyata, dan apa yang pagi ini dia peluk itu juga sangat nyata. Mata gadis itu tiba-tiba dibuka lebar, dia menyibakkan selimut yang menutup badannya.


"Ups.., siapakah laki-laki ini? Kenapa aku bisa tidur dengan seorang laki-laki?" Ivona menutup mulutnya, dia kaget mendapati ternyata yang dia peluk dan rasakan merupakan sesuatu yang nyata.


"Semalam aku ngobrol dengan Michael sampai larut malam.., aku langsung naik ke atas tempat tidur dan langsung jatuh tertidur. Apakah mungkin Michael mengerjai aku?" Ivona juga heran, bermalam-malam dia di hotel itu, belum pernah merasakan tidur nyenyak, tetapi semalam begitu merebahkan tubuhnya, dia langsung tidur terlelap.


"Hanya bau tubuh kak Alex yang bisa membuatku tidur senyenyak itu biasanya. Mungkinkah..?" pandangan mata Ivona kembali menatap tubuh laki-laki yang tidur tengkurap di atas ranjangnya.


"Apakah terjadi sesuatu antara aku dan Michael tadi malam?" seketika membayangkan, Ivona menjadi ketakutan. Dia kemudian berdiri, dan menarik laki-laki itu dari atas ranjangnya.


"Hey.., bangun.. Siapa kamu, berani-beraninya masuk ke kamar tidur perempuan?" teriak Ivona dengan suara menggelegar. Tangannya berusaha menarik tangan laki-laki itu, tetapi dengan sekali hentak tubuh Ivona mendarat bebas di atas tubuh laki-laki tersebut.


"Jangan berisik.., mengganggu orang tidur saja," dengan suara serak, Alexander berbicara pada Ivona. Gadis itu terbelalak, dia tidak dapat mendeskripsikan dirinya saat itu. Rasa terkejut, senang yang dia rasakan hanya dengan memandangi laki-laki muda yang selalu membayanginya akhir-akhir ini. Jari-jari tangan Ivona terulur ke wajah Alexander, dia menggerakkan jarinya di mata.., hidung.., bibir dan berakhir dengan gigitan laki-laki itu padanya.


"Aaaww.." jerit kecil Ivona, tetapi bibirnya langsung dibungkam dengan ciuman dari bibir Alexander. Rasa terkejut seperti aliran listrik langsung mengalir deras, di tubuh Ivona. Tetapi untungnya kesadaran segera kembali, dengan tenaga besar Ivona mendorong Alexander kemudian gadis itu berlari menuju kamar mandi.


**********

__ADS_1


"Bagaimana kak Alex bisa tiba-tiba berada di kamar yang ditempati Ivona? Darimana kakak tahu, dan bisa mendapatkan ijin untuk masuk ke kamar tersebut?" Ivona memberondong Alexander dengan pertanyaan.


"Apakah selama ini, kak Alex telah memata-matai Ivona??" tanya Ivona lagi.


Laki-laki muda itu tersenyum, deretan gigi rapi dan putihnya tampak terlihat. Ivona membatin jika laki-laki yang ada di depannya itu terlihat lebih kurus dari terakhir dia bersamanya.


"Kamu mesti makan dengan tidak baik.., lihat matamu cekung, dan pipi chubby mu mulai mengecil." Alexander menyodorkan sendok di depan mulut Ivona. Dengan cekatan Ivona membuka mulutnya, dan di sudut rooftop terlihat seorang pria muda sedang menyuapi seorang gadis kecil.


Sesekali Alexander meletakkan sendok di tangannya, laki-laki itu menyesap kopi panas yang ada di depannya. Mata jernih dan cerah Ivona menjadi lebih bersinar, tanpa mempedulikan sekelilingnya mereka berinteraksi dekat, seperti menebus hari-hari yang telah mereka tinggalkan.


"Kak Alex belum bercerita.., bagaimana kak Alex bisa berada disini?" Ivona kembali mengejar Alexander dengan pertanyaan yang sama.


Alexander memandang gadis itu, tangannya mengusap rambut Ivona dan membetulkan poni yang menutupi matanya.


Ivona hanya tersenyum sambil cengar-cengir. melihat tatapan Alexander, gadis itu sedikit merasa ngeri dan takut. Tatapan yang penuh intimidasi dan dominasi Alexander, seperti menguliti tubuhnya.


Dari sudut rooftop yang lain, tampak geram wajah Michael melihat kemesraan yang ditunjukkan Alexander pada Ivona. Jika dia melihat ada keberatan di wajah gadis itu, maka dia akan cepat membebaskan Ivona. Tetapi sedikitpun, dia tidak melihat adanya penolakan dari gadis itu.


"Dari mana laki-laki itu berasal?? Apakah Ivona mengenalnya disini, ataukah dia memang kekasih gadis itu?? Tapi melihat kedekatan dan rasa sungkan Ivona, mungkin laki-laki itu merupakan kakak dari Ivona." Alexander berpikir sendiri. Dia berusaha menenangkan dirinya sendiri, untuk tidak berpikir aneh-aneh tentang Ivona. Jika ada kesempatan, Michael akan bertanya sendiri pada gadis itu.

__ADS_1


****************


Alexander Flash back On


Alexander tampak gelisah memikirkan Ivona, sudah lebih dari dua hari waktu yang dijanjikan gadis itu untuk kembali. Setelah mendesak Tommy, akhirnya laki-laki muda itu mengetahui tujuan dan tempat menginap Ivona selama di Hong Kong. Menggunakan koneksi yang dia punya, laki-laki itu langsung menyusul Ivona dengan menggunakan pesawat terbang pribadi.


"Aku tidak mau tahu.., urus semuanya agar aku bisa masuk ke kamar gadis itu!" Alexander dengan sikap dinginnya, terdengar sedang menekan seseorang untuk memberinya akses masuk ke kamar gadis itu.


"Tapi gadis itu tinggal di Presidential Suites, dan yang bertanggung jawab di kamar itu adalah seorang peneliti senior di Institut Komputer Nasional. Dia dan satu teman laki-lakinya yang bernama Richard ikut bergabung tinggal di suite tersebut." seseorang memberinya informasi.


"Apakah kamu pikir, statusku lebih rendah dari si peneliti senior itu?" pertanyaan Alexander sangat mengintimidasi.


"Baik Tuan Alex.., akan saya atur. Tunggulah sebentar, petugas lobby akan mengantar kunci cadangan padamu." akhirnya seseorang disana memberi hak akses bagi Alexander untuk dapat masuk ke Presidential Auite yang ditempati Ivona.


Tanpa menunggu lama, seorang wanita China mendatangi Alexander yang sedang merokok di smooking area. Laki-laki itu menyipitkan matanya melihat wanita itu.


"Good evening .., is your name Mr Alexander?" wanita tersebut menyapa Alexander. Laki-laki muda itu tidka menjawab, dia hanya menganggukkan kepala sambil menghembuskan asap rokok.


"I just brought you the Presidential Suite key." wanita itu mengulurkan kunci akses untuk menuju kamar yang ditempati Ivona.

__ADS_1


Laki-laki mematikan rokoknya, kemudian mengambil acces room tersebut dan langsung berjalan menuju pintu lift. Sesampainya di Presidential Suites, terlihat Marcus dan Richard tampak berjalan keluar. Alexander cuek tidak menyapa mereka, karena dia memang juga tidak kenal terhadap mereka berdua. Laki-laki muda itu langsung menempelkan acces room, dan pintu langsung terbuka.


#Alexander Flash back Off


__ADS_2