
Alexander segera mengakhiri rapat Direksi, dan mengalihkan semua tanggung jawab penjelasan pada Rico. Pada saat laki-laki itu sedang berbicara, tiba-tiba mendapat kiriman foto dari bodyguard yang mengawal Ivona. Kiriman foto itu membuatnya gusar, karena terlihat empat orang sedang memasuki Butik Anne Amanatie, tempat istrinya melihat-lihat koleksi baju disana.
Melihat Tuan Muda Alexander bergegas meninggalkan ruang rapat, Rico segera berpamitan pada peserta rapat lainnya. Laki-laki itu segera mengejar Alexander yang berjalan menuju lobby.
"Tuan Muda.., apakah ada hal yang lebih penting dari rapat barusan?" tanya Rico sambil berusaha menjejeri langkah Alexander.
"Istriku dalam bahaya Rico.., bodyguard mengirimkan foto via whattsapps padaku. Kakaknya Vaya dan ketiga gerombolannya tampak sedang mengintai Ivona dan Tommy. Aku harus segera menyusul kesana.., aku tidak mau terjadi sesuatu dengan istriku." tanpa berhenti, Alexander menjawab pertanyaan Rico. Mendengar perkataan itu, Rico langsung melesat menuju lobby dan mengambil kunci mobil. Tanpa diperintah, asisten pribadi Alexander itu langsung menyiapkan mobil dengan dia sendiri yang membawa mobilnya.
Alexander langsung naik ke dalam mobil, setelah asistennya menyalakan mesin mobil.
"Kemana Tuan Muda..?" Rico bertanya arah tujuan mereka.
"J Mall," jawab Alexander singkat. Laki-laki terlihat sangat khawatir akan keamanan istrinya. Dia tahu bagaimana track record kakak Vaya di kota ini. Kakak Vaya menjadi pemimpin sebuah gang motor, dan juga mengkoordinir para preman yang ada di pasar-pasar dan J Mall.
"Tenangkan perasaan Tuan Muda.. Dua bodyguard yang saya kirim untuk memberi pengawalan pada Nona Muda, merupakah tenaga terlatih. Mereka pernah bekerja sebagai Marinir, tapi karena sesuatu alasan, mereka keluar dari pekerjaannya. Saya sendiri yang sudah menemukan mereka, dan mengajaknya untuk bergabung dengan kita." Rico berusaha menenangkan Alexander. Laki-laki itu menambah kecepatan mobilnya.
"Aku tahu Ric.., tapi tidak tahu kenapa. Akhir-akhir ini aku sering bermimpi buruk.., Ivona seperti direnggut paksa dariku." ucap Alexander yang tidak dapat menyembunyikan kekhawatirannya. Rico melirik Bossnya, kemudian mengambil nafas.
"Tidak perlu dipikirkan Tuan Muda.. itu hanya bunga tidur saja." kembali Rico menyarankan agar Alexander bersikap tenang.
Alexander tidak menjawab, dia mengarahkan pandangannya keluar jendela.
*************
Desainer Anne Amanatie langsung menyambut sendiri kedatangan Ivona, Caroline dan Tommy ke butiknya. Dengan tatapan kebahagiaan bisa bertemu dengan artis, beserta Boss industri film dan music.. Anne menyapa mereka dengan ramah. Dua orang asistennya terlihat mendampingi perempuan itu.
__ADS_1
"Selamat datang Nona Muda Ivona, Nona Caroline dan Tuan Muda Tommy. Sungguh kehormatan bagi kami, dimana butik saya dikunjungi oleh orang-orang sekaliber kalian." dengan sapaan ramah, Anne Amanatie menyambut mereka.
"Okay.., untuk gaun yang sudah saya deskripsikan beberapa hari lalu, apakah sudah dibuatkan?" Caroline langsung menanyakan tentang pesanan gaunnya.
"Pasti sudah Non.., Tutik bawakan kemari gaun Nona Caroline di dalam!" Anne Amanatie langsung memerintahkan asistennya untuk membawakan gaun.
"Baik Non.." dua asisten itu langsung masuk ke dalam.
"Silakan duduk dulu!" Anne Amanatie meminta mereka untuk duduk sambil menunggu gaun yang sedang diambilkan. Ivona langsung duduk di sofa, diikuti oleh Caroline dan Tommy.
Tetapi baru saja mereka duduk, tiba-tiba terlihat empat orang berpakaian preman yang berusaha masuk ke dalam butik. Terlihat juga pelayan butik berusaha untuk menghentikan mereka. Tiba-tiba..
"Brukk.., aduh sakit." terdengar jeritan dari pelayan toko itu. Pelayan toko terjatuh ke belakang, tubuhnya didorong oleh salah satu teman kakaknya Vaya.
"He.., he.., he.. Boss. Gadis ini apa yang Boss maksud? Cantik juga ternyata.." anak buah kakaknya Vaya tertawa kecil melihat kedatangan Ivona.
"Hmmm.. cantik sekali ternyata.., aawww lepaskan!" tiba-tiba preman itu menjerit kesakitan, saat tangannya yang akan menyentuh dagu Ivona.., tiba-tiba langsung dipelintir oleh tangan Ivona. Dari belakang Tommy terkejut, melihat kuatnya tenaga Ivona. Dia memandang dengan tidak percaya.
"Bruak.." tanpa banyak bicara, Ivona mendorong tubuh preman itu ke belakang. Tubuh laki-laki itu terpental dan jatuh menabrak pintu masuk butik. Terlihat preman itu kesakitan sambil mengusap punggungnya dengan meringis.
"Duag..., duag.." tidak diduga sebelumnya oleh kakak Vaya.., dua orang bertubuh kekar tiba-tiba mengirimkan tendangan kuat dari belakang mereka. Ketiga anak buahnya terlihat langsung babak belur, jatuh ke belakang. Melihat keadaan yang tidak menguntungkan itu, kakak Vaya langsung pergi melarikan diri. Dengan cepat laki-laki itu menyusup ke dalam keramaian pengunjung.
"Ada apa ini..?" security J Mall terlihat terengah-engah mendatangi ke tempat kejadian.
"Bawa dia.,dan interogasi dia! Siapa yang menyuruh mereka mengganggu Nona Muda kami?" bodyguard langsung menendang ketiga orang preman itu ke arah security J Mall.
__ADS_1
"Baik Tuan.., kami akan membawanya ke pos keamanan segera." tiga orang security membawa ketiga preman itu meninggalkan mereka.
"Kami ikuti dia ke pos.., aku akan menjaga Nona Muda disini." bodyguard yang mengawal Ivona membagi tugas. Yang satu mengikuti security, dan satunya bertahan di butik untuk menjaga keamanan Ivona.
"Untung suamimu sangat tanggap Na.., tanpa kita ketahui Alex mengirimkan bodyguard untuk mengawasi kita." Tommy memuji suami Ivona, tetapi gadis itu malah meninggalkan kakaknya sambil mengangkat kedua bahunya.
"Carol.., cepat kamu lakukan fitting bajunya! Aku yakin sebentar lagi kak Alex pasti akan menyusulku kesini. Kamu tahu kan, bagaimana posesifnya suamiku. Jika dia ada disini, pasti dia akan melarangku melihatimu fitting baju." Ivona segera meminta Caroline untuk melakukan fitting. Caroline tersenyum, kemudian didampingi asisten Anne Amanatie, segera masuk ke rest room untuk berganti baju.
**********
Seperti dugaan Ivona.., beberapa saat kemudian tampak Alexander didampingi Rico langsung menyeruak masuk ke butik Anne Amanatie. Melihat kedatangan temannya yang juga adik iparnya, Tommy menghampiri Alexander.
"Siap Tuan Muda.." bodyguard yang masih berada disitu menyapa Alexander. Laki-laki muda itu langsung mendatangi bodyguard itu..
"Kemana temanmu yang satu.., ceritakan padaku apa yang telah terjadi?" Alexander langsung bertanya dengan nada tinggi.
Di dalam rest room, setelah memberikan komentar atas penampilan Caroline.., Ivona langsung bergegas keluar karena mendengar suara suaminya. Jika dia tidak keluar, Ivona khawatir jika Alexander akan membuat keributan disitu.
"Kak Alex..." Ivona langsung memeluk Alexander dari belakang. Mendapatkan pelukan dari istrinya, Alexander melupakan pertanyaannya pada boduguard tadi.
"Kamu tidak apa-apa sayang?" Alexander langsung bertanya pada Ivona, dengan tatapan khawatir CEO Kavindra Group itu mengamati Ivona dari ujung kaki sampai ujung rambut.
"Kami tidak apa-apa kak.., kak Alex saja yang terlalu mengkhawatirkan kami." Ivona langsung mengajak duduk suaminya, dan tanpa Ivona ketahui, Alexander memberi kode pada Rico untuk mengintrogasi bodyguard tadi.
*************
__ADS_1