Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 159 Lagi-lagi Masalah Jodoh


__ADS_3

Bi Mina tergopoh-gopoh berjalan ke depan menyambut kedatangan Nyonya Besar. Beberapa pelayan langsung bersiap membukakan pintu, dan menyiapkan penyiapan penyambutan yang lain.


"Nyonya Besar.., kenapa tidak memberi tahu dulu pada kami jika Nyonya Besar akan datang ke villa ini. Mari Bibi bantu Nyonya Besar." Bibi Mina memegangi tangan Nyonya Besar, kemudian membawanya masuk ke ruang tamu.


"Dimana Alexander.., apakah anak itu pulang ke rumah ini?" tanya Nyonya Besar sambil berjalan mengikuti langkah Bi Mina.


"Untuk jam-jam segini biasanya Tuan Muda berada di perusahaan Nyonya Besar. Paling beberapa jam lagi, Tuan Muda melakukan tugas rutin menjemput Nona Muda. Ups.." Bi Mina keceplosan berbicara tentang Ivona.


"Apa katamu tadi Bi.., Nona Muda siapa yang kamu maksud? Apakah putraku sudah memiliki kekasih saat ini, kenapa anak keparat itu tidak pernah membawanya padaku." Nyonya Besar Kavindra langsung mengejar Bi Mina dengan pertanyaan.


Merasa terjebak dengan kalimatnya sendiri, Bi Mina gelagapan. Meskipun setiap hari pelayan tua itu menyaksikan bagaimana perhatiannya Tuan Muda Alexander dalam memperlakukan Ivona, tetapi diapun tidak bisa menyimpulkan secara sepihak jika ada suatu hubungan antara mereka.


"Kenapa kamu malah diam Bi.., apakah kamu menutupi sesuatu dariku?" suara dengan nada tinggi dilontarkan Nyonya Besar pada Bi Mina.


"Maksud Bibi..,mungkin bukan kekasih Nyonya Besar. Hanya Tuan Muda sering dimintai tolong sama sahabat laki-lakinya, untuk membantu merawat sampai mengantar jemput Nona Muda. Tapi Nyonya Besar tidak perlu khawatir, karena Nona Muda itu sangat baik, dia sopan dan memiliki etika tinggi dalam pergaulan.Nona Muda tidak pernah memandang rendah pada kami." Akhirnya Bi Mina menjelaskan tentang posisi Ivona bagi Alexander.


"Masih sekolah atau sudah kuliah gadis yang kamu sebutkan itu. Bagaimana untuk wajahnya, apakah serasi dengan putra laki-lakiku?" Nyonya Besar Kavindra tertarik untuk menggali informasi tentang Ivona.


"Sekolah Nyonya Besar.., jika tidak salah,  Nona Muda sekarang sudah berada di kelas XII. Hari ini sepertinya nona muda sedang ujian kelulusan jika tidka salah. Bibi yakin, jika Nyonya Besar ketemu dengan Nona Muda.., pasti akan mengurungnya dan langsung menjadikannya menantu," ucap Bi Mina.


"Kamu bisa saja Bi. Kalau hanya anak kecil masih duduk di SMA saja, aku sudah memiliki calon untuk putraku. Aku sudah merencanakan, jika gadis itu sudah lulus dari SMA, aku akan merayu dan memintanya untuk aku jadikan menantu di keluarga Kavindra. Melihat ketampanan dan posisi putra laki-laki pertamaku, aku yakin gadis itu tidak akan mampu untuk menolaknya." Nyonya Kavindra tersenyum sambil mengingat wajah Ivona. Gadis itu memiliki sikap dan sopan santun yang amat tertata, dan Tuan kecil Evan adik Alexander juga sudah lengket dan mengenalnya dengan baik.


"Oh begitu ya Nyonya Besar.., tetapi menurut Bibi sih, ada baiknya Nyonya Besar juga menyempatkan diri untuk mengenal Nona Muda dengan baik. Pasti Nyonya Besar akan jatuh hati padanya, dan Bibi juga yakin jika Tuan Muda juga tidak akan menolak dengan gadis itu." Bi Mina semakin bersemangat mempromosikan Ivona.

__ADS_1


"Kita lihat saja nanti Bi.., siapapun bagiku tidak masalah yang akan menjadi jodoh putraku. Yang penting dia dari keluarga yang baik-baik. Bagaimana untuk rumah ini Bi.., apakah ada masalah yang perlu aku bantu?" Nyonya Besar mulai mengalihkan pembicaraan.


"Untuk masalah rumah.., sudah semuanya tercukupi Nyonya Besar. Tuan Muda juga selalu mengingatkan kami untuk memastikan semua alat, sarana,  dan bahan habis pakai jangan sampai kehabisan." Bi Mina menjawab pertanyaan Nyonya Besar.


"Oh ya Nyonya Besar.., Bibi kebetulan hari ini masak lauk kesukaan Nyonya Besar. Kita ke ruang makan dulu ya, Nyonya Besar bisa mencicipinya terlebih dahulu." Bi Mina mengajak Nyonya Besar untuk mencicipi masakannya. Kedua perempuan itu segera menuju ke meja makan.


***********


Tommy sudah sampai terlebih dahulu di SMA Dharma Nusa. Laki-laki itu menunggu kedatangan Alexander dan juga adik kandungnya dengan duduk di kursi panjang yang ada di dalam gerbang. Tommy tersenyum mengamati lingkungan di sekitar sekolahnya dulu saat masih duduk di SMA.


"Kak Tommy.., sedang menunggu Vaya ya?" tiba-tiba terdengar murid perempuan peman Vaya menyapa Tommy.


Laki-laki itu menengadahkan wajahnya memandang murid perempuan itu.


"Na.., kamu sudah keluar?" sambil tersenyum Tommy menyapa Ivona.


"Kak.., ada apa di sekolah Ivona?" tanya Ivona bingung, karena dia merasa tidak ada janji dengan kakak keduanya itu.


"Untuk ketemu kamulah. Ayo.. kita jalan ke mobil, sekalian menunggu Alex." Tommy langsung meraih tangan Ivona, Beni melihat laki-laki itu dengan pandangan kurang suka.


"Beni.., ini kakak keduaku." ucap Ivona untuk menetralisir perasaan Beni. Mendengar perkataan gadis itu, Beni kemudian tersenyum.


"Kakakmu ternyata banyak sekali Iv.., sudah beberapa aku ketemu dengannya." sahut Beni.

__ADS_1


"Iya.., kamu pulang duluan saja ya! Aku akan menemani kakakku dulu." Ivona meminta Beni untuk meninggalkan mereka, kemudian gadis itu mengikuti kakaknya berjalan keluar menuju pintu gerbang.


Sesampainya mereka di depan gerbang, kebetulan mobil Alexander sudah parkir untuk menjemput Ivona. Melihat gadis yang dijemputnya sedang berjalan dengan Tommy, Alexander langsung keluar dari dalam mobil.


"Sudah lama keluarnya?" tanya Alexander pada Ivona.


"Baru saja." sahut Ivona cepat.


"Tomm.., kita bicara dimana? Di rumahku atau di rumah makan?" tanya Alexander pada Tommy.


"Aku ikut denganmu saja Lex." ucap Tommy. Alexander ingat, jika besok pagi adalah hari kedua Ivona menjalani ujian kelulusannya.


"Okay kamu ikut di belakangku ya! Ivona besok hari kedua ujian kelulusan, aku harus memastikan anak ini belajar dengan baik. Kita bicara di rumahku saja." sambil mengusap kepala Ivona.., Alexander berbicara pada Tommy.


"Terserah apa katamu saja Lex." Tommy terpana melihat kedekatan sahabatnya itu dengan adik kandungnya. Laki-laki itu sedikitpun tidak menyangka, tujuannya untuk mendekatkan adiknya dengan Alexander malah menjadikannya kehilangan hubungan kedekatan dengan Ivona. Dia betul-betul merasa iri dan cemburu dengan Alexander, dan Ivona sedikitpun juga tidak merasa keberatan dengan semua perlakuan yang diberikan Alexander padanya.


Alexander membukakan pintu mobil, kemudian setelah gadis itu masuk. Di depan Ivona duduk, laki-laki itu membungkukkan badannya untuk memasangkan seat belt ke pinggang Ivona. Setelah memastikan terpasang dengan baik, secara perlahan Alexander menutup pintu mobil. Laki-laki itu kemudian berjalan memutari depan mobilnya, kemudian diapun ikut naik di depan kemudi.


"Kita langsung pulang ke rumah, atau ada yang akan kamu cari na?" tanya Alexander.


"Langsung pulang saja kak." jawab Ivona singkat, kemudian memejamkan matanya.


*******************

__ADS_1


__ADS_2