
Ivona terbangun saat mendengar ada orang mengetok pintu utama. Dia mengerenyitkan keningnya, ingin tahu siapa tamu yang malam-malam mengetuk pintu. Karena Alexander membawa acces room untuk memasuki pintu utama, jadi dia tidak mungkin untuk mengetuk karena memiliki akses sendiri. Jikapun acces room ketinggalan, pasti dia akan menghubungi room boy, tidak akan merepotkannya untuk mebuka pintu. Dengan malas, Ivona menyambar selimut untuk menutupi bagian atas tubuhnya, karena dia hanya mengenakan tank top untuk atasannya. Dia langsung menuju ke pintu dengan rambut acak-acakan karena dia sudah tertidur barusan.
"Kamu mau cari siapa?" tanya Ivona dengan dahi berkerut, dia melihat seorang perempuan cantik dengan pakaian seksi berdiri di depan pintu kamarnya.
"Harusnya aku yang bertanya, kenapa kamu yang berada di kamar ini. Kamar ini bukannya booked atas nama Alexander Kavindra, kenapa bisa kamu yang keluar. Apakah kamu ini adiknya Alex.." perempuan itu langsung menyelonong masuk ke dalam kamar. Dia melihat ke sekitar ruang tamu, dan keluar melihat ke arah balkon. Merasa tidak ketemu dengan orang yang dia cari, perempuan itu masuk ke masing-masing kamar yang ada disitu.
Melihat tingkah perempuan itu, Ivona malas untuk mengurusinya. Dia malah duduk di atas sofa, kemudian menyelonjorkan kedua kakinya diatas sofa. Perlahan dia kembali menutup matanya.
"Hey.., bangunlah! Kenapa kamu malah meninggalkanku sendiri untuk tidur. Dimana Alexander.., aku disini untuk ketemu dengannya. Kenalkan.., aku ini calon istri CEO Kavindra Group itu.., namaku Clara! Kamu ini pasti adiknya, ayo ucapkan salam pada kakakmu ini!" dengan nada angkuh, perempuan itu mengulurkan tangannya mengajak Ivona jabat tangan.
"Uuaahh..., kamu berisik." Ivona malah menguap dan kembali melanjutkan tidurnya. Dia merasa membuang waktu untuk meladeni perempuan gila yang ada di hadapannya itu. Dia tidak peduli, jika perempuan itu mau calon istri, mau istri, bahkan pacar dari Alexander. Selama dia tidak mengganggu tidurnya, dia dibebaskan untuk bertingkah.
"Kenapa kamu kurang ajar sekali dengan calon kakakmu..? Apakah kamu tidak tahu siapa aku, aku ini putri dari penguasa property di kota ini." perempuan itu berteriak dengan nada keras.
Dengan malas dan jengkel, Ivona bangun dari tidurnya. Dia duduk di atas sofa dan dengan matanya yang tajam dia memandang perempuan yang ada di depannya.
"Katakan apa maumu! Gubug-gubug di tengah sawah itu juga property bagi yang memilikinya. Apa yang kamu banggakan di hadapanku, apakah kamu pikir aku tertarik dan menjadi silau melihatmu?" dengan suara lantang karena terganggu tidurnya, Ivona berteriak pada perempuan itu.
Melihat tatapan sangar Ivona, Clara menjadi agak keder melihatnya.
"Kamu mengatakan jika kamu adalah calon istrinya, kenapa aku tidak melihatmu bersama dengan Alexander. Kenapa juga malah aku yang malam ini tidur dengannya, apakah kamu merasa bisa mengimbanginya?" tanpa berpikir panjang, jiwa bar bar Ivona muncul.
Clara merasa terkejut mendengar keterus terangan perempuan kecil di depannya. Dahinya berkerut, dia bertanya dalam hati, siapa gadis kecil di depannya itu.
__ADS_1
"Aku mau disini, silakan kalau kamu mau tidur kembali! Aku mau menunggu sampai Alex datang." Clara tanpa diduga Ivona, tiba-tiba duduk di depannya. Ivona meliriknya sekilas, kemudian tanpa bicara dia kembali memejamkan matanya.
********
Merasa bad mood melihat Vaya dan Nyonya Iswara, Alexander langsung bergegas kembali ke kamar. Sesampainya di depan kamar, dia bingung melihat pintu kamar terbuka.
"Ivona sedang tidur, siapa yang ada di dalam?" Alex berpikir sendiri. Namun tiba-tiba dia teringat perkataan dari mamanya...
"F**uck.., apa mama mengirimkan seorang perempuan ke dalam kamar?" khawatir dengan keadaan Ivona, Alexander bergegas masuk ke dalam kamar.
"Alex.., akhirnya kamu datang juga. Aku sudah lama menunggu disini." Clara bangun dan langsung menghampiri Alexander. Laki-laki itu memundurkan langkahnya, dia menatap Clara dengan tajam.
"Jauhkan tanganmu dariku! Aku alergi keberadaan orang asing di sekitarku." Alexander berjalan meninggalkan Clara, dia langsung menuju ke arah sofa yang digunakan untuk tidur Ivona.
"Kenapa kamu mengacuhkanku sayang..., aku disini diminta oleh mama. Katanya dalam waktu yang tidak lama lagi, kita akan segera diminta untuk menikah. Makanya malam ini aku kesini untuk menyusul calon tunanganku." Clara merajuk, dia kembali mendekati Alexander tanpa tahu malu.
"Nana sayang..., kenapa tidur disini? Ayok kita pindah ke kamar?" dengan suara lembut dan terdengar penuh perhatian, Alexander mencoba membangunkan Ivona.
Mata indah Ivona mengerjap perlahan, tanpa sadar dia mengalungkan kedua tangannya di leher Alexander. Melihat respon Ivona, Alexander tersenyum lembut. Di depan Clara, laki-laki itu menundukkan kepalanya dan memberi kecupan di kening Ivona.
Merasakan ada kecupan basah di keningnya, dan ketika menyadari jika itu perbuatan Alexander, mata Ivona langsung terbuka lebar dan terbelalak. Tangannya berusaha mendorongnya dada Alexander, tetapi ternyata laki-laki itu tidak mudah untuk melepaskannya.
"Mau tetap tidur disini atau aku angkat ke kamar?" kembali keluar pertanyaan pelan dari mulut laki-laki itu.
__ADS_1
"Kak Alex.., ada tamu yang mencari kakak." ucap Ivona setelah mengingat kembali.
"Bagaimana aku bisa peduli dengan keberadaan orang lain, saat kamu ada di sisiku Nana? Kamu yang terpenting bagi diriku." dengan tidak tahu malu, Alexander mengobral kata-kata manis. Sebenarnya Ivona muak dengan kata-kata yang terdengar sangat munafik itu, tetapi saat dia menyadari jika ada Clara disitu, dia pura-pura larut dalam kebohongan itu.
"Terus, siapa perempuan itu kak Alex? Aku tidak begitu suka ada perempuan yang mengganggu malam-malam kita?" Ivona mengarahkan jari telunjuknya ke arah Clara.
"Tidak tahu, dan tidak penting bagi kita untuk tahu siapa dia." ucap Alexander, dia kembali memberi kecupan di pipi Ivona.
Merasa laki-laki muda itu mencuri-curi kesempatan, Ivona mencubit kecil pinggang Alexander.
"Aakh.. sayang.., apa.yang kamu lakukan padaku? Aku tidak mengenalnya, ayok kita tinggal saja dia." Alexander langsung mengangkat tubuh Ivona dan melangkah menuju kamar.
Melihat adegan intim di depan matanya, muka Clara menjadi merah padam menahan marah. Dia langsung berdiri,
"Dasar pasangan mesum kalian.., betul-betul tidak punya malu dan tidak punya otak." ucap Clara dengan nada tinggi, dia langsung bergegas menuju ke arah pintu.
"Hey.. jangan lupa tutup pintunya. Aku sudah tidak dapat menahannya, khawatir aku lupa untuk menutupnya." teriak Alexander sambil tersenyum smirk.
"Blang.." Clara langsung keluar kamar sambil membanting pintu dengan kencang.
*********
,
__ADS_1