Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 280 Akhirnya...


__ADS_3

Aldo meminta semua pelayan dan penjaga untuk pergi keluar dari villa untuk sementara waktu. Laki-laki itu ingin menghabiskan waktu hanya berdua dengan Ivona, gadis yang sangat diinginkan dalam dua dunia bersamanya. Setelah memastikan semua orang pergi dari villa, Aldo berjalan menghampiri Ivona yang sedang melepaskan baju pengantinnya. Merasa tidak membawa baju ganti, Ivona mencari kaos Tshirt Aldo untuk dia kenakan sementara.


"Kak Al.., telpunkan Donny ya.., atau kak Richard..? Minta mereka untuk membawakan baju Ivona kesini, masak Ivona hanya berpakaian seperti ini." Ivona meminta Aldo untuk mencarikan baju untuknya. Gadis itu tidak tahu, mata laki-laki itu sudah berubah, tanpa berkedip matanya menatap paha Ivona yang tidak tertutup oleh kain. Karena kaos Aldo yang dikenakannya hanya berada di bawah pantatnya sedikit.


"Siapa bilang aku mengijinkanmu untuk mengenakan baju saat ini..?" tanpa menjawab pertanyaan Ivona, Aldo malah berjalan menghampiri gadis itu. Sambil tersenyum, tangan laki-laki itu terulur untuk meraih bahu gadis itu. Ivona merasa terhenyak, tatapan laki-laki yang berdiri di depannya saat ini seakan menembus kulit-kulitnya.


"Kak.." bisik lirih Ivona, saat melihat Aldo tidak lepas melihatnya. Perlahan Aldo menundukkan wajahnya, dan dengan tiba-tiba mencium bibir Ivona tanpa memberi tahu gadis itu terlebih dulu. Ivona merasa deg-degan.., gadis itu merasa tiba-tiba seperti kehilangan kekuatan kakinya. Kaki yang biasanya kuat mengantarkan kemana-mana, saat ini terasa lemas dan tidak mampu untuk berpijak. Ciuman Aldo terasa memaksa dan terus berusaha memasuki rongga-rongga mulutnya. Lidahnya dengan cepat membelit dan menyesap saliva Ivona. Saat mereka hampir kehilangan nafas, baru perlahan Aldo melepaskan ciumannya. Tetapi penyiksaan laki-laki itu tidak berhenti sampai disini. Lidahnya terus menjulur dan menjilati telinga gadis itu, beberapa saat lidah laki-laki itu bermain di sekitar belakang telinga gadis itu.


"Ugh... akh... kak..." tak kuasa Ivona mengeluarkan de**sahan dari mulutnya. Mata gadis itu terpejam, dengan tubuh merinding gadis itu menikmati setiap sentuhan dan belahan di area lehernya.


"Mmmm... ugh... ugh..." dari area belakang telinga, lidah Aldo beralih ke leher gadis itu, dan gadis itu sudah tidak dapat menyadari apa yang terjadi. Perlakuan dan kelembutan yang ditunjukkan Aldo sudah membuai gadis itu, de**sahan dan le**nguhan terdengar terus keluar dari bibir Ivona. Kedua tangan Aldo, tiba-tiba sudah berada di kaos yang dikenakan Ivona. Dengan sekali sentak, kaos itu terlepas. Mata Aldo semakin berbinar, ketika melihat gadis yang dicintainya hanya mengenakan pakaian dalam saja. Dua bongkahan daging yang terlihat kenyal dan sin**tal berwarna putih, menggerakkan indera perasa  dan pengecap laki-laki itu untuk mencicipinya.

__ADS_1


"Puaskan aku honey.., aku ingin menikmatinya saat ini.." bisik mesra Aldo di telinga Ivona, dan gadis itu tidak mampu lagi menjawab dengan mengeluarkan suaranya. Dengan tidak sabar, tangan Aldo melepaskan pengait yang ada di punggung gadis itu, dan tidak lama kemudian bra sudah terlempar ke bawah. Bibir laki-laki itu langsung mengeksplorasi dan bermain di niple puncak daging kembar Ivona.


"Kak Al..., teruskan kak... aakhh...., ugh... mmm.." dengan suara serak, Ivona terus mengerang. Bibir Aldo segera menyerang bukit kembar itu, laki-laki itu menyesap seperti seorang bayi pada ibunya, dan gadis itu merasakan kenikmatan yang baru dia rasakan di dunia ini. Satu tangan Aldo meraba turun ke bawah, dan menyentakkan segitiga yang menutup tubuh bagian bawah gadis itu.., dan Ivona semakin menjerit kegelian saat jari tangan laki-laki itu mengusap, dan menelusupkan jarinya di lekukan area V nya.


"Kakak... ugh..." jeritan kecil kembali keluar dari mulut gadis itu,  dan tanpa diduga tiba-tiba Ivona menjadi liar. Kedua tangannya melepaskan kancing baju yang dikenakan suaminya, dan kemudian melepaskan pakaian itu. setelah terlepas, kedua tangannya meraba ke bagian pinggang, dan tangannya langsung menarik resleting celana sambil melepaskan ikat pinggang. Tidak lama kemudian, kedua orang itu saling bercumbu tanpa mengenakan selembar benangpun di tubuhnya.


Tangan Ivona terkaget saat tanpa sengaja, menyenggol sesuatu yang keras di bawah perut Aldo, dan sambil tersenyum smirk.., Aldo menatap mata Ivona..


"Tidak sabar ingin mencobanya honey... ayo kita lakukan.." bisik mesum Aldo di telinga Ivona. Tanpa menjawab, Ivona hanya mengangguk malu. Tanpa diduga, dalam keadaan masih telanjang, Aldo mengangkat tubuh Ivona kembali. Laki-laki itu mengangkat tubuh perempuan yang baru saja dia nikahi dalam kehidupan ini, dan membawanya masuk ke dalam kamar. Perlahan, Aldo membaringkan tubuh Ivona di atas ranjang, dan laki-laki itu kembali menciumi tubuh Ivona dengan penuh cinta. Tubuh Ivona menggelinjang, dengan kedua tangannya tergantung di leher Aldo, Ivona menarik laki-laki itu ke bawah.


Tiba-tiba Ivona merasakan kembali saat bagian inti Aldo mulai masuk ke dalam bagian intinya, Sakit dan pedih yang dia rasakan.., dan Aldo menghentikan gerakannya.

__ADS_1


"Sakit honey...?" tanya lembut Aldo, dan Ivona mencoba untuk menahannya. Gadis itu tersenyum dengan kecut.., dan tiba..tiba..


"Jleb.., aakhh..." air mata mengalir dari sudut mata Ivona, gadis itu meringis menahan pedih, saat bagian inti Aldo memasuki bagian intinya. Melihat hal itu, Aldo mencium kembali bibir Ivona.., tangannya diangkat dan bermain di niple bongkahan kenyal di dada gadis itu. Setelah melihat gadis itu sudah dapat menyesuaikan diri, Aldo mengangkat pantatnya ke atas. Tidak lama kemudian, laki-laki itu menaik turunkan pinggulnya, dan Ivona mulai merasakan kenikmatan. Le**nguhan dan de**sahan kembali terdengar di kamar itu. Kedua orang itu saling berpadu, saling memberikan kenikmatan satu dengan yang lain.


Rasa pedih dan perih masih dirasakan oleh Ivona, tetapi kenikmatan yang dia rasakan dari hentakan laki-laki yang ada di atasnya jauh lebih besar. Tiba-tiba setelah beberapa saat..


"Kak.., Nana ingin ke kamar mandi.." bisik Ivona.


"Keluarkan sayang..., itu tandanya kamu sudah akan sampai honey.. Tunggulah sebentar." Aldo semakin mempercepat gerakannya di atas tubuh Ivona, dan gadis itu semakin merasa merek melek. Tidak lama kemudian..


"Ayo kita keluar sama-sama honey... aakkh..." akhirnya tidak lama kemudian cairan kental milik Aldo membanjiri dan masuk ke rahim gadis itu. Kedua orang itu merasa kelelahan, dan senyuman muncul di bibir laki-laki itu ketika melihat secercah warna merah menghiasi sprei di bawah mereka.

__ADS_1


"Terima kasih honey.." bisik Aldo lembut, laki-laki itu memberi kecupan di kening gadis itu.


*************


__ADS_2