Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 266 Hanya Kami yang Tahu


__ADS_3

Aldo meminta Ivona untuk menginap di mansionnya, tetapi ketika teringat dengan perkataan laki-laki itu jika mereka belum memiliki ikatan dalam dunia ini, Ivona meminta untuk diantarkan kembali ke tempat Richard. Gadis itu berjanji akan secepatnya membangun kembali ikatan mereka, jika urusan dengan keluarganya sudah selesai. Bagaimanapun, dia dan Tuan Frans harus menjalani serangkaian pengujian, untuk dilakukan pengecekan apakah laki-laki tua itu betul-betul merupakan papa kandungnya. Mendengar alasan masuk akal itu, dengan berat hati Aldo mengabulkan permintaan Ivona, laki-laki itu mengemudikan mobil  sendiri menuju mansion Richard.


Sesampainya di halaman mansion Richard, Ivona melihat mobil Marcus terparkir di depannya. Ivona menoleh ke arah Aldo, dan laki-laki itu menyadari jika ada Dokter Marcus di mansion Richard. Ketika Ivona sudah turun dari dalam mobil, Aldo mengikuti turun.


"Lho kakak mau ikut masuk?" tanya Ivona heran, ketika melihat Aldo mengikutinya.


"Aku harus over protective menjagamu Na.. Itu mobil Marcus kan..? Aku tidak boleh meleng meremehkan laki-laki itu, bisa-bisa dia akan menyerobotmu di belakangku." ucap Aldo sambil merangkul pundak Ivona, dan keduanya berjalan memasuki teras.


"Kak Alex terlalu posesif... Tidak akan ada laki-laki yang mampu menundukkan aku kak..., kecuali kakak." ucap Ivona, dan Alex semakin mengeratkan pelukannya.


Sesampainya di ruang tamu, Ivona dan Aldo melihat Marcus yang duduk dengan penampilan kusut dan acak-acakan. Di depannya, terlihat Richard yang menemaninya sambil bermain-main ponsel.


"Marcus.., what happend??" terlihat kekhawatiran Ivona melihat sahabatnya itu. Aldo menarik tangan Ivona, menjaganya agar gadis itu tidak memeluk laki-laki itu.


"Kak Al.., sebentar dong." Ivona memprotes tindakan Aldo. Gadis itu membebaskan diri dari rengkuhan Aldo, kemudian segera menghampiri dan duduk di samping Marcus.

__ADS_1


Marcus menatap mata Ivona dengan sendu, tetapi di bawah tatapan tajam mata Aldo, Marcus tidak bisa melakukan apa-apa terhadap Ivona. Laki-laki itu hanya menatap mata balik Ivona.


"Na.., kasih tahu padaku, dimana Ester..? Aku sudah mencoba menghubunginya dari tadi.., tetapi nomor ponsel gadis itu tidak aktif. Aku juga sudah menuju apartemennya, tetapi gadis itu sudah meninggalkan apartemen sejak tadi pagi. Na..., help me please...!! Kasih tahu aku dimana Ester..!" Ivona terkejut mendengar permintaan Marcus. Laki-laki itu bukan tipe laki-laki yang suka main-main. Melihat ekspresinya kali ini, Ivona memiliki keyakinan jika sudah terjadi sesuatu antara sekretarisnya dengan laki-laki itu. Ivona juga tahu persis, bagaimana Ester sangat menyukai Marcus, tetapi sikap Marcus yang sering mengacuhkan dan mengabaikan gadis itu.


"Apa ada yang terjadi antara kamu dan Ester sebelumnya Marcus..?? Bukannya kita baru datang tadi malam dari Guam.., apa jangan-jangan Ester yang semalam berada di dalam mobil yang dikemudikan sopirmu?" seperti bisa menebak apa yang terjadi antara Ester dengan laki-laki itu, Ivona memberondong pertanyaan pada Marcus.


Semua orang yang ada di ruangan itu ikut menatap Marcus, mereka juga tidak menyangka jika laki-laki itu bisa terlihat lemah.


"Aku tanpa sadar sudah mengambil keperawanan gadis itu Nana..., Tapi aku tidak menyadarinya, dan aku juga tidak tahu.., kenapa Ester bisa tiba-tiba berada di dalam kamarku, kita berada dalam ranjang yang sama. Aku hanya sadar, sejak masuk mobil dari bandara, aku sudah capai dan langsung tertidur." laki-laki itu menangis, dan Ivona membuka mulutnya tidak mempercayai apa yang dia dengar dari laki-laki itu.


"Plok.., plok..., plok..., ternyata kamu betul-betul laki-laki Dokter Marcus. Aku salut atas kerja kerasmu semalam, selamat.., selamat.." tanpa diduga, tiba-tiba Aldo bertepuk tangan dan memberi ucapan selamat pada laki-laki itu. Richard tertawa sambil menutup mulutnya, dan Ivona langsung melotot pada laki-laki itu.


***********


Tidak tega melihat kondisi Marcus yang tanpa semangat, akhirnya Ivona mendekati laki-laki itu kembali. Ivona duduk di sampingnya.., dan Aldo serta Richard hanya menatap komunikasi dua orang itu sambil melihat televisi. Setelah mendengarkan apa yang terjadi antara Ester dan Marcus semalam, Aldo sudah tidak memiliki kekhawatiran sedikitpun akan Marcus yang akan mendekati Ivona. Maka laki-laki itu sudah mulai memberi kesempatan pada Ivona untuk menyelesaikan masalah mereka.

__ADS_1


"Marcus.., pergilah ke Lombok!! Mungkin  Ester ada di pulau itu, karena jika tidak salah, gadis itu pernah membelikanku sebuah villa di dekat pantai Senggigi. Ester pergi tidak berbicara apapun padaku, dia hanya mengirimkan surat cuti untuk sementara waktu padaku. Aku memberinya ijin, karena gadis itu juga membutuhkan waktu untuk healing, untuk relaksasi. Susullah dia kesana Marcus.., aku yakin, Ester menunggumu disana!" Ivona tiba-tiba menebak jika Ester akan pergi ke Lombok. Karena Ivona tahu persis, jika gadis itu tidak memiliki saudara lagi, hanya dialah orang yang memiliki kedekatan hubungan dengan gadis itu.


"Benarkan Ivona, apa yang kamu katakan?" Marcus menatap mata Ivona, berusaha mencari jawaban, apakah gadis itu berbohong padanya atau tidak.


"Iya..., perasaanku berkata demikian Marcus. Aku kirimkan alamat villaku ke nomor ponselmu, pergilah kesana! Aku akan segera menyusulmu kesana dengan kak Aldo," ucap Ivona lirih. Mendengar perkataan itu, muncul tanda besar di pikiran Marcus.


"Apa Na..., kamu akan menyusulku kesana dengan Aldo? Kenapa harus laki-laki itu.., tidak adakah laki-laki yang lebih baik dari dia?" seakan tidak menyetujui hubungan Ivona dengan Aldo, Marcus memprotes perkataan Ivona.


Mendengar perkataan yang diucapkan Marcus, Aldo melotot dan melemparkan bantal ke kepala laki-laki itu. Richard geleng-geleng kepala melihat kekonyolan laki-laki muda itu di rumahnya.


"Iya Marcus.., aku akan mengajak kak Aldo untuk berlibur di pulau itu. Sepertinya kita semua membutuhkan waktu untuk berpikir jernih, aku mencintai kak Al..., sampai kapanpun dan dalam keadaan apapun. Aku percaya padanya Marc.." sambil melihat ke arah Aldo, Ivona mengakui perasaannya di depan Marcus dan Richard dengan berani. Aldo merasa bangga dan merasa senang mendengar pengakuan itu. Sedangkan Richard memandangi Ivona dan Aldo secara bergantian.


"Kalian jangan main-main dengan perasaan kalian. Baru saja, tadi pagi kamu dibawa Aldo dengan perasaan tidak suka. Kenapa secepat ini, perasaanmu sudah berubah Nana.. what happend?" dengan tanda tanya besar, Richard ganti menginterogasi Ivona. Gadis itu tidak menjawab, dia hanya melirik pada Aldo.., laki-laki yang pernah menikahinya pada kehidupan di masa lalu.


Tanpa bicara Aldo langsung berdiri, kemudian di depan Marcus  dan Richard, laki-laki itu memeluk Ivona dan mencium bibir gadis itu di depan mereka. Setelah beberapa saat..,

__ADS_1


"Hanya kami saja yang tahu bagaimana dalamnya perasaan kami Richard.., Marcus. Tidak lama lagi, kami akan segera menyatukan ikatan suci di antara kami." ucap Aldo dengan penuh percaya diri, dan Ivona hanya tersenyum mengiyakannya.


***********


__ADS_2