
Samar-samar dari dalam kamar, Ivona mendengar ada keributan di luar kamar. Tetapi rasa kantuk mengalahkannya, gadis itu itu tetap mager dari atas tempat tidur. Beberapa saat berlalu, Ivona melirik ke dinding di atas tempat tidur, gadis itu terperanjat karena waktu sudah menunjukkan pukul 07.40. Dari chat tadi malam dengan Caroline, gadis itu mengajaknya untuk ketemu jam 10.00 di sebuah food court. Bergegas gadis itu segera beranjak dari tempat tidur, dan segera membersihkan diri di kamar mandi.
"Tokk..., tok.., tok... Non.., Nona Muda..." terdengar ketukan di pintu kamar.
"Ya Bi..., tunggu sebentar,. Ivona sedang ganti pakaian." setelah meminta Bi Mina menunggunya, Ivona membukakan pintu kamar. Di depan kamar, Ivona melihat Bi Mina tersenyum padanya.
"Ada apa Bi..? Ivona baru bangun, kesiangan ya?" Ivona tersenyum malu pada Bi Mina.
"Tidak apa-apa Non, sekali-sekali. Tidak setiap hari kan Nona Muda bangun siang?? Ini kok sudah rapi.., mau kemana Non." melihat Ivona sudah mandi dan segar, Bi Mina bertanya dengan heran.
"Pingin mandi saja Bi.., habis gerah. Nanti jam 09-an mau keluar. Ada janji dengan teman Bi.. Ivona ke dapur dulu bi, mau buat teh panas." Ivona berjalan meninggalkan Bi Mina sendiri. Gadis itu tersenyum bahagia, karena melihat tidak ada Alexander, dia mengira jika laki-laki muda itu sudah berangkat ke perusahaan,
"Langsung ke meja makan saja Non.., sudah Bibi siapkan teh panas di jug. Nona Muda tinggal menuangkan ke dalam cangkir saja. Bibi akan merapikan kamar Nona Muda dulu." seru Bi Mina. Perempuan tua itu segera masuk ke kamar yang digunakan untuk istirahat Ivona.
Melihat nasi goreng dan telur ceplok serta sosis goreng sudah terjadi di meja makan, Ivona tidak dapat menahan air liurnya. Setelah menuangkan secangkir teh, gadis itu segera menyiapkan satu piring nasi goreng untuknya sendiri. Perlahan gadis itu menikmati nasi goreng secara perlahan.., tiba-tiba dia mendengar suara langkah kaki di belakangnya. Ivona menduga, Bi Mina sudah kembali dari membersihkan kamarnya.
"Sudah selesai Bi.., tumben cepat amat membersihkan kamarnya?" tanya Ivona pada Bi Mina, tanpa mengalihkan pandangan dari piring nasinya.
Tidak terdengar jawaban dari Bi Mina.., tetapi langkah kaki itu semakin mendekat dan berhenti tepat di sampingnya. Sambil mengunyah makanannya, Ivona menengadahkan wajah dan melihat Alexander menjulang tinggi berdiri di sampingnya. Gadis itu kaget, dia menyangka jika laki-laki muda itu sudah berangkat kerja.
__ADS_1
"Kak..." dengan suara tertahan, Ivona memanggil Alexander. Laki-laki muda itu tersenyum, tangannya terulur ke samping bibir Ivona. Dengan pelan, Alexander mengusap butir nasi yang menempel di samping bibir Ivona langsung menggunakan jari tangannya.
"Kalau makan tidak perlu terburu-buru.., biar nasinya tidak kemana-mana? Bagaimana istirahatnya semalam, sampai tidak mendengar orang mengetuk pintu tadi malam?" Alexander menarik kursi, kemudian duduk di samping Ivona. Gadis itu hanya menatap laki-laki itu sekilas, kemudian dengan hati berdebar Ivona melanjutkan sarapan paginya. Tetapi Ivona merasa risih, karena laki-laki di sampingnya itu hanya duduk melihatnya makan.
"Kakak kenapa..? Mau sarapan juga.., kalau iya Ivona bantu siapkan?" tanya Ivona pada Alexander. Laki-laki muda itu hanya menggelengkan kepala.
"Kakak sudah sarapan tadi. Hanya pingin melihat Nana makan saja, hati kakak jadi merasa adem." sahut Alexander menggoda Ivona.
"Halah lebay..." sahut Ivona sambil memonyongkan bibirnya. Gadis itu mencoba tidak menghiraukan keberadaan laki-laki itu disampingnya, dia tetap menyelesaikan sarapannya dengan ditunggui Alexander.
*************
"Ada apa Carol.., aku sudah sampai depan food court nih. Kamu ada dimana?" Ivona langsung menerima panggilan masuk tersebut.
"Aku sudah ada di dalam, di corner. Lumayan tempatnya privat, tidak dilewati orang." Caroline menginformasikan tempat dia menunggu Ivona.
"Okay.., aku langsung menuju kesana." dengan bergegas, Ivona segera masuk ke dalam food court, dan langsung menuju ke corner. Terlihat gadis yang mengenakan topi, sedang duduk menunggunya di sudut ruangan. Ivona tersenyum dan menghampiri gadis itu.
"Sudah lama menungguku Carol?" tanya Ivona basa-basi sambil duduk.
__ADS_1
"Baru juga 15 menit. Mau pesan lagi ga.., aku hanya pesan Vietnam Drip 2 sama sandwich." Caroline menjawab pertanyaan Ivona, tangannya sibuk mengaduk kopi menggunakan sendok teh.
"Ga.., ini saja cukup. Aku sudah sarapan nasi goreng dari rumah." Ivona mengikuti apa yang dilakukan Caroline, dia juga segera menyatukan krimer yang mengendap di gelas dengan kopi dengan sendok yang ada di piring kecilnya.
Setelah beberapa saat mereka menikmati minuman..
"Apa yang akan kamu bicarakan padaku Carol?" akhirnya Ivona bertanya tentang maksud dari pertemuan mereka kali ini. Caroline menghentikan aktivitasnya, dengan serius gadis itu melihat pada Ivona.
"Seperti yang aku sampaikan padamu Iv.., ada produser film yang terkenal di negeri ini ingin menjadikan syair lagumu menjadi sebuah film. Lagunya nanti yang akan menjadi sound track film tersebut. Aku merasa ide ini sangat menarik, tapi aku belum memberikan jawaban pada produser itu. Kamu saja yang menentukan dan menetapkan harga untuk lagumu itu." akhirnya Caroline menyampaikan dengan jelas, hal yang pernah disampaikan pada Ivona via telpon beberapa waktu lalu.
"Tidak masalah Carol. Harusnya kamu tidak perlu juga sampai minta persetujuanku seperti ini. Aku juga tidak ingin orang-orang memburuku, jika namaku terekspose ke publik. Kamu bisa lihat ke dirimu sendiri kan, bagaimana kamu harus menyamar jika keluar tanpa pengawalan." Ivona menanggapi pernyataan Caroline.
"Benar juga sih, tapi aku harus tetap minta persetujuanmu Iv.. Kapan kamu ada waktu untuk menemui produser denganku?" tanya Caroline dengan penuh harap.
Ivona diam, gadis muda itu kembali menyesap kopi secara perlahan. Jika dia mau, sebenarnya dia bisa mengorbitkan dirinya sendiri. Ivona memiliki dukungan sumberdaya untuk dapat eksis di industri music dan film, karena Tommy kakaknya termasuk pemain yang cukup disegani di industri tersebut. Tetapi dia memang tidak suka untuk memanfaatkan peluang.
"Atur saja deh.., aku juga sudah tidak ada kegiatan untuk sementara waktu. Aku tinggal menunggu hasil Ujian Sekolah.., dan paling mencari perguruan tinggi tujuan untuk lanjut studi. Itupun bisa dilakukan secara online." untuk tidak mengecewakan Caroline, akhirnya Ivona setuju untuk bertemu bersama calon produser tersebut. Tanpa Ivona sadari, mata Caroline mendadak menjadi bersinar mendengar keputusan yang diambil oleh Ivona.
"Terimakasih ya Iv.., kamu memang yang terbaik deh. Aku akan segera hubungan produser itu, dan akan segera kita atur janji untuk bertemu dengannya."
__ADS_1
***************