Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 33 Ada yang Mau Kakak Urus


__ADS_3

Ivona tidak memberi tahu nama sebenarnya pada para pria itu. Menurutnya sangatlah buang-buang waktu berurusan dengan mereka, apalagi di tempat seperti ini. Dengan cepat Ivona membalikkan badan untuk segera pergi meninggalkan mereka, tapi matanya menangkap sesosok pria tampan yang baginya tidak asing lagi.


"Bukankah itu pria yang sudah menolongku beberapa waktu yang lalu. Aku masih punya hutang padanya.." Ivona berpikir sendiri, dan tatapan matanya tiba-tiba bertemu dengan Alexander.


"Tetapi untuk apa dia berada di tempat ini? Aku yakin, setiap pria yang berada di bar ini, mereka bukanlah orang baik-baik." pikirnya lagi.


Ivona terdiam untuk beberapa saat, dia sedikit terkesima dengan penampilan laki-laki tampan di depannya. Alexander saat ini mengenakan celana chinos berwarna grey gelap, dipadu dengan kaos santai dengan mengenakan jas semi formal yang lengannya ditarik sampai pertengahan lengan. Sepatu kulit slip on dengan warna serupa ikut melengkapi penampilannya. Wajahnya yang tampan sangat serasi dengan outfit yang dipilihnya malam ini. Tetapi tatapan dingin beraura gelap tiba-tiba muncul dari wajah tampan itu.


"Tuan Alex..., apakah Tuan datang kesini, karena sedang mencari wanita yang bernama Ivona?" tanya seorang pengawal pada laki-laki itu.


Alexander tidak menjawab, dengan aura gelap dia hanya menengok sekilas pada pengawal tersebut, kemudian kembali mengarahkan tatapannya, sambil berjalan semakin mendekat pada gadis yang mereka kira sebagai Ivona. Melihat tatapan dingin dengan aura muka gelap yang ditunjukkan Alexander, Jonas Irawan sangat senang. Saat dia baru akan mengeluarkan kata.., tiba-tiba.. Jonas terkejut karena menangkap senyum manis muncul di bibir Alexander sambil terus berjalan ke arah Ivona.


"Kak.." dengan suara pelan hampir tidak terdengar oleh siapapun, Ivona memanggil Alexander.


Alexander menyentil kening Inova dengan menggunakan jari tangannya, dan semua pengawal beserta Jonas Irawan dan anak buahnya terkejut, mereka sama sekali tidak menyangka jika Alexander mengenal gadis ini.


"Kamu masih anak kecil..., untuk apa kamu datang ke tempat seperti ini?" tiba-tiba suara Alexander dengan akrab menyapa Ivona. Beberapa anak buah Jonas, tubuh mereka menjadi bergetar karena ketakutan. Mereka sangat takut, jika sampai Alexander tahu bahwa mereka tadi sempat berkelahi dengan gadis itu karena perintah dari Tuan Muda Irawan.


"Usiaku sudah 19 tahun, berarti boleh dong aku datang kemanapun." suara renyah Ivona menjawab pertanyaan Alexander.


"Kamu itu perempuan, ada tempat yang bisa kamu jadikan sebagai tempat bermain, tetapi ada juga tempat yang merupakan larangan bagi perempuan." kembali suara Alexander terdengar menasehati Ivona.


"Jadi jika perempuan tidak boleh, tetapi untuk para pria termasuk kakak, bisa dengan bebas masuk ke tempat seperti ini ya? Kan aku juga ingin bersenang-senang kak, lucu sih... bisa sedikit melemaskan ketegangan otot bermain dengan mereka." Ivona menanggapi ucapan Alexander sambil menunjuk ke Jonas Irawan, kemudian ke beberapa anak buahnya.

__ADS_1


"Apa yang sudah mereka lakukan padamu? Apakah mereka menyakitimu?" Alexander memandang ke tubuh Ivona dari ujung kaki sampai ke ujung rambutnya. Sedangkan Ivona yang dipandang hanya senyum-senyum tipis.


"Ayo kita kembali masuk ke dalam! Tidak baik berada di tempat ini." tiba-tiba tangan Alexander tanpa permisi, langsung menggandeng tangan Ivona dan membawa gadis itu kembali memasuki MUSE bar. Beberapa orang hanya melihat keheranan melihat mereka, tetapi dengan acuh Alexander membawa Ivona memasuki privat room. Berada di pintu masuk, dengan tatapan dingin Alexander tiba-tiba menyapu pelan pada Jonas dan beberapa orang yang lainnya, dan beberapa saat kemudian....


"Duduklah disini dulu, jangan pergi kemana-mana!"


"Trus..," belum sampai Ivona menyelesaikan kalimatnya, Alexander mengusap kepala Ivona, kemudian berkata...


“Tunggu sebentar, ada sesuatu yang perlu Kakak urus.”


Kalimat terakhir yang diucapkan Alexander membuat Jonas dan anak buahnya menjadi pucat ketakutan.


********


"Tuan Muda Irawan...., bagaimana ini? Kalau Tuan Alexander marah.." tanya salah satu anak buah Jonas pada Tuannya.


"Diamlah.., aku juga pusing memikirkan nanti. Aku juga sedikitpun tidak menyangka, jika gadis itu ternyata memiliki hubungan dekat dengan gadis itu." seru Jonas Irawan dengan nada tinggi. Tampak nada suaranya bergetar.


"Siapa yang bilang jika Alexander tidak pernah dekat dengan seorang gadis, kejadian tadi menunjukkan jika gadis itu memiliki hubungan dengannya." lanjutnya lagi.


Mereka terdiam, tetapi pintu ruang privat terbuka karena didorong dari luar. Jonas dan anak buahnya semakin menggigil ketakutan melihat siapa yang datang. Tubuh tinggi Alexander berdiri di pintu masuk private room, dengan muka suram dan tatapan tajam yang dingin memindai Jonas Irawan. Tanpa berbicara apapun, Alexander masuk dan menutup pintu kemudian dia duduk sambil menyalakan rokok. Dua jari tangan kanannya memegang rokok di bibirnya, kemudian menghembuskan asap rokok ke atas.


"Ampuni aku Alex..., aku dan anak buahku salah mengenali. Kami betul-betul tidak tahu jika gadis itu memiliki hubungan sedekat itu denganmu!" Jonas langsung berlutut di depan kaki Alexander yang masih duduk di kursi.

__ADS_1


Alexander masih diam, dan hanya memainkan rokok dengan jari-jarinya. Kemudian tanpa diduga, Alexander mengangkat tangan dan mengarahkan rokoknya ke atas kepala Jonas. Jarinya dengan trampil dia ketukkan ke batang rokok, dan abu rokok langsung jatuh ke kepala Jonas. Alexander menjadikan kepala Jonas sebagai asbak rokok.


"Banci kamu..., beraninya hanya dengan wanita lemah!" dengan suara datar, Alexander berbicara.


"Aku janji Alex.., aku dan anak buahku tidak akan berani lagi menyentuh orang-orang yang ada di sekitarmu. Maafkan kami Alex!" Jonas tidak berani protes pada Alexander, meskipun kepalanya dijadikan asbak rokok oleh laki-laki itu.


Alexander tidak menjawab permohonan maaf Jonas, dia malah melanjutkan menghisap rokok dan dengan tatapan sinis melihat laki-laki yang berlutut di kakinya. Tiba-tiba Jonas teringat, Alexander memiliki hubungan yang lumayan dekat dengan ayahnya.


"Alex..., atas nama ayahku. Tolong maafkan aku, kamu memiliki hubungan dekat dengan ayahku kan? Lepaskan kami Alex!"


"Kamu pikir dengan menjual nama ayahmu padaku, aku akan memberi maaf pada kalian semua?"


Jonas terdiam, dia semakin mendekat ke lutut Alex, dan saat dia akan menyentuh lutut laki-laki itu, sebuah tendangan diarahkan padanya.


"Tolong Lex..., maafkan aku. Pegang janjiku.., aku tidak akan berani-berani lagi menyentuh orang-orangmu!"


Tiba-tiba Alexander berdiri, dan terdengar pekikan melengking suara Jonas memenuhih ruangan privat tersebut.


"Aaaawww........, ampuni kami Alex! Aku sudah berjanji Alex, aku tidak akan berani mengganggumu di lain waktu" teriak Jonas kepanasan, sambil mengibas-ngibaskan pundaknya.


Tanpa rasa bersalah, ternyata Alexander mematikan rokok di atas pundak Jonas sambil berdiri. Dengan satu sudut mulut terangkat ke atas, Alexander tidak menjawab perkataan Jonas. Laki-laki hanya memandang Jonas


dan anak buahnya dengan muka datar.

__ADS_1


***************************


__ADS_2