
Sesuai dengan yang sudah direncanakan, pagi pukul tujuh Ivona sudah siap untuk berangkat di laboratorium. Saat ini, gadis muda itu sedang menikmati sandwich tuna dan satu cangkir hot coffee untuk sarapan paginya. Di sofa kursi tamu, Kim dengan sabar menunggui Ivona sambil melihat-lihat berita di televisi.
"Kim.., kita langsung berangkat saja yukk!! Mumpung masih pagi.., lagian aku harus menemui orang banyak agar mendapatkan ijin untuk memasuki laboratorium bagian dalam." Ivona segera menghabiskan hot coffee, kemudian berdiri dan menghampiri Kim.
"Baik Miss Nana.., mari kita berangkat." Kim langsung berdiri, dengan sigap laki-laki itu segera mengambil tas Ivona yang berisi laptop. Ivona mengunci pintu kamar, kemudian mengikuti Kim keluar dari dalam ruangan apartemen.
"Miss Nana menunggu Kim di dekat lobby saja dulu! Kim akan mengambil mobil, dan menjemput Miss disana." di dalam lift, Kim menekan tombol lantai satu untuk Ivona, dan basement untuk dirinya sendiri. Ivona tersenyum dan menganggukkan kepala.
Tidak berapa lama, lift sudah sampai di lantai satu. Ivona langsung mendahului keluar, dan meninggalkan Kim di dalam lift sendiri. Gadis muda itu langsung menuju pintu keluar, dan melihat kursi tunggu yang ada di lobby masih kosong, gadis itu segera mendudukinya. Sambil menunggu kedatangan Kim.., Ivona menggulir ponselnya, dan menyalakan nomor ponsel lamanya. Baru saja nomor tersebut diaktifkan, ribuan chat langsung memasuki media sosial whattsapps nya.
Kening Ivona berkerut saat melihat panggilan tidak terjawab yang dilakukan Aldo, dan juga ratusan pesan dikirimkan laki-laki itu via chat di whattsapps. Perlahan tangan Ivona membaca pesan-pesan yang dikirimkan oleh laki-laki muda itu, dan senyuman muncul di bibir merah gadis itu.
"Miss you Nana.."
"Where are you now ... Nana..?"
"Kenapa kamu pergi tanpa pamit padaku, apakah aku ada salah padamu?"
__ADS_1
Banyak lagi pertanyaan yang disampaikan oleh Aldo pada Ivona. Sikap posesif laki-laki itu, lagi-lagi mengingatkan gadis itu pada sikap posesif Alexander. Laki-laki muda CEO Kavindra Group, yang pernah menikahinya pada kehidupan sebelumnya. Ivona mengambil nafas dalam, dia memejamkan mata dan mencoba mengingat-ingat wajah Alexander. Semua yang ada pada laki-laki itu tidak dapat dilupakan oleh gadis itu.
"Aku aman dan sehat Tuan Muda Aldo... eh.. Kak Al.., he.. he.. he.. Tidak perlu mengkhawatirkan aku." sebuah kalimat ditulis Ivona, kemudian dia kirimkan ke nomor ponsel Aldo. Setelah memastikan pesan itu terkirim, Ivona kemudian menon aktifkan nomor ponsel tersebut. Khawatir akan mendapat banyak kesulitan karena nomor ponselnya di negara Hong kong, Ivona memilih untuk membeli nomor baru selama di negara tersebut.
"Tin.., tin.." klakson mobil yang dikemudikan Kim, mengagetkan Ivona dari lamunannya. Gadis itu segera berdiri, dan menghampiri Kim yang sudah membukakan pintu mobil untuknya.
"Blam.." Kim menutup pintu mobil Ivona.., kemudian laki-laki itu mengambil langkah dengan memutari depan mobil, kemudian segera masuk ke kursi kemudi. Tanpa banyak bicara.., laki-laki itu segera menjalankan mobil menuju laboratorium terpadu.
"Kita langsung ke laboratorium terpadu Miss Nana.." dengan suara pelan, Kim memberi tahu tujuan mereka.
"Okay Kim.., aku mengikut padamu. Pastikan kita sampai di laboratorium sebelum jam kantor mulai ya. Karena aku masih harus mencari Kepala Laboratorium, dan juga harus meminta ijin dari pihak terkait." Ivona menanggapi perkataan Kim.
***********
Sebuah bangunan dengan tempat yang betul-betul terisolir dengan penjagaan yang sangat ketat, Kim menghentikan mobil di pintu gerbang. Laki-laki itu membuka jendela mobil, dan tampak dua orang petugas melakukan sweeping mobil yang dikendarai laki-laki itu. Setelah berbicara sebentar dengan petugas itu..,
"Miss Nana..., apakah diperbolehkan aku meminjam identity card Miss Nana?" dengan sopan, Kim meminta ijin meminjam ID card gadis itu. Tanpa menjawab, Ivona mengulurkan satu tas kecil pada laki-laki itu. Setelah mengambil passport dan visa, serta surat undangan dari laboratorium itu, petugas mengijinkan mereka untuk masuk ke lingkungan gedung laboratorium.
__ADS_1
Tidak lama, Kim menghentikan mobil di tempat parkir yang dikhususkan untuk tamu laboratorium. Dengan sigap, Kim segera turun dari mobil dan membukakan pintu untuk gadis itu.
"Miss Nana.., kita sudah sampai. Saya tidak bisa mengantarkan Miss Nana sampai ke dalam, tetapi jika Miss merasa ada kesulitan, miss Nana bisa menghubungi Kim." dengan sikap yang sopan dan hormat, Kim memberi tahu pada Ivona. Gadis itu menganggukkan kepala, dan terlihat dua petugas keamanan berjalan menghampiri mereka. Kim langsung mencegat petugas itu, dan mereka terlibat dalam pembicaraan dengan menggunakan bahasa Mandarin.
"Antarkan Miss Nana untuk menemui Kepala laboratorium.., dia adalah expertize dari negara Indonesia. Layani dan antarkan gadis ini!" di depan Ivona.., Kim meminta dua petugas keamanan itu untuk melayaninya. Ivona tersenyum malu, tetapi dia menuruti apa yang dikatakan oleh Kim. Setelah melakukan pengecekan keamanan sekali lagi pada gadis itu, dua petugas itu memberi hormat pada Kim dan Ivona.
"Ikutlah dengan kami.., kami akan antarkan anda ke ruang kerja Tuan Andy Joseph!! Kebetulan sudah tiga hari, Tuan Andy tidak pulang, sehingga dapat menemui anda di waktu pagi ini." salah satu petugas keamanan meminta Ivona untuk mengikutinya. Setelah melambaikan tangan pada Kim, Ivona kemudian mengikuti langkah dua orang petugas itu.
Sepanjang perjalanan, Ivona mengamati situasi di sekelilingnya. Setiap ruangan yang mereka lewati, Ivona melihat pintu yang dirancang dengan keamanan yang canggih hampir di semua ruangan itu ada. Tetapi dia tidak begitu mempedulikannya, dia bersedia datang ke laboratorium ini karena ingin berjumpa dengan mamanya. Keinginan untuk membuka rahasia yang menyelimuti, dan mengetahui asal usul keluarganya, mendorong gadis itu mengorbankan waktunya untuk datang ke laboratorium terpadu itu.
Sesampainya di depan ruangan yang terlihat besar dan sedikit mewah, dua petugas keamanan itu memberhentikan langkahnya.
"Miss Ivona.., silakan tunggu di sini dulu!! Kami akan melapor pada tuan Andy, apakah sudah bisa menerima kedatangan miss Ivona atau belum." dengan sikap hormat, petugas itu meminta Ivona untuk menunggu di kursi tunggu yang ada di depan ruangan tersebut.
"Siap Tuan.., tidak masalah. Aku akan menunggu, kapan Tuan Andy sudah siap dan bersedia untuk menemuiku." ucap Ivona dengan yakin dan mantap.
Dua petugas keamanan itu segera meninggalkan Ivona sendiri. Mereka mengetuk pintu ruangan yang ada di depannya, kemudian mendorong pintu dan masuk ke dalam. Beberapa saat laki-laki itu sudah masuk di dalam ruangan, tetapi belum ada tanda-tanda Kepala laboratorium mengijinkan Ivona untuk menemuinya.
__ADS_1
*******************