Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 69 Ivona Tinggal dengan Saya


__ADS_3

Mendengar perkataan yang diucapkan Alexander, semua orang menatap pria itu dengan pandangan tidak percaya. Ivona yang selama ini mereka perlakukan dengan sangat buruk, dan tidak ada hal yang dapat dibanggakan bisa tinggal dan hidup bersama dengan CEO Kavindra Group. Melihat wajahnya yang tampan dan jabatan yang dia miliki pada perusahaannya, banyak gadis-gadis yang bersedia untuk naik ke ranjangnya. Tetapi sekarang, Ivona gadis yang mereka perlakukan dengan sangat buruk, bisa tinggal bersamanya dalam satu rumah.


"Benar kakek. Saya sudah mengenal dan mengetahui siapa Ivona sesungguhnya. Dan sudah beberapa hari gadis itu tinggal di villa dengan saya, dan saya pikir gadis itu tidak memiliki kekurangan apapun selama tinggal bersama saya. Bahkan.., jika keluarga ini menolak kemudian membuangnya, dengan tangan terbuka aku akan menerimanya." sambil tersenyum Alexander mengakui jika Ivona tinggal bersamanya.


"Terima kasih nak Alex atas perlindungan yang kamu berikan pada cucuku. Tetapi sebagai kakeknya, aku tidak tenang jika gadis itu tinggal serumah dan hanya berdua tinggal di rumah itu denganmu." kakek mengkhawatirkan jika terjadi sesuatu antara Ivona dan Alexander.


Thomas yang sudah mengetahui saat adiknya dibawa Alexander dari MUSE Bar, hanya diam tidak berani berkomentar. Karena dia sendiri juga tidak bisa, jika seluruh waktunya digunakan untuk menjaga gadis itu. Apalagi jika dia menyampaikannya dari tadi, maka dia yang akan kena marah karena berusaha melindungi Ivona.


"Kakek tidak perlu berpikir yang tidak-tidak antara saya dengan Ivona. Saya juga melihat, Ivona sangat senang tinggal di rumah saya. Bahkan berangkat dan pulang sekolah, saya sendiri yang akan melakukan antar jemput, bahkan saat dia bertemu dengan temannya pun, saya sendiri yang akan menemaninya. Jadi saya ikut memastikan jika Ivona tidak akan pernah sembarangan untuk keluar rumah. " Alexander menjelaskan jika Ivona merasa nyaman dan tidak keberatan.


"Tetapi apakah Tuan Alex tidak berpikir? Bagaimanapun kalian ini adalah manusia yang berbeda jenis, Tuan Alex laki-laki, sedangkan Ivona seorang perempuan. Tidak patut dan tidak layak, dua orang berlainan jenis tinggal dalam satu rumah yang sama." Nyonya Iswara berusaha ikut memperkeruh keadaan. Dia merasa tidak rela jika Ivona menjadi sedemikian dekatnya dengan CEO Kavindra Group itu.


"Terus apa mau Nyonya Iswara??" Alexander bertanya dengan senyum sinis pada Nyonya Iswara.


"Mau saya sebagai ibu kandungnya, saya menginginkan jika Ivona dipulangkan kembali ke rumah ini. Tempat yang paling tepat untuk gadis itu adalah tinggal di tengah-tengah dan bersama kembali dengan keluarganya." Nyonya Iswara menjawab kembali pertanyaan Alex.


"Bagus nak Alex, kakek merasa tenang jika sudah ada yang bertanggung jawab akan keamanan Ivona cucu saya. Anak itu selalu ada yang akan melindunginya, terutama jika saya sudah meninggal. Aku titipkan Ivona padamu, didik dan ajari dia tentang tata krama, etika, dan juga jangan lupa tentang materi pelajarannya. Aku ingin cucu perempuanku betul-betul bisa menjadi  seorang wanita yang berkelas dalam lingkungannya nanti." Kakek memotong dan menyela perkataan Nyonya Iswara.

__ADS_1


"Tapi kek..., apakah kakek tidak berpikir jika nama Ivona akan buruk, yang akhirnya akan berdampak pada nama baik dan nama besar dari Keluarga Iswara." Nyonya Iswara tetap berusaha mempengaruhi kakek.


Alexander kembali tersenyum, kemudian dengan suara tegas dia berkata


"Apakah kalian berpikir jika di villa yang aku tempati, hanya ada aku dan Ivona?? Tidakkah kalian berpikir, jika di villa saya, banyak juga pelayan yang 24 jam dengan setia melayani kebutuhannya, yang selama dia tinggal di rumah ini kalian semua sudah mengabaikan kebutuhannya?"


Mendengar perkataan Alexander terakhir Nyonya dan Tuan Iswara langsung terdiam, mereka memang tidak pernah memberikan layanan khusus untuk putrinya itu. Semua pelayan di rumah ini mereka peringatkan untuk selalu mendahulukan kebutuhan dan keinginan Vaya.


****************


"Syarat apa yang harus aku penuhi selain mengijinkan Ivona tinggal bersamamu di villa. Tetapi itupun, akan aku setujui jika cucuku tidak merasa keberatan untuk tinggal bersamamu. Jika aku tahu, jika Ivona terpaksa tinggal bersamamu, maka dengan tanganku sendiri aku akan menjemputnya untuk pulang ke rumah." ucap kakek pada Alexander.


"Terima kasih kek...., karena sudah menyetujui persyaratan pertama yang aku ajukan. Persyaratan yang kedua adalah, aku mohon Ivona menjadi satu-satunya penerus keluarga Iswara selain ketiga kakak laki-lakinya, dan gadis itu yang bernama Vaya tidak termasuk di dalamnya. Perlu anda semua ketahui, semua ini aku lakukan karena Ivona, bukan karena yang lain." kata  Alexander tegas sambil menunjuk ke arah Vaya.


Mendengar perkataan Alexander, wajah Tuan dan Nyonya Iswara menjadi pucat pasi, dengan segera mereka menjadi panik. Tangan Nyonya Iswara menarik-narik Tuan Iswara, sambil berbisik pelan..


"Pa.., bujuklah Tuan Alex untuk merubah persyaratannya!" dengan tatapan memohon, Nyonya Iswara meminta pada suaminya.

__ADS_1


Melihat Alexander menunjuk padanya, emosi Vaya menjadi naik, tetapi dia masih berusaha untuk mengendalikan dirinya.


"Tuan Alex..., bisakah Tuan merubah apa yang sudah Tuan Alex ucapkan barusan! Vaya itu gadis yang baik, tidak seperti apa yang sudah Tuan Alex pikirkan. Dia ini pintar, cerdas, dan menguasai segalanya. Kenapa anda menyebutkan jika Vaya tidak bisa menjadi penerus keluarga ini?" Tuan Iswara berusaha mengusulkan agar Vaya juga menjadi penerus keluarga ini.


"Iya Tuan.., putri saya ini serba bisa. Dia juga bisa membawa dirinya menjadi seorang sosialita yang berkelas, dan tidak akan memalukan keluarga Iswara, dia malah akan mengharumkan dan mengangkatnya semakin tinggi." Nyonya Iswara ikut menambahkan pujian terhadap Vaya.


Alexander tersenyum sinis, dan dengan muka datar dia berkata..,


"Semua orang yang mendapatkan dukungan sumber daya lengkap sejak dia masih bayi, akan bisa menjadi orang yang seperti anda ceritakan. Jadi, menurut saya semuanya menjadi tidak lagi menarik. Apalagi orang yang kamu sebutkan dan puji-puji adalah orang yang berusaha untuk menguasai dan memiliki apa yang seharusnya menjadi milik orang lain." dengan tegas Alexander menyatakan pendapatnya.


Mendengar hal itu, Tuan dan Nyonya Iswara kembali menjadi terdiam. Sedangkan kakek dan Thomas hanya tersenyum melihatnya. Merasa jengkel dengan semua perkataan yang disampaikan Alexander, Vaya tidak lagi dapat menahan dirinya.


"Tuan Alex juga merasa kalau aku sudah merebut apa yang menjadi milik Ivona selama ini?" dengan marah, Vaya menyampaikan sebuah kalimat pertanyaan pada Alexander.


Semua mengambil nafas dalam dan terdiam saat mendengar perkataan Vaya. Tuan dan Nyonya Iswara hanya saling berpandangan, karena mereka merasa kecolongan dengan tindakan putrinya itu.


*******************

__ADS_1


__ADS_2