Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 39 Tutup Mulutmu


__ADS_3

Ivona berjalan ke tempat dimana Beni duduk menahan rasa sakit karena pukulan dan tendangan, yang baru saja diberikan oleh gerombolan Kelly. Dengan tatapan prihatin, dia mengulurkan tangannya untuk membantu pria gemuk itu berdiri.


"Aku bisa berdiri sendiri Ivo.." Beni menolak uluran tangan Ivona, karena dia merasa laki-laki. Apalagi selama ini, dia tidak pernah mendapatkan perhatian dari siapapun. Dengan sedikit sempoyongan, akhirnya pria gemuk itu bisa berhasil dan berdiri di samping Ivona. Ivona tersenyum, dan melihat senyuman manis gadis itu, sedikit mengobati rasa takut di hati pria gemuk itu.


"Baiklah.., ayo kita ke UKS saja. Nanti aku akan membantumu mengobati lukamu." dengan suara pelan, Ivona mengajak Beni untuk pergi ke UKS.


"Aku tidak perlu ke UKS, antar aku kembali ke kelas saja! Sebentar lagi, kelas selanjutnya akan dimulai." Beni menolak ajakan Ivona.


Mereka berjalan pelan meninggalkan Kelly dan gerombolannya. Tetapi baru melangkahkan kakinya lima langkah, tiba-tiba terdengar...


"Huh.. lebay. Lihatlah teman.... adegan yang menjijikan itu, sepasang manusia sampah itu akan meninggalkan kita! Ha..ha...ha.., aku pikir mereka akan saling berjibaku untuk melawan kita. Ternyata malah kabur meninggalkan kita." seru teman gadis Kelly sambil mentertawakan Ivona dan Beni.


Mendengar tertawa ejekan itu, Ivona menghentikan langkahnya. Kemudian menatap mereka berempat dengan tatapan sinis, sedikitpun tidak terlihat riak ketakutan di matanya. Melihat Ivona yang sedikitpun tidak gentar dan seperti tidak memiliki rasa takut sedikitpun, kedua murid pria itu malah semakin meremehkan kemampuan gadis itu. Mereka melangkahkan kakinya, untuk lebih mendekat ke tempat Ivona berdiri.


"Habisi gadis liar itu kak Yosh..., dia sudah berani menghinamu!" seru Kelly dan teman gadisnya memprovokasi Yoshua.


"Kalian berdua..., bisanya cuma teriak-teriak. Berisik tahu!!!" ucap Ivona sambil melihat ke arah Kelly dan teman gadisnya. Mereka berdua langsung memundurkan badannya, merasa ngeri melihat tatapan Ivona.


"Ha..ha..ha.., kamu itu hanya seorang gadis liar, yang hanya menjual kata-kata. Apakah kamu berpikir jika aksimu barusan itu membuatku mundur? Kamu salah ******..." dengan tatapan mengejek Yoshua berbicara dengan Ivona sambil tertawa mengerikan.


Melihat keberanian Yoshua pada Ivona, muncul kembali rasa sombong Kelly, dan dengan muka arogan dia tersenyum mengejek pada Beni.

__ADS_1


"Dan kamu.. gemuk, ingat selalu kejadian hari ini! Hati-hati kamu dalam memilih teman,turuti perintahku." ucap Kelly sambil menunjuk pada Beni. Pria gemuk itu hanya diam, dan menundukkan kepalanya. Dia tidak memandang Kelly, karena masih merasakan nyeri di bekas tendangan dua laki-laki itu. Ivona langsung berdiri di depan pria gemuk itu, dengan beringas dia kembali menatap Kelly dan teman-temannya.


"Gadis liar..., buktikan ucapanmu! Apakah kamu masih berani untuk melanjutkan urusan denganku. Tidak membutuhkan waktu lama, aku akan menghabisimu. Ha..., ha.., ha.." kembali Yoshua berteriak mengancam Ivona.


Mendengar suara dan tawanya yang tampak mengerikan, seketika Beni menjadi panik.


"Ivona..., pergilah dari sini! Pergilah cepat.., jangan sampai kamu berurusan dengan mereka!" pria gemuk itu menyuruh Ivona segera meninggalkan tempat itu.


"Kamu jangan mengkhawatirkan aku, kita akan pergi bersama-sama. Aku tidak akan meninggalkanmu sendiri di tempat ini." lagi-lagi Ivona menolak permintaan Beni.


"Kebanyakan bicara..., terimalah ini!" tiba-tiba Yoshua melayangkan tinju ke wajah  Beni, karena merasa marah dengan drama yang dibuat antara pria gemuk itu dengan Ivona. Tetapi saat Beni memejamkan matanya karena ngeri dan panik, beberapa saat dia tidak merasakan apapun. Perlahan dia membuka matanya, dan di depan wajahnya tangan Ivona menahan kepalan tangan Yoshua yang ditujukan padanya. Kelly dan teman lainnya tersenyum sinis melihat itu semua.


"Kita tunggu beberapa saat lagi, apa yang akan terjadi pada gadis itu." bisik Kelly pada kedua temannya itu. Tapi, tiba-tiba Kelly dan temannya menjadi ngeri..


"Aaaw.., lepaskan ******!" teriak Yoshua sambil badannya mencoba untuk memberontak. Dia tidak menyangka jika, gadis cantik di depannya itu memiliki kekuatan yang sangat besar. Mulut Kelly dan kedua temannya sampai ternganga melihat tenaga yang dimiliki Ivona.


"Tutup mulutmu laki-laki banci..! Kamu hanya beraninya menindas orang-orang yang lemah. Jika kamu berani, urusanmu saat ini denganku." ucap Ivona dengan muka dingin.


Yoshua terus berusaha memberontak untuk melepaskan diri dari cengkeraman gadis itu, dan karena jengkel dengan perilakunya, tiba-tiba terdengar suara..


"Dug...,"

__ADS_1


"Aaakh..., aduuuhhhh." spontan Yoshua memegangi perutnya, dan dengan tubuh gemetar Yoshua berteriak kesakitan.


Ternyata setelah menarik kerah Yoshua untuk lebih mendekat padanya, Ivona langsung mengangkat lututnya menendang perut pria itu dengan kuat. Lututnya yang lancip dengan kakinya yang jenjang, langsung menghunjam di perut Yoshua.


"Aaawwww.., aw..as kamu..." belum sembuh perut yang terkena lutut lancip gadis itu, siku Ivona sudah bertengger di rahang laki-laki kurus itu.


"Sialan kenapa dengan tubuh sekecil itu, gadis itu memiliki tenaga yang sangat kuat? Lihat saja nanti, aku akan memanggil teman-temanku  dari luar sekolah. Tunggu saja, tidak akan menunggu waktu lama, sebentar lagi kamu akan habis dengan mereka." dengan geram Yoshua berpikir sendiri.


"Cepat, berlutut kamu di depanku!" teriak Ivona tiba-tiba, dengan arogan gadis itu meminta pria kurus yang tadi meminta Beni agar berlutut di depan mereka, untuk melakukan hal yang sama dengannya.


Kelly terkejut mendengar perkataan Ivona, dia tidak menyangka jika gadis itu berani menyuruh Yoshua. Sambil menundukkan kepala, tidak berani mengintip keadaan di sekitarnya.


"Sabar Ivona..., sudahlah. Ayo kita akhiri pertengkaran ini, tidak ada manfaatnya berurusan dengan mereka." bisik Beni pada Ivona.


"Jangan takut Beni.., aku akan membalas apa yang mereka tadi perbuat terhadapmu. Menyingkirlah sedikit ke arah sana!" jari telunjuk Ivona diarahkan ke tempat yang agak jauh dari dia berdiri. Tidak mau menambah kemarahan gadis yang sudah menolongnya itu, Beni menuruti perintahnya.


Yoshua tetap diam tidak bergerak, karena dia berpikir jika perintah Ivona barusan merupakan sesuatu yang konyol. Setelah memastikan jika Beni berada di tempat yang aman, Ivona kembali memperhatikan Yoshua.  Melihat pria itu yang masih belum berlutut juga,


"Dug..." Ivona langsung menendang belakang punggung pria itu.


"Gabruk.." Yoshua yang belum siap, langsung terjatuh ke depan.

__ADS_1


"Aduuhhhhh.., aaaakhhh.... sakittttt." seketika Yoshua memekik kesakitan, karena di bawahnya terdapat banyak pecahan kaca dari gelas yang dibanting Ivona tadi. Pecahan-pecahan kaca tersebut, langsung menancap di kakinya, dan darah mulai keluar dari kakinya.


*******************


__ADS_2