
Di saat bersamaan, ribuan orang juga mengalami kebingungan. Saat mereka ingin menuliskan komentar menghujat Ivona, tiba-tiba ponsel smartphone mereka menjadi hang. Mereka sampai melakukan restart ponsel berulang kali, tetapi tetap tidak bisa mengoperasikan lagi ponselnya. Akhirnya mereka memilih cara cepat dengan mematikan tenaga baterai, mereka melepas baterai dari ponselnya, kemudian menghidupkan kembali ponselnya. Tetapi saat mereka akan kembali mengunggah komentar tentang Ivona, kembali ponselnya mengalami hang.
"Ini ada angin apa sih dengan gadis itu?? Bisa-bisanya setiap ada kata Ivona, semua ponsel langsung macet." orang-orang mulai heboh membicarakan tentang Ivona. Sebagai penggemar dari Vaya, mereka akan mengangkat citra idolanya, tetapi smarphone yang mereka punya mengalami hang. Dan saat mereka menghubungi call center dari merek yang mereka pakai, hanya jawaban untuk menunggu yang mereka dapatkan. Bahkan beberapa orang, tidak segera diangkat panggilan telpon mereka.
"Iya aku juga bingung, jika ada komentar yang mengandung kata dia, bahkan singkatan atau fotonya langsung terblokir akunnya secara otomatis. Apakah kita perlu mengunggah postingan permintaan maaf ya, agar kita bisa mengoperasikan kembali ponsel kita?"
"Mungkin demikian, ayok kita coba unggah postingan permintaan maaf pada gadis itu!"
Tidak berapa lama, dengan cepat banyak permintaan maaf terhadap Ivona. Bahkan para fans Vaya, yang semula mereka memujanya, tetapi karena mereka tidak ingin jika akun sosial medianya tiba-tiba hilang, dan tidak bisa digunakan lagi, mereka ramai-ramai mengunggah postingan permintaan maaf.
************
Kegaduhan terus berlanjut di dunia internet. Pada media massa online, berita tentang kehebatan hacker ini yang hanya dalam waktu sekejap sudah membalikkan keadaan sangat dipuji.-puji. Tanpa bicara, tanpa peringatan, satu jam setelah Ivona meng hack komputer baik di dalam maupun luar negeri, berlangsung diskusi berbagai kalangan di dunia internet. Sedangkan si pelakunya, Ivona hanya senyum-senyum mencoba memberikan peringatan pada orang-orang yang sudah ikut berkomentar buruk, atau yang mengunggah postingan tentangnya. Dia merasa saat ini sedang memainkan sebuah game yang sangat mengasyikkan.
"Perusahaan manapun yang berhasil merekrut hacker ini untuk menjadi tim di perusahaannya akan mendapatkan keuntungan yang besar." beberapa kalangan mulai memuji kehebatan hacker ini, meskipun mereka belum mengetahui siapa sesungguhnya pelaku.
"Iya betul-betul sangat gila keahliannya. Dia ini dari orang yang berasal dari negara ini, ataukah berasal dari dunia internasional ya?" beberapa mulai mempertanyakan asal-usul dari hacker tersebut.
__ADS_1
"Dia bekerja sangat silence.., tetapi kemunculannya langsung menggemparkan dunia maya. Siapakah dia.., aku tiba-tiba ingin menjadi fansnya." para penggemar Vaya yang mengikuti diskusi, tertarik untuk menjadi fans dari hacker, tanpa dia tahu bahwa yang membuat ulah adalah orang yang baru saja mereka hina dan rendahkan.
Sambil membaca unggahan terbaru para fansnya yang mulai membalikkan berita, Ivona dengan santai menikmati camilan yang masih banyak di depannya. Alexander yang merasa capai dengan kerjaannya, dia mengistirahatkan matanya sebentar. Dia melihat ke arah Ivona, kemudian muncul niatan untuk mengganggu gadis itu.
"Berapa sih ukuran perutmu Na, sepertinya dari tadi kamu tidak punya rasa kenyang deh?? Kakak sampai kenyang hanya melihatmu yang dari tadi tidak berhenti menikmati camilan." sambil tersenyum Alexander kembali menggoda Ivona.
"Kan sebanding dengan apa yang sudah dikeluarkan Ivona kak, dari datang tadi kakak sudah menyuruhku belajar terus. He..he..he.., sekarang saatnya dong aku mengembalikan energi positifku yang banyak terbuang." sambil bercanda, Ivona membalas Alexander.
"Oh.. jadi ini maksudnya balas dendam ya. Ya sudah..., kamu nikmati saja apa yang masih bisa kamu nikmati. Yang penting kamu merasa bahagia."
"Pasti dong, he..he..he... Ivona masih pakai komputernya lho kak, jangan diambil dulu ya?" Ivona memberi tahu jika dia masih menggunakan komputernya.
"Tidak.., gunakan sesukamu. Kakak sudah login pakai komputer ini." kata Alexander sambil menunjuk komputer yang ada di meja kerjanya.
"Evan pasti akan ikut tinggal di villa, jika dia tahu kalau Ivona saat ini tinggal bersamaku." batin Alexander sambil tersenyum membayangkan keadaan heboh akan terjadi di villanya, jika Evan ikut bergabung tinggal bersamanya.
*********
__ADS_1
Di saat bersamaan, anggota IT dari berbagai merek komputer dan smartphone merasakan kerepotan. Banyak pelanggan yang mengajukan complain atas produk mereka, dan sampai kewalahan mereka memberikan jawaban dan mengurusi masalah komputer, ponsel yang tiba-tiba mengalami hang, dan bahkan menyalahkan mereka saat akun-akun media sosial mereka dihapus dan hilang.
"Sebenarnya ada apa sih, kenapa dalam waktu satu jam sudah ribuan orang complain ke kita?" supervisor menanyakan apa yang terjadi.
"Ada hacker yang meretas komputer dan smartphone pelanggan. Tetapi anehnya hanya akun yang mengunggah tentang berita Vaya dan Ivona." sambil sibuk bekerja, anggota IT menjawab pertanyaan supervisornya.
"Memangnya siapa mereka?? Apakah dia hacker atau punya kendali besar akan dunia IT, sampai kita tidak mampu untuk menanganinya?"
"Mereka adalah putri dari keluarga Iswara, aku uga tidak mengikuti berita anak sekolahan, Tapi anehnya berita gosip yang mengunggah postingan tentang Ivona yang dihack. Kita sudah menyarankan untuk menggunakan sistem cloud pada para pelanggan. Bahkan mereka yang menggunakan Google, sudah kita sarankan untuk mengaktifkan Anti-Malware melalui Google Play Protect. Tetapi semuanya tetap sia-sia, hacker terlalu mengerikan, dan aku juga baru mendengar ada hacker sepintar ini." tanpa disadari, tim IT itu malah memuji Ivona.
"Iya pak.., bahkan saat customer melaporkan jika terjadi error pada ponselnya, kita remote dari sini dan kita perikasa, ternyata tidak kita temukan penyebab apapun. Jika itu hanya kasus untuk satu atau dua orang saja, mungkin kita abaikan Boss, tetapi kasus kali ini berjamaah." anggota IT lain ikut menambahkan.
"Baik.., terima kasih masukannya. Akan aku tambahkan dalam rapat setelah ini. Sekretaris sedang menghubungi para petinggi perusahaan untuk membahas masalah ini. Kejadian hari ini tidak boleh kita remehkan, harus kita selidiki siapa penyebabnya, motivasinya, juga akan kita rumuskan cara untuk menyelesaikannya." supervisor menanggapi keluhan para IT Team.
"Okay pak.., kita akan menunggu hasilnya, dan ikut dengan instruksi dari para pimpinan."
"Aku akan ke meeting room dulu, aku khawatir para petinggi yang lain sudah berada di ruangan. Kami akan memikirkan alternatif solusi untuk penanganan masalah ini."
Supervisor itu kemudian dia berpamitan, dan segera meninggalkan ruangan tim IT. Sebanrnya dia juga merasa takut berhadapan dengan profesional cerdik dalam kejadian kali ini.
__ADS_1
*****************