Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 174 Peringkat Pertama


__ADS_3

"Urutan kedua siswa berprestasi diraih Mike Alessandro dari kelas B, dimohon atas nama siswa tersebut segera maju ke depan. Demikian juga dengan kedua pendampingnya." kembali tepuk tangan mengiringi naiknya siswa yang bernama tersebut, saat maju ke depan.


"Dan yang terbaik dari yang terbaik kali ini akan mengejutkan kita semua. Selalu menjadi kelas bad practice untuk semua program pembelajaran di SMA Dharma Nusa.., kali ini kelas ini berhasil menorehkan prestasi yang luar biasa. Selain menduduki sebagai siswa berprestasi dengan peringkar pertama.., siswa ini juga menjadi lulusan paling unggul. Sudah ada enam perguruan tinggi favorit di negeri ini yang telah meminta pada kami, untuk memasukkan siswa ini dengan tanpa biaya. Siapakah dia..?" pembawa acara memainkan intonasi kalimatnya. Para siswa dan wali murid mulai bergemuruh, mereka berharap agar putra atau putri mereka yang berhasil menduduki peringkat tersebut.


"Tenang.., tenanglah para hadirin. Untuk mengurangi rasa penasaran, akan langsung kami informasikan pada semua hadirin. Apresiasi sebesar-besarnya untuk siswa dari kelas G.., kelas yang selalu menjadi bahan diskusi dan obrolan di ruang Guru karena permasalahan yang timbul, saat ini kelas ini menjadi Zero to Hero..." tepuk tangan gempar dan membahana terdengar semakin bergemuruh, seakan menghancurkan ruang auditorium.


"Suit.., suit.." terdengar suitan dari beberapa murid laki-laki.


"Baiklah bapak/ibu dan murid-murid SMA Dharma Nusa semuanya. Kita akan menyambut kedatangan seorang siswa perempuan dari kelas G.. yaitu Saudari Ivona Carmindra.. Silakan untuk siswi tersebut dan kedua pendampingnya untuk bergegas menuju ke stage untuk menerima penghargaan." pembawa acara mengundang Ivona dan keluarganya untuk ke depan.


Ivona yang sejak tadi memasang hands free dan tidak mendengarkan pembawa acara, dia tetap fokus menggulirkan iPad yang ada di tangannya.


"Iv.., kamu diminta maju ke stage untuk menerima penghargaan.." William menyenggol lengan kiri Ivona.


Setelah melepas hands free, Ivona menoleh ke arah William. Gadis itu tidak mendengar apa yang diinformasikan oleh laki-laki itu.

__ADS_1


"Ada apa Will..?" Ivona bertanya pada William. Laki-laki itu hanya geleng-geleng kepala..


"Segeralah maju ke depan, kamu mendapatkan peringkat satu dan sekaligus menjadi juara umum untuk tahun ini. Selamat Iv.., kamu sudah mengangkat derajat kelas kita.., kelas G. Kelas kita yang terkenal berisi dengan anak-anak buangan, dan selalu membuat onar, kali ini kamu membalikkan stigma itu." dengan tulus, William mengapresiasi prestasi Ivona.


Ivona hanya tersenyum dan menganggukkan kepala, kemudian melepaskan hands free dan menyimpannya bersama iPad di dalam tasnya. Dengan tanpa beban, gadis itu segera berjalan maju ke depan, dan langsung naik ke atas stage.


"Siapa yang akan menemani kakek ke depan?" Rio bertanya pada Tommy. Di saat ketiga putra keluarga Iswara meributkan siapa yang akan maju ke depan, dengan gagah tiba-tiba Alexander berdiri. Di luar dugaan mereka, dengan rasa confident yang tinggi, Alexander langsung mendorong kursi roda kakek dan membawanya ke stage. Tuan Iswara yang sudah bersiap ingin mendorong kursi roda tempat duduk kakek, hanya ternganga tetapi tidak bisa melakukan apa-apa. Kepala rumah tangga keluarga Iswara itu tidak memiliki keberanian untuk melawan laki-laki itu.


Melihat CEO Kavindra Group yang sangat familiar sebagai pengusaha muda, dengan segudang prestasi maju ke depan,  membuat kembali munculnya tepuk tangan yang meriah dan mengiringi langkahnya. Tanpa senyum, dengan mantap laki-laki muda itu sudah berdiri di atas stage dengan membawa kakek. Dengan pandangan iri, Nyonya dan Tuan Iswara melihat kakek dan Alexander berdiri di panggung.


**************


"Semua ini untuk kakek bukan untuk Ivona..." dengan tersendat karena rasa haru, Ivona menyerahkan piagam dan dana pendanaan untuk kakeknya.


"Kamu memang benar-benar cucu kakek yang bisa diandalkan Nana.. Terima kasih Tuan Muda Alex.., karenamu kehidupan Nana bisa lebih terarah. Kakek sangat bersyukur atas datangnya dirimu membantu menyelamatkan keluarga kami." kakek mengambil tangan Alexander, kemudian meletakkannya di atas tangan Ivona.

__ADS_1


Sebenarnya Ivona merasa kurang nyaman, tetapi melihat posisinya berada saat ini, gadis itu tidak bisa menarik kembali tangannya. Alexander tersenyum, laki-laki itu menundukkan wajahnya, dan di hadapan kakek, CEO Kavindra Group itu mencium punggung tangan Ivona.


"Selamat siang keluarga Iswara, dan yang terhormat CEO Kavindra Group. Sekali lagi kami mengucapkan selamat atas prestasi yang berhasil diraih oleh ananda Ivona Carminda. Rasa penasaran dari semua hadirin yang hadir di auditorium ini, dan semua civitas academica ingin mengetahui hubungan apa yang terjalin antara Tuan Muda Alexander dengan putri keluarga Iswara Nona Ivona." interaksi mereka dikagetkan oleh munculnya tiba-tiba pembawa acara.., yang sudah berdiri di belakang mereka.


Ivona memandang Alexander, gadis itu merasa tidak nyaman dengan acara insidental yang muncul, dan tidak ada dalam rangkaian susunan acara. Tetapi Alexander tetap berekspresi seperti tadi, tidak ada kekesalan yang terlihat di raut wajahnya. Dan tanpa diduga oleh semua yang ada di auditorium, Alexander proaktif dengan mengambil microphone dari tangan pembawa acara.


"Hello.., saya Alexander CEO Kavindra Group. MC bertanya-tanya ada hubungan apa antara aku dengan gadis cantik yang sangat berbakti kepada kakeknya ini." Alexander berbicara sambil menunjuk ke arah Ivona. Gadis itu tidak berani menatap matanya, Ivona malah menundukkan wajahnya.


"Saya adalah laki-laki yang akan selalu menjaga dan mengawasi gadis ini, bahkan akan selalu menemani sampai kapanpun. Itulah hubungan antara kami berdua.., terima kasih." berdetak cepat jantung Ivona mendengar ucapan Alexander. Tetapi gadis itu menenangkan dirinya sendiri, dia berpikir jika Alexander hanya terpaksa untuk melakukan itu.


Sedangkan ketiga kakak Ivona sangat terkejut dengan keterus terangan laki-laki itu. Senyuman muncul di mulut Tommy, dia merasa strateginya untuk mendekatkan kedua orang itu berhasil. Tepuk meriah kembali terdengar..


"Uhuy..., uwu banget.." terdengar teriakan dari bawah stage menyemangati mereka.


"Ya., ya.., hadirin semuanya. Ternyata terjawab sudah hubungan antara kedua orang ini. Baiklah acara pemberian tali asih sudah selesai. Kami mohon.., para siswa dan keluarga yang berada di stage, untuk segera bersiap turun dan kembali ke tempat duduk masing-masing." setelah mengambil mic dari tangan Alexander, pembawa acara segera meminta semua yang ada di stage segera turun.

__ADS_1


Alexander terlebih dulu menurunkan kursi roda kakek, kemudian kembali keatas memegangi Ivona dan membawanya turun. Semua perlakuan itu mendapatkan tatapan sinis dan penuh dendam oleh Vaya.


************


__ADS_2