
Setelah urusan dengan Caroline selesai, Ivona berpamitan untuk segera pergi meninggalkan restaurant. Dia bermaksud untuk mengantarkan Evan pada orang tuanya lebih dulu, tetapi Tuan Muda kecil itu malah memeluk kakinya dengan erat. Dia tidak mau berpisah dengan Ivona..
"Tuan Muda Evan.., ayolah..! Kakak antar kamu ke tempat mamamu sayang, kakak harus segera pergi karena masih banyak urusan yang harus kakak selesaikan." dengan suara pelan, Ivona meminta Evan untuk kembali kepada keluarganya.
"Ogah.., Evan tidak mau kembali ke tempat mama. Mereka tidak pernah mempedulikan Evan, mereka hanya peduli dengan urusan mereka masing-masing." ucap Evan tetap tidak mau pergi dari sisi Ivona.
Ivona garuk-garuk kepala, dia mengalami kebingungan. Apakah dia akan mengajak Evan untuk ikut dengannya, tetapi dia khawatir jika orang tuanya akan mencarinya. Ataukah dia harus memberi tahu Alexander, jika adiknya saat ini sedang bersamanya.
"Kita temui Max dulu saja yuk!! Kasihan dia pasti kangen dengan kakak, karena sudah lama anjing itu berpisah dengan kakak," Ivona akhirnya mengajak Evan untuk bertemu dengan Max. Kedua orang satu anak kecil, dan satunya seorang gadis muda itu segera keluar dari dalam restaurant. Mereka akan mendatangi Max, tetapi Ivona sedikit terkejut karena melihat Rico asisten Alexander sedang mengelus-elus bulu di punggung Max. Melihat kedatangan Ivona dan Evan, Max berdiri dan menghampiri mereka berdua.
"Nona.., kok bisa bersama dengan Tuan Muda kecil?" tanya Rico heran. Mendengar pertanyaan Rico, Evan malah semakin erat memeluk Ivona. Melihat hal itu, Ivona hanya bisa menghela nafas.
"Aku tidak mau pulang, aku maunya pulang bersama dengan kakakku yang baru." teriak Evan dengan nada seru.
"Evan.., jadi anak baik itu tidak boleh berteriak-teriak di muka umum tanpa ada sebab. Kak Rico kan hanya bertanya dengan kakak, siapa yang akan membawa Evan pulang." dengan suara pelan, Ivona menasehati Evan. Mendengar perkataan itu, muka Evan kembali cerah.
Ivona sebenarnya merasa bingung bagaimana akan memisahkan dirinya dengan anak kecil itu, dia juga tidak tahu caranya jika sampai mamanya Evan tahu jika putra kecilnya lebih memilih bersamanya. Saat dia sedang terdiam,..
"Rico ada apa ini? Apakah Evan sudah ketemu?" terdengar suara perempuan paruh baya bertanya pada Rico.
"Tidak ada apa-apa Nyonya Besar. Ini Tuan Muda Kecil sudah bersama dengan saya." jawab Rico sambil berusaha menarik tangan Evan agar memisahkan diri dari Ivona. Tetapi Evan tetap keukeuh tidak mau lepas dari gadis itu.
"Ayolah Tuan Muda.., pulang bersama saya dan Nyonya Besar! Atau Tuan Muda Kecil mau pulang dijemput oleh Tuan Muda Alex." Rico berusaha mengajak Evan, tetapi anak kecil tetap tidak mau meninggalkan Ivona.
__ADS_1
"Aku tidak mau pergi, aku maunya pulang bersama kakak. Kakakku sudah kutukar dengan kakak ini." Evan berteriak, dia menolak ajakan Rico. Ivona juga bingung, bagaimana dia harus melepaskan diri dari anak kecil ini.
Merasa lama menunggu, Nyonya Besar datang ke tempat Rico berusaha mengajak Evan.
"Rico.., ada apa ini? Kenapa lama sekali, hanya mengajak Evan pulang saja." tiba-tiba Nyonya Besar sudah ada di belakang Rico. Mata Nyonya Besar terbelalak, melihat putra kecilnya sedang memeluk seornag gadis.
"Iih cantik sekali.., ini siapa Evan? Kenapa kamu memeluk seorang gadis sembarangan?" dengan mata berbinar, Nyonya Besar bertanya pada putra kecilnya.
"Ini kakak Evan.., mulai sekarang kak Alex akan Evan tukar dengan kakak ini. Kak Alex selalu jahat pada Evan, tapi kalau kakak ini baik. Dia juga pemilik Max." celoteh lucu Evan keluar dari bibirnya yang mungil. Ivona hanya garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Dia tidak tahu kenapa hari ini bisa sedemikian apesnya.
"He.., he.., he.., maafkan Nona atas keusilan putraku ini! Maklum, jaraknya dengan kakak laki-lakinya ada 20 tahun. Jadi dia tidak pernah bersikap ramah pada kakaknya, selalu saja ribut jika mereka sedang berdua." Nyonya Besar mendekat pada Ivona. Dia akan meraih tangan Evan, tetapi anak kecil itu menolaknya.
"Evan sayang.., pulang dulu gih dengan mama! Lain waktu kita bisa bertemu lagi, tuh Max sedang menunggu Evan." Ivona ikut merayu Evan, tetapi dia malah semakin erat berpegangan pada tubuhnya. Bahkan Max juga ikut lebih mendekat padanya, binatang itu juga enggan untuk berpisah lagi dengannya.
"Nona.., siapa namamu? Atau begini saja, anggap saja aku perempuan tua ini minta tolong padamu. Ikutlah aku pulang ke rumah untuk mengantarkan Evan, nanti setelah dia terlena, kamu bisa segera pulang untuk meninggalkannya!" Nyonya Besar mengajak Ivona pulang ke rumahnya.
"Tapi Nyonya.."
"Sudahlah ayo.., masak kamu tega mengabaikan permintaan seorang perempuan tua sepertiku." Nyonya Besar tidak menerima penolakan. Dia langsung menggandeng tangan Ivona, dan mengajaknya pergi. Mau tidak mau, Ivona mengikuti perempuan itu dengan menggandeng Evan di tangan satunya. Max mengikutinya dari belakang.
Di depan sebuah mobil Lexus LM, Rico membukakan pintu mobil. Nyonya Besar langsung masuk sambil menggandeng Ivona. Gadis itu melirik Rico sambil mengerucutkan mulutnya, dia tidak berani menolak ajakan perempuan tua itu. Rico menutup mulutnya tertawa kecil, kemudian memasukkan Max lewat pintu belakang bagasi. Setelah Evan duduk di samping Ivona, Rico segera menutup pintu mobil kembali.
***************
__ADS_1
Di rumah keluarga Iswara
Terlihat Vaya sedang menemui Nyonya Iswara di teras depan. Dia mengeluh kesepian untuk tinggal sendiri di dalam hotel, karena dia sudah terbiasa dengan kehidupan dalam sebuah keluarga. Kali ini dia harus hidup sendiri di dalam kamar hotel.
"Bagaimana sekolahmu?" tanya Nyonya Iswara sambil tersenyum bahagia.
"Baik-baik saja mam.., untuk akhir bulan ini kita sudah akan melaksanakan Penilaian Akhir Semester. Do.akan Vaya ya mam.., agar bisa berhasil lulus dengan nilai bagus." Vaya menyandarkan kepalanya pada pundak Nyonya Iswara.
Saat ini kakek sedang beristirahat di kamar, sehingga Nyonya Iswara berani menerima kedatangan Vaya. Dia menemuinya di teras rumah keluarga.
"Pasti sayang.., kapanpun do.a mama selalu untukmu, bukan untuk yang lain. Oh ya.., kamu sudah sampai disini, tapi kenapa Ivona belum sampai rumah?" tiba-tiba Nyonya Iswara bertanya tentang Ivona.
"Ivona dan Vaya kan beda kelas Mam.., mungkin masih ada kegiatan ekstra di kelasnya Ivona. Kebetulan kelas Vaya, sudah diakhiri sejak tadi. Makanya Vaya langsung kesini untuk menemui mama." sahut Vaya, dia selalu berusaha mengambil hati Nyonya Iswara. Di depan perempuan itu, dia jarang menjatuhkan Ivona.
Tiba-tiba mobil Thomas datang dan langsung diparkirkan di halaman depan teras yang digunakan Nyonya Iswara dan Vaya duduk.
"Kamu sendiri Thomas.., dimana Ivona?" tanya Nyonya Iswara pada Thomas.
"Sejak kapan mama mulai peduli dengan Ivona. Dia punya rumah bagus selain rumah keluarga Iswara, dia kan punya Tuan Alexander." jawab Thomas langsung masuk ke dalam rumah.
Mendengar jawaban sarkasme Thomas, Vaya mendadak menjadi sedih hatinya.
******************
__ADS_1