Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 246 Pemikiran Awal


__ADS_3

Ivona terkejut dengan cerita yang disampaikan oleh Marcus. Gadis itu tidak mengira, jika Aldo dan Richard sampai kehilangan akal, dan mengikutinya sampai ke negara itu. Tetapi merasa tidak memiliki hubungan kedekatan dengan kedua laki-laki itu, Ivona berusaha untuk mengabaikannya.


"Bahkan Na.., Richard sedang mencari koneksinya untuk mengeluarkanmu dari laboratorium utama." Marcus menambahkan informasi tentang perlakuan Richard.


"Crazy..., kamu harus menghentikannya Marcus. Aku belum menemukan informasi tentang keberadaan mama di tempat ini, aku tidak mau orang-orang gila itu menghancurkan keinginanku." dengan nada tinggi, Ivona meminta Marcus untuk menghentikan tindakan Richard dan Aldo.


"Jangan khawatir kamu Na.. Apakah kamu pikir, laboratorium international integrated dengan mudah dipermainkan oleh orang-orang dari negara kita?? Security di laboratorium itu, terutama tempat penempatanmu sekarang sangat diperhatikan. Jangan khawatir.., kamu akan aman disana." Marcus meyakinkan Ivona. Memang keberadaan laboratorium ini, memiliki keistimewaan dari pemangku kepentingan internasional. Tidak semua orang bisa keluar masuk ke laboratorium itu dengan seenaknya. Kerahasiaan data dan hasil analisis sangat dijaga keketatannya, karena ada kekhawatiran ada orang yang akan mengambil keuntungan dari project tersebut.


"Okaylah kalau begitu Marcus.., aku bisa bernafas lega. Marc.., kamu kembalilah ke Indonesia, jangan menungguku! Aku juga tidak tahu, kapan aku bisa menemukan keberadaan mama. Keharusan mengenakan masker dan penutup wajah memang sedikit mempersulitku untuk dapat mengenali orang-orang di sekitarku. Tetapi aku yakin Marc.., tidak akan butuh waktu lama aku akan bisa menemukan mama." Ivona menyampaikan keoptimisannya dalam menemukan Nyonya Carminda.


Marcus tersenyum melihat semangat pantang menyerah yang ditunjukkan gadis itu. Sampai sekarang memang tidak ada perubahan sikap dan karakter Ivona. Selalu menyukai tantangan, pantang menyerah, dan selalu memiliki semangat tinggi jika berhadapan dengan kesulitan.


"Nana..., kamu tidak perlu untuk mempedulikanku. Aku memiliki kesenangan sendiri untuk menemanimu di negara ini, meskipun kita tidak bisa bersua secara langsung. Aku masih memiliki masa cuti lima hari kerja disini, bahkan aku bisa memperpanjangnya jika aku mau. Kita tetap bisa berinteraksi secara online setiap malam ya.." Marcus tetap bersikukuh akan menghabiskan masa cutinya di Hong Kong dengan dalih menemani gadis itu.


"Yah.., aku tidak bisa berkata apapun lagi Marcus. Sudah ya, video call nya.. Aku akan istirahat malam ini, ternyata memang betul-betul melelahkan dan sangat memforsir tenagaku berada di bagian laboratorium utama." Ivona mengakhiri video call nya dengan Marcus.


"Okay.., jaga dirimu Ivona. Take care.." akhirnya Marcus juga mengakhiri video call nya.


Setelah mematikan forum chat dan sambungan pada Marcus.., perlahan Ivona membuka jejak-jejak digitalnya. Gadis itu membersihkan chat-chat dan pesan-pesan iseng. Dia sama sekali tidak memiliki ketertarikan untuk menanggapinya. Merasa sudah terlalu lama dia online, Ivona berpikir akan istirahat. Tetapi baru saja.., Ivona akan melakukan shut down pada perangkatnya, tiba-tiba signal masukknya pesan baru kembali masuk mengganggunya. Tetapi gadis itu berpikir, jika dia melayani pesan itu sekarang, dia berpikir jika waktu istirahatnya akan terganggu. Akhirnya dengan yakin dan mantap, Ivona melakukan shut down perangkat iPadnya.

__ADS_1


"Aaakh.., ternyata pegal-pegal juga tubuhku." setelah menyimpan kembali iPadnya, Ivona meregangkan kedua tangannya ke atas. Gadis itu melakukan streching pinggangnya ke kanan dan ke kiri.


Setelah mencuci tangan di wastafel, Ivona segera naik ke atas ranjang, dan menyetel pendingin ruangan. Tidak berapa lama, gadis itu sudah terlelap dalam tidur nyenyaknya.


*************


Tanpa sepengetahuan Aldo.., Richard menggunakan taksi mengatur janji dengan Badan Intelejen negara Hong Kong. Mereka adalah orang-orang andalan kakeknya di masa lalu, sehingga saat mengetahui Richard yang akan menemuinya, karena memperhatikan nama kakek, dua orang dari Badan Intelejen itu bersedia untuk menemuinya. Tetapi karena kerahasiaan jati diri mereka, orang-orang itu bersedia menemui Richard di tempat yang tersembunyi.


Empat orang berseragam preman menjemput Richard di tempat berhentinya taksi yang ditumpangi laki-laki itu, Dengan memberikan hormat terlebih dulu, keempat orang itu memeriksa seluruh tubuh Richard. Memahami tentang tugas mereka, Richard dengan mudah mengijinkan mereka.


"Selamat sore Tuan.., mohon ijin untuk melakukan pemeriksaan!" salah satu dari petugas itu meminta ijin pada Richard.


"Siap Tuan.. clear. Mari kami antar untuk menemui Tuan Johny Kepala Badan Intelegent." setelah selesai melakukan pemeriksaan, keempat orang dengan ketat mengawal Richard untuk memasuki sebuah ruangan di kafe yang ada di depannya. Tanpa memiliki keraguan sedikitpun, Richard mengikuti langkah mereka tanpa ada kecurigaan sedikitpun.


Keempat orang itu mengajak Richard memasuki cafe melewati tempat masuk rahasia, dan setelah berjalan mereka masuk ke sebuah private room.


"Silakan masuk Tuan Richard.., Tuan Johny sudah menunggu di dalam!" satu dari empat orang tersebut, mempersilakan Richard untuk memasuki private room, kemudian mereka bersiap untuk berjaga di luar ruangan.


Tatapan Richard beredar di sekeliling ruangan, tetapi laki-laki itu belum melihat ada orang disitu. Perlahan Richard duduk di kursi yang sudah tersedia meja dengan beberapa minuman dan makanan di atasnya.

__ADS_1


"Mungkin saja Tuan Johny sedang ke kamar mandi." pikir Richard, matanya kembali melihat ke arah pintu luar.


Sesaat kemudian..,


"Tidak aku sangka, cucu dari Tuan Kenneth sudah sedewasa ini.." tiba-tiba Richard dikagetkan dengan suara laki-laki tua di belakangnya. Laki-laki itu langsung membalikkan badan, dan senyuman lebar muncul di bibirnya. Bayangan masa kecilnya, bagaimana dia diasuh dengan pola gaya militer terbayang jelas di matanya. Richard langsung berdiri dan menyambut Tuan Johny dengan saling berpelukan.


"Tuan Johny..., anak muda ini memberi salam." ucap Richard dengan tegas.


"Call me uncle..., jangan panggil aku Tuan.., anak muda. Ayo kita duduk, dan ceritakan apa masalahmu!" Tuan Johny mengajak Richard duduk. Laki-laki berwibawa itu memperlakukan Richard seperti memperlakukan seorang anak kecil. Karena jaman Richard masih kecil, laki-laki itu memang lebih dekat dan sering diajak pergi oleh kakeknya.


Mereka kemudian duduk berhadapan.., dan setelah minum beberapa teguk minuman yang sudah tersedia di atas meja, Richard menceritakan masalahnya. Dahi Tuan Johny berkerut, berusaha mencerna apa yang dikatakan laki-laki itu.


"Jadi menurut analisamu, Ivona Carminda itu putra dari papamu yang sengaja disembunyikan oleh Carminda?" setelah mendengar beberapa saat, Johny memberi komentar atas apa yang disampaikan oleh anak muda itu.


"Hanya pemikiran awal saja Uncle.., melihat reaksi papa saat gadis itu menemukan foto papa dan Nyonya Carminda di almari arsip yang ada di kamar papa. Kecurigaan Richard bertambah ketika, beberapa hari setelah datang ke villa papa, gadis itu memutuskan untuk menemui mamanya di laboratorium terpadu." Richard kembali menambahkan pemikirannya.


"Richard..., kamu tahu. Jika integrated laboratory merupakan lembaga penelitian dengan lisensi internasional. Apalagi di main laboratory, tidak sembarang orang bisa ditugaskan di unit itu, juga tidak mudah untuk keluar masuk dari unit tersebut. Aku harap kamu memahami apa yang aku katakan." Johny berbicara lirih, laki-laki paruh baya itu sangat tahu bagaimana hukuman yang akan diterima, jika ada yang mengetahui orang melakukan pelanggaran atas aturan itu.


**********

__ADS_1


__ADS_2