
Mendengarkan desakan dan permintaan bantuan Richard, Johny tidak mampu menolak laki-laki itu. Apalagi jika Richard menggunakan kakeknya sebagai alasan untuk menekannya. Setelah mengambil nafas panjang, kemudian menghembuskannya kembali.., Johny akhirnya membuat keputusan penting.
"Richard.., apakah kamu yakin jika gadis yang kamu cari itu, memiliki probabilitas untuk menjadi saudara perempuanmu?" sebelum menyampaikan keputusannya, Johny kembali melakukan pengetesan pada sikap dan kegigihan Richard.
"Melihat masa lalu papa, sepertinya probabilitas itu mendekati angka satu Uncle Johny. Untuk saat ini, Richard hanya ingin mengeluarkan kembali gadis itu dari dalam main laboratory. Hanya itu saja, untuk pengujian DNA nya, Richard bisa melakukannya sambil jalan. Toh.., tanpa gadis itu tahu.., Richard bisa saja mengambil sampel rambut darinya tanpa dia ketahui." ucap Richard meyakinkan Johny. Laki-laki muda itu menenggak minuman langsung dari botolnya dibawah tatapan laki-laki paruh baya itu.
"Gayamu persis dengan style kakekmu anak muda." gumam Johny tidak jelas. Senyuman muncul di bibir laki-laki paruh baya itu. Dia masih teringat dengan jelas, bagaimana penampakan Richard ketika masih kecil. Saat ini anak kecil itu, bisa membenturkannya dengan keadaan yang sulit untuk dia lakukan.
"Kamu tahu resiko yang harus aku tanggung Richard.., jika sampai komando militer pemerintah China mengetahui aku yang melakukan intervensi ke laboratorium terpadu itu. Bukan hanya dipecat dengan tidak hormat, kemungkinan besar aku akan diasingkan ke tempat yang terasing." lanjut Johny sambil tersenyum kecut. Mendengar perkataan laki-laki paruh baya itu, Richard merasa prihatin. Tetapi saat ini, membantu memecahkan permasalahan orang tuanya, menjadi pilihan yang harus dia selesaikan.
"Jika Uncle Johny ragu.., sekarang juga Richard akan melakukan panggilan langsung pada kakek. Richard yakin, jika kakek mengetahui tujuan Richard untuk menemukan cucu kakek, maka laki-laki itu akan mempermudah urusan ini." Richard menawarkan diri untuk menghubungi kakeknya. Dengan menyebut kakeknya, mungkin menjadi jalan terakhir untuk bisa memaksa Uncle Johny.
"Jangan terburu-buru anak muda. Biarkan aku dulu yang bekerja, jika mentok tidak ada solusi. Baru kamu gunakan kekuasaan kakekmu. Uncle janji akan membantumu, terlepas dari hukuman yang aku terima jika bantuanku ini terendus oleh pihak militer." akhirnya setelah beberapa saat mereka melakukan diskusi, Johny memutuskan untuk membantu Richard. Mendengar jawaban itu, muncul ketidak percayaan di diri Richard, tetapi melihat kesungguhan yang terlihat di mata Uncle Johny, Richard berusaha untuk mempercayai laki-laki paruh baya itu.
"Terima kasih Uncle.., jangan khawatir. Kehidupan keluarga Uncle akan menjadi tanggung jawab dari keluarga Frans, jika terjadi sesuatu dengan Uncle. Pegang kata-kata Richard!" menggunakan kekayaan dan asset dari keluarganya, Richard berjanji akan membiayai semua anggota keluarga laki-laki paruh baya itu, jika sesuatu terjadi padanya.
__ADS_1
"Yah.., aku akan percaya padamu. Aku akan berbicara dulu dengan kesatuan lamaku. Nanti aku akan hubungi kamu, jika kunjungan ke main laboratory itu siap untuk dilakukan." Johny membuat suatu pengaturan, dan mengakhiri kalimatnya dengan mengambil botol dan ikut menenggak minuman itu dari botolnya.
Kedua laki-laki beda usia itu akhirnya meminum botol-botol minuman keras yang memang sudah dipesan dan dipersiapkan untuk mereka. Penjaga yang mengawal mereka di luar pintu, tidak berani mengganggu kesibukan mereka. Biasanya mereka akan langsung mengamankan Johny jika sesuatu terjadi pada laki-laki itu.
***********
Aldo bersungut-sungut ketika memasuki cafe tempat Richard mabuk-mabukan berdua dengan Uncle Johny. Setelah mereka selesai bicara, dan kedua laki-laki itu terlihat mabuk, pengawal segera membawa pergi uncle Jonhy. Selain membawa Johny untuk mengamankannya, untungnya para pengawal itu juga menghubungi Aldo, nama laki-laki yang terakhir terlihat pada log panggilan telpon dengan Richard.
"Tunjukkan padaku.., dimana letak meja yang dipesan atas nama Richard from Indonesia!" Aldo meminta pelayan kafe untuk menunjukkan meja yang dipesan Richard.
"Silakan masuk Tuan.., teman anda sepertinya sudah menunggu. Untung para pengawal militer rupanya sudah meninggalkan ruangan ini. Tuan bisa mengamankan teman tuan." tidak mau repot mengurusi orang mabuk, pelayan itu segera kembali dan memanggil Aldo. Tanpa menunggu pengulangan, Aldo segera masuk ke private room. Laki-laki itu menyipitkan matanya, melihat Richard yang menyandarkan kepalanya di sofa dengan botol-botol minuman keras berserakan di atas meja.
"Dengan siapa laki-laki ini tadi minum?" tanya Aldo pada pelayan itu dengan nada tegas.
"Mohon maaf Tuan.., kami tidak diperbolehkan untuk membocorkan identitas customer kami. Saya permisi dulu." dengan ekspresi ketakutan, pelayan itu segera bergegas meninggalkan Aldo berdua dengan Richard dalam ruangan.
__ADS_1
"Bukannya menolongku, kamu malah menyusahkan anak muda." Aldo mengomentari Richard yang tidak mengenali keadaan sekelilingnya. Aldo segera mengangkat tubuh Richard ke atas, dengan mengalungkan satu tangan Richard ke lehernya, Aldo mencoba memapah Richard keluar dari private room. Sebelum laki-laki itu melangkah, tangan Aldo melakukan panggilan telpon pada Ronald untuk menyiapkan mobil di depan pintu lobby.
"Bawa mobil ke depan pintu lobby!" dengan tegas Aldo memerintah Ronald, dan tanpa menunggu jawaban dari anak buahnya itu, Aldo sudah mematikan panggilan telponnya.
Segera laki-laki muda itu memapah Richard dan membawanya keluar. Melihat arah laki-laki itu berasal, tidak ada yang berani mengganggu kedua anak muda itu. Karena private room yang digunakan untuk Richard bertemu dengan Uncle Johny adalah ruangan yang khusus disiapkan untuk tamu-tamu penting dan bersifat kenegaraan. Setelah berjalan beberapa saat, Aldo melihat mobil yang dibawa Ronald sudah menunggunya di depan pintu keluar. Melihat laki-laki itu memapah seorang laki-laki yang sedang mabuk, petugas keamanan yang bertugas di cafe itu segera membukakan pintu mobil. Mereka membantu Aldo mengangkat Richard dan memasukkannya ke dalam mobil. Segera Aldo duduk di kursi depan di samping pengemudi.
"Jalankan mobilmu.., kita kembali ke hotel dulu saja!" ucap Aldo tegas.
Ronald segera menginjak pedal gas secara perlahan, dan setelah keluar dari halaman cafe, laki-laki itu segera menginjak pedal gas lebih ke dalam. Dengan cepat mobil itu melaju cepat di jalanan.
"Kenapa Tuan Richard bisa mabuk Tuan Muda..? Dengan siapa laki-laki ini tadi minum?" merasa penasaran, Ronald memberanikan diri bertanya pada Tuan Mudanya.
"Aku juga tidak tahu dnegan siapa Richard tadi minum. Aku tiba-tiba ditelpun seseorang, dan memberi tahu jika laki-laki inidalam keadaan mabuk di private room." ucap Aldo.
*************
__ADS_1