Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 221 Jangan Bertindak Sok Akrab


__ADS_3

Mata Aldo memindai seluruh ruangan kerja Richard, tidak ada yang menunjukkan ada keterkaitan antara Ivona dengan laki-laki itu. Dia sendiri juga tidak tahu, hanya melihat dalam rekaman CCTV jika Ivona dibawa pergi dalam satu mobil oleh Richard, dia nekad mendatangi laki-laki itu. Richard sendiri dari tadi hanya senyum-senyum sambil menatap Aldo.


"Kira-kira minuman jenis apa yang pantas aku suguhkan untuk tamu terhormat ku pagi ini?" setelah beberapa saat mereka terdiam, Richard membuka pembicaraan. Aldo menatap Richard dengan pandangan berani.


"Aku termasuk orang yang tidak menyukai basa-basi Tuan Richard. Dimana kamu sembunyikan gadis itu?" tidak menjawab pertanyaan Richard, Aldo menanyakan tentang keberadaan Ivona. Dia tidak melepaskan pandangannya dari laki-laki yang duduk di depannya itu.


"Ha..., ha..., ha..., Tuan Aldo..., Tuan Aldo. Sepertinya tidak salah jika aku merasa geli dengan pertanyaan yang kamu berikan. Gadis mana lagi yang kamu maksud Tuan Aldo?? Apakah kamu melihat dalam tampangku ini aku suka menyembunyikan seorang gadis?" Richard tertawa keras mendengar pertanyaan Aldo. Sebenarnya laki-laki ini tahu, gadis mana yang ditanyakan oleh Aldo. Tetapi sepertinya tidak seru, jika tidak mempermainkan laki-laki itu terlebih dahulu.


"Harusnya kamu sudah tahu siapa yang aku maksud Tuan Richard? Aku bisa hack seluruh jaringan camera CCTV di seluruh kota, dan aku bisa tahu siapa yang membawa gadis yang aku tanyakan tadi. Dia adalah gadisku, perempuanku, wanitaku...., tidak ada laki-laki manapun yang bisa membawanya pergi." dengan suara tinggi, Aldo berbicara dengan nada mengancam.


Tetapi laki-laki yang ada di depannya juga terkenal memiliki pendirian dan watak yang keras. Sedikitpun tidak ada jejak rasa ketakutan dengan ancaman itu. Richard juga menatap mata Aldo, dengan senyuman smirk.


"Tuan Aldo yang terhormat..., sepertinya kita hanya wasting time saja. Kita meributkan gadis yang kita sendiri tidak jelas siapa gadis itu. Aku akan melanjutkan aktivitas kerjaku yang tertunda. Silakan..., Tuan Aldo akan menunggu saya dalam ruangan ini, ataukah mau keluar dan kembali ke perusahaan Tuan sendiri." Richard berdiri, kemudian meninggalkan Aldo menuju meja kerjanya.


"Tuan Richard..., tolong jawab pertanyaan saya, ada dimana Ivona sekarang??" kesal dengan sikap yang ditunjukkan Richard, Aldo berteriak bertanya dimana Ivona.


"Ha..., ha..., ha..., ternyata Tuan Aldo sedang menanyakan tentang Dokter Ivona ya. Jika aku boleh tahu.. ada hubungan apa antara Tuan Aldo dengan gadis muda itu?" dengan tatapan seperti mengejek, Richard menanyakan posisi Ivona bagi Aldo.


Mendengar pertanyaan itu, Aldo speechless. Secara langsung, selama di kehidupan ini.., mereka belum pernah berkomunikasi sekalipun. Kejadian saat dia mengantarkan Ivona pulang dari acara gala dinner, juga tidak sempat ada komunikasi antara mereka.

__ADS_1


"Hubunganku dengan Ivona .... hanya kami berdua yang akan bisa mendeskripsikannya, tidak perlu orang lain memahaminya. Yang perlu Tuan Richard ketahui..., hanya aku yang akan mendampingi kehidupan Ivona ke depannya. Camkan itu!" Aldo menjawab pertanyaan Richard menggunakan asumsinya sendiri.


"Ha.., ha.., ha... apakah kita bisa hidup dalam dunia ini, hanya dengan mendasarkan pada asumsi Tuan Aldo?" melihat emosi yang mulai menguasai Aldo, Richard semakin menggoda laki-laki itu.


Tapi pembicaraan mereka tiba-tiba terputus, karena connecting room di belakang meja kerja Richard bergeser dari dalam, dan pintu terbuka.


********


Helen tersipu dan ketakutan melihat Richard menatap dengan pandangan tajam seperti mau menerkamnya. Tetapi saat melihat tatapan Aldo yang tampak berbinar menatap ke dalam kamar, muncul tanda tanya di pikiran sekretaris itu.


"Ada apa Helen.., segera kembali ke tempat kerjamu?" dengan suara keras, Richard memerintah Helen kembali ke meja kerjanya.


Melihat keberadaan Ivona di dalam kamar di ruang privat Richard, kening Aldo berkerut. Laki-laki itu kemudian berdiri dan mendatangi Richard di depan meja kerjanya.


"Ada apa lagi Tuan Aldo..?" Richard kembali bertanya dengan tatapan polos, senyuman berkembang di bibirnya.


"Aku masih menghormati dan menghargai mu Tuan Richard.., aku ijin untuk masuk di private room." tidak menunggu jawaban dari Richard, Aldo langsung menerobos masuk ke dalam kamar.


Sesampainya di dalam, tatapan Aldo beradu pandang dengan tatapan Ivona. Rasa gemuruh di dada Aldo seperti tersiram air es, ketika melihat Ivona yang duduk dengan satu slice pizza di tangannya. Laki-laki itu serasa ingin memberi pelukan dan ciuman pada istrinya itu, tetapi untungnya dia segera tersadar, jika mereka berada pada sebuah kehidupan yang berbeda.

__ADS_1


"Tuan mau bertemu dengan kak Richard?" tanya Ivona menyapa Aldo. Mendengar suara gadis itu, tiba-tiba Aldo tidak mampu mengeluarkan suara. Dia menjadi merasa serba salah.


"Apakah Nona Ivona ini yang kamu maksud Tuan Aldo?" suara Richard mengagetkan Aldo dari belakang. Richard langsung duduk di samping Ivona. Aldo mengikuti apa yang dilakukan Richard, laki-laki itu segera duduk berhadapan dengan gadis muda itu.


"Kakak sudah selesai urusannya, jika sudah.. kapan mau antar Ivona pulang?" tiba-tiba Ivona bertanya pada Richard.


"Sebegitu terburu-buru kamu, mulai saat ini kamu harus berlatih bagaimana bekerja di perusahaan. Kakak tidak akan keberatan, dan bahkan akan sangat berterima kasih jika kamu membantu kakak untuk mengelola perusahaan ini." seperti mengabaikan keberadaan Aldo disitu, Richard menjawab pertanyaan Ivona.


"Apakah kakak tidak mendengar perkataan Ivona tadi malam..., sedikitpun Ivona tidak akan mengambil bagian dari kekayaan Tuan Frans. Jangan mencoba untuk menyudutkan Ivona." tanpa diduga, Ivona menanggapi perkataan Richard dengan ketus. Gadis itu mengambil cangkir cappucino di depannya, kemudian menyesapnya.


Aldo mengamati interaksi Ivona dengan Richard, banyak pertanyaan yang muncul di dalam kepalanya. Tetapi mendadak dia sendiri bingung akan memulai dari mana. Keakraban Richard dalam memperlakukan Ivona seperti hubungan antara kakak dan adik.


"Ivona mau pulang sekarang, jika kakak tidak mau mengantar, Ivona akan pulang dengan ojek online." tiba-tiba gadis itu langsung berdiri.


"Aku yang akan mengantar pulang Nana." mendengar panggilan akrab Aldo untuknya, membuat gadis itu tersentak. Tidak banyak orang yang memanggilnya dengan sebutan itu, tetapi laki-laki itu dengan akrabnya memanggil dengan sebutan Nana.


"Kita tidak mengenal satu sama lain, jadi jangan bertindak sok akrab denganku." suara judes Ivona memotong perkataan Aldo.


"Kenapa kamu begitu mudah melupakan aku Nana..? Aku sudah membawamu pulang dan mengangkat tubuhmu untuk aku baringkan di atas ranjang kamarmu. Kamu tega melupakan dan pura-pura tidak mengenaliku." perkataan Aldo terakhir menyentakkan Ivona dan Richard secara bersamaan.

__ADS_1


*********


__ADS_2