
Sampai siang hari, Alexander masih mengikuti meeting online. Sedangkan Ivona, setelah mengerjakan LKS, dia tidak mau mengganggu kesibukan Alexander. Dia kemudian membuka-buka semua buku pelajarannya, dan ternyata masih ada pekerjaan rumah dari gurunya di sekolah yang belum selesai dia kerjakan. Sambil menunggu Alexander, Ivona mulai mengerjakan pekerjaan rumahnya lagi.
Setelah selesai rapat, Alexander kemudian menutup dan leave dari zoom meeting. Dia melihat ke arah gadis yang sedang duduk di sampingnya, yang tampak serius. Melihatnya serius, Alexander tersenyum dan tidak menggoda Ivona lagi.
"Kakak dah selesai yang ikut rapatnya?" tanya Ivona tiba-tiba sambil menyesap susu kotak UHT di tangannya. Dia baru saja menyelesaikan pekerjaan rumahnya.
"Sudah mengerjakan tugasnya? Terus kamu itu minum apa? Memang enak minuman kayak gitu?" tanya Alexander sambil menunjuk kotak susu yang dibawa Ivona.
"Slurrrppp, seger. Kakak mau coba?" Ivona menyedot susu UHT tersebut sampai berbunyi, untuk menggoda Alexander.
"Memang hygienis..., kakak tidak pernah minum susu kotak seperti itu. Takut ada bahan pengawetnya." sahut Alexander.
"Yaelah..., enak ini kak, sampai pada tetes terakhir. Bener, ga mau coba?? Ya udah.., Ivona habiskan deh." belum sampai habis berbicara, Alexander merebut susu UHT yang ada di tangan Ivona, kemudian langsung memasukkan sedotan bekas Ivona ke mulutnya.
"Kak.., itu lho yang masih tersegel ada.Ini kan punya Ivona." protes gadis itu.
"He..he..he.., ternyata manis, enak." Alexander langsung menyesap sampai habis susu kotak bekasnya Ivona. Dia langsung melemparkan kotak bekas ke tempat sampah yang ada di sudut ruangan.
"Iiiih kakak jahat, masak main serobot saja minuman Ivona." Ivona melotot pada Alexander, tetapi laki-laki itu malah tertawa mendengarnya.
"Drtt.., drtttt.., drt..." tiba-tiba ponsel Ivona berbunyi. Dia melihat pada screen telponnya, ternyata Beni yang melakukan panggilan.
"Ivona keluar dulu ya kak, mau angkat panggilan." Ivona minta ijin pada Alexander, kemudian langsung berdiri dan meninggalkan Alexander sendirian di depan komputernya.
"Hi Ben.., ada apa?" sesampainya di luar ruangan kerja, Ivona langsung menyapa Beni.
"Sudah buka internet belum?" tanya Beni dengan sedikit panik.
"Sabar dulu Ben! Aku belum ada waktu, dari pagi belum istirahat. Baru mengerjakan pekerjaan rumah, banyak banget. Habis ini aku rencana baru mau membukanya." jawab Ivona dengan santai.
"Aku baru saja buka internet. Ternyata keluargamu yah.., lumayan baru jadi trending topic."
"Maksudmu?" tanya Ivona tidak tahu.
__ADS_1
"Ada gosip baru di internet, yang menjelaskan jika kamu adalah anak haram dari keluarga Iswara. Tetapi keluarga Iswara sengaja menutupi hal itu, agar kamu Ivona mendapatkan keuntungan." Beni mulai menceritakan penggalan berita tentang Ivona yang baru saja dia baca.
"S**t..., berita apaan itu? Sejak kapan berita itu meluncur?" tanya Ivona dengan nada jengkel.
"Sepertinya sudah dari kemarin lusa. Aku baru melihatnya hari ini sih, aku tadi juga iseng pas mau cari referensi mengerjakan tugas, malah ga sengaja melihat namamu. Aku klik.., ternyata sudah heboh itu berita gosip tentang kamu."
Ivona terdiam, dia sudah bisa menebak siapa yang sudah membuat dan menggoreng berita itu. Berita gosip itu pasti dikembangkan oleh Vaya, karena kakek meminta Tuan dan Nyonya Iswara untuk mengumumkan ke masyarakat umum, jika Ivona adalah anak kandung dari Tuan dan Nyonya Iswara. Setelah itu, langsung muncul berita jelek tentang dirinya.
"Sudahlah Ben.., kamu tidak perlu mengkhawatirkan aku. Aku sudah bisa menebak kok, siapa yang menyebarkan gosip murahan itu." Ivona mulai menenangkan Beni.
"Iyakah.., siapa Iv... orangnya? Kasih tahu aku dong, aku akan membantu meluruskan berita itu ke masyarakat." tanya Beni ingin membalas budi Ivona yang sudah menolongnya.
"Siapa lagi kalau bukan Vaya. Tapi aku pesan padamu Ben.., sudah kamu diam saja. Kamu tidak perlu membantuku untuk membersihkan namaku."
"Memangnya kenapa Iv...?" tanya Beni khawatir.
"Sudah percayalah padaku, kamu hanya harus yakin padaku saja. Aku bisa dengan mudah membersihkan namaku kalau aku mau, aku hanya sedang menunggu waktu saja." Ivona kembali menenangkan Beni.
"Beneran Ivona.., kamu tidak membutuhkan bantuanku?"
*****************
Ivona mendorong pintu ruang kerja Alexander, dia menatap Alexander yang melihatinya. Dia kemudian langsung berjalan menuju tempat duduk laki-laki muda itu.
"Dari mana?" tanya Alexander singkat dengan nada pelan.
"Habis terima telpon dari Beni, teman sekelasku. Barusan dia memberi informasi penting." jawab Ivona.
Alexander melihat ada sedikit kejengkelan di mata gadis itu, tetapi dia diam pura-pura tidak mengetahuinya.
"Kak.., Ivona bisa pinjam komputer kak Alex sebentar?" tanya gadis itu tiba-tiba. Melihat tatapan permohonannya, Alexander segera menggeser tubuhnya ke samping.
__ADS_1
"Pakailah, kakak kebetulan sedang tidak menggunakan komputer. Duduklah disini!" jawab Alex sambil tersenyum. Dia menepuk tempat duduk yang tadi dia gunakan, dan meminta Ivona untuk duduk disitu.
"Kakak jangan mengintip ya, karena Ivona khawatir nanti kakak jadi salah paham." Ivona melarang Alexander mengintip apa yang akan dia lakukan.
"Tidakk.., kan kamu sudah menyelesaikan semua pekerjaan rumah. Juga, soal latihan yang kakak suruh kerjakan, juga sudah selesai dan benar semua. Sekarang kamu, kakak ijinkan main komputer." jawab Alexander.
Mendengar perkataan Alexander, Ivona langsung masuk ke internet browser. Dia memasukkan kata kunci #Ivona Keluarga Iswara#, dan seketika matanya langsung terbelalak. Dia sangat terkejut, karena namanya merajai tajuk pencarian dengan menggunakan tajuk hasttag di atas.
"Kenapa matamu melotot?" tanya Alexander tiba-tiba melihat tatapan keterkejutan gadis itu.
"Hmmm..., ga pa pa. Kakak kembali fokus ke pekerjaan kakak saja, jangan pedulikan Ivona. Ya kak?" Ivona melarang Alexander mengintip layar laptop di depannya, Dia menggunakan kedua tangannya menutup screen di depannya.
"Ha..ha..ha.., tidak. Masak kakak mau ikut usil urusan anak kecil." kata Alexander sambil berdiri meninggalkan Ivona, dia kembali duduk di belakang meja kerjanya.
Setelah Alexander meninggalkannya, Ivona kembali mengklik link berita-berita gosip yang memberitakan tentang dirinya.
"Munafik..., penampilan saja sok alim, ternyata pecundang di belakangnya."
"Jangan terkecoh dengan ketidak berdayaan, ternyata itu menjadi kunci bagi Ivona untuk meraup kekayaan keluarga Iswara."
"Save Vaya.., go Ivona.."
"Selamatkan hak Vaya..., usir Ivona dari Keluarga Iswara."
Banyak hinaan dari para penggemar Ivona yang kemudian diyakinkan dengan para fans dari Vaya. Ivona hanya tersenyum smirk, dia kemudian mengambil nafas dalam. Para penggemar gadis itu yang pada akhir-akhir ini memujanya, ternyata hari ini sudah berubah haluan. Para penggemar seperti menggila dan memarahi idolanya secara habis-habisan.
******************
__ADS_1