Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 216 Mansion Tuan Frans


__ADS_3

Di luar mansion Tuan Frans, terdengar suara petir menggelegar dan hujan turun dengan derasnya. Ivona masih terdiam di ruangan Tuan Frans. Mendengar perkataan yang terakhir disampaikan oleh Ivona.., menjadikan pikiran laki-laki tua itu tenggelam kemana-mana. Richard yang tidak mengerti dengan arah pembicaraan papanya, ikut terdiam. Beberapa saat.., tidak ada pembicaraan di ruang itu.


"Richard.., bilang maid untuk menyiapkan kamar untuk istirahat Ivona malam ini. Aku melarangnya untuk pulang, sangat berbahaya. Hujan turun sangat deras, jalanan keluar dari mansion sangat licin." tiba-tiba ucapan Tuan Frans memecah kesunyian. Kalimat itu sangat mengejutkan Ivona, dan gadis muda itu mengarahkan pandangannya pada Frans.


"Benar yang disampaikan papa.. Nana. Kamu mendengar suara petir juga kan, akan berbahaya jika kita turun dari sini malam ini." Richard akhirnya mengiyakan perintah Frans. Laki-laki muda itu masih penasaran ada hubungan apa antara papanya dengan Ivona. Tidak biasanya papa sangat antusias mencari tahu tentang seorang gadis, kali ini seperti ada yang disembunyikan oleh papanya.


Ivona terdiam.., dia memang mendengar suara guntur yang terus menggelegar di luar. Bahkan suara hujan deras juga sampai terdengar di ruangan itu. Seorang maid tiba-tiba masuk ke ruangan Tuan Frans.


"Tuan Muda.., kamar untuk Nona Muda sudah disiapkan. Juga menu makan malam sudah kami sajikan di meja makan." maid melaporkan tentang pekerjaan yang barusan dia selesaikan. Richard tidak menanggapi, dia hanya mengangkat tangannya ke atas, dan dengan cepat maid itu kembali keluar ruangan.


"Nana.., papa biar istirahat dulu. Ayo.. temani aku makan malam dulu!" Richard menggunakan alasan jika papanya akan istirahat, laki-laki muda itu mengajak Ivona untuk makan malam.


"Baik kak Richard... Tuan Frans istirahat dulu ya! Saya akan menemani kak Richard makan malam." Ivona berpamitan dengan Tuan Frans. Laki-laki tua itu tersenyum, kemudian...


"Pergilah.., jangan panggil aku dengan panggilan Tuan. Panggil aku dengan sebutan papa.." tanpa diduga, Frans meminta Ivona memanggilnya dengan panggilan papa. Gadis muda itu mengerenyitkan dahinya, begitu juga dengan Richard.


"Jangan terlalu banyak berpikir, aku dan mamamu kenal dekat. Suatu saat, kamu akan mengetahui cerita sebenarnya." seperti tahu apa yang ada di benak pikiran Ivona, Tuan Frans menetralisir suasana. Ivona hanya menganggukkan kepala, kemudian mengikuti Richard keluar dari dalam ruangan.

__ADS_1


***********


Melihat Ivona yang terdiam dari tadi, membuat Richard menjadi tidak enak. Laki-laki muda itu berusaha mengajak Ivona untuk melakukan pembicaraan, agar suasana menjadi lebih hangat. Apalagi Richard merasa bertanggung jawab, karena dia yang membawa gadis muda itu ke rumah.


"Apakah kamu tidak setuju untuk menginap disini malam ini Nana..?? Aku tidak akan memaksamu, meskipun keinginan papa ingin kamu menginap disini. Itu dilakukan, karena papa sangat mengkhawatirkanmu." ucap Richard sambil memandang gadis muda itu. Ivona menggelengkan kepala..


"Tidak masalah bagiku untuk menginap dimanapun kak.. Di rusun pun juga sama, saat hujan seperti ini, jujur aku merindukan mama." Ivona menjawab perkataan Richard. Saat mamanya masih tinggal bersamanya, setiap hujan lebat dan petir menggelegar, perempuan paruh baya itu akan memeluk dan menemaninya tidur.


"Oh begitu rupanya, aku menjadi tidak enak padamu." ucap Richard. Laki-laki itu kemudian menuangkan nasi ke piringnya, dan saat melihat piring gadis itu.


"Baiklah jika kamu tidak keberatan untuk menginap disini malam ini. Akupun juga akan menginap disini Nana.., makanlah sekarang." Richard mengambil lauk dengan menggunakan penjepit makanan, kemudian meletakkannya di piring Ivona. Seperti seorang kakak, menyiapkan makanan untuk adiknya.


***************


Aldo merasa gusar sejak sore. Laki-laki muda itu datang ke rusun Ivona.., tetapi tidak melihat ada gadis muda itu disana. Saat dia menanyakan pada pengelola rusun, malah mendapatkan jawaban jika Ivona pergi dengan seorang laki-laki muda.


"Bagaimana Donn.., apakah kamu sudah menemukan keberadaan gadis muda itu?? Jangan bilang jika kamu gagal melaksanakan perintahku, selidiki Dokter Marcus." Aldo menanyakan hasil dari Donny melakukan pelacakan ada dimana Ivona.

__ADS_1


"Belum Tuan Muda, dan tidak mungkin jika Dokter Marcus yang melakukan penjemputan terhadap gadis muda itu. Dari catatan orang kita yang ada di penerbangan, Dokter Marcus terbang ke Jepang tadi pagi jam tujuh. Sangat tidak mungkin, jika sore ini laki-laki itu sudah menjemput Nona Ivona." Donny menyampaikan hasil penyelidikannya.


"Lalu siapa lagi yang menjemput Ivona keluar..?? Aku tidak mau tahu..., lacak CCTV yang ada di rusun dan sekitarnya. Dalam waktu maksimal tiga puluh menit, kamu harus segera memberikan laporan padaku. Aku tidak ingin terjadi sesuatu pada gadis itu." tanpa memperhatikan perasaan asistennya, Aldo memberikan perintah yang kurang masuk akal. Tetapi sebagai orang terdekat dengan CEO itu, tidak ada keberanian bagi Donny untuk membantah perintah dari majikannya.


***************


Di mansion Tuan Frans


Ivona membolak balikkan badannya, sejak membaringkan tubuhnya di atas ranjang, gadis muda itu belum bisa memicingkan matanya. Perkataan demi perkataan Tuan Frans terasa membekas di hatinya, menambah keingin tahuannya untuk menyelidiki laki-laki tua itu. Cara yang paling cepat adalah menanyakan tentang Tuan Frans pada mamanya sendiri.


"Atau aku menyusul mama ke laboratorium sebentar.." Ivona berbicara pada dirinya sendiri. Gadis muda itu berpikir betapa sulit dan membingungkannya hanya untuk menemui mamanya. Keamanan dan kerahasiaan apa yang dikerjakan oleh mamanya jika sudah masuk ke laboratorium, memang menjadi hal yang sangat diutamakan.


"Tapi apakah aku bisa menembus jaringan keamanan itu..? Mama sendiri juga sangat lihai untuk menyembunyikan identitasnya di dunia virtual. Berkali-kali aku mencoba menghack akun mama, tetapi selalu tidak pernah berhasil." kembali gadis muda itu seperti berbicara dengan makhluk ghaib, karena berbicara sendiri.


Merasa bosan, Ivona akhirnya kembali duduk. Gadis muda itu segera mengambil iPad dari dalam tasnya, kemudian dengan cepat masuk ke dalam akunnya. Tidak membutuhkan waktu lama, gadis muda itu segera tenggelam dalam gambar-gambar desain yang dia  buat menggunakan aplikasi yang dia ciptakan sendiri. Sebuah peralatan medis untuk meringankan orang yang terkena stroke, dengan cepat dia ciptakan. Konsep untuk menciptakan peralatan tersebut sudah lama, tetapi selalu hanya merupakan sebuah draft. Gadis muda itu memanfaatkan waktu bored nya di mansion ini untuk membuat sebuah finishing.


"Aku tinggal mengirimkan konsep ini ke Marcus.., laki-laki muda itu dengan cepat akan membuat uji coba peralatan." ucap Ivona sendiri.

__ADS_1


"Jika material ini menggunakan finishing warna chrome.., sepertinya sudah terlalu biasa. Kenapa aku tidak mencoba menggunakan warna yang agak unik saja ya." tiba-tiba ide untuk membuat finishing akhir dari konsep pewarnaan, membuat Ivona kembali asyik dalam coreta-coretan untuk menterjemahkan dari setiap warna yang dia butuhkan.


*******************


__ADS_2