Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 134 Kedatangan


__ADS_3

Tepat pukul 23.00 waktu Hongkong, pesawat sudah melakukan landing di Bandara Chek Lap Kok yaitu Hong Kong International Airport. Tepat saat roda pesawat menyentuh tanah, Ivona terbangun dan langsung melihat senyum Michael yang masih memandanginya.


"Tidurmu nyenyak sekali seperti bayi.." ucap Michael menggoda Ivona.


"Iya.., soalnya aku memang mengantuk." sahut Ivona  singkat.


Ivona pura-pura membenahi barang-barangnya, padahal dia hanya ingin mengabaikan laki-laki itu. Dia merasa, laki-laki yang saat ini duduk di sampingnya itu, terlalu over memperhatikannya sejak dari Jakarta. Apalagi saat ini, dia sedang sendiri dan berada di tempat asing, jadi harus lebih hati-hati pada orang yang belum lama dikenalnya itu. Untungnya saat belum berada di tubuh Ivona, dia sudah beberapa kali memiliki urusan di negara ini. Jadi dia tidak merasa asing berada di bandara ini.


Untungnya pramugari segera memberikan arahan untuk penumpang yang duduk di first class, mendapatkan prioritas untuk keluar dari pesawat terlebih dahulu. Ivona langsung bergegas keluar dari dalam pesawat setelah pramugari menyerahkan back pack nya. Gerak-gerik Ivona tidak terlepas dari pandangan Michael, laki-laki itu mengangkat dua sudut mulutnya ke atas dan terus berusaha menjejeri langkah gadis itu.


"Unique girl..., I like it.." gumam Michael. Laki-laki itu berjalan mengikuti Ivona di belakang saat dia kesulitan untuk menjejerinya.


"Kemana tujuanmu selanjutnya, aku tawarkan padamu untuk mengikutiku. Aku sudah ada Suites Hotel, jika kamu mau, kamu bisa tinggal bersamaku untuk sementara." Michael tiba-tiba menawarkan tempat untuk menginap.


Ivona tidak menanggapi ucapan Michael, dia hanya tersenyum sambil mengangkat kedua bahunya ke atas. Dia langsung menuju ke pintu kedatangan, karena Marcus sudah berpesan akan ada yang menjemputnya.


"Hey.. Ivona.., apakah kamu tidak membawa bagasi?" tanya Michael heran.


"No..," jawab Ivona cepat, dan segera bergegas meninggalkan laki-laki itu. Baru saja Ivona akan melangkahkan kaki, tiba-tiba ada dua orang datang menghampiri.


"Hello.., is your name Ivona?" satu  dari dua orang itu bertanya pada Ivona, mereka seakan meyakinkan jika gadis di hadapannya itu sama dengan wajah gadis yang ada di selembar foto yang ada di tangannya.

__ADS_1


"Yeah right .., who are you?" Ivona mengiyakan pertanyaan orang tersebut.


Setelah mendengar jawaban Ivona.., orang itu tiba-tiba tersenyum kemudian mengulurkan tangan untuk menjabat tangan gadis itu. Ivona sedikit ragu menerima uluran tangan itu, tapi merasa tidak memiliki kenalan di negara itu, akhirnya dengan tatapan selidik dia menerimanya.


"Kenalkan..., saya Hendrick.., dan ini my partner Lois. Kami diminta Tuan Marcus untuk memberikan pengawalan pada anda. Saat ini Tuan Marcus sudah menunggu anda di  Presidential Suite Inter Continental Hong Kong. Mari Nona Ivona.., lewat sini!" dengan sopan dan ramah, Hendrick dan Lois mempersilakan Ivona memasuki lounge.


Michael mengerenyitkan dahinya, melihat penyambutan mewah gadis yang tadi duduk di sampingnya itu. Sudut bibirnya kembali tertarik ke atas, dia kemudian berjalan meninggalkan Ivona untuk ikut melakukan antri mengambil bagasi.


"Apakah Nona Ivona membawa bagasi?" Lois bertanya pada Ivona.


"Tidak.., aku cukup membawa dua potong pakaian. Nanti aku bisa membelinya disini." jawab Ivona sambil mengikuti Hendrick yang berjalan di depannya.


"Oke.."


*************


Caroline yang menyanyikan lagu yang digubah Ivona mendadak ketenarannya menjadi trending. Lagu itu menjadi topik pembicaraan di channel youtube maupun media sosial. Banyak undangan yang harus dihadiri oleh Caroline karena suksesnya lagu yang banyak digemari anak muda itu.


"Carol..., bagaimana perasaan kamu setelah mengetahui jika lagu yang terakhir itu merajai berbagai tangga lagu di radio? Bahkan videonya yang diunggah di channel youtube juga menjadi trending beberapa waktu terakhir ini." tanya host saat memandu talk show yang diselenggarakan oleh stasiun televisi terkenal di Indonesia.


Caroline tersenyum, kemudian sambil menghadap ke arah pemirsa yang ada di studio, perempuan itu menjawab pertanyaan host.

__ADS_1


"Untuk perasaanku.. ya jelas bahagia dan bangga dong. Di tengah munculnya banyak pendatang baru, kali ini aku masih diberikan kepercayaan sama masyarakat untuk membawakan sebuah lagu. Memang saat menerima syair dan lirik lagu ini, aku sudah memiliki feeling, jika lagu ini akan terkenal. Karena genre nya mudah diterima oleh masyarakat berapapun usianya."


"Tetapi tanpa akupun yang menyanyikannya, semua penyanyi yang membawakan pasti akan langsung tenar. Memang luar biasa gadis yang menulis syair dan lirik lagu ini." lanjut Caroline bersemangat.


Host bertepuk tangan meriah.., yang langsung diikuti para pemirsa yang ada di studio.


"Wow..., menarik sekali Caroline. Tadi sepertinya kamu menyebut jika syair dan lirik lagu ini ditulis oleh seorang gadis. Sayang sekali dong.., jika pengarangnya tidak ikut dikenal oleh masyarakat. Aku rasa semua pemirsa baik yang ada di rumah maupun di studio, pasti mereka ingin mengetahui siapakah sebenarnya gadis yang kamu maksud itu." host  sangat pintar memancing emosi pemirsa.


"Pemirsa di studio..., apakah kalian ingin mengetahui siapa penulis lirik dan syair lagu ini?" Host bertanya pada pemirsa yang memadati studio televisi.


"Mau.., mau..." serentak pemirsa menjawab pertanyaan host acara.


"Gimana Carol..., apakah malam ini Caroline akan bermurah hati untuk mengenalkan siapa penulisnya. Sangat disayangkan dong.., masak hanya penyanyinya saja yang dikenal. Penulisnya diumpetkan di kolong tempat tidur." host menggoda Caroline.


Caroline mengambil nafas dalam, kemudian menghembuskan keluar.


"Okay..., benar juga apa yang sudah kalian sampaikan. Maafkan aku Iv..., aku tidak bisa memegang janjiku padamu! Sebenarnya lagu ini ditulis oleh seorang gadis remaja.., yang saat ini masih duduk di bangku SMA. Aku tidak bisa menyebutkan nama lengkap gadis itu, aku memanggilnya dengan sebutan Iv." begitu Caroline menyelesaikan perkataanya, tepuk tangan kembali bergemuruh di ruang studio.


"Hebat sekali Caroline.., dari mana kamu mengenal penulis lagu yang kamu panggil dengan nama Iv.. itu." host terus mengejar pertanyaan.


"Aku mengenalnya pertama kali saat gadis itu menolongku. Aku pernah menyamar dengan mengunjungi sebuah bar yang ada di kotanya, jika tidak salah nama bar itu adalah MUSE. Tanpa pertolongannya waktu itu, mungkin aku sudah dikejar oleh paparazzi yang selalu mengikutiku kemanapun." Caroline menjawab jujur.

__ADS_1


"Semakin seru pembicaraan kita ternyata malam ini. Baiklah pemirsa dimanapun berada.., banyak CLUE yang bisa kita dapatkan untuk kita memburu keberadaan penulis lagu yang dibawakan oleh Caroline. Nama panggilannya Iv.., anak SMA.., dan ketemu di MUSE Bar. Ayo.., kalian yang berada di sebuah kota yang mengenali CLUE tersebut.., segerakan informasikan pada kami di stasiun televisi ini. Aku akan mengundangnya untuk hadir pada Talk Show edisi selanjutnya."


*************


__ADS_2