
Aldo terkejut mendengar perkataan yang diucapkan Richard, dia sama sekali tidak menyangka jika laki-laki itu memiliki hubungan yang dekat dengan istrinya. Aldo kemudian duduk di sofa dan diikuti oleh Richard.
"Richard.., bagaimana kamu dan Ivona bisa terpisah? Aku sudah menyelidiki tentang identitas gadis itu. Ivona memang hanya diketahui memiliki seorang ibu yang bernama Nyonya Carminda, mereka terkenal hidup nomaden sejak Nyonya Carminda hamil gadis itu. Bahkan sudah lahirpun, keluarga itu sudah berpindah tempat tinggal, tidak hanya di dalam negeri bahkan sampai luar negeri. Tetapi belum pernah, terdengar kabar ada dimana papa dari Ivona Carminda." Aldo menceritakan hasil penyelidikannya tentang Ivona.
Richard tersenyum kecut, laki-laki itu menerawang dan mengalihkan tatapan matanya ke lain tempat. Setelah menghela nafas...,
"Hipotesaku menyimpulkan jika Ivona adalah adikku Al.. Bahkan aku bisa bisa menyimpulkan dugaanku itu sampai di atas 90% dan mendekati seratus persen. Tetapi Ald..., kemungkinan kedatangan gadis itu ke laboratorium, adalah untuk mencari hubungan ini. Hanya Nyonya Carminda yang bisa mengakui dan membuat bukti atas hubungan kami." ucap Richard lirih.
"Maksudmu?" tanya Aldo semakin penasaran.
"Kesalahan di masa lalu antara papa dan Nyonya Carminda sepertinya melahirkan Ivona. Tetapi aku juga tidak bisa mengatakan jika hal ini adalah sebuah kesalahan, karena memang pada kenyataannya, almarhum mama pernah berpesan padaku sebelum ajal menjemputnya. Mama bilang.., tidak pernah ada rasa cinta di hati papa untuk mama selama ini. Pernikahan mereka karena ada paksaan dari kakek dan keluarga mama." Richard kembali menceritakan cerita sedih dalam keluarganya.
Aldo terkejut dengan cerita Richard, laki-laki itu memandang Richard dengan tatapan tidak percaya. Butuh kebesaran hati untuk dapat mengakui dan mengklaim saudara yang tidak berasal dari satu rahim dengannya, tetapi laki-laki di depannya itu bersedia untuk mengorbankan waktu dan tenaganya untuk membuka ikatan persaudaraan itu.
"Begitu besar hatimu Richard..," ucap Aldo lirih.
"Nyonya Carminda yang memiliki kebesaran hati Aldo. Perempuan paruh baya itu.., rela mengorbankan nama baiknya, tidak mau mengganggu keutuhan keluarga kami. Dia rela meninggalkan negara dan harapan serta mimpi-mimpinya." ucap Richard sambil tersenyum kecut.
__ADS_1
"Apakah hanya alasan itu.., sampai Nyonya Carminda rela berpindah negara dan kehilangan identitasnya. Apalagi melihat perempuan itu bisa menembus main laboratory berarti beliau memiliki kecerdasan yang tidak dimiliki oleh orang-orang kebanyakan." ucap Aldo berusaha untuk mengenali latar belakang istrinya. Melihatnya tinggal di rusun sederhana dengan fasilitas standar, membuatnya sangat tertarik untuk mengupas misteri itu.
"Bahkan apakah kamu masih tidak percaya Aldo.., Ivona tidak pernah memiliki ijazah kedokteran. Tetapi gadis itu memiliki kecerdasan yang sangat luar biasa.., bahkan operasi papaku yang sudah tidak dapat ditangani oleh para dokter spesialis dan ahli di negara ini, semuanya mudah di tangan gadis itu." lanjut Richard.
Aldo terperanjat, dan dia seperti tidak percaya jika dia bisa berhasil menikahi seorang gadis muda yang hebat.
"Turunan darah papaku dan juga Nyonya Carminda.., sudah membawa talent sejak lahir di diri Ivona. Bahkan beberapa tim ahli di bidang kedokteran dan para peneliti, sudah memprediksi jika usia Ivona tidak akan bisa bertahan sampai dewasa. Otaknya sudah tidak mampu lagi menampung arus informasi yang terus membanjir. Mungkin hal itulah yang menyebabkan gadis itu mengalami vegetatif untuk waktu yang lama." kembali Richard berbicara dengan suara lirih, bahkan hampir seperti sebuah gumaman dari laki-laki itu.
"Karena hal itu Richard.., menjadi anugrah bagiku, sehingga aku dapat menikahi gadis itu di dunia lain." ucap Aldo tanpa sadar. Mendengar perkataan Aldo, kening Richard menjadi berkerut.., laki-laki itu memandang mata Aldo dengan pandangan lekat.
************
"Nana.., kamu harus keluar dari main laboratory ini secepatnya. Mama tidak akan merelakanmu menghabiskan masa tuamu dengan mengabdikan hidupmu di lab ini." Nyonya Carminda mengusap lembut rambut Ivona, yang saat ini sedang meletakkan kepala di pangkuannya.
"Tidak mam..., Ivona merasa lebih senang disini bersama mama. Tidak ada gunanya Ivona menjalani kehidupan di dunia luar sendirian." ucap Ivona menolak permintaan mamanya.
Nyonya Carminda terdiam sebentar, perempuan paruh baya itu menatap mata putrinya dengan tajam. Jari tangannya membuka mata Ivona yang terpejam di pangkuannya.
__ADS_1
"Dengar perkataan mama.. Kamu harus menikah dan melahirkan keturunan. Nikahlah dengan Dokter Marcus.., anak itu sudah banyak mengorbankan hidupnya untukmu putriku.." ucap Nyonya Carminda yang mengejutkan gadis itu. Sontak Ivona membuka matanya dan menatap balik mata mamanya.
"Mom.., jangan paksa Ivona. Apakah mom selama ini juga menikah.., dan apakah Ivona juga memiliki seorang papa?? Atau jangan-jangan, sebenarnya Ivona hanya seorang bayi yang mom adopsi atau diambil dari tempat pembuangan." mendengar kalimat paksaan yang diucapkan Nyonya Carminda, tanpa sadar Ivona menjawab dengan banyak pernyataan yang memojokkan mamanya.
Tanpa sadar, air mata kesedihan kembali menggenang di pelupuk mata Nyonya Carminda. Melihat hal itu, Ivona segera duduk dan menggunakan jarinya, gadis itu menghapus air mata itu.
"Maafkan Ivona mom..., Ivona sudah dewasa. Sampai kapan mama akan menutupi hal ini dari Ivona. Apakah mama mengenal Tuan Frans.., seorang laki-laki tua yang meminta Ivona memanggilnya dengan sebutan Daddy?" mendengar nama laki-laki yang disebut putrinya, Nyonya Carminda menjadi tersedak. Sudah sangat lama, perempuan paruh baya ini mencoba menghilangkan nama itu dari lubuk hatinya, bahkan menutup rapat dari putrinya. Tetapi saat ini, Ivona kembali mengingatkannya pada kebodohannya di masa lalu.
"Bagaimana kamu bisa mengenal laki-laki pengecut itu Nana..?" ucap Nyonya Carminda dengan suara bergetar. Kedua perempuan putri dan ibu saling bertatapan. Ivona bisa melihat luapan emosi pada tatapan mata mamanya.
"Ivona pernah menginap di tempat Tuan Frans mam.., bahkan Ivona juga yang melakukan operasi saat Tuan Frans masuk rumah sakit. Dokter-dokter di Indonesia sudah menyerah, akhirnya Dokter Marcus mengajak Nana untuk melakukan tindakan operasi itu. Nana mengenal baik kak Richard.., putra laki-laki dari Tuan Frans." ucap Ivona pelan, matanya tidak berkedip menatap mamanya. Air mata kembali deras mengalir dari mata Nyonya Carminda, dan gadis itu kembali memeluk dan menepuk punggung perempuan paruh baya itu.
Setelah beberapa saat, Nyonya Carminda melepaskan pelukan Ivona.., kemudian..
"Nana.., mama akan berkata jujur. Tuan Frans adalah papamu.., keluarlah dari laboratorium ini. Kembalilah ke tempat papamu nak.., tinggalkan tempat ini secepatnya!" seperti mendapatkan harapan baru, Nyonya Carminda kembali memaksa putrinya untuk keluar dari laboratorium ini.
Ivona tetap terdiam.., dia juga merasa bingung dengan apa yang baru saja dia dengar di telinganya.
__ADS_1
"Mama akan meminta tolong sekali lagi pada Dokter Rafi.. Laki-laki itu selalu mengorbankan hidupnya untuk mama, bahkan sampai sekarang dia tidak menikah. Kebodohan dan kebutaan mama saja, yang akhirnya berdampak melahirkanmu ke dunia Nana." ucap Nyonya Carminda perlahan. Matanya dengan cepat mengusap air mata yang tidak berhenti mengalir dari pelupuk matanya.
*****************