Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 233 Tiba di Hong Kong


__ADS_3

Setelah menempuh kurang lebih lima jam, akhirnya pesawat yang ditumpangi Ivona sudah dinyatakan landing di Hong Kong International Airport. Ivona masih terlihat lelap tertidur, dan seorang pramugari berusaha untuk membangunkan gadis muda itu.


"Nona.., selamat malam.. pesawat sudah landing di Hong Kong International Airport. Untuk penumpang di executive class, kita persilakan untuk turun terlebih dahulu dari pesawat." dengan nada yang sopan, pramugari membangunkan Ivona. Mata gadis itu langsung mengerjap, dan untungnya Ivona langsung sadar.


"Terima kasih mbak, saya sudah dibangunkan." setelah mengucek matanya, Ivona langsung berdiri dan meregangkan badannya ke kanan dan ke kiri. Semua penumpang executive class sudah turun, tinggal gadis itu sendiri.


"Bisakah tas kabin saya diambilkan?" Ivona bertanya dengan sopan pula. Tanpa menjawab, pramugari dengan sigap mengambilkan tas bawaan Ivona.., kemudian menyerahkannya pada gadis itu.


"Terima kasih Nona sudah memilih terbang bersama kami." dengan ramah, pramugari mengucapkan salam perpisahan dengan Ivona. Dengan perasaan malas, karena terasa masih capai, Ivona menarik tas kabin dan segera keluar dari pesawat.


Setelah menyalakan ponsel, Ivona mengedarkan pandangan ke sekeliling bandara. Bandara Hong Kong ternyata sangat mudah dijelajahi, dimana semua terlihat simple dan praktis. Setelah melihat penunjuk arah,  Ivona segera berjalan mengarah ke bagian imigrasi. Karena waktu satu jam lebih cepat dari waktu Indonesia Bagian Barat, saat ini jam menunjukkan waktu dini hari yaitu tepat pukul satu. Karena sudah melewati tengah malam, antrian petugas imigrasi tidak ramai, dan hanya memerlukan waktu kurang dari sepuluh menit, Ivona sudah mendapatkan cap dari petugas imigrasi yang sigap dan tidak banyak bertanya.


Begitu keluar dari counter pengecapan paspor atau Visa On Arrival, melalui sebuah pintu kaca otomatis Ivona memasuki ruang pengambilan bagasi. Ruang ini terbilang besar dan terdapat belasan belt pengambilan bagasi. Karena tidak membawa bagasi, Ivona langsung mengikuti jalur Green Line (garis hijau) untuk langsung keluar. Sesampainya di Arrival Hall, mengingat belum makan malam, Ivona bermaksud untuk mampir ke restoran yang banyak terdapat di hall tersebut. Tetapi baru saja gadis itu akan melangkah..,


"Good morning... are you Miss Ivona from Indonesia?" Ivona menoleh, seorang laki-laki perawakan China datang menyapanya. Laki-laki itu menanyakan apakah dia adalah Ivona.


"Yes, you are right. Who are you?" Ivona mengiyakan, kemudian balik bertanya pada laki-laki tersebut.

__ADS_1


"Introducing.., my name is Kim Lau. Call me Kim!" dengan cepat, orang itu mengenalkan dirinya dengan nama panggilan Kim. Ivona mengulurkan tangan mengajak laki-laki itu berjabat tangan.


"Okay Kim..., call me Nana. Can you speak Indonesian?" setelah menerima jabat tangan Ivona, Kim tersenyum dan menganggukkan kepala.


"Saya bisa berbahasa Indonesia Miss Nana.., dan saya sudah ditugaskan Doctor Marcus untuk memberikan pelayanan, selama Miss Nana berada di negara ini." Kim langsung mengajak bicara Ivona menggunakan bahasa Indonesia. Ternyata laki-laki perawakan China itu sangat kecil, tetapi lincah.


"Okay Kim.., tetapi aku lapar. Bisakah kamu membelikan aku sesuatu untuk aku nikmati, sambil kita dalam perjalanan menuju apartemen?" mengingat perutnya yang lapar, Ivona meminta Kim untuk menyediakan makanan.


"Tunggu sebentar.., masuklah ke mobil dulu!" Kim langsung mengambil tas kabin dari tangan gadis muda itu, kemudian memimpin Ivona ke depan pintu kedatangan. Setelah membuka pintu mobil, dan menyalakan mesin mobil, Kim meminta Ivona segera masuk ke dalam. Gadis itu tidak mau berlama-lama, dia langsung masuk dan duduk di dalam mobil.


Kim menutup pintu mobil, kemudian berjalan cepat menuju ke restoran cepat saji. Tidak berapa lama, Kim sudah membawa paper bag berisi makanan, dan dua cup berisi minuman coklat panas.


*******************


Pagi hari waktu sudah menunjukkan pukul delapan pagi. Dengan perasaan enggan dan malas, Ivona beranjak dari atas tempat tidur, Gadis itu mengambil satu botol kecil air mineral kemudian meminumnya langsung dari botol tersebut. Tangannya meraih pengait vertical blind, kemudian menariknya. Penutup jendela kamarnya terbuka, dan sinar matahari menerobos masuk.


"Suasana di kota ini, masih sama dengan suasana saat aku berada pada masa sebelum ini." ucap Ivona lirih.., melihat Sungai Kowloon di bawah sana. Meskipun tidak seindah di malam hari, karena berpadu dengan gemerlap lampu, tetapi melihat sungai itu dari atas juga masih tampak indah.

__ADS_1


"Drtt..., drttt.." tiba-tiba ponsel Ivona berdering. Gadis itu berjalan ke arah meja, dan terlihat Marcus sedang melakukan panggil padanya.


"Pagi Marc..., ada apa?" sapa Ivona malas pada Marcus.


"Gimana tidurmu Na..., kamu sudah mengabaikan Kim ya?? Sejak pukul enam, anak itu sudah mengantarkan sarapan pagi untukmu, tetapi kata Kim.., kamu bahkan belum menyentuhnya sama sekali." tidak menjawab pertanyaan Ivona.., Marcus langsung memberi sarapan omelan pada gadis itu.


"He.., he.., he.., sorry Marc... Aku ngantuk banget, ini saja aku baru bangun. Padahal dalam perjalanan kesini, dari bandara Soekarno Hatta aku sudah tidur. He.., he.., he.." dengan muka merah, Ivona menjelaskan kondisinya.


"Dasar ***** kamu Na.., Na..., nempel Molor. Bersihkan dirimu dulu.., aku yakin semalam dari airport, kamu langsung tidur. Tidak berpikir untuk membersihkan tubuhmu terllebih dulu." mengingat kebiasaan malas Ivona.., Marcus dengan tepat menebak apa yang terjadi dengan gadis itu di Hong kong.


"Iya.., iya..., aku langsung mandi Dokter Marcus. " Ivona meredam perkataan Marcus.


"Okay.., apa rencanamu hari ini?? Menurutku.., besok kamu baru mulai ke laboratorium saja. Hari ini istirahatlah, mau tidur.., atau jalan-jalan ke seputar Hong Kong.., silakan. Aku juga sudah minta pada Kim untuk tidak menungguimu. Anak itu sudah aku minta pulang.., jika kamu membutuhkannya, kamu bisa menghubunginya via panggilan telpon. Nomornya sudah aku sent via chat di whattsapps." Marcus membuat pengaturan untuk langkah Ivona selanjutnya. Berteman dengan gadis itu sudah sekian lama, menjadikan laki-laki itu memahami kebiasaan dan semua hal pribadi yang selalu dilakukan Ivona.


"Baik Marc.., thanks ya untuk perhatianmu. Aku mau mandi dulu.., baru kemudian sarapan pagi. Bye Marcus.." tidak mau berlama-lama, Ivona segera berpamitan pada laki-laki itu.


"Ya.., bye.., jaga dirimu!" sahut Marcus. Dengan cepat, Ivona menutup panggilan telpon tersebut, kemudian meletakkan ponsel di atas meja. Setelah melakukan peregangan pinggangnya ke kiri dan ke kanan, Ivona segera membongkar tas kabin bawaannya. Gadis itu segera mengeluarkan beberapa helai baju, dan menyimpannya di dalam lemari, serta mengambil satu untuk baju gantinya saat ini.

__ADS_1


Setelah menyiapkan baju ganti di atas tempat tidur, Ivona segera melangkah menuju ke kamar mandi. Tidak berapa lama, Ivona sudah berendam busa di dalam bath up sambil menyandarkan kepalanya ke sandaran bath up.


**************


__ADS_2