
Setelah mendapatkan kepastian jawaban dari Dokter Tantowi, Ivona merasa senang. Dia kembali ikut memperhatikan apa yang sedang menjadi pembicaraan di ruang tengah. Tuan Iswara menceritakan tentang Dokter Purnomo yang akan segera mengoperasi kakek, dan memuji Vaya karena mereka bisa dengan cepat menjalin hubungan kedekatan dengan Dokter karenanya.
"Sebentar pa..., siapa nama dokter yang papa sebutkan tadi? Sepertinya Ivona agak meragukannya?" Ivona meminta kejelasan cerita dari Tuan Iswara.
Mendengar perkataan gadis itu, semua orang yang saat ini duduk di ruang tengah terkejut dan memandang Ivona dengan rasa penasaran. Bahkan dengan tatapan sinis, Nyonya Iswara memandang Ivona sambil menggenggam tangannya Vaya.
"Dokter Purnomo Ivona..., apakah kamu tahu siapa dia?" tanya Tuan Iswara.
"Darimana dia akan tahu pa.., hanya orang-orang tertentu yang bisa mendapatkan informasi dan kesempatan tentang Dokter Purnomo." sahut Nyonya Iswara.
Alexander sedikit terkejut dengan reaksi Tuang dan Nyonya Iswara terhadap pertanyaan Ivona. Dia melihat dan muncul kilatan di matanya, dia merasakan tekanan terhadap Ivona dari kedua orang tua kandungnya.
"Kakek.., Ivona harap kakek mau diperiksa oleh dokter lain ya? Ivona juga memiliki kenalan seorang Dokter spesialis neurologi, dia seoerang dokter khusus yang sangat terkenal di luar negeri yang mampu mendiagnosis dan mengobati penyakit yang berkaitan dengan sistem saraf, termasuk otak, otot, saraf tepi, dan saraf tulang belakang." Ivona mulai menjelaskan tentang Dokter Tantowi.
"Tutup mulutmu Ivona.., apakah kamu pikir kesehatan kakekmu itu merupakan mainan!! Tidak.., aku tidak akan membiarkan kamu membawa orang yang tidak menguasai bidangnya!" dengan nada tinggi Tuan Iswara membentak Ivona.
"Iya Ivona.., darimana kamu dapat mengenal Dokter dalam bidang spesialis otak. Apakah kamu tidak sadar, bagaimana kualitas sekolah asalmu sebelum berhasil dipindahkan ke SMA Dharma Nusa?" Vaya yang dari tadi sudah berusaha menahan diri, ikut campur memarahi Ivona.
Ivona hanya tersenyum mendengar respon yang diberikan Tuan Iswara. Sedikitpun dia tidak merasa tersinggung, dan tidak marah. Jack dan Alexander sebagai tamu yang sedang berkunjung di rumah itu hanya berpandangan mata, mereka merasa prihatin dengan keadaan saat ini.
"Bisa tidak kita mendengarkan dulu Ivona selesai berbicara dengan kakek?? Dia baru akan menjelaskan dokter kenalannya, tetapi semua sudah mengeroyoknya." Thomas ikut bicara membela Ivona.
"Kamu kenapa ikut membenarkan tindakan Ivona Thomas?? Apakah kamu tidak mengkhawatirkan penyakit yang diidap kakek?" Nyonya Iswara malah memarahi Thomas.
"Diam semuanya!! Kalian semua ini seperti anak kecil. Ivona.., coba ceritakan tentang dokter kenalanmu!" kakek berteriak menghentikan perdebatan. Begitu kakek berbicara dengan marah, semua yang ada dalam ruangan itu menjadi terdiam. Tuan, Nyonya Iswara dan Vaya menghitam mukanya, tetapi sedikitpun tidak berani membantah kakek.
__ADS_1
"Kakek..., jadi Dokter spesialis neurologi kenalan Ivona adalah Dokter Tantowi. Dia merupakan dokter spesialis neurologi, yang sudah menyelesaikan pendidikan spesialisasi di bidang neurologi. Dia memiliki keahlian bedah syaraf, karena lamanya pendidikan tidak banyak di dunia ini yang memiliki keahlian ini. Dokter Tantowi satu-satunya Dokter yang memiliki keahlian bedah saraf dengan sub spesialisasi Neuro-onkologi. Dia sangat piawai menangani tumor ataupun kanker pada otak ataupun saraf tulang belakang." Ivona kembali menjelaskan tentang bidang spesialisasi Dokter Tantowi.
"Pelayan...bawakan catatan diagnosa penyakitku kesini!" teriak kakek meminta pelayan.
"Baik Tuan." dengan cepat, pelayan segera mengambil hasil catatan diagnose penyakit kakek.
Tidak berapa lama pelayan rumah menyerahkan satu map besar yang berisi hasil diagnose penyakit pada kakek. Sambil tersenyum dan penuh percaya diri, kakek menyerahkan berkas itu pada Ivona.
"Nana..., kakek sangat percaya padamu cucuku. Ini berkas diagnose penyakit kakek, kirimkan pada Dokter yang kamu ceritakan itu. Kakek sangat sedih melihatmu sayang..., kakek tidak mau membiarkan kamu menderita."
"Kakek jangan bicara yang tidak-tidak, kakek pasti akan segera sembuh dengan perantara Dokter Tantowi." Ivona terdengar menghibur kakeknya.
"Iya itu yang kakek inginkan. Kakek ingin memiliki umur panjang, agar nanti bisa melihatmu menikah cucuku."
********
Setelah menerima berkas dari kakeknya, Ivona kemudian minta ijin kembali ke dalam kamar. Di dalam kamarnya, dia melihat-melihat hasil foto CT Scan dan diagnose dari Dokter yang memberikan pemeriksaan pada kakek sebelumnya.
"Agar Dokter Tantowi lebih cepat untuk membacanya, aku harus terjemahkan dulu dalam bahasa Kedokteran." gumam Ivona sendiri.
Dia kemudian membaca lagi dengan lebih teliti berkas yang ada di depannya itu. Dengan penuh ketelitian, karena sadar bahwa nyawa kakeknya bisa dipertaruhkan, Ivona segera menterjemahkan laporan itu dalam bahasa kedokteran. Beberapa waktu dia habiskan untuk membuat terjemahan itu, dan setelah semuanya selesai dengan cepat, Ivona segera mengirimkan laporan dan disertai foto CT Scan yang sudah dia lakukan scanning pada Dokter Tantowi.
__ADS_1
"Dokter..., saya baru saja mengirim soft file ke email. Minta tolong dicek ya!" setelah memastikan emailnya terkirim, Ivona mengrim pesan pada Dokter Tantowi.
"Baik.., secepatnya akan aku pelajari. Tunggu sebentar, aku akan download dan lihatnya dulu!" dengan cepat, Dokter merespon pesan yang dikirimkan Ivona.
Setelah menunggu beberapa saat, Dokter Tantowi segera menelpon Ivona untuk menyampaikan hasil telaah atas soft file yang dikirimkan gadis itu..
"Bagaimana Dokter.., apakah sangat mengkhawatirkan kondisi kakek saya?" tanya Ivona langsung pada Dokter Tantowi sesaat mereka sudah mulai terhubung.
"Tidak..., kamu jangan khawatir. Itu bukan operasi yang sulit bagiku. Tapi.., meskipun tidak sulit, operasi harus segera dilaksanakan." Dokter Tantowi memberi jawaban yang sangat melegakan hati gadis itu.
"Begitu ya Dok?? Kapan Dokter akan meluangkan waktu untuk melaksanakan operasinya?"
"Segera kamu atur saja, pilih rumah sakit yang memiliki peralatan yang lengkap, karena akan mandukung kesuksesan proses operasi."
"Okay Dokter..., bagaimana kalau operasinya dilaksanakan di Jakarta saja! Dokter bisa mengambil penerbangan langsung ke kota ini, karena 24 jam penerbangan dilayani disini. Kota ini juga tidak begitu jauh dari tempat tinggal kami, sehingga lebih mudah untuk menjangkau rumah sakit ini." Ivona menawarkan Jakarta sebagai tempat untuk dilaksanakannya operasi kakek.
"Baik.., kapan waktu yang kamu rencanakan untuk melaksanakan operasi? Seperti tadi saya katakan, operasi tidak sulit tetapi harus secepatnya dilaksanakan." Dokter Tantowi kembali menegaskan.
"Bagaimana jika operasi dilaksanakan Minggu depan Dokter?? Sepertinya hari Selasa, merupakan waktu yang pas untuk dilaksanakan. Jika hari Senin, kita akan terkendala dengan penerbangan yang sangat crowded di hari tersebut." Ivona menawarkan hari.
"Akan aku atur segera jadwalku Ivona. Besar harapan ya kita akan bisa bertemu muka secara langsung. Semoga operasi ini menjadi langkah awal untuk perjanjian kerjasama yang kita lakukan."
****************
__ADS_1