Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 289 Gili Trawangan


__ADS_3

Aldo dan Ivona menaiki speed boat menuju Gili Trawangan. Sebenarnya Aldo malas diajak Ivona jalan-jalan, tetapi gadis itu memaksanya. Di tengah lautan, Aldo memeluk tubuh Ivona dengan erat, dan beberapa kali tangan laki-laki itu membetulkan rambutnya yang terkena angin.


"Minumlah dulu.., panas bisa terkena dehidrasi nanti." Aldo membuka botol air mineral, kemudian meminumkan langsung dari botolnya ke bibir gadis itu. Setelah meminum beberapa teguk, Ivona mendorong botol menggunakan tangan kirinya.


"Kita menginap di Trawangan ya kak.., semalam saja." dengan tatapan puppy eyes, Ivona meminta untuk bermalam di Gili tersebut. Aldo melihat ke mata Ivona, kemudian memberikan kecupan di bibir gadis itu tanpa mempedulikan pengemudi speed boat. Pengemudi itu mengalihkan pandangannya, pura-pura tidak melihat dan memperhatikan interaksi intim mereka.


"Semua keinginan dari ratuku.., akan selalu aku turuti." dengan senyum smirk, Aldo membalas permintaan dari istrinya.


Beberapa saat terdiam, tiba-tiba Aldo bertanya pada pengemudi speed boat..


"Kira-kira masih berapa lama pak, kita sampai di pelabuhan Gili Trawangan.."


"Tidak lama lagi Tuan.., tidak sampai sepuluh menit. Di pelabuhan depan itu kita akan segera merapat." pengemudi itu menunjuk daratan yang terlihat di depan sana. Mata Ivona berbinar mendengar perkataan dari pengemudi tersebut.


"Okay.., turunkan kami dengan hati-hati!" mengetahui tidak lama lagi mereka akan segera menepi, Aldo membereskan semua barang bawaannya. Seperti yang dikatakan pengemudi, tidak sampai sepuluh menit, speed boat sudah menepi dan merapat di tepian pelabuhan. Dengan segera, Aldo memegangi tangan Ivona mengajaknya turun dari atas speed boat.


Sebuah pemandangan pantai yang eksotis tersaji di depan mata mereka berdua. Pulau kecil dengan luas enam kilometer persegi itu, dengan jelas bisa melihat pantai yang mengelilingi pulau kecil atau yang disebut dengan Gili tersebut. Barisan cidomo atau delman berjejer dengan rapi di pinggiran pantai menyambut kedatangan mereka.


"Kita sudah sampai di Trawangan, bagaimana rencanamu honey.., langsung berkeliling atau check in hotel dulu." untuk menyenangkan perasaan Ivona.., Aldo menanyakan tentang rencana gadis itu.

__ADS_1


"Check in dulu saja kak.., sepertinya panasnya sangat cetar jika kita langsung keliling siang ini. Mungkin sore sampai malam kita bisa berkeliling atau pergi ke night market. Atau kak Aldo memiliki rencana lain?" Ivona mengusulkan untuk check in hotel.


"Tujuanku kesini untuk menyenangkan hatimu honey.., aku ikut saja. Lagian kita perlu mencoba, bagaimana tekanan angin mengiringi percintaan kita." sambil mengedipkan mata, Aldo menggoda Ivona.


"Dasar PIKTOR, pikiran kotor." Ivona meninggalkan Aldo dengan berjalan lebih dulu mendatangi Cidomo untuk mengantarkan mereka menuju hotel yang sudah dipesan Aldo.


"Ha.., ha..., ha.. istriku bisa ngambek ternyata." Aldo melangkah cepat, segera mengejar Ivona yang langsung menaiki Cidomo tanpa bertanya berapa tarifnya.


Kusir cidomo tersenyum melihat pasangan suami istri itu.


"Diantar kemana Nona.., berkeliling Gili, tarifnya Rp. 250.000." dengan ramah, kusir cidomo menawarkan harga untuk berkeliling Gili Trawangan.


"Siap Nona.., meskipun dekat, karena dua orang, bagaimana jika Nona memberi saya Rp. 100.000?" dengan sopan, pengemudi menawarkan harga pengantaran. Tanpa menawar, Ivona segera naik ke atas cidomo, dan diikuti oleh Aldo dan duduk di sampingnya.


************


Seperti yang diinginkan Aldo, sesampainya mereka di kamar laki-laki itu langsung mengangkat Ivona dan membaringkannya di atas ranjang. Saat gordyn jendela disingkap, pemandangan pasir putih pantai, dan laut biru serta langit cerah terbentang di hadapan mereka. Panorama favorit Ivona yang bisa menyegarkan otaknya. Tanpa mendengarkan protes dari gadis itu, Aldo tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Laki-laki itu langsung mengeksplorasi istrinya dengan membiarkan gordyn jendela yang terbuka, karena dia merasa sensasi sendiri dapat bercinta dengan pemandangan menyegarkan di depan mata. Tidak berapa lama, mereka sudah tertidur kelelahan di atas ranjang.


Sore hari, Ivona terbangun. Gadis itu merasakan perutnya mulai berbunyi karena kelaparan. Setelah melepaskan belitan tangan Aldo dari pinggangnya secara perlahan, Ivona segera meninggalkan Aldo kemudian memasuki kamar mandi. Air dingin dibiarkan mengguyur badannya dari atas rambut. Ivona memang sengaja tidak menyalakan penghangat air, karena ingin merasakan kesegaran air dingin. Setelah beberapa saat, Ivona segera menarik handuk dan mulai mengeringkan tubuh dan rambutnya. Hanya mengenakan bathrobe, Ivona melangkah keluar dari dalam kamar mandi.

__ADS_1


"Kak..., kak Al.. sudah sore. Ayuk mandi dulu.., Ivona lapar." dengan suara pelan, Ivona membangunkan Aldo yang masih tertidur tanpa mengenakan sehelai benangpun di tubuhnya. Laki-laki itu membuka matanya sebentar, dan melihat Ivona sudah mandi dengan rambut yang basah di depan matanya.


"Honey sudah mandi ya.., okay tunggu sebentar." tanpa menunda lagi, Aldo langsung beranjak turun dari atas ranjang, kemudian melangkahkan kaki menuju kamar mandi.


*********


Tidak lama kemudian, Aldo dan Ivona sudah bergandengan tangan mencari rumah makan untuk mengisi perut mereka. Banyak kedai penjual makanan khas kuliner kota Lombok, tetapi Aldo melarang Ivona untuk makan disitu dengan alasan kebersihan makanan. Ivona mulai cemberut melihat sikap over protective yang ditunjukkan Aldo di tempat itu. Melihat Ivona yang mulai ngambek, Aldo merangkul bahu istrinya dan mengajaknya masuk ke Scallywags Organic Seafood Bar & Grill.


Setelah mereka duduk dengan view ke hamparan lautan luas, Ivona membiarkan Aldo memilihkan menu untuknya. Waiters menunggu pesanan mereka sambil berdiri di samping meja.


"Scally Green Juice 2; Yellowfin Tuna, Crispy Calamary, dan Whole Lobster. Siapkan untuk dua orang, untuk meal onion ring dan pancake." Aldo memesan beberapa menu makanan pada waiters.


"Terima kasih, kami mohon untuk menunggu sebentar. Chef kami akan segera menyiapkannya. Permisi.." waiters segera berpamitan meninggalkan Aldo dan Ivona.


Sambil menunggu, Aldo menyandarkan kepala Ivona di atas dadanya sambil melihat hamparan laut di depan mereka. Restaurant yang mereka pilih ini didominasi oleh para turis asing yang menikmati makanan sembari melihat hamparan laut. Hembusan angin berbau air laut lumayan kencang di tempat itu, sehingga memberi kesempatan bagi Aldo untuk mengencangkan pelukannya pada gadis itu.


"Permisi selamat malam...," tiba-tiba waiters sudah mengantarkan sebagian dari pesanan mereka. Meal dan minuman ternyata lebih dahulu disajikan, sedangkan main menu yang mereka pesan masih dalam proses penyiapan. Dengan penuh kasih sayang, Aldo menyuapkan potongan-potongan kecil meal ke mulut kecil Ivona.


*******

__ADS_1


__ADS_2