Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 211 Identitas Ivona


__ADS_3

"Tet..., tet.., tet..." suara bel kamar rusun yang ditempati Ivona berbunyi. Gadis itu masih tertidur lelap di atas ranjangnya. Perlahan mata Ivona terbuka, tapi gadis itu terlalu malas untuk bangkit dari ranjangnya. Ivona malah membalikkan badan kemudian memeluk gulingnya.


"Tet.., tet.., tet.." kembali suara bel dibunyikan. Dengan malas Ivona bangun, kemudian berjalan menuju pintu.


"Dimana kunci pintunya?" Ivona bertanya pada dirinya sendiri, matanya memindai atas meja dan daun pintu. Tetapi dia tidak dapat menemukannya. Tiba-tiba matanya melihat anak kunci berada di lantai.., dahinya sedikit berkerut. Ivona segera mengambil anak kunci.., kemudia membuka pintu.


"Ivona..., kamu baik-baik saja?" Marcus merasa senang melihat Ivona, kedua tangan laki-laki itu mencengkeram kedua bahu Ivona. Tampak kecemasan masih membayang di mata laki-laki itu.


"Kamu kenapa Marcus..? Aku baik saja, ayo duduk dulu!" merasa malas karena masih mengantuk, Ivona mengajak Marcus untuk masuk ke dalam. Di atas sofa, Ivona duduk dan diikuti oleh Marcus.


"Bagaimana kamu bisa pulang Ivona..?? Sorry banget ya, aku tidak bertanggung jawab padamu, sampai akhirnya kamu harus pulang sendiri." Marcus menanyakan kepulangan Ivona, dan gadis itu jadi teringat bagaimana tadi dia hampir diganggu oleh dua orang laki-laki. Tetapi ada laki-laki muda yang menolongnya, dan tanpa dia ketahui, dia sudah berada di atas ranjang.


"Sorry Marc.., aku betul-betul lupa. Aku merasa tidak tahu siapa yang mengantarkan aku pulang. Tahu-tahu aku sudah berada dan tidur diatas ranjang, dan barusan terbangun karena suara bel yang kamu bunyikan." Ivona mendadak heran, bagaimana dia bisa sudah tertidur di atas ranjang. Dan saat melihat pakaian yang dia kenakan, ternyata dia masih mengenakan pakaian yang sama.


"Apa laki-laki yang menolongku tadi ya, tapi bagaimana dia tahu dimana tempat aku tinggal?? Terus bisa masuk ke kamar dan menidurkanku di atas ranjang?" Ivona merasa bingung, dan berpikir sendiri.


"Kenapa jadi melamun... hey..." seru Marcus sambil memainkan telapak tangannya naik turun di depan wajah Ivona.

__ADS_1


"Iya nih Marc..., tiba-tiba aku merasa bingung atas apa yang baru saja terjadi." ucap Ivona dengan polosnya.


"Ya sudah.., besok saja kita ngobrolnya. Hari sudah malam, yang penting kamu sudah berada kembali di rumah dengan selamat. Aku pulang dulu ya.., kamu tidurlah kembali!" melihat Ivona sudah berada kembali di kamarnya dan dalam keadaan baik-baik saja, Marcus menjadi tenang. Merasa sudah malam, laki-laki itu kemudian berpamitan.


Ivona mengantarkan Marcus sampai ke depan pintu, setelah laki-laki itu keluar, gadis itu menutup pintu dan kembali ke kamarnya. Di pinggir ranjang, Ivona memikirkan tentang laki-laki yang tadi sempat menolongnya.


"Apakah benar laki-laki tadi yang sudah mengantarkanku sampai di rumah??" kembali Ivona berpikir, dan tatapan matanya melihat sebuah card name yang sudah ditinggalkan laki-laki tadi. Perlahan tangannya mengambil card name tersebut, kemudian membaca nama yang tercetak disitu.


"Aldo Cavindra.., kenapa nama belakang nama ini sama dengan nama kak Alex." dahi Ivona berkerut. Dia masih memikirkan kejadian yang baru saja terjadi dengan dirinya. Betapa mudahnya dia tertidur di pelukan laki-laki itu, dan bahkan dia diantarkan sampai di ranjang, tanpa tahu apa yang sudah terjadi pada dirinya. Merasa bingung dengan apa yang terjadi, Ivona segera mengganti pakaian dan kembali tidur.


************


"Mari ikuti saya Tuan.., kebetulan Tuan Muda Aldo sedang tidak ada schedull meeting siang ini. Jadi Tuan Muda meluangkan waktunya untuk berbincang dengan Tuan Richard.." sekretaris Aldo mengantarkan Richard ke ruang tamu yang ada di depan ruang kerja Aldo. Laki-laki itu kemudian duduk di sofa, sembari menunggu sekretaris memanggilkan Aldo.


Tidak berapa lama, connecting door antara ruang tamu dengan ruang kerja Aldo terbuka dari dalam. Sambil mengerutkan dahinya, Aldo memandang Richard kemudian duduk di depan laki-laki tersebut. Sekretaris Aldo mendampingi dan berdiri di samping Aldo.


"Jika aku tidak salah melihat, di depanku saat ini adalah Tuan Richard, CEO Globally Group. Kira-kira angin apa yang menggerakkan Tuan Richard mengunjungi perusahaan kecilku." dengan perkataan sarkasme, Aldo menyapa Richard sambil mengulurkan tangan. Richard menerima jabat tangan tersebut, sambil sudut bibirnya terangkat ke atas sebelah.

__ADS_1


"Kopi atau teh Tuan Richard.., alangkah baiknya kita berbincang dengan ditemani minuman panas." Aldo menawarkan minuman pada Richard.


"Hot coffee.." jawab Richard singkat. Laki-laki itu berpikir tidak ada salahnya, siang ini ngopi bareng dengan laki-laki yang ada di depannya.


"Buatkan hot coffee dua..," Aldo memerintah sekretaris untuk membuatkan dua minuman kopi. Tidak lama kemudian, sekretaris sudah mengantarkan dua cangkir hot coffee.


"Pergilah, tinggalkan kami sendiri!! Jangan biarkan ada orang yang mengganggu obrolan kami." dengan tegas Aldo mengusir sekretaris untuk meninggalkan ruangan.


Richard mengambil cangkir kemudian menyesapnya, setelah beberapa saat laki-laki itu meletakkan kembali cangkir di atas meja. Demikian juga dengan yang dilakukan Aldo.


"Tuan Muda Aldo.., to the point. Maksud kedatangan saya kesini, hanya mau menanyakan. Apa yang anda lakukan dengan Dokter Ivona?" tanpa basa-basi, Richard langsung bertanya tentang Ivona. Mendengar Tuan Richard menanyakan dan menyebut Ivona sebagai dokter, Aldo sedikit terkejut. Tetapi dengan cepat, laki-laki itu menguasai kembali pikirannya,


"Ada hubungan apa Tuan Richard dengan Ivona..? Saya juga tidak mengenal Dokter Ivona yang anda maksud, mungkin Tuan Richard telah salah paham denganku?" sambil tersenyum, Aldo balik bertanya pada Richard. Laki-laki ini berpikir jika hanya ada kesamaan nama Ivona, karena jika melihat identitas gadis muda yang dia antarkan tadi malam, sepertinya mustahil jika dia adalah seorang dokter.


"Mungkin kita tidak perlu lagi untuk berbasa-basi Tuan Muda. Tadi malam, dengan jelas saya melihat dengan mata kepala sendiri pada hasil rekaman CCTV hotel. Tuan Muda Aldo membawa keluar Dokter Ivona menggunakan mobil. Saya tidak mau bertele-tele Tuan Muda.., siapapun yang berani membuat kerugian pada Dokter Ivona, maka aku sendiri yang akan menangani orang tersebut. Dan perlu anda ingat Tuan Muda.., tidak memerlukan sebuah alasan, ada hubungan apa untuk dapat melindungi Dokter Ivona." dengan tegas, Richard menyampaikan maksud hatinya. Setelah melihat keberhasilan Ivona menyelamatkan papanya, Richard sudah memiliki respect untuk gadis muda itu. Melindungi dan menjaga keselamatan Ivona, merasa menjadi tanggung jawabnya.


"Wow..., hebat Tuan Richard. Sebegitu pedulinya anda dengan Nona Ivona yang sudah saya tolong tadi malam. Tidakkah anda berpikir apa yang akan terjadi dengan gadis itu, jika aku tidak menolong dan mengantarnya pulang. Jika gadis muda itu yang anda maksud, aku sedikit meragukan jika statusnya sebagai seorang dokter." ucap Aldo sambil tersenyum sarkasme pada Richard.

__ADS_1


"Okay.., kita tidak perlu berdebat tentang profesi Dokter Ivona. Aku akan menyelidiki sendiri tentang Dokter Ivona.., jika terjadi sesuatu padanya gara-gara anda, maka ingat namaku adalah Richard." selesai mengatakan kalimat itu, Richard tanpa pamit langsung berdiri dan meninggalkan Aldo sendiri.


**************


__ADS_2