Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali
Chapter 71 Guru Privat


__ADS_3

Melihat seorang gadis yang sangat cantik sedang tidur di kamar Alexander, perempuan yang akan menjadi guru privat itu menjadi jengkel. Tanpa ada sopan-sopannya, perempuan itu menarik blanket yang digunakan untuk menutup tubuh Ivona. Merasakan kedinginan, Ivona mulai menggerakkan tubuhnya dan perlahan dia membuka matanya.


"Kamu siapa, berani-beraninya mengganggu tidurku?" dengan mata masih mengantuk, Ivona bertanya pada perempuan itu dengan malas.


"Aku diundang kesini untuk mengajarimu belajar. Tetapi tidak tahunya, kamu jam segini masih belum bangun. Jadi seorang perempuan itu, yang rajin jangan malas. Ayo bangun, kita akan segera memulai lesnya!" dengan nada jutek, perempuan itu meminta Ivona segera bangun.


Sambil mengucek matanya, Ivona segera bangun dan duduk dengan menggantungkan kakinya di pinggir ranjang. Jika bukan karena Alexander, yang menginginkan perempuan itu untuk membantunya belajar, dia sudah menendang perempuan itu keluar dari kamar itu secepatnya. Sebenarnya dia tidak membutuhkan guru les, pelajaran yang dia dapatkan masih terlalu mudah untuk dia terima dengan IQ nya.


"Ayo segera bersihkan dirimu, kamu lihat tidak jika aku menunggumu?" perempuan itu kembali berbicara dengan nada sinis.


Melihat respon perempuan itu terhadapnya, muncul ketidaksenangan Ivona terhadap wanita itu. Tetapi mengingat jika kedatangan wanita itu kesini karena Alexander, maka Ivona menahan dirinya.


"Tunggu aku di bawah! Tidak ada sopan-sopannya masuk ke kamar orang tanpa permisi." Ivona berbicara dengan nada sedikit tinggi. Dia masih merasa malas, pagi-pagi harus sudah membuka buku pelajaran


"Baik, aku akan menunggumu di bawah. Ingat, jangan tidur lagi, hargai waktuku!" dengan tampang sadis, perempuan itu segera membalikkan badannya. Kemudian dengan muka cemberut, dia segera keluar dari kamar yang digunakan untuk tidur Ivona.


Setelah wanita itu keluar, Ivona segera bangun dari ranjang. Dia meregangkan tubuhnya ke kanan ke kiri untuk melakukan peregangan, kemudian segera masuk kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Pelayan rumah tahu, jika guru privat sudah keluar dari kamar Ivona. Bi Mina segera masuk ke kamar tempat Ivona tidur, untuk merapikan tempat tidurnya. Tidak beberapa lama, Ivona sudah nampak bersih keluar dari kamar mandi.


"Selamat pagi Non.., sudah mandi ya?" sapa Bi Mina ramah.


"Pagi.., Bi Mina lihat perempuan yang baru saja keluar dari kamar ini? Perempuan itu darimana Bi? Ganggu orang tidur saja pagi-pagi." Ivona menggerutu tentang kehadiran perempuan itu.


"Itulah Non.., sudah tidak ada sopan-sopannya. Tadi ditegur sama pelayan yang lain, malah menjawab dengan tampang judes. Bilangnya kesini karena diminta oleh Tuan Alexander, ya sudah Non.., kita jadi tidak enak mau menegurnya lagi." Bi Mina mengadukan kelakuan perempuan itu.


"Tapi tidak begitu juga kali. Bagaimanapun, dia kan tamu di rumah ini. Tetap harus bersikap baik dan sopan pada penghuni rumah, tidak asal main masuk ke kamar orang saja." kata Ivona.

__ADS_1


"Iya Non.., tadi karena kita tadi tahunya dia kesini karena Tuan Alex, yah akhirnya kita hanya diam Non, tidak berani menegurnya."


"Karena kak Alex yang membawanya kesini, mau gimana lagi Bi? Yah.., aku akan mengikuti saja kemauan kak Alex, tetapi awas saja jika perempuan itu berlaku tidak sopan padaku. Aku akan memberinya pelajaran." ucap Ivona menenangkan dirinya.


"Yang sabar saja ya Non! Oh ya Non.., untuk sarapan sudah Bibi siapkan di meja makan."


"Terima kasih Bi Mina!" setelah mengenakan pakaian ganti, dan menyisir rambutnya, Ivona segera keluar dari dalam kamar. Dia langsung menuju ruang makan, dan saat melewati perempuan yang saat ini duduk di ruang tamu, Ivona sama sekali tidak menyapanya. Dengan santainya, dia melewati perempuan itu. Tetapi saat melihat perempuan itu kembali, Ivona baru dengan jelas melihat penampilan perempuan itu.


"Siapa perempuan itu, dia sepertinya bukan seorang guru les? Pasti dia hanya berpura-pura menjadi seorang guru privat, lihat saja nanti aku akan kerjain dia!" sambil tersenyum sinis, Ivona memikirkan cara untuk membuat kapok perempuan itu.


"Mau kemana, kita akan segera memulai lesnya?" perempuan itu bertanya pada Ivona.


"Makan dong, aku tidak akan bisa konsentrasi jika belajar dalam keadaan perut lapar." jawab Ivona santai meninggalkan perempuan itu.


Perempuan itu mengambil nafas dalam, terlihat seperti memendam kekesalannya pada Ivona.


****************


"Kemana Tuan Alex.., kenapa dari tadi aku tidak melihatnya, bahkan bayangannya pun juga tidak ada?" gumam perempuan itu.


"Tapi yah.., aku harus bersabar. Aku yakin, pasti akan datang kesempatan agar aku bisa bertemu denganya." lanjut perempuan itu sambil tersenyum.


Perempuan itu kemudian mengambil beberapa buku pelajaran Ivona yang sudah dia siapkan dari rumah, dan menumpuknya di meja samping ruang tamu.


 


****************

__ADS_1


Setelah selesai sarapan, dengan rasa malas Ivona segera menemui perempuan itu di meja tamu. Dia duduk di sofa ruang tamu dengan menyilangkan kakinya, dan menaruh kedua tangannya untuk menyangga dagunya.


"Sudah siap belum? Kita akan segera memulainya, jangan malas!" perempuan itu langsung meminta Ivona untuk mempersiapka dirinya.


"Aku sudah siap." jawab Ivona singkat.


"Mana perlengkapanmu, pena, atau kertas untuk coret-coretan?' tanya perempuan itu.


"Tuh.., ambilkan untukku!" Ivona menunjuk pulpen yang tergeletak di atas meja kecil. Dengan geram, perempuan itu mengambilkan pulpen dan menyerahkan pada Ivona.


"Kita akan segera memulainya. Ingat peraturan yang akan kita sepakati bersama. Pertama adalah selama belajar, kamu harus fokus. Kedua tidak boleh menyalakan ponsel selama pembelajaran. Ketiga kamu harus menurut padaku, dan tidak boleh membantah padaku. Paham?" perempuan itu segera menyampaikan peraturan yang harus ditaati selama menjalani les privat.


Ivona tidak menjawab dan juga tidak memprotes apa yang disampaikan oleh perempuan itu. Dia hanya melihati perempuan itu dengan pandangan tidak suka.


"Okay kita akan segera memulainya. Pelajaran yang akan aku bantu kali ini adalah pelajaran Matematika. Kamu kuat tidak mendengar nama pelajaran itu?? Jangan-jangan kamu malah pingsan atau mati kutu, jika mendengar nama pelajaran itu." dengan sinis, perempuan itu meremehkan kemampuan belajar Ivona.


"Terserah apa katamu, hmmhuaah.." sahut Ivona malas, sambil menguap.


"Tapi tenang, kamu tidak perlu khawatir. Aku akan lebih ketat dalam les privat ini, semoga kamu bisa bekerja sama." dengan nada merendahkan kemampuan Ivona, perempuan itu berbicara.


Selesai bicara, perempuan itu mengambil sebuah buku Matematika. Dia membuka buku itu sebentar, kemudian melemparkan pada Ivona.


"Baca petunjuknya dulu, kemudian kerjakan soal-soal itu!" perempuan itu tanpa menjelaskan tentang pelajaran Matematika, langsung memerintahkan Ivona untuk mengerjakan soal latihan.


Ivona melihatnya, dan banyak pekerjaan rumah yang diberikan perempuan itu untuk Ivona.


 

__ADS_1


 


******************


__ADS_2