
Ayu menarik nafas dengan dalam, mempersiapkan dirinya dengan hal-hal yang akan terjadi nantinya. "Semoga aku bisa!" batinnya yang bertekad kuat, menatap satu persatu orang yang sudah hadir dalam peluncuran perhiasan dari perusahaan HR Grup. Sedangkan Farhan berdiri di ruangannya Cctv, berpikir jika Ayu hanya sendiri membuatnya takut. "Aku tidak bisa membiarkannya sendiri, apalagi masalah ini akan semakin sulit." Gumamnya yang beranjak pergi dari tempat itu, melangkahkan kaki untuk menyusul Ayu yang sudah di kelilingi oleh orang-orang terkenal dan juga para reporter yang meliput berita.
Di pertengahan, asisten Heri melihat atasannya menghampiri Ayu. Dengan cekatan ikut andil dalam permasalah ini, apalagi Ayu pasti dituduh sebagai seorang plagiarisme karya dari perusahaan lain. "Sebaiknya aku membantu, ini tidak adil!" batinnya.
Ayu berdiri di tengah panggung dan memulai konferensi pers. "Saya Ayu Kirana adalah wakil dari perusahaan HP Grup, ingin menjelaskan seri baru perhiasaan." Ucapnya memperkenalkan diri dengan senyum indah di wajahnya.
Kedatangan Farhan dan asisten Heri mendapat perhatian semua orang dan para kamera menyorot mereka, aura pemimpin yang dikeluarkan Farhan membuat orang di sekelilingnya dapat merasakan. Ayu juga memperhatikan kedatangan dua pria tampan, mengerutkan kening dan dengan cepat tersenyum.
"Eh, dia datang? Itu bagus, setidaknya Farhan bisa melindungiku dari amukan massa karena dituduh dalam masalah plagiat." Lirihnya pelan, tatapan keduanya menyatu. Farhan menganggukkan kepala memberi isyarat agar sekretarisnya itu tidak perlu merasa khawatir lagi. Sedangkan Ayu membalasnya tersenyum, kembali melanjutkan konferensi pers yang sedikit tertunda.
"Apa kita bisa memulainya?" ujar Ayu yang kembali mendapatkan sorotan.
Beberapa orang terkenal menganggukkan kepala, meminta Ayu untuk melanjutkan presentasinya di hadapan semua orang.
Memutarkan video iklan yang memperlihatkan perhiasan yang sangat berkelas kepada semua orang. "Ini adalah hasil desain yang saya rancang sendiri, beberapa aksen mutiara di dalam perhiasan menjadi daya tariknya sendiri." Jelas Ayu dengan bangga. "Kalian bisa melihat perhiasan yang berwarna putih itu," tunjuknya dengan sangat antusias.
"Apa keunggulan dari perhiasan yang kau tunjukkan itu?" tanya seseorang yang sangat penasaran dengan hasil desain di hadapannya.
"Pertanyaan yang sangat bagus, perusahaan kami menciptakan perhiasan menarik untuk koleksi ataupun pemakaian pribadi. Perhiasan yang aku rancang ini mempunyai ciri khas, seperti perhiasan berwarna putih." Terang Ayu dengan bersemangat. "Perhiasan putih bisa berubah warna menjadi warna yang lebih hangat saat diterangi dengan lampu," sambungnya yang memperlihatkan video iklan perhiasan.
__ADS_1
Semua orang terpukau dengan kelebihan perhiasan yang tidak dimiliki perhiasan lain. "Sangat menakjubkan, tapi darimana anda mendapatkan konsep perhiasan seperti itu?" tanya salah satu orang yang hadir di konferensi pers.
"Setiap orang pasti mempunyai ciri khas 'bukan? Dan itu yang terjadi padaku, konsep sebenarnya dari bangunan Taj Mahal di India. Bangunan megah yang merupakan simbol cinta dari Kaisar Mughal, Shah Jahan, kepada salah satu selirnya, Mumtaz Mahal, itu berubah warna dari putih gading menjadi kuning, cokelat, dan hijau. Namun, penyebab dari perubahan warna ini adalah karena adanya polusi, debu dari pembangunan, dan kotoran serangga. Inovasi dan pikiranku mengarah kesana, karena daya tarik yang bisa di jadikan sample dan simbol dalam hasil rancangan ini." Ucap Ayu dengan lugas membuat semua orang menyukai konsep dari desainnya.
Ayu penanggung jawab hasil desainnya, memberikan isyarat untuk membawakan satu set perhiasan untuk membuktikan kebenaran di hadapan semua orang. Tak lama, satu set perhiasan berwarna putih datang, dengan cepat Ayu membuka kotak perhiasan itu dan memperlihatkan kepada semua orang. "Kalian tentu belum puas hanya dengan melihat video iklan saja, akan saya tunjukkan kehebatan rancangan dari perusahaan kami." Ayu mengambil sebuah kalung dan menyorotnya dengan menggunakan lampu berwarna merah. "Perhatikan ini," ucapnya dengan penuh keyakinan.
Semua orang sangat melihatnya dan sangat terpukau dengan kelebihan yang perhiasan itu. Mereka mulai berbisik-bisik dan tertarik presentasi Ayu yang sangat memanjakan mata. Farhan sangat bangga dengan Ayu yang menjelaskan secara detail, tapi pikirannya kembali memikirkan perusahaan lain yang sudah mengklaim hasil rancangan perhiasan itu dua hari yang lalu. "Semoga acara ini berjalan dengan lancar," batinnya.
Tiba-tiba seseorang menunjuk tangan ke atas, ingin mengungkapkan pendapat di hadapan semua orang. "Saya ingin bertanya!" ucapnya lugas.
"Ya, silahkan." Ujar Ayu yang mempersilahkan untuk berdiri.
"Apakah anda yakin itu hasil desain sendiri? Karena dua hari yang lalu, perusahaan lain telah meluncurkan hasil desain dan rancangan perhiasan yang sama." Ucap salah satu orang yang mempengaruhi semua orang, mereka mempertimbangkan ucapan dan pertanyaan dari wanita itu.
Setelah video iklan selesai di putar, para reporter membenarkan perkataan dari wanita yang bertanya, dan juga ikut andil dalam kontroversi itu. "Apakah anda mengambil karya orang lain?"
"Apa yang dikatakan wanita itu benar, apakah perusahaan anda mencoba melakukan tindak plagiarisme?"
"Kenapa anda mengklaim hasil desain dari perusahaan Malhotra Grup, ini termasuk dalam plagiat karya."
__ADS_1
Beberapa pertanyaan dari reporter berusaha menyudutkan Ayu, beberapa orang mulai berbisik mengenai kejadian ini.
"Tuduhan itu tidaklah benar, desain perhiasan ini murni aku rancang sendiri," bantah Ayu.
"Lalu? Kenapa perusahaan Malhotra Grup mengumumkannya dua hari yang lalu?"
"Saya juga tidak tahu bagaimana hasil desainku bocor ke perusahaan lain, dan aku sangat menyayangkan kejadian ini." Jelas Ayu.
"Apa yang dikatakan oleh sekretarisku benar, hasil desain itu di rancang olehnya," bela Farhan.
"Apakah ada buktinya?" tanya salah satu reporter.
"Tentu saja ada," sela seseorang yang tak lain adalah Gabriel, menghampiri semua orang untuk memberikan bukti.
Bukan hanya Gabriel saja, bahkan Raymond datang untuk membela Ayu. "Aku saksi dari perkataan sekretaris itu," ucap Raymond. Kedatangan dua orang yang sangat berpengaruh semakin membuat konferensi pers menjadi kisruh. Menarik perhatian semua orang, Farhan tersenyum karena adanya bukti dan juga saksi.
Para reporter tak henti-hentinya bertanya mengenai keaslian hasil desain itu, Ayu tak berputus asa mengingat beberapa pihak membelanya. "Aku sendiri mempunyai bukti mengenai hasil rancangan perhiasan itu," ucapnya berupaya untuk membalikkan keadaan.
Ayu langsung mengeluarkan bukti video dari polisi yang menunjukkan proses syuting di Danau. Salah satu dari mereka memutar video itu di layar besar, membuktikan kebenaran dari perkataan sekretaris HR Grup. Semua orang dan reporter terdiam saat melihat video itu benar adanya. Farhan, Gabriel, dan Raymond menyukai tindakan cerdas dari Ayu. "Luar biasa," gumam mereka serempak.
__ADS_1
Keadaan mulai terkendali, reporter juga berhenti bertanya mengenai desain itu. Namun, seseorang tiba-tiba datang untuk mengacaukan segalanya.