Sekretaris Vs Mr. Arrogant

Sekretaris Vs Mr. Arrogant
Bab 193 ~ Ada yang janggal


__ADS_3

Ciuman yang penuh pemaksaan membuat Ayu begitu terluka dengan apa yang dilakukan oleh Farhan, berusaha untuk melepaskan diri dari pria yang menurutnya egois. Dia mendorong tubuh kekar di hadapannya, tapi tangannya di cekal dengan erat dan menindihnya ke dinding menggunakan tangan berotot itu. 


Merasa tidak ada pilihan, Ayu hanya bisa menangis dalam kemarahan. Tak menerima perlakuan kasar yang malah membuatnya semakin ingin menampar pria itu, tapi hal itu tidak berlangsung lama saat terlintas cara untuk terlepas dari pria ganas. Menggigit bibir Farhan dengan sangat keras, hingga mengeluarkan darah segar sampai pria itu memberinya celah. Dia mengambil kesempatan dan menggunakannya dengan sebaik-baiknya, mendorong tubuh pria itu dengan kasar.


"Apa yang kau pikir, hah? Apa kau mengira jika aku akan diam saja dengan sikap kasarmu itu?" ucap Ayu yang mengancam.


Farhan menyeka bibirnya yang berdarah akibat gigitan wanita di depannya, menyeringai tipis karena tak merasa takut dengan ancaman itu. Berjalan maju untuk menakuti Ayu, membuat sang empunya memundurkan langkah.


"Mundur…aku bilang mundur!" pekik Ayu yang memberi peringatan keras, menggunakan kelima jari yang sekarang dihadapkan dengan Farhan.


"Setelah apa yang kau lakukan bersama dengan Gabriel? Kau diam saja saat dia memegang kedua tanganmu."


"Kau mendengarnya sendiri, bagaimana jawabanku yang menolak dirinya. Lalu, apa kabar dengan hubunganmu dan juga Kira? Dimana dia? Mengapa aku tidak melihatnya?" ucap Ayu yang memberikan pertanyaan membuat Farhan mendelik kesal.


"Menjawab pertanyaan dengan pertanyaan, dasar bodoh. Jawab pertanyaanku!" titahnya dengan tegas.


Ayu semakin marah saat pria itu selalu membenarkan diri, padahal kesalahan bukanlah miliknya sendiri. Terus memundurkan langkah karena merasa terancam dari Farhan yang melangkahkan kakinya ke arahnya, karena tak ingin ciuman susulan memutuskan untuk memundurkan langkah dengan melihat kebelakang. "Heh, kau hanya ingin penjelasan tanpa berniat untuk menjelaskan padaku. Apa yang sebenarnya kau inginkan, dasar egois dan plin-plan."


"Berani sekali kau menuduhku seperti itu, apa kau ingin dihukum seperti tadi?" Farhan menarik tangan Ayu secepat kilat dan menyeretnya ke dinding, menatap dengan tatapan tajam sebagai ancaman.


Ayu sangat terkejut dan tak menerima perlakuan kasar ataupun kemarahan dari pria itu, membalas dengan pelototan kedua mata yang tidak takut apapun. "Apa kau pikir aku takut dengan tatapanmu itu? Berhentilah mengancamku." 


Keduanya terus bertengkar tanpa menemukan titik ujung, saling mengancam dan merasa diri masing-masing lah yang menang. 


"Kau membatalkan pertunangan karena Gabriel, aku benar?"


"Salah, kau salah. Aku membatalkannya karena Kira kembali, sebenarnya apa yang kau inginkan?" Ayu menatap dua mata elang kiri dan kanan secara bergantian, menandakan dia ingin mencari jawaban. 

__ADS_1


"Ck, kau malah membawa Kira dalam pertengkaran ini."


"Hei, aku bukan wanita bodoh yang tidak mengetahui apapun. Aku memahami satu hal, jika kau pria yang sangat egois hanya menyalahkan diriku tanpa melihat kesalahanmu sendiri."


Farhan sangat marah dengan hinaan yang keluar dari mulut Ayu, dia semakin mencengkram kuat kedua bahu wanita itu. "Itu pasti hanya alasanmu saja yang ingin bersama dengan Gabriel."


"Tidak ada alasan yang lebih kuat dari masa lalumu itu, mana semua ucapan manismu? Kau memilihku, tapi apa yang aku lihat dan ternyata kau malah memilih Kira. Aku sadar diri dan tak ingin menjatuhkan harga diriku, memutuskan hubungan pertunangan merupakan jalan yang terbaik. Kau tiba-tiba saja datang kesini dan mencengkram kedua bahuku, memperdulikan perasaanmu sendiri dan tidak menghiraukan bagaimana terlukanya aku saat melihatmu terus menghabiskan waktu bersama dengan Kira.


"Aku menanyakan masalah Gabriel, tapi kau selalu mengungkit Kira."


"Heh, kau cemburu karena Gabriel menyatakan perasaannya kepadaku. Apa aku bisa menghentikan niatnya itu, tapi aku kembali menolak dan mengusirnya. Lupakan tentangku, bagaimana dengan dirimu? Bukankah kau menyukai Kira? Dia telah kembali, pergilah bersamanya dan jalani hidup rumah tangga dengannya, bukankah itu yang kau inginkan?" sindir Ayu yang mencibir pria plin-plan seperti Farhan.


"Dasar wanita, bisakah kau hanya membahas pertanyaanku saja!" 


"Dan kau kaum pria, berhentilah bersikap kekanak-kanakan. Lepaskan aku!"


"Tidak."


Farhan mengerutkan kening karena tak mengerti satu hal. "Aku sudah mengirimkan pesan singkat padamu, aku akan ke acaranya sedikit terlambat."


"Kau bohong!" tuding Ayu yang merasa tidak menerima pesan.


"Aku berkata jujur, aku sudah mengirimnya padamu."


"Tapi aku tidak menerima pesan apapun darimu!" tegas Ayu karena muak dengan situasinya saat itu.


"Apa?" perlahan Farhan melepaskan cengkramannya, mengingatkan sesuatu. Dia tampak berpikir dan saat itu, dia berada di toilet dan meninggalkan ponselnya. "Tunggu dulu, aku meninggalkan ponselku saat ke kamar mandi dan meminta Kira untuk mengirimkan pesan ku," batinnya. 

__ADS_1


"Kau bisa mengecek ponselku, tidak ada pesan yang kau kirimkan padaku. Hentikan drama ini, jika kau menyukainya maka kejarlah. Bukankah itu yang kau inginkan? Raihlah cinta masa lalumu itu."


"Aku tidak melupakan semua ucapanku saat kita terdampar dulu, perasaanku masih tetap milikmu. Aku mencintaimu dan hanya kau satu-satunya wanita di hatiku, tidak ada orang lain yang mempunyai tempat di hatiku ini. Jujur saja aku tidak mencintai Kira sama sekali, karena cintaku hanya untukmu. Lalu, bagaimana hubunganmu dengan Gabriel?"


"Aku bahkan menolaknya, kau pasti sudah mendengarnya sendiri. Ada satu hal yang ingin aku tanyakan padamu, apakah Kira benar-benar gadis kecil yang kau cari?" Ayu sangat ingin mendengar jawabannya, berharap bisa memuaskan dari perkataan pria di hadapannya. Ingin tahu kelanjutan apa yang akan dia dapatkan.


"Aku sangat yakin, dialah orangnya."


"Kenapa kau mempercayainya dengan mudah?"


"Karena adanya bukti yang membenarkan perkataannya."


Ayu merasakan ada yang tidak beres dengan rivalnya itu dan mencoba menyelidiki, kembali bertanya untuk mendapatkan sedikit informasi. Namun, hal itu tidak terjadi saat terdengar suara ponsel milik pria di hadapannya.


Farhan segera mengangkat telepon dan melirik Ayu, menghindari wanita itu dengan mengambil jarak beberapa langkah untuk menjauh.


"Halo."


"Apa?"


"Ya, baiklah. Aku akan segera kesana, kau tunggulah."


Farhan memutuskan sambungan telepon dan bergegas untuk pergi meninggalkan tempat itu.


"Kenapa kau begitu cemas, siapa yang menelepon?" tanya Ayu yang mengerutkan kening.


"Kira yang meneleponku," jawab Farhan dan berlalu pergi dengan langkah kakinya yang besar, segera menyelamatkan Kira.

__ADS_1


Hal itu membuat Ayu sangat kecewa, menatap punggung Farhan yang hampir menghilang dari pandangan. 


   


__ADS_2