Sekretaris Vs Mr. Arrogant

Sekretaris Vs Mr. Arrogant
Bab 247 ~ Alergi platinum


__ADS_3

Gabriel mengambil kesempatan dengan berperan sebagai Dev, dimana dirinya sangat dekat dan menikmati perannya itu apalagi dapat mencium sahabatnya sendiri yang selama ini dia dambakan. Itulah sebabnya mengapa dia sangat setuju, jika Ayu berperan menjadi protagonis wanita. Keduanya begitu menikmati dan bersikap profesional terutama sang protagonis wanita yang diperankan dengan sangat baik, ekspresi chemistry dan juga suasana yang mendukung membuat begitu banyak fans yang menyukai akting mereka yang sangat mendalam dan juga menjiwai. 


Luna yang diperankan oleh Ayu, memutuskan untuk mengendalikan hatinya yang tidak mau terlalu cepat setuju, hanya dengan ciuman dari lawan mainnya mengingat keduanya harus mendapatkan feel dari peran yang sedang mereka geluti sekarang. 


"Jadi bagaimana dengan cutiku? Jangan menganggap jika ciuman itu sebagai persetujuanku, butuh waktu yang lama untuk menjawabnya." Tutur Luna yang diperankan oleh Ayu, dia berekspresi dengan sangat bagus. Bahkan melebihi dari beberapa kandidat yang sebelumnya terpilih, tapi Gabriel menemukan pasangan dalam syutingnya yaitu sahabatnya sendiri.


"Entahlah, aku mengizinkanmu untuk cuti dan itu artinya kamu menerima cintaku." ucap Dev yang begitu percaya diri.


"Ayolah Dev, itu tidak mungkin terjadi. Aku belum menyetujuinya dan tidak akan menjawabnya dengan cepat."


"Apa aku harus menunggu lama untuk mengetahui perasaanmu padaku. Luna, kamu pasti tahu 'kan bagaimana cintaku padamu?"


"Sudahlah, tidak perlu membahas hal ini lagi. Aku hanya ingin cuti itu saja tuan."


"Baiklah, bagaimana jika aku mengantarmu pulang? Anggap ini sebagai permintaanku." 


"Itu ide yang sangat bagus, aku tidak masalah selagi Tuan mengizinkan aku untuk mengambil cuti."

__ADS_1


"Hem, ayo."


"Hem."


Semua para kru dan kameramen bersedia untuk menyorot dua orang yang tengah berada dalam peran di naskah yang sudah tertulis, ini saatnya mereka beralih pada lokasi yang berbeda. Kini tiba saatnya, Gabriel yang seolah-olah tengah mengendarai mobil berada di lokasi tujuan. 


Gabriel begitu menikmati perannya sebagai Dev, di mana keromantisan antara dua protagonis membuatnya sangat menyukai hal itu, dengan mengambil sedikit kesempatan yang nantinya akan membuat kenangan tersendiri di hati. Dia berjalan mendekati perannya wanita utama, dan ingin menahan agar Luna yang diperankan oleh Ayu tidak masuk ke dalam rumah itu. 


Keduanya sangat dekat, tidak ada jarak di antara mereka membuat sang sutradara begitu menantikan adegan ini. Dimana, keduanya saling berciuman mesra sebagai perpisahan. Namun, hal itu tidak terjadi di saat Gabriel tak sengaja Farhan yang sudah berdiri dengan raut wajah merah padam. Sajahnya yang membeku saat dia melihat sang rival berada di lokasi syuting, namun tak sengaja itu tertangkap oleh kamera dan ketiganya masuk dalam peran sebagai protagonis pria pertama dan kedua.


"Cut." Di saat itu pula sang sutradara mengakhiri perang. Hingga mereka yang berada di sekitar lokasi sangat tertarik dan menjadi pusat perhatian semua orang, dan para reporter juga bersemangat mengenai peran yang dijalankan oleh dua orang yang begitu menjiwai, menjalin chemistry yang sangat romantis dan kehadiran Farhan yang tak sengaja tertangkap kamera menjadi daya tariknya sendiri, semakin disukai oleh para penonton.


Para reporter mulai mengerubungi Ayu dan juga Gabriel, mereka sangat antusias dengan dua orang yang berperan dengan secukup baik dan berharap jika mereka mendapatkan hasil wawancara dan juga mengucapkan selamat atas keberhasilan dalam menjalankan akting.


"Akting anda begitu luar biasa Apakah ini hanya serial drama pendek atau drama panjang?" tanya salah satu reporter yang mengarahkan perekam suara sangat antusias dan ingin mendengar jawabannya.


"Saya cukup tersanjung dengan apresiasi yang kalian berikan mengenai akting yang diperankan oleh saya sendiri dan juga Farhan, cukup sulit untuk menyesuaikan dan mendapatkan Chemistry. Namun, Gabriel bisa mengarahkan ku ke arah itu, dan terciptalah suasana yang romantis, dan saya di sini sekalian ingin memperkenalkan drama terbaru kami berdua dengan beberapa episode pendek, dan berharap jika masyarakat menerimanya." Jelas Ayu yang masih merendahkan hati, dia tidak ingin terlihat sombong mengenai akting yang diperankan masih memuji sahabatnya yang pintar dalam membawa suasana.

__ADS_1


"Sepertinya kalian berdua akan menjadi penggemar, dari para remaja dan juga orang dewasa. Bagaimana dengan tanggapan anda tentang hal ini?" tanya reporter lagi yang kini beralih kepada Gabriel.


"Saya sangat bersyukur jika hal itu terjadi, itu artinya saya dan juga Ayu berhasil dalam peran dan itu, menjadi suatu hal kebanggaan tersendiri." Terang Gabriel yang sangat antusias memberikan jawaban dari pertanyaan para reporter.


Dua orang wanita sangat menyukai peran dari Gabriel dan juga Ayu, mereka membawa buket bunga di masing-masing tangan. 


Dua wanita yang mendapatkan kesempatan untuk bisa bertemu dengan sang idola mereka Gabriel dan juga Ayu, memberi masing-masing seikat bunga. Tetapi, tanpa sengaja bunga yang dipegang oleh wanita yang ingin menyerahkan bunga itu kepada orang yang berperan sebagai protagonis wanita, namun tak sengaja dia tersandung hingga bunga itu terlempar ke tubuh Ayu. 


Wanita itu cepat berdiri, dengan cepat berdiri lagi dan menundukkan kepala berusaha untuk meminta maaf dengan apa yang baru saja terjadi walau kesalahan itu bukan miliknya sepenuhnya. Dengan cepat Ayu mengambil bunga itu dan memungutnya dari lantai,bdia tidak menghiraukan bagaimana tanggapan orang lain tetapi pemberian orang lain merupakan suatu apresiasi pada dirinya sendiri. "Terima kasih dengan bunganya," ucapnya yang tersenyum.


"Maaf, saya tidak ada maksud untuk menjatuhkan bunga itu."


"Tidak masalah."


Para reporter kembali bertanya Ayu dan Gabriel, mengenai serial drama yang mereka jalankan sangatlah luar biasa dan bahkan mempunyai fans tersendiri. 


Kini tibalah saat Gabriel diwawancarai, mereka sangat antusias dan bersemangat. Namun, tidak bagi Ayu yang merasa ada yang aneh pada tubuhnya. Ya, dia menggaruk wajahnya yang sangat gatal, bahkan menimbulkan bintik-bintik merah dan itu sangatlah tidak nyaman. "Mengapa wajahku sangat gatal? Padahal aku tidak memakan makanan yang berpantang, aku hanya alergi platinum." Gumamnya di dalam hati, seraya tampak berpikir panjang mengingat dirinya tak mempunyai riwayat alergi selain platinum saja. Hal itu membuatnya berpikir mengenai kondisi nya saat ini, dan terakhir dia menyadari. Jika ada yang tidak beres dengan bunga yang dilempar tidak sengaja oleh seorang wanita.

__ADS_1


"Aku sangat yakin, jika bunga itu mengandung platinum. Tapi siapa kali ini? Begitu banyak musuh yang aku hadapi seorang diri, nasibku benar-benar malang." Racau nya di dalam hati yang sangat kesal.


 


__ADS_2