
Yuna terpaksa menghentikan langkahnya, raut wajah yang masih terlihat angkuh dan tak ingin mengakui jika dia juga bersalah dalam pembelaan untuk Jenni. Namun, wanita itu juga pintar dalam membaca situasi dan menempatkannya. "Untuk apa aku kabur? Aku tidak merasa bersalah," tuturnya membalas tatapan dari Ayu yang menjadi musuhnya saat ini.
"Tidak bersalah? Lalu, bagaimana dengan tuduhanmu padaku dan menjadi saksi untuk menguatkan bukti rasa bersalah?" tekan Ayu yang tersenyum miring, berjalan menghampiri wanita itu. "Kau ingin aku tendang? Dan barulah kau menyadari perkataanmu?"
Reporter terus meliput kejadian yang sangat memalukan bagi tiga orang wanita, ingin membuat mereka mengerti dengan menyadari kesalahan. Tapi itu hanya bersifat sementara, tak bisa mengubah cara pikir dan memaksakan pola pikirnya yang sama. Berita yang akan secara langsung tersebar di internet, jejaring sosial. Hal itu banyak mengundang perhatian orang lain, dan tak sedikit juga yang mengumpat perbuatan tercela dari Jenni dan kedua wanita lainnya yang ikut terlibat.
Ayu menarik nafas dengan dalam dan mengeluarkan secara perlahan untuk mengontrol emosi yang tidak stabil, dia kembali menatap Yuna yang dirasanya tidak mempunyai permasalahan dengan wanita itu tapi heran kenapa seakan wanita itu membenci dirinya."Mengapa kau ikut campur dengan ini? Bahkan aku tidak pernah mengusikmu ataupun mengganggumu. Apa yang menjadi pemicu utama dalam dendam yang terselubung di hati?"
Pertanyaan Ayu yang seakan memberi peringatan untuk tidak bermain-main dengannya, dan ingin mengetahui identitas mengenai permasalahan yang mereka hadapi. "Tadi kau begitu garang, tapi mengapa sekarang tiba-tiba terdiam. Ayo katakan, alasan apa yang membuatmu membenci ku?"
"Karena kau tidak tahu malu dengan merebut Gabriel dariku."
"Aku tidak merebut siapapun."
"Aku mendengar engkau mendekati para pria kaya, tapi aku tidak peduli itu. Mengapa harus Gabriel yang masuk dalam daftar pria di bukumu?"
"Dia hanya sahabatku, tapi apa urusannya denganmu?" Ayu acuh tak acuh, mengetahui begitu jelas jika Yoona mempunyai hubungan dengan Gabriel, sahabatnya.
"Tentu saja Ini berurusan yang berkaitan erat, kamu merebut calon tunanganku."
__ADS_1
"Tidak ada persahabatan antara pria dan wanita tanpa adanya perasaan yang tumbuh dari salah satu, dan kau telah merebut Gabriel yang sebentar lagi akan menjadi suamiku." sarkas Yuna yang begitu sombong mengakui dan mengklaim dirinya sebagai calon istri dari sang idola semua orang.
"Otakku tidak dangkal sepertimu, sebelum kau berurusan denganku sebaiknya urus kehidupanmu sendiri!" ada nada penekanan seakan mengancam, tapi tidak bisa berpengaruh kepada sang pianis wanita terkenal yang berada di hadapan mata.
"Aku tidak buta mengetahui mengenai dirimu, kau adalah pelakor merebut calon suamiku dan memikatnya menggunakan wajah lugu itu."
"Mau berapa kali aku mengatakannya, tidak akan berkesan kepadamu. Hubunganku dan Gabriel hanya sebatas sahabat saja dan tidak lebih daripada itu," Ayu tak bisa berlama-lama dengan orang yang tidak menyukai dirinya. "Ini hanya akan membuang waktu dengan sia-sia, sebaiknya aku pergi dari kerumunan sama orang," batinnya.
Senyum di wajah Kira kembali terpancar kebahagiaan melihat rival yang tertekan, dia tidak melakukan apapun tapi berharap jika ketiga wanita itu bisa diandalkan untuk menjatuhkan harga diri Ayu. "Wanita itu sangat malang, tidak lama lagi dia juga akan aku singkirkan."
Sementara Farhan terdiam dan tak ingin ikut campur karena ini permasalahan dari sahabat kecilnya yang menyukai orang yang sama, tidak tahu bagaimana bertindak selain mendengarkan jawaban dari sekretarisnya.
"Sudah cukup menghipnotis para pria kaya dengan wajahmu yang lugu, kau wanita yang tidak mempunyai rasa malu sedikitpun, dengan menyangkal pernyataan yang ada. Mau sampai kapan kau memakai topeng? Apa ini suatu kebiasaan karena pada kehidupan ekonomi yang memaksa untuk bertindak nekat."
"Apa yang kau katakan tidaklah beralasan." Cetus Ayu.
"Biar ku perjelas, wanita sepertimu tidak akan mengerti jika aku menerangkan hanya sekali saja. Aku mendapatkan informasi jika ada seorang wanita yang tinggal di apartemen milik Gabriel, calon suamiku. Aku sangat yakin jika orang itu adalah kau, apa namanya jika bukan seorang perebut?"
Pertikaian yang telah selesai dari satu wanita malah timbul dengan permasalahan yang baru, seakan tak memberinya celah untuk bernafas lega. "Gabriel sendiri lah yang memberiku tempat tinggal di apartemen miliknya tanpa aku minta, dia memaksaku dan aku menyetujuinya. Lagipula aku tidak tinggal satu atap, kami tinggal di tempat yang berbeda, apa itu masih disebut dengan perebut?" ungkap Ayu yang berusaha menjelaskan.
__ADS_1
Sementara di sisi lain, Gabriel yang tengah memainkan ponselnya sedikit terkejut dengan kabar yang tersebar luas di internet, sebuah pertikaian antara Yuna dan Ayu. "Mengapa dia mengakuiku dan mempermalukan wanita yang aku cintai, ini tidak bisa dibiarkan. Sebaiknya aku kesana dan melihat secara langsung apa yang sebenarnya terjadi." Tanpa menunggu waktu lagi, dia segera bergegas dari tempat itu menuju lokasi tempat kejadian bermula.
"Kau bohong, Gabriel tinggal di apartemen itu dan jangan menyangkalnya dengan omong kosong." Bentak Yuna yang tak tahan, berusaha untuk memutar balikkan fakta.
Ayu menggaruk daun telinga yang tidak gatal, dia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya jika meladeni wanita yang selalu saja mengibarkan genderang perang. "Aku sudah menjelaskannya padamu, dan jangan memutar balikkan fakta. Jika tak percaya, tanyakan saja kepada Gabriel."
Yuna tak bisa mengatakan apapun lagi, dia sangat geram dengan wanita yang cerdas dalam melawan perkataannya. Melangkahkan kaki menghampiri wanita itu dan hendak melayangkan sebuah tamparan. Tapi hal itu tidak terjadi, karena seseorang mencegah tangannya dan mencengkram kuat.
Ayu mengarahkan pandangannya pada seorang pria yang datang membela bak pahlawan kesiangan, pria tampan yang dia cintai membuatnya banyak musuh. "Farhan?" gumamnya yang merasa terkesan.
"Bersikaplah sewajarnya, jika sekali lagi kau melayangkan tangan itu jangan salahkan aku untuk memotongnya." Tatapan mata yang tajam dan dingin dipenuhi aura yang bisa dirasakan oleh orang sekitar, dengan sedikit mengancam membuat wanita itu gemetaran.
Kejadian yang sangat menarik dan dipertontonkan secara live, berita yang tersebar luas dan diketahui oleh semua orang lewat jejaring sosial dan juga internet.
"Sang idola Gabriel sudah berada di sini!" teriak seseorang yang tak sengaja melihat keberadaan dari idola mereka. Hal itu membuat semua orang menarik perhatian mereka, dan celingukan mencari keberadaan pria tampan yang dimaksud.
Yuna sangat terkejut dengan kedatangan Gabriel yang bisa merusak suasana yang baru saja mendapatkan celah.
__ADS_1