Sekretaris Vs Mr. Arrogant

Sekretaris Vs Mr. Arrogant
Bab 256 ~ The end season 1


__ADS_3

Semua bergembira menyambut pernikahan mewah dan meriah, begitu banyak para tamu yang menanti hari ini dan berpikir jika acaranya ditunda. Tapi sekarang kedua mempelai telah berdiri di altar dan mengucapkan janji suci sehidup semati, pria yang dianggap gay karena menolak wanita lain hanya menunggu cintanya. 


Semua tampak senang dengan pernikahan itu, hampir seluruh televisi dunia dan juga meliput acara membahagiakan bagi dua insan yang saling mencintai. 


Semua bersemangat dengan awal baru dari dua cucu, dan betapa mereka merasa bersalah. Hanya dengan melihat cover ataupun penampilan sederhana Ayu, sebagian pikiran sempit mengira jika wanita dan istri sah dari Farhan Hendrawan bukanlah orang sembarangan. Ya, kini identitas sekretaris itu telah diungkap oleh kakeknya dan juga Leon, selaku kakak tiri. Banyak kaum wanita yang iri dengan kebahagiaan itu dan beberapa orang sangat membenci pernikahan mereka.


Kira palsu yang bernama Iren meneteskan air matanya, bahkan dia mengamuk membuat beberapa orang memegangi tangannya. "Tidak…Farhan hanya milikku, tidak boleh wanita lain yang memilikinya." Pekik wanita itu dengan sangat histeris.


"Aku sudah memperingatkanmu di hari itu saat kita ke Bar, kau tidak akan berhasil dengan rencanamu itu, Iren." Ucap seorang wanita yang mencoba untuk menenangkan sahabatnya, dia sedih jika Iren yang menyamar sebagai Kira tidak bisa menerima hal itu dan menyebabkan wanita itu depresi. 


"Awas! Jangan halangi aku dengan hal ini lagi, aku akan membunuhnya…aku akan membunuhnya. Pergilah!" pekik Iren yang berteriak, seketika wanita itu tertawa dan tiba-tiba berubah menjadi ekspresi sedih. Guncangan kabar pernikahan dari Farhan dan Ayu membuat otaknya tidak bisa menampung segalanya.


Inez menangis melihat nasib temannya yang suka berteriak, menangis, dan tertawa. Wanita yang sudah tidak waras karena terjebak dengan permainannya sendiri yang diatur oleh Leon yang sekarang sudah bertaubat. "Masih banyak pria lain, jangan mengganggu Farhan atau pria lain yang sudah mempunyai pasangan. Kau masih muda, jangan membuat dirimu begitu malang dengan berteriak."


"Aku tidak peduli, berikan Farhan padaku atau kau kubunuh." Iren tertawa jahat sembari mencekik sahabatnya sendiri, berpikir jika itu adalah rivalnya, Ayu. 


Inez terpaksa menampar Iren, hingga wanita yang mencekiknya itu sadar apa yang dilakukan. 


"Farhan, di–dia hanya milikku…hiks." Iren menangis histeris, namun apapun yang dia lakukan tak mengubah segalanya sesuai kehendak, menangis menyesali dirinya yang tidak mencapainya. 


"Lupakan pria itu, walaupun kau menangis darah sekalipun."


Seketika Iren tertawa lepas membuat Inez turut bersedih, dan dengan terpaksa membawa gadis itu dalam mobil rumah sakit jiwa, akhir dari perjalanan wanita yang merusak kebahagiaan Ayu. 


Sementara di sisi lain, Gabriel sangat patah hati dan bahkan rapuh dengan kabar yang sudah tersebar. Pernikahan Ayu dan Farhan sangat mempengaruhi dirinya sendiri, tidak ada semangat hidup di dalam hatinya yang sudah layu. 


"Aku kalah…aku kalah," racau nya sembari meneguk alkohol yang begitu menyakiti tenggorokannya. Pria malang itu lebih banyak menghabiskan waktunya di Bar, dan sering mabuk-mabukan. 

__ADS_1


Tanpa disadari, seorang pria di meja lain terus memperhatikan hal itu dan menyeringai. "Dasar pria lemah, hanya karena wanita dia rela melakukan hal ini, bodoh." Umpat seseorang yang berjalan menghampiri Gabriel.


"Hai Bung, kau sudah banyak minum. Hentikan menyakiti dirimu sendiri!" 


Gabriel menoleh dan melihat seorang pria tampan yang dikenal olehnya. "Kau? Pergilah dan jangan halangi aku kali ini, kau tidak akan mengerti dengan rasa sakit yang aku alami." 


Seketika pria itu duduk di sebelah Gabriel, tertawa tipis dengan Gabriel yang sudah seperti pecandu. "Rasa sakit itu bahkan sudah aku rasakan lebih dulu, anggap aku ini seniormu. Aku sudah terbiasa dengan hal ini, jadilah pria payah seperti ini dan hancurkan semua apa yang kau raih." Ungkap Reymond yang menghidupkan pemantik api dan menghisap rokok, mengepulkan asap seakan masalahnya hilang di saat itu juga.


"Ck, rasa sakit yang aku alami lebih dalam dan cintaku jangan kau tanya, sangat besar." Gabriel tertawa membuat Reymond ikut tertawa.


"Jangan lupakan, jika wanita bukan hanya dia. Daripada kau menderita, aku punya satu obat yang pasti membuatmu tenang." 


"Apa kau bercanda?" 


"Tidak, kau mau tahu? Akan aku bisikkan." Seketika Reymon mendekat dan berbisik, mengatakan jika mereka akan mencari ketenangan dengan ke desa terpencil. 


"Kenapa? Siapa tahu jodoh kita ada disana. Aku menyarankan hal yang benar dengan melupakan Ayu, karena aku juga mencintai wanita itu yang menikah dengan pria sialan itu. Kehendak takdir tak bisa dilawan, jangan menolaknya."


Seketika Gabriel tertawa. "Dasar bodoh, kau membuat penawaran pada pria mabuk sepertiku. Apa kau waras?"


"Setan, kau sendiri bukan kehilangan kesadaran penuh." 


"Hah, kau benar juga." Sahut Gabriel yang tertawa dan mulai menghilangkan rasa sakit dihati, sedangkan Reymond juga ikut tertawa. Keduanya menjadi akrab dan bersahabat, menjalin hubungan di tempat yang di anggap tidak layak.


****


Farhan sudah tidak sabar ingin malam pertama, namun keluarganya seakan menahan dirinya untuk masuk ke dalam kamar. "Ini malamku, mengapa kalian malah menahanku disini?" protesnya kepada semua orang. 

__ADS_1


"Apa anumu itu sudah gatal? Duduklah disini, dan katakan perasaanmu setelah mengikat janji dengan adikku."


Dengan cepat Farhan menoleh ke sumber suara. "Kau akan mengerti setelah menikah nanti, mengapa kalian begitu tidak adil padaku?" geramnya yang ingin beranjak dari tempat itu. "Sudahlah, Ayu menungguku!"


"Ayu yang menunggumu atau kau yang tidak sabar?" goda Hendrawan membuat Farhan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. 


Semua orang tertawa dengan sikap pengantin pria yang cengengesan. "Mau bagaimana lagi?"


"Kau temani kami satu jam lagi, bagaimana?" tutur Leon yang memegang bahu adik iparnya.


"Ck, itu hanya alasan kau saja."


"Benar apa yang dikatakan oleh Leon, bersantailah disini." Bujuk Tirta yang tertawa dan diikuti oleh Hendrawan yang tersenyum geli.


Farhan tersenyum saat mendapatkan sebuah ide yang sangat ampuh. "Apa kalian ingin menunda punya cicit? Aku yakin dengan kualitas kecebong ku yang berkualitas unggul, dengan gen sempurna. Aku akan duduk disini dan menunda untuk punya cicit, bahkan akan menemani kalian." 


"Apa? Cicit? Hei, jangan menunda hal itu. Kami sangat merindukan suara bayi disini, sebaiknya kau pergi!" Hendrawan mengusir Farhan.


"Oh, tidak Kakek. Kalianlah yang menginginkan ini, dan aku akan mengabulkannya." Farhan pura-pura mengikuti perkataan kedua kakeknya, bahkan Leon mengumpatinya dengan kata sial.


"Jangan tersinggung, pergilah dan buatkan kami cucu kembar. Kau tahu sendiri 'bukan? Kami tidak ingin rebutan." Ungkap Tirta yang membujuk Farhan.


"Baiklah, pastikan tidak ada yang menggangguku." Farhan melirik Leon. 


"Sial, jangan menatapku seperti itu. Enyah kau dari sini!" umpat Leon yang memalingkan wajahnya, kesal dengan raut wajah sang adik ipar yang begitu sombong.


Farhan berlalu pergi dengan hati yang berbunga-bunga, dia masuk ke dalam kamar dan menikmati acara puncak sepasang pengantin.

__ADS_1


__ADS_2