Sekretaris Vs Mr. Arrogant

Sekretaris Vs Mr. Arrogant
Bab 224 ~ Terungkap


__ADS_3

Ayu menyangkalnya dengan begitu mudah mencoba untuk membalikkan keadaan yang seharusnya terjadi, menatap wanita itu serius membuat semua orang kembali berpikir mengenai kejadian sebenarnya. "Mengapa kau diam saja? Aku menantangmu sekarang!" tuturnya sekali lagi.


"Ck, kau seperti itu karena takut jika kedokmu terungkap sekarang. Benar begitu?" ujar Kira.


"Yang takut hanyalah orang bersalah, dan aku tidak takut apapun!" tegas Ayu yang menatap wanita itu tanpa ekspresi, mengingat orang lain juga menuduh dirinya. 


Farhan  ingin mengeluarkan suara, tapi dihentikan Ayu yang merasa itu adalah urusannya dengan Kira, yakin bisa menyelesaikan permasalahan yang ada. 


"Semua sudah terbukti, apa yang ada di layar komputer terlihat oleh semua orang."


Ayu tersenyum, melipat kedua tangannya di depan dada. Tersenyum karena wanita yang berada di hadapannya tidak terlalu pintar, sandiwara yang terus dimainkan belum juga usai. 


"Itu belum bisa disebut sebagai bukti, aku menaruh kepercayaan kepada Ayu. Sudah cukup tuduh menuduh, aku tahu bagaimana dirinya yang tidak akan melakukan hal sekeji itu." Ungkap Farhan yang mulai bosan dengan tuduhan beruntun dari Kira. 


Kira segera menoleh. "Yang bersalah tentunya harus dihukum, dia melakukan ini untuk meraup keuntungan."


"Keuntungan apa yang sedang kau bicarakan?" sela Ayu. 


"Tentu saja kerjasama mu dengan perusahaan Sky Grup, mengakulah…dibayar berapa kau?" 


"Jangan menatapku begitu, aku sudah cukup menahan sabar, aku juga sudah melihat akting dan permainanmu. Sekarang waktunya aku mengeluarkan bukti ku!" tatapan tajam yang dilemparkan pada Kira, tidak berusaha seberapa hebatnya wanita itu untuk menjatuhkan dirinya di hadapan semua orang. Bertepuk tangan sebanyak dua kali, hingga semua orang melihat seorang pria yang mengenakan Hoodie berjalan menghampiri.


Di dalam hati Kira bertanya-tanya, siapa pria itu dan apa hubungannya dengan permasalahan mereka. Begitupun dengan Farhan, dia menyipitkan kedua mata agar melihat wajah pria itu segera. Melirik Ayu sekilas secara bergantian, ada beberapa pertanyaan yang ingin dia tanyakan kepada sang sekretaris.


"Siapa pria itu dan apa hubungannya dengan Ayu?" gumam Farhan tampak berpikir. 


Alvaro tersenyum dan berlagak seperti pria normal lainnya, terlihat lebih kalem dan pendiam. Menyusuri pandangannya kepada semua orang, telah berhasil menjadi pusat perhatian semua orang. "Apa kau pikir aku ini pengawal? Sekali lagi kau memanggilku begitu? Aku tidak akan datang untuk membantu," bisik nya yang mengancam Ayu.

__ADS_1


"Agar terlihat lebih meyakinkan dan juga keren, dan aku tidak menyangka jika kau bisa bertingkah seperti pria norma." Balas Ayu yang menggoda temannya.


"Aku akan membalasmu nanti," ancam Alvaro membuat raut wajah Farhan berubah. 


"Mereka tampak akrab, siapa pria jelek itu?" gumamnya di dalam hati, dongkol melihat kebersamaan Ayu dn juga Alvaro. "Ehem," dengan sengaja dia berdehem keras, memberi peringatan kepada dua orang yang menjadi pusat perhatian. 


"Sepertinya dia cemburu?" bisik Alvaro yang menahan tawa.


"Huss, diamlah! Aku membutuhkan bantuanmu sekarang!"


"Siap, bos." Jawab antusias Alvaro yang mendapatkan reward berupa cubitan panas dingin berkisar sembilan puluh lima derajat. "Aarg," erangnya tampak kesal sembari mengelus pinggangnya.


Ayu melototi sang hacker agar tidak memanggilnya dengan sebutan bos, karena identitasnya masih disembunyikan hingga saat ini. Untung saja pria itu mengerti dan serius, dengan cepat menyelesaikan permasalahan. 


"Saya bisa membuktikan jika penawaran itu bocor, dan membuktikannya dengan jadwal pengiriman yang sebenarnya." Terang Alvaro yang sangat serius, melirik Kira penuh arti.


"Dia akan tetap membuktikannya, kenapa kau terlihat gelisah begitu?" sela Ayu tersenyum miring. 


Farhan masih memperhatikan situasi yang terjadi, mengizinkan Alvaro untuk mencari kebenaran. Dia sangat yakin, jika Ayu tidak bersalah dalam kasus ini dan membuktikan kepada semua orang mengenai tuduhan Kira yang tak berujung. "Baiklah, tapi siapa kau?" 


"Nama tidaklah penting, aku datang ingin meluruskan masalah ini saja." Jawab Alvaro. 


"Hem, aku izinkan."


Alvaro berjalan ke komputer Ayu, mengutak atik dan memasukkan beberapa kode yang pastinya akan mengungkap jadwal pengiriman. Tidak memerlukan waktu yang lama, hingga muncul jadwal sebenarnya. "Ada dua alamat yang sama dengan waktu yang berbeda, jadi bisa dikatakan pengiriman pertama juga kedua. Wanita itu mengatakan jam sepuluh pagi, tapi waktu pengiriman sebenarnya adalah semalam jam satu. Seseorang berhasil mengubah waktu dan menggantinya, ingin menjebak temanku dengan tipu muslihatnya." Jelas nya yang melirik Kira dengan tajam.


"Ya, dan orang itu adalah orang yang menuduh ku, Kira." Sambung Ayu yang menunjuk musuhnya.

__ADS_1


Kira tersentak kaget, bingung dengan situasinya saat ini. "Si-siapa pria itu? Apa dia hacker?" gumamnya di dalam hati, dia sangat gugup. "Itu bohong! Kalian sudah menyabotase dan bekerjasama dengan membalikkan keadaan!" ucapnya yang meninggikan suara satu oktaf, melemparkan tatapan kebencian penuh kemarahan.


"Kau ingin menyangkal ini lagi? Mau sampai kapan kau berada dibalik topengmu? Semua sudah jelas di sini. Apa kau pikir aku diam saja setelah tuduhan mu itu? Aku melihat, bagaimana kau menyentuh komputerku." Balas Ayu yang tak bisa menahan amarahnya. 


"Aku tidak melakukan hal itu, aku tidak melakukannya!"


"Benarkah? Lalu, mengapa kau takut dan terlihat sangat gugup? Dahimu juga berkeringat." 


Kira terus menyangkal, tidak ingin mengakui. Rencananya kali ini hancur dan di patahkan dengan mudah oleh Ayu yang ternyata lebih cerdik darinya. Memandang semua orang yang menginginkannya untuk menjelaskan masalah yang terjadi saat ini.


"Santailah, jangan menjadi patung karena itu tidak diperlukan sekarang. Ada satu hal lagi, mengenai munculnya keberadaanmu di hari pertunangan ku dan juga Farhan." Tutur Ayu menarik perhatian Farhan.


"Apa yang ingin kau tunjukkan?" desak Kira.


"Sabarlah, jangan terlalu terburu-buru. Kau juga pasti tahu bagaimana jalan ceritanya!" sahut Ayu yang menganggukkan kepalanya sekali, menggerakkan tangan dan tersenyum tipis. "Di saat hari pertunangan, tiba-tiba kau muncul dan dengan sengaja menabrak mobil Farhan. Apa aku benar?" 


"Dari mana kamu tahu?" tanya Farhan penasaran.


"Itu tidak penting, yang jelas itu sudah direncanakan oleh Kira yang ingin menciptakan masalah diantara kita."


"Heh, apa yang ingin kau buktikan?" ejek Kira yang mencibir. 


Ayu tersenyum dan segera mengeluarkan selembar foto, memperlihatkan kepada semua orang, juga Farhan. "Apa kau mengenal foto ini?" tunjuknya.


"Itu Kira dan dua orang pria yang mengejarnya, mengaku sebagai rentenir."


"Yap, kau pintar dan bisa mengetahui apa yang aku pikirkan." 

__ADS_1


Farhan mengepalkan kedua tangannya, mengetahui jika pertemuannya dan Kira sudah direncanakan, dia sangat marah, menatap tajam wanita itu.


__ADS_2