
Sedari tadi Farhan melihat wanita itu melamun, entah apa yang dipikirkan oleh wanita itu yang membuatnya sedikit cemas. Tapi dia tidak ingin mengganggu, hanya melihat ekspresi dari Ayu dan mencoba untuk bertanya. "Apa yang kamu pikirkan, Jika ada yang mengganggu katakan saja padaku?"
Dengan cepat, Ayu terbangun dari lamunannya Menoleh ke asal suara, yang sudah dari tadi menatapnya. "Tidak apa-apa, maafkan aku yang melamun. Tapi ini seperti Dejavu, tempat di mana kau pernah menyatakan perasaanmu, disaat kita naik kapal pesiar milik kakek Tirta."
Farhan tersenyum lega, dia berpikir jika Ayu memikirkan pria lain di saat romantis mereka. "Aku masih ingat dengan semua itu, membuat kejutan yang sederhana ini agar kau menerimaku."
"Apa maksudnya itu?"
"Nanti kau akan mengerti, tunggu saja beberapa saat lagi. Tapi sebelum itu, makanlah makanannya terlebih dulu."
Ayu mendelik kesal, karena dia sangat penasaran apa yang akan dilakukan oleh Farhan mengenai kejutan yang akan didapatnya. "Ayolah, katakan sekarang! Aku sangat penasaran."
"Tidak, habiskan dulu makanannya. Nanti akan aku beritahu!"
Ayu segera menganggukkan kepala, mengambil dan memakan makanan yang ada di atas piring di hadapannya. Sebuah makanan kesukaan yang tersaji, membuatnya begitu lahap dan menikmati kencan yang dibuat oleh Farhan. "Ini tidak buruk, sejak kapan dia menjadi romantis ini? Bahkan aku tidak mengingatnya, kapan terakhir kali kami berkencan." gumamnya di dalam hati sembari tersenyum bahagia.
Farhan ikut bahagia jika wanita dihadapannya merasakan hal yang sama. "Ini baru awalnya saja, semoga saja kejutan berikutnya dia suka," batinnya.
Kedua insan yang tengah dimabuk asmara, menikmati makanan yang tersaji di atas meja yang sudah disusun dengan sedemikian rupa. Cahaya rembulan yang terpantul di air dan juga hembusan angin laut, tak lipa deburan ombak menjadi nyanyian merdu di teling, membuat suasana kian romantis.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, makan malam telah usai. Farhan menghampiri Ayu yang terlihat cantik di malam itu, sorotan mata yang selalu tertuju kepada mantan calon tunangannya menikmati kecantikan yang disuguhkan di hadapan.
Sementara Ayu juga menatap pria itu, menerima uluran tangan, hingga dia berdiri dan tak sengaja menabrak dada bidang. Pria yang terlihat tampan di malam ini membuatnya begitu terpesona, apalagi dengan sikapnya yang begitu manis menyanjungnya dengan memberikan hal-hal romantis. Dia tidak tahu, entah dari mana pria itu belajar, tapi yang jelas sikapnya membuat dirinya tidak akan melupakan malam ini.
Farhan memeluk Ayu dengan sangat erat membuat jantung keduanya berdetak dengan kencang. Alunan suara ombak masih terdengar di telinga, suasana yang sangat sunyi dan cahaya rembulan menemani membuat keduanya hanyut dalam suasana yang sangat romantis. "Ada yang ingin aku berikan lagi, aku yakin kau pasti menyukainya."
"kejutan lagi? Apa itu?"
"Ayo, ikuti aku!" Farhan segera menarik tangan Ayu dan membawanya menuju ke suatu tempat, tak jauh dari mereka ada sebuah helikopter yang tiba-tiba datang menghampiri. "Ini kejutan kedua, sebaiknya kita masuk ke dalam." Ucapnya dengan penuh semangat.
"Apa maksud dari semua ini? Sebuah helikopter?" tanya Ayu yang mengerutkan keningnya karena penasaran, sementara Farhan terkekeh dengan pertanyaan dari wanita itu yang terlihat sangat menggemaskan.
Ayu begitu bersemangat untuk menunggu kejutan berikutnya dari pria itu, dia salah berpikir jika Farhan menyatakan perasaannya di atas kapal pesiar, tetapi asumsi darinya tidaklah benar. Dia segera mengikuti kemana pria itu membawanya, rasa senang dan juga rasa penasaran membuatnya ingin menikmati tanpa ingin bertanya.
Farhan membantu Ayu untuk naik helikopter, dan dia juga masuk ke dalam dan duduk di samping sang wanita pujaan. Berharap jika kejutan yang dipersiapkan ini, akan disukai oleh wanita di sebelahnya.
"Ke mana kamu akan membawaku?"
"Kita akan menemui kedua orang tuamu."
__ADS_1
Ayu tidak bertanya lagi, jika ini menyangkut masalah kedua orang tuanya. Helikopter mulai naik ke atas dan membawa mereka terbang tinggi, angin laut yang masih berkompromi membuat mereka menikmati suasana dari atas sangat terlihat indah. "Aku ingin menemui calon mertuaku, itulah sebabnya Aku melakukan ini." Jelasnya yang membuat Ayu tak mengerti.
"Aku masih tidak mengerti?"
"Tunggu sebentar lagi."
"Hem, baiklah."
Ayu begitu terhanyut dengan kejutan yang diberikan oleh Farhan, melihat pemandangan dari atas sangatlah menyenangkan dan juga romantis. Beberapa suara yang diciptakan, dan tidak ada obrolan lagi membuat suasana menjadi hening. "Apa dia akan menyatakan perasaannya kepadaku?" batinnya yang mencoba untuk menebak, mengapa pria itu tiba-tiba saja bersikap romantis. Bisa dipastikan, jika mantan calon tunangannya itu akan mengungkapkan perasaan di atas helikopter.
Farhan segera meraih tangan Ayu, apalagi ketinggian yang sudah diperhitungkan oleh pilot sesuai arahan dari sang pemilik helikopter. Menggenggam tangan dengan lembut, seakan tak ingin melepaskannya. Ingin sekali waktu terhenti, untuk menikmati kebersamaan dan melukis sebuah kenangan indah. "Aku membawamu kesini, ingin menemui kedua orang tuamu dan juga ada satu hal lagi yang akan aku beritahu."
"Katakan saja!"
"Dari atas ketinggian, aku menggenggam kedua tanganmu dan juga menatap matamu dengan dalam. membawamu di hadapan kedua orang tuamu yang sudah menjadi dua bintang di sana." Ucap Farhan, sembari menunjuk bintang yang bertaburan di atas langit memilih dua bintang yang berdekatan yang paling cerah yang berkelap-kelip.
Ayu melihat ke arah yang ditunjuk oleh Farhan, dia tahu jika dua bintang itu bukanlah orang tuanya. Hanya saja, dia ikut menikmati apa yang akan diberikan oleh mantan calon tunangannya. "Dari tadi dia mengatakan jika dua bintang di atas langit adalah kedua orang tuaku, ini seperti hal yang mustahil tetapi aku menyukainya." batinnya, hatinya tergerak dengan ungkapan manis yang dilakukan oleh pria itu, juga melakukan hal yang sama dan berkontak mata sangat dalam.
"Aku ingin di tempat ini dan juga di waktu ini, kau menyimpan sebuah kenangan yang akan aku ukir, dan disaksikan oleh dua bintang. Aku ingin hidup bersamamu, menghabiskan masa tua bersama dan mempunyai keturunan yang akan menjadi penerus keluarga." Farhan mengeluarkan sebuah cincin putih dengan permata berlian yang berkilau, memperlihatkannya kepada Ayu. "Aku sangat mencintaimu, maukah kau terikat denganku?"
__ADS_1
Ayu melihat cincin putih yang disuguhkan di hadapannya, sebuah cincin yang menjadi saksi bisu di antara mereka di malam itu. Ya, cincin itu merupakan cincin pertunangan mereka yang batal gara-gara kedatangan dan kehadiran dari wanita masa lalu Farhan. Dia tidak menjawab perasaan dari pria itu, dengan cepat masih menimbang-nimbang apa yang harus dia katakan. Jujur saja, dia menyukai hal-hal yang berbau romantis pria tampan yang mengenakan setelan jas, menyatakan cinta di atas ketinggian.