Sekretaris Vs Mr. Arrogant

Sekretaris Vs Mr. Arrogant
Bab 66 ~ Audisi iklan


__ADS_3

Ayu yang hendak turun dari mobil saat melihat pria itu berjalan dengan lambat, menyusul Farhan dengan menarik tangannya lembut. "Apa kau ingin sakit? Cepat masuklah ke dalam mobil." Desak Ayu. 


Farhan tersenyum tipis saat mengetahui wanita itu yang mengkhawatirkan nya, seketika senyum itu hilang saat nama Gabriel masih menghantui pikirannya. "Apa kau mencintai Gabriel?" Itulah kata yang keluar dari mulut Farhan, Ayu menghentikan langkah kakinya dan menoleh menatap Farhan. 


"Apa maksudmu?"  Ayu mengerutkan keningnya seraya menatap Farhan.


"Apa itu karena Gabriel, kau lari dari pelukanku?" Farhan menatap Ayu dengan menyelidik, berusaha mencari kebenaran di mata wanita itu. 


Ayu melongo, dia tidak mengerti dengan ucapan Farhan. Apalagi Gabriel hanya di anggap sebagai teman, walaupun pria itu selalu saja menyatakan perasaannya. "Kau salah mengartikan tindakan ku." Tegas Ayu yang mengatakan sebenarnya.


Farhan mendecih dan tertawa menyeringai, menghempaskan tangan Ayu. "Terlihat jelas bagaimana pria itu mengejarmu." Mengusap wajahnya dengan kasar karena kecewa. 


Ayu terdiam, sikap tidak terbuka keduanya membuat mereka salah paham mengenai perasaan yang sesungguhnya. Ayu mendelik dan membiarkan Farhan untuk berbicara sesukanya. "Apa kau sudah selesai? Masuklah ke dalam mobil atau kita akan sakit?!"


"Apa kau menyukai Gabriel?" Tanya Farhan  mengulang kalimat yang sama. 


Ayu terdiam mendengarnya, tak percaya jika Farhan mengulang kata yang sama. Dia tidak menyukai jika ada yang menyentuh topik pribadinya dan tidak menyukai orang lain menanyakannya. "Jangan seperti anak kecil, selalu menanyakan hal yang tidak penting. Apa hubunganmu denganku, hah? Apa karena kita dijodohkan? Sudah aku katakan, jika aku tidak menyukai orang lain mengungkit masalah pribadiku ataupun menyinggungnya. Aku tidak mengerti dengan sikapmu ini, bukankah di awal kita bertemu tidak menyukaiku? Jangan samakan aku dengan Kira mu itu, aku Ayu hanya Ayu." Ucapnya yang meninggikan suara. 


Ayu terus memarahi Farhan berulang-ulang, karena tidak menyukai tindakan pria itu yang seakan cemburu padanya. Apalagi Ayu sangat paham, jika di hati Farhan hanya ada Kira. Sedangkan Farhan hanya merenungi semua itu, dengan cepat Ayu mendorong tubuh Farhan untuk masuk ke dalam mobil. Keduanya kembali terdiam, Ayu mengambil alih dan mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang, untung saja kerusakan saat kecelakaan tadi hanya ringan dan Farhan bahkan sudah membenarkan mesinnya. 


****


Di siang hari.. 


Ayu bersiap-siap datang ke studio untuk audisi, melihat jam di layar ponselnya, berharap jika dia tidak datang terlambat. Baru beberapa langkah, dia melihat Gabriel yang sedang duduk dan tersenyum untuk menunggu kedatangannya. 


"Ayu." Sapa Gabriel yang tersenyum

__ADS_1


"Gabriel."


"Akhirnya, kau datang juga."


"Tentu saja, apa ada sesuatu?" Tanya Ayu yang mengerti tindakan Gabriel. 


"Itu benar, aku sudah menemukan pelaku yang menyebarkan foto kita saat di Cafe." Ujar Gabriel yang sangat antusias dan bersemangat. 


"Sungguh?" Ayu menatap Gabriel dengan semangat, dia sangat tertarik dengan pembahasan itu. 


"Ternyata video dan foto kita tersebar saat di Cafe itu di ambil oleh dua orang wanita yang membuat keributan di luar ruangan."


"Dua orang?"


Dengan cepat Gabriel menganggukkan kepala. "Mereka adalah Jenni dan juga Clara, untung saja tim informasi ku menemukan mereka dengan cepat. Sayang sekali, jika saat itu aku mengecek ponselnya, mungkin ini tidak akan terjadi." Gabriel menatap ke bawah karena sedikit kecewa dengan tindakannya yang kurang teliti.


"Sudah kuduga, trio ubur-ubur itu selalu saja mencari masalah. Pasti dalang nya adalah Vanya, siapa lagi jika bukan dia?" Gumam Ayu. Dia sangat kesal dengan perbuatan Jenni dan Clara yang menyebarkan fotonya bersama dengan Gabriel saat di Cafe. Bukan hanya foto, tetapi juga video yang membuat Ayu geram dengan tindakan Vanya dan kedua temannya. 


"Tentu saja, semua akses untuk membuka video dan foto telah dihapus."


"Itu bagus."


"Sangat disayangkan, jika video dan foto kalian tersebar di jejaring sosial." Celetuk seseorang yang tak lain adalah kekasih dari Raymond Arnold. Dia mendengar pembicaraan mereka, dan bergabung untuk meramaikan situasi. 


Gabriel dan Ayu menatap Raina dengan pongah. "Darimana kau datang? Aku sangat terkejut dengan kehadiran mu yang tiba-tiba." Ucap Ayu. 


Raina menoleh ke samping dan tersenyum. "Sebenarnya aku ingin menyapa kalian, tapi aku tak sengaja mendengar pembahasan kalian membuat ku tertarik."

__ADS_1


"Apa kau yakin?" Gabriel menatap Raina dengan tanda tanya. 


"Tentu saja, tidak ada untungnya bagiku!" Ujar Raina sombong. "Orang itu pasti dari haters mu?!" Dia melirik Gabriel dan mulai menebak-nebak siapa pelakunya. 


Gabriel dan Ayu saling melirik satu sama lain, mereka tidak ingin mengatakan pelaku yang sebenarnya. "Untung saja, dia tidak mendengar siapa pelakunya! Kedatangan wanita ini membuat aku terkejut, sebaiknya aku sedikit waspada kepada Raina." Batin Ayu yang menghela nafas lega, dia tidak bisa mempercayai siapapun selain dirinya sendiri. Apalagi Raina yang tiba-tiba sok akrab dengannya, dia sangat paham bagaimana waktu acara rapat dengan Raymond, sikap yang tidak sopan Raina membuatnya berpikir berulang kali.


"Mungkin saja," sahut Gabriel yang juga tidak mengatakan apapun kepada Raina. 


"Tega sekali mereka melakukan itu hanya untuk keuntungan pribadi." Celetuk Raina yang berempati. 


"Hem." 


Mereka bertiga sampai di tempat audisi, ketiganya kembali menjalankan pekerjaan masing-masing. Sementara Ayu, kembali melanjutkan pekerjaan dengan memantau secara langsung. Tiba-tiba, Farhan datang untuk mengawasi jalannya audisi. Aura yang sangat mencekam di ruangan itu, dapat dirasakan oleh semua orang yang ada di sana. Semua orang menundukkan kepala, tak berani kontak mata secara langsung dengan sang bos. Menyambut kedatangan Farhan, dan tak ingin mengabaikannya. 


"Kalian, kembali bekerja!" Titah Farhan dengan wajah datar. Tak sengaja matanya menatap netra mata Ayu beberapa saat, tapi kembali fokus dengan pekerjaannya. 


Ayu mulai mengambil gambar untuk audisi, tiba-tiba terhenti saat mendengar suara dari luar yang berteriak memanggil Farhan. "Siapa yang memanggilku saat sedang bekerja?" Gumam Farhan yang tidak menyukai pekerjaannya terganggu. 


"Farhan, buka pintunya. Aku yakin kau pasti di dalam, biarkan aku masuk ke dalam." Teriak orang itu yang terus membuat suara berisik, mengganggu ketenangan semua orang di dalam ruangan. 


"Suaranya seperti Vanya." Lirih pelan Ayu. 


Farhan berjalan menuju pintu untuk melihat siapa pelakunya, di saat dia membuka pintu membuatnya terkejut dengan kedatangan Vanya. "Kenapa kau ada di sini?"


"Aku ingin masuk?!" Ucap Vanya dengan sorot mata penuh harap. 


"Tidak, kau tidak boleh masuk!" Tolak Farhan yang ingin menutup pintu. 

__ADS_1


"Biarkan aku masuk, aku tidak akan mengganggumu." Rengeknya yang memegang tangan Farhan. 


"Tidak, sebaiknya kau menunggu di luar." Farhan menolak dan kembali menutup pintu, membuat Vanya sangat kesal. 


__ADS_2