Sekretaris Vs Mr. Arrogant

Sekretaris Vs Mr. Arrogant
Bab 231 ~ Identitas Ayu


__ADS_3

Perkataan kebenaran yang diucapkan oleh Gabriel pembuat Yuna sangat jelas terpojokkan, tapi dia tak punya malu dan masih saja mengelak dari ucapan itu. Keringat dingin yang mengalir di dahi, menandakan jika dia sangat gugup dan gelisah. Dengan cepat dia menyeka, sedikit membuatnya merasa aman.


"Kamu tidak bisa berkutik 'bukan? Ayo jawab pertanyaanku itu!" desak Gabriel yang sangat kesal dengan wanita yang mengaku sebagai tunangannya di saat dia sudah sukses, bisa dikatakan wanita itu hanya menginginkan uang dan juga kepopuleran dirinya yang berhasil bangkit.


"Kau hanya salah paham, aku tidak melakukannya dengan hati nuraniku. Keluargaku yang memaksaku untuk bersama dengan pria lain, sungguh aku tak menginginkannya." Ucap Yuna dengan penuh percaya diri, dimana dia menarik kulit leher satu sentimeter sebagai perjanjiannya.


Ayu dan Gabriel tersenyum menyeringai, mereka tahu betul bagaimana itu terjadi. Bahkan dia sudah mencari tahu mengenai wanita lewat hacker Alvaro.


"Apa kau tidak malu, perkataanmu menyatakan jika kau tidak melakukan kesalahan." Sela Ayu mengetahui pasti kebusukan wanita di hadapannya.


"Tutup mulutmu, jangan bicara lagi. Sudah cukup kau menghinaku yang tidak berdasar, kau pasti ingin membalaskan ini padaku." Balas Yuna yang berakting berpura-pura menjadi wanita yang tersakiti. Dia menangis dengan sesegukan, tapi sorot matanya tak bisa membohongi, gambaran rasa kebencian di hati.


"Berhentilah menangis!" ketus Gabriel yang tidak menyukainya.


"Aku tahu kau berakting saja, sebaiknya kau simpan saja rasa sedih itu dan keluarkan di saat diperlukan, bukan di waktu terdesak mengambil kesempatan." Terang Ayu.


"Apa kesalahanku padamu, kau merebut tunanganku dan sekarang kau juga merendahkanku. Sifatmu yang persis seperti iblis!"


"Eit, tunggu dulu! Kau bilang aku iblis? Berarti kau wanita jal*ng yang bergonta-ganti pasangan, apa kau setuju?" 


"Jangan bersikap kurang ajar, tarik kata-katamu itu!" 


"Tidak akan aku tarik apa yang sudah aku ucapkan, kau puas?"


"Kau?" geram Yuna yang sangat marah dengan Ayu, menyebutnya menjadi wanita penghibur menyeruak emosi di hati.


"Apa? Aku mengatakan semuanya itu berdasar, tidak sembarang menuduh."

__ADS_1


"A-apa yang kau maksud?" gugup Yuna yang mengerti tatapan dari musuhnya.


"Kau punya bukti lain mengenai dirinya?" ucap Gabriel dengan pelan, terdengar seperti sedang berbisik. 


"Liat saja!" tutur Ayu dengan sombong, membanggakan apa yang dia miliki untuk membuka kartu As.


"Aku sudah tidak sabar."


"Mulai sekarang kau harus melatih kesabaran," balas Ayu yang membuat Gabriel sangat penasaran.


"Hah, kau selalu begitu!" gerutu Gabriel yang sedikit terlihat kecewa. 


"Jangan mengada-ada, aku tahu jika kau hanya menggertakku saja." Ucap Yuna dengan penuh keyakinan, berharap itu hanya omong kosong saja.


"Aku bahkan tak punya waktu untuk menggertak mu, itu tak membuatku kenyang. Lihat saja, bagaimana aku membongkar kebusukan mu di hadapan semua orang. Kau mengatakanku jal*ng 'bukan? Mari kita lihat siapa yang sebenarnya *******." 


Ayu tersenyum tipis, dia tahu di saat membaca ekspresi Yuna yang sangat berbeda dari mulut dan juga hatinya. Melirik Gabriel sekilas untuk menganggukkan kepala agar pria itu tetap tenang. Tak lupa dia mengambil beberapa foto dari sakunya, mengembangkan foto itu setelah disusun berjejeran. 


Deg


Waktu seakan terhenti, semua orang terasa seperti patung. Tatapan yang fokus pada foto yang membongkar sifat aslinya selama ini, rasa malu dan nama baik yang dia jaga ternyata hanya sia-sia saja, melihat fotonya bersama dengan pria-pria kaya lain.


"Sebenarnya aku tidak ingin melakukan ini, tapi kau meminta buktinya dan aku tidak berdaya. Ini fotomu yang menjadi seorang wanita *******, tidur bersama banyak pria untuk mengincar harta mereka. Suatu hukum alam yang pas, dimana kau menyerahkan tubuhnya pada pria lain, dan para pria malang itu memberimu uang dalam jumlah yang besar." Jelasnya membuat orang lain sangat terkejut, terutama Gabriel.


"Astaga, untung saja aku tidak jadi menikah dengannya. Ternyata Yuna adalah pel*cur?" ucap Gabriel membuat sang empunya nama sangat malu.


Yuna tak bisa bersembunyi dari bukti itu, bahkan dirinya tak bisa berkutik di saat semua orang mulai menyorakinya sebagai wanita penghibur. Semua sudah terungkap dengan sangat jelas, dia memutuskan untuk berlari sebelum di lempari oleh para tamu yang hadir. 

__ADS_1


Gabriel ingin mengejar, terapi di tahan oleh Ayu yang menggelengkan kepala. "Jangan, sekarang dia tidak akan mengganggumu lagi." Ucapnya yang memperingati.


"Ya, kau berkata benar."


Ayu menghela nafas dengan lega, masalah sudah berlalu dengan sangat cepat, untung saja dia bisa mengatasi hal itu atas bantuan Alvaro, sahabatnya sekaligus sang hacker kepercayaan. 


Pembawa acara kembali bersemangat mengenai terbongkarnya kedok Yuna, berjalan menghampiri dua orang yang menjadi pusat perhatian, tak lupa membawa mikrofon di tangan. "Jadi, bagaimana dengan jawaban yang akan diberikan oleh nona Ayu? Masalah tadi sudah beres, dan ternyata hanya wanita dengan nama yang sudah buruh dan jatuh di mata semua orang."


"Astaga…aku melupakan itu," batin Ayu yang kembali memulihkan ekspresi seperti semula.


"Apa jawabannya Nona? Kau setuju untuk menjadi pendamping tuan Gabriel atau tidak?" pembawa acara mendesaknya untuk menjawab, sedangkan Gabriel menunggu dengan tak sabar jawaban apa yang akan diperoleh hari ini, berharap akan kata setuju.


Ayu sangat bimbang, menatap penonton satu persatu memikirkan jawaban penolakan yang tidak membuat Gabriel sakit hati. Kedua kelopak matanya melebar, di saat melihat Farhan yang duduk di kursi tamu. Tiba-tiba dia merasa sakit kepala, melihat dua orang pria. "Aku dihadapkan dengan situasi yang sulit," gumamnya sambil menggaruk pelipisnya.


Bukan hanya itu, Farhan malah memberanikan diri berjalan menghampirinya. "Hah, apa ini? Ingin rasanya aku kabur dari sini!" batin Ayu yang sedikit terkejut, apalagi sorot mata tajam mantan calon tunangannya terlihat amarah. 


Takut akan keadaan yang semakin sulit, mau tidak mau dia mengungkap identitas dan hubungannya terhadap semua orang.


"Hem, jangan tanyakan itu padaku. Aku adalah partner dari Gabriel, itu sebabnya kami terlihat dekat," jelas Ayu.


"Kalian punya hubungan bisnis?" tanya sang pembawa acara membuat langkah Farhan terhenti, sangat penasaran ucapan dari Ayu selanjutnya. 


"Ya, akulah bos Gabriel dan merupakan investor X entertainment." Ungkap Ayu membuat semua orang sangat terkejut.


"Apa? D-dia bos dan investor besar itu?" gumam Farhan yang sangat terkejut dengan identitas Ayu sekaligus mantan calon tunangannya. Dia tak menduga, jika wanita yang selalu berpenampilan sederhana adalah bos besar dari perusahaan yang juga sangat besar dan maju.


 

__ADS_1


__ADS_2