
Setelah sambungan telepon selesai, Ayu menjadi cemberut karena Dona akan pergi ke Paris. Wanita itu selalu menjadi teman terbaiknya, dan sangat mempercayainya di kala semua orang menuding. Sedih akan kepergian bawahan yang sudah seperti sahabat.
"Kau kenapa?" tanya Dona yang mengetahui penyebab atasannya bersedih, memegang tangan Ayu dan menggenggamnya erat.
"Kau pergi ke Paris, bagaimana denganku? Tidak ada teman sebaik dirimu," ungkap Ayu murung.
Sang manajer tersenyum. "Kau juga begitu baik padaku, tidak membedakan atasan maupun bawahan. Tapi urusanku di Paris masih banyak yang belum selesai. Sebenarnya aku tak ingin meninggalkanmu, tapi tuntutan pekerjaan membuatku tak berdaya."
"Bagaimana aku menjalani hariku setelah kau pergi?" rengek Ayu yang sangat sedih, memeluk Dona layaknya bagai sahabat karib, pelukan yang terjadi beberapa detik.
"Dasar bodoh, kau hidup di zaman modern bukan di zaman batu. Hubungi aku kapanpun kau mau! Oh ya, siapa yang meneleponmu? Aku mendengar sayup dan ada kata pesta." Dona sangat penasaran mengenai apa yang diobrolkan oleh atasannya yang sudah seperti saudaranya sendiri, menatap sang tersangka dengan menyipitkan kedua matanya.
Ayu cengengesan menatap wanita di sebelahnya, menggaruk tengkuk yang tidak gatal. "Hah, yang meneleponku Gabriel."
"Gabriel?"
"Iya begitulah, dia mengundangku ke acara pesta ulang tahunnya. Jujur saja, aku malas dan tidak bersemangat untuk ke sana."
"Jangan menolak atau dia akan kecewa padamu."
"Lalu, aku harus apa? Bagaimana aku bisa kesana saat kau akan pergi." Tolak Ayu yang merasa enggan untuk hadir di acara yang paling dinantikan Gabriel.
"Ck, kau seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Aku pergi bukan selamanya, hanya ingin menyelesaikan tugasku di Paris." Ucap Dona yang mengomeli Ayu, dia sudah terbiasa dengan sikap atasannya.
"Aku tidak ingin pergi, titik."
"Tidak boleh begitu, hargai undangan Gabriel. Begini saja, masih tersisa waktu dan aku akan membantumu bersiap-siap. Apa kau setuju?" ide sang manajer yang sangat antusias, saat keberangkatannya masih ada sedikit waktu untuk melayani Ayu.
"Sudah pasti aku setuju, aku ingin kau mendandaniku dengan cantik."
"Hah, dasar wanita manja." Keluh Dona yang menganggukkan kepala dengan pelan, sementara Ayu bersorak ria.
Dona segera memutar arah menuju butik, dia ingin memilih model terbaru dan terbaik untuk dikenakan pada atasannya. Di dalam butik, sang manajer sibuk akan gaun yang pas untuk acara ulang tahun Gabriel, mendandani bosnya menggunakan keterampilan yang dia miliki.
"Kau sangat cocok dengan gaun ini," celetuk Dona yang sangat antusias.
"Hem," Ayu tampak berpikir membuat Dona kesal.
"Ck, tinggal tentukan pilihanmu. Apa kau ingin aku ketinggalan pesawat?"
"Jangan memarahiku, apapun pilihanmu pasti sangat indah. Aku menyukainya," tutur Ayu yang cemberut dan seketika tersenyum sumringah.
"Tentu saja, aku sudah mengetahui seleramu." Ujar sang manajer membanggakan diri.
"Ya…ya, kau yang terbaik."
"Pakai gaun ini, dan aku akan mendandani mu." Dona menyerahkan gaun indah berwarna krim kepada Ayu.
"Baiklah." Ayu mengambil gaun itu dan segera menuju ruang ganti.
Tak beberapa lama kemudian, Ayu keluar membuat Donat takjub akan kecantikan yang dimiliki bosnya itu. "Kau memakai gaun apapun akan terlihat indah, tapi pilihanku tidak pernah salah. Kau terlihat sangat-sangat cantik, hanya sedikit sentuhan polesan make up tipis dan kau terlihat bersinar." Pujinya.
"Kau selalu saja memujiku, gaun ini juga sangat cocok. Aku menyukai pilihanmu!"
"Aku yakin, pasti di sana kau akan menjadi pusat perhatian."
__ADS_1
"Aku tidak menginginkan hal itu, hanya tampil cantik karena aku menginginkannya bukan menjadi pusat perhatian."
"Kau luar biasa, jangan menjadi foto model disana. Kemarilah! Aku akan mendandani mu."
Seketika Ayu menghentikan aksinya yang berpose seperti model, menghampiri sang manajer dengan wajah yang cemberut. "Ish, kau membuat khayalanku memudar."
"Jangan terlalu banyak menghayal, duduk di kursi ini aku akan mendandani mu."
"Baiklah." Ayu duduk di kursi dan pasrah dengan wajahnya yang dipoles Dona, menunggu hasil akhir yang terlihat luar biasa.
"Wah…ternyata ketrampilanku masih sama, coba kau berjalan."
"Hah, kau selalu saja memerintahku."
"Aku hanya ingin melihatmu saja."
Ayu segera beranjak dari duduknya dan berjalan mengenakan gaun indah, wajah cemberut berubah menjadi senyuman manis. "Dia bekerja dengan sangat baik, aku puas!" gumamnya yang berkeliling di ruangan itu.
Di saat Ayu memuji hasil karya sang manajer, tiba-tiba seseorang menabraknya hingga terjatuh. Dia mengelus pantat yang mencium lantai, dan mengusapnya. Dia menatap seorang pria yang juga terjatuh akibat kecerobohannya.
Ayu segera berdiri dan tersenyum kaku. "Maaf, aku tidak memperhatikan jalan."
"Hem, tidak masalah."
"Sekali lagi maafkan aku."
"Ya, apa ada yang luka?" tanya pria itu.
"Tidak."
Ayu mengantarkan sang manajer ke bandara, mereka berpelukan sangat erat karena akan berpisah. "Hubungi aku jika kau sampai ke Paris," ucapnya yang melepaskan pelukan itu.
"Pasti, jaga dirimu dan ingat pesanku untuk tidak mengalah pada Kira palsu." Dona berlalu pergi dan menoleh untuk melambaikan tangan.
Ayu membalas lambaian itu, tak sadar jika air matanya menetes dan dengan cepat menyekanya.
Ayu memutuskan untuk pulang, sedikit lelah dengan rutinitas hari ini. Di sepanjang perjalanan, dia melihat begitu banyak orang tak jauh dari mobilnya. Segera menghentikan mobil dan keluar untuk melihat apa yang sedang terjadi.
"Permisi, ini ada apa ya?" tanyanya pada salah satu orang di sana.
"Ada orang kecelakaan dan pelakunya sudah melarikan diri."
"Apa?" Ayu segera melihat siapa yang menjadi korban, dia syok jika orang itu adalah pria yang tak sengaja dia tabrak saat di butik. "Astaga…ini pria di butik." Gumamnya. Dia menatap sekeliling begitu banyak orang yang mengerubungi pria malang itu, dia segera berinisiatif untuk membawa pria itu ke rumah sakit untuk menolong sesama.
Tak butuh waktu lama, Ayu memanggil dokter dan juga suster. Beberapa orang berpakaian putih dan jas putih datang menghampiri, segera menangani pasien yang terluka.
Setelah pemeriksaan selesai, dokter menghampiri Ayu dan memberikan informasi pasien.
"Bagaimana, Dok?"
"Kondisi pasien sudah stabil, hanya menunggu kapan dia akan sadar."
"Apa terjadi masalah serius?"
"Tidak, hanya saja pasien akan mengalami lupa ingatan karena cedera di kepala saat mengalami benturan keras. Apa anda kekasihnya?"
__ADS_1
"Bukan, saya hanya menolongnya saja."
"Baiklah, saya pamit dulu."
"Terima kasih, Dok."
"Sama-sama."
Ayu menatap pria yang tengah berbaring di atas brankar, menatap pria yang tidak dikenalnya. Sesekali dia melirik jam yang melingkar di tangan nya, tidak ingin menunggu pria yang belum pasti sadar. "Sebaiknya aku pergi dari sini, semoga dia lekas sembuh."
Langkah kaki terhenti saat tangannya di cekal, Ayu segera menoleh dan melihat pria itu memegang tangannya. "Kau sudah sadar?"
"Siapa kau? Kenapa aku disini dan siapa aku?"
"Aku tidak tahu kau siapa."
"Apa kau kekasihku? Istriku? atau adikku?" ucap pria itu yang memegangi kepala.
"Kau bukan siapa-siapa, dan kita tidak saling kenal."
"Mengapa aku ada disini?"
"Kau mengalami kecelakaan dan aku membawamu kesini, hanya itu."
"Kau pasti tahu namaku." Desak pria itu.
Ayu segera melepaskan cengkraman pria itu dan tak ingin berada di sana terlalu lama. "Aku juga tidak tahu kau siapa."
"Kau pasti berbohong, siapa namaku?" teriak pria itu dengan lantang, membuat Ayu tersentak kaget.
...****************...
BAGI YANG MAU LIHAT VISUAL, INI GAMBARAN DARI AUTHOR. KALIAN BOLEH BAYANGIN MASING-MASING YA☺️🥰🤭
Terima kasih dukungannya💞🥰gak nyangka udah sampe 200 bab, semua berkat kalian yang support author.
Q : Kenapa sih novel ini tuh alurnya lambat??
A : Ini misi kepenulisan ya guys, jadi semua alur udah di tentuin dari pusat. Kerangka juga dari pusat, kadang perbab gak sampe 100 kata dan harus di kembangin jadi 1.000 kata. Itu gak mudah lho, harus pintar putar otak, sampe author mau nangis.
Q : Kenapa updatenya lama thor?
A : Kerana jadwal update hanya boleh 1 bab perhari, kalau lebih itu author lagi nakal buat melanggar ketentuan. Tapi author gak bisa ngerubah alur ya guys🤭
AUTHOR UDAH JELASIN YA, SELEBIHNYA TERSERAH KALIAN. AUTHOR GAK BISA APAPUN KARENA SEMUA DI ATUR OLEH EDITOR PUSAT🥰🙏☺️
__ADS_1