Sekretaris Vs Mr. Arrogant

Sekretaris Vs Mr. Arrogant
Bab 220 ~ Kedatangan hacker


__ADS_3

Cukup lama Ayu celingukan mencari keberadaan Ceo dari perusahaan Sky Grup, dan beberapa kali dia melihat jam di tangannya mengingat waktu pertemuan akan segera dimulai. "Kemana tidak ada yang terlihat, apa mereka akan datang?" bisiknya yang mencondongkan tubuhnya ke arah sang atasan.


"Menurut informasi yang ku dapat, mereka akan hadir di sini dan dalam pertemuan penting. Mungkin sebentar lagi, tunggu saja!" jawab Farhan yang juga berbisik. 


"Hem, kamu benar. Hah, kenapa orang-orang dari perusahaan Sky Grup terlambat datang? Sedikit mencurigakan."


"Sudahlah, jangan pikirkan itu."


"Ya sudah, aku tidak akan memikirkannya." Sahut Ayu. 


"Jangan lupakan ini, awasi setiap gerak-gerik seseorang yang menurutmu sangat mencurigakan." Titah Farhan.


"Kau tidak perlu mengajariku, aku pasti melakukannya. Astaga…mereka lama sekali, aku hampir lelah menunggu."


"Sabarlah dan kendalikan dirimu!"


"Ya…ya, baik Tuan Farhan Hendrawan."


Farhan dan Ayu menunggu di dalam ruangan rapat, pertemuan antara beberapa pesaing membuat mereka mempersiapkan hal yang pastinya menguntungkan. Begitu banyak orang yang sudah hadir di sana, dari berbagai kalangan dan juga kasta yang berbeda.


Suasana sangat ramai, dan para reporter juga ikut andil dalam meliput kegiatan berlangsungnya acara nantinya, tapi sebelum itu mereka memotret orang-orang penting yang berpartisipasi. 


Ceo dari perusahaan Sky Grup melirik jam mahal yang melingkar di tangan, mengumpat kesal dia lontarkan di saat mengetahui datang terlambat. "Ck, pertemuan sedang berlangsung, tapi kita belum juga sampai. Aku sangat yakin Ceo dari perusahaan HR Grup mendapatkannya." Kesal pria tampan yang mengenakan jas.


"Sudahlah, apa yang kau khawatirkan? Masalah mu itu tidaklah rumit, bersabar sebentar lagi." 


"Bagaimana rencana kita?" 


"Sudah dipersiapkan, kau tidak perlu cemas. Setiap bidikan kita pasti mengenai sasaran."


"Kau pria yang sangat licik, tuan Adi."


"Itulah aku, tuan Leon." Kedua pria yang duduk bersebelahan itu tersenyum licik, mengingat rencana mereka yang masih berjalan. Kerjasama antara Ceo dari perusahaan Sky Grup dan juga Adi Wijaya, anak angkat kakek Hendrawan. Mempunyai satu musuh yang sama, membuat keduanya menjadi sekutu. 


Tak lama, mobil berhenti di tempat dilaksanakan pertemuan, keduanya turun menjadi sorotan kamera dan juga beberapa orang di luar. Mereka sedikit terkejut jika dua perusahaan berteman, terbesit di pikiran mengenai isi kepala mereka dalam ikut berpartisipasi pertemuan banyak perusahaan.

__ADS_1


Keduanya masuk dengan penuh elegan, berjalan menuju kursi yang sudah di sediakan untuk mereka. Leon memasukkan kedua jari jemari tangan di saku celana samping, tidak ada rasa gugup atau cemas karena datang terlambat. Di sebelahnya ada Adi yang juga terlihat berkharisma di saat usianya tak lagi muda, ambisinya sangatlah besar yaitu mendapatkan perusahaan yang dikelola oleh Farhan. 


Ayu melihat kedatangan dua orang yang terlambat, kedua matanya hampir saja terlepas dari tempatnya. Dia melihat pria yang pernah diselamatkan, dan mengalami amnesia. "Jadi benar? Jika pria itu adalah Ceo dari perusahaan pesaing? Dan dia datang bersama dengan Adi? Hem, cukup membuktikan." ucapnya di dalam hati, sambil melirik Ceo dari perusahaan Sky Grup. 


Leon merasa diperhatikan, hingga dia tersenyum ke arah Ayu. "Jadi dia datang bersama Ceo HR Grup? Itu bagus." Batinnya yang masih melemparkan senyum khas miliknya.


Ayu segera membuang muka saat pria itu membalas tatapannya, sedikit malu karena tertangkap basah. 


"Kau kenapa?" tanya Farhan mengerutkan kening.


"Aku hanya sedang menghafal," jawab Ayu sekenanya.


"Menghafal?" 


"Tentu saja menghafal materinya, kau tidak akan memahaminya."


"Hem, terserah kau saja. Sebentar lagi kau akan berpidato di depan, persiapkan dirimu." Tukas Farhan yang tampak serius dalam pertemuan di kalangan pesaing bisnis.


"Sudah aku persiapkan," jawab Ayu dengan penuh keyakinan. 


Ayu mengambil mikrofon dan memperhatikan semua orang, dia tersenyum dan mulai berpidato mengenai keunggulan dari perusahaan dan alasan mereka ikut berpartisipasi. Rasa gugup yang tadinya masih ada, sekarang sudah hilang. Keyakinan dalam menyampaikan isi pidato membuat orang lain terkesan, terutama Leon yang hanya tersenyum tipis saat mendengarnya. 


Leon melirik asistennya, membuat pria yang duduk di sebelahnya mengerti. "Undang wanita itu untuk menemuiku setelah pertemuan ini selesai!" titahnya.


"Baik, Tuan." Sahut sang asisten. 


Terdengar suara tepukan tangan yang meriah dari semua orang, Ayu mengucapkan terima kasih dan turun dari panggung. Dia berjalan kembali duduk di sebelah Farhan yang juga terkesan dengan penyampaiannya mudah di mengerti oleh semua orang. "Kau luar biasa," pujinya yang tersenyum.


"Tentu saja," sahut Ayu yang juga tersenyum.


Beberapa lama kemudian, pertemuan telah selesai. Ayu yang bersiap-siap menuju ke mobil dicegah oleh pria yang tidak dikenali, pandangan dari atas hingga bawah melihat dengan teliti. "Siapa kau?"


"Aku asisten sekaligus tangan kanan tuan Leon," sambut pria itu.


"Aku tidak mengenalnya."

__ADS_1


"Pria yang pernah nona selamatkan dan membawanya ke rumah sakit."


"Lalu?"


"Tuan Leon mengundang nona untuk makan malam bersama."


"Baiklah, aku akan pergi." Ayu mengambil alamat yang diberikan pria itu, dengan cepat menyetujuinya demi mengetahui niat dari pria yang pernah dia selamatkan. 


****


Kedua orang yang saling bertatap wajah, mempunyai arti tersendiri. "Kau sangat cantik malam ini," puji Leon.


"Tidak perlu basa-basi, apa yang ingin kau katakan?" 


"Terima kasih kau sudah menolongku waktu itu," ujar Leon.


"Sama-sama, apa otakmu sudah pulih?" 


Pertanyaan Ayu berhasil membuat Leon terkekeh. "Hem, sudah. Makan hidangannya terlebih dulu, baru aku akan menceritakannya padamu."


Ayu menghela nafas, dengan terpaksa memakan makanan yang sudah tersaji di atas meja. Tak butuh waktu yang lama untuk menghabiskannya, hingga perut keduanya sudah terisi. "Mengapa kau mengundangku?" 


"Aku hanya ingin berteman denganmu," sahut Leon enteng.


"Maaf, sepertinya aku menolaknya."


"Mengapa?" tanya Leon mengerutkan keningnya karena rasa penasaran. 


"Tidak ada pertemanan yang berbeda kasta, kau Ceo Sky Grup dan aku hanyalah sekretaris biasa. Perbedaan posisi yang cukup mencolok," Jawab Ayu yang masuk akal, hingga teleponnya berdering. 


Si seberang sana, seorang pria yang baru tiba di kota A. menghirup udara dan tersenyum, bagai baru saja keluar dari penjara. "Akhirnya aku sampai ke kota ini, pasti seru melihat ekspresi konyol Ayu yang terkejut dengan kedatanganku," tutur pria yang berpakaian casual.


Pria itu adalah sang Hacker yang bernama Alvaro, dia datang untuk membawa informasi penting mengenai Kira palsu. "Pasti dia sangat bahagia, kejutan yang sempurna." Monolognya seraya menghubungi Ayu dan akan memberitahu lokasinya sekarang.


  

__ADS_1


__ADS_2