
Ayu menarik nafas dalam dan mengeluarkannya secara perlahan, mengetahui tuduhan yang membuatnya ingin menjitak kepala wanita itu dengan sangat keras. Namun dia tersenyum saat dia menyukai permainan dari musuhnya. "Mengapa kau begitu yakin?"
"Aku melihatmu berada dalam mobil dari yang sama dengan Ceo dari perusahaan pesaing, Sky Grup, dan kau juga terlihat cukup akrab dengannya. Itu sebabnya aku yakin padamu." Jelas Kira.
Ayu diam sejenak, bukan memikirkan mengenai dirinya melainkan wanita yang berada di hadapannya. "Hah, sekarang aku sudah yakin mengenai hubungan Kira dan juga Leon, mereka saling terikat satu sama lainnya dan pastinya apa yang selalu menimpaku karena ulah mereka. Misteri dan teka-teki ini sudah terungkap jelas, dan aku sudah memahaminya dengan sangat baik," gumamnya di dalam hati, tampak tenang bagai air yang mengandung banyak bahaya yang mengintai.
"Aku sangat yakin, kamu pasti memikirkan bagaimana caranya agar bisa menyanggah ucapanku. Kau tidak bisa mengelak lagi, aku sudah tahu segalanya. Dasar wanita licik, kau terlihat suci tapi sebenarnya sangatlah buruk, kaulah hantu dalam perusahaan itu dn mengakulah!" terang Kira seraya menunjuk Ayu dan melempar tatapan sinisnya.
"Bukan aku, tapi kau!" ketus Ayu yang sudah tahu siapa pelaku sebenarnya, ingin mencoba untuk bermain-main dengan wanita rubah itu.
Kira tertawa renyah, menepuk kedua tangannya dengan keras hingga menjadi pusat perhatian semua orang. Beberapa orang mulai berdatangan, mereka sangat penasaran mengenai apa yang terjadi. Sebuah pertengkaran dua orang wanita yang dikabarkan dekat dengan atasan mereka, pemilik dari perusahaan HR Grup. "Kau pasti membutuhkan banyak uang untuk persiapan sebelum kau benar-benar pergi dari sisi Farhan, apa sasaran mu adalah Ceo dari perusahaan Sky Grup kali ini? Aku bersyukur jika itu benar, setidaknya rivalku berkurang satu."
"Apa kau sudah selesai?" balas Ayu yang membuat Kira menautkan kedua alis dengan tatapan bingung, tak mengerti apa yang baru saja diucapkan oleh wanita itu.
"Sepertinya kau mencoba untuk menghindari fakta."
"Astaga…apa gunanya membuat keributan ini dan diperhatikan oleh semua orang, kau tidak malu?" erang Ayu.
"Bukan aku yang harus menahan malu, tapi kau." Kira kembali menepuk kedua tangannya, agar tatapan semua orang beralih padanya. "Bahwa kegagalan dari tuan Farhan akibat wanita ini yang menjadi hantu perusahaan!"
Semua orang tampak terkejut, sebagian mempercayai ucapan itu dan sebagiannya lagi tidak, mengingat Ayu yang hanya melakukan hal terbaik untuk perusahaan.
__ADS_1
"Kalian jangan terlalu percaya dengan wanita yang terlihat lugu ini, diam-diam sangatlah berbahaya juga licik. Aku bicara bukan sembarang berbicara, karena mempunyai bukti." Jelas Kira penuh dengan kepercayaan diri, segera berjalan menuju meja kerja Ayu.
Kira sudah memanipulasi komputer yang selalu digunakan oleh Ayu ketika bekerja, itulah sebabnya sangat antusias dan bersemangat dalam tuduh menuduh yang jatuhnya fitnah kejam. "Kita akan melihat komputernya, aku sangat yakin karena masih terdapat sisa pekerjaan kotornya!"
Di dalam hati, Ayu ingin tertawa jingkrak mengingat rencana Kira dan kepercayaan diri wanita itu sangatlah besar. Namun dia tetap diam dengan berpura-pura takut, seolah-olah dialah pelakunya. "Kau tidak boleh menyentuh komputer itu, tidak akan aku izinkan satu orang pun untuk membukanya. Siapa kau?" pekik Ayu yang mulia menjalankan peran.
"Kalian bisa lihat! Bagaimana dirinya tak memperbolehkan kita menyentuh komputer itu, kalian pasti berpikiran yang sama denganku. Ayu adalah pelaku yang sesungguhnya, sangat menjijikkan."
Semua orang termakan omongan Kira, lain halnya dengan Ayu yang tak peduli. "Lakukan apa yang ingin kau lakukan, dan aku juga akan melakukan apa yang sudah aku persiapkan. Tunggu setelah aku mengeluarkan kartu baruku!" batinnya tersenyum tipis.
"Apa kau takut, jika aku memeriksa komputer yang melihat hasil pekerjaan kotor itu?" Kira terus saja menyudutkan Ayu dengan menatapnya penuh selidik, sebentar lagi wanita itu akan tamat.
"Aku yang akan menjelaskannya, Farhan. Ayu menolak untuk komputernya di periksa olehku, tapi aku gak akan goyah dan akan memeriksa. Sialah hantu dalam perusahaan, diam-diam bekerja sama dengan perusahaan Sky Grup. Apa kau tahu? Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, jika dia masuk dalam mobil Leon, Ceo dari perusahaan yang baru saja aku sebutkan." Terang Kira yang penuh semangat menggebu-gebu, tak lupa dengan raut wajah yang mumpuni.
"Benarkah?" Farhan melirik Ayu dan tersenyum, menghela nafas karena gak percaya dengan ucapan Kira.
"Itu sangat benar, kita bisa membuktikan dengan memeriksa kejahatannya yang masih tersisa di layar komputer."
"Itu tidak diperlukan, aku percaya kepada Ayu. Sudahlah! Jangan buat keributan di sini."
"Aku tahu kau terpengaruh dengan wajahnya yang lugu, sekali saja…sekali saja kau perintahkan aku untuk memeriksa komputer itu." Kira menunjukkan dua mata berbinar, bersikeras menunjukkan bukti yang dia ciptakan sendiri. Tak lupa melempar tatapan sinis ke arah sang tertuduh.
__ADS_1
"Baiklah, aku sangat yakin kau tidak akan menemukan apapun." Pasrah Farhan yang meminta asisten Heri untuk mengecek isi di dalam berkas atau apapun yang mengganjal di komputer milik sekretarisnya, dia melirik Ayu yang menyaksikan kejadian dengan sangat malas.
Asisten Heri mencari pembenaran di sana, melihat semua data tanpa terlewatkan satupun, sementara yang lainnya menunggu hasil. "Ya, aku menemukan sesuatu!" ucapnya.
"Apa kau sudah percaya denganku?" celetuk Kira yang tersenyum mengembang.
"Hem, jelaskan!" jawab Farhan tak yakin.
"Ada sebuah pesan yang terkirim dari komputer ini."
"Pesan?" Farhan menautkan kedua alisnya bingung dan juga penasaran.
"Pesan di kirim lewat komputer ini pada hari kemarin jam sepuluh pagi, dan di saat itu nona Ayu sudah berada di kantor." Jelas asisten Heri yang juga sangat mempercayai mantan calon tunangan majikannya, malah tak menghiraukan ucapan Kira yang selalu berisi kebohongan belaka.
"Apa yang aku katakan itu benar, bahwa dia mengirimkan pesan atau informasi di saat keadaan mulai lengah. Dengan memanfaatkan waktu sekitar sepersekian detik mengirim informasi penawaran dengan perusahaan pesaing. Jadi sudah di putuskan, jika memang dialah pelaku yang sesungguhnya." Sela Kira yang di anggukkan kepala oleh semua orang.
Lain halnya dengan Ayu yang tetap santai, tidak berpengaruh apapun semakin menyulut emosi rivalnya.
Kira sangat yakin jika dia sukses dalam menjebak Ayu yang sebentar lagi akan kehilangan kepercayaan dari Farhan dan semua orang pasti menghina habis-habisan. "Inilah akhir dari perjalanan mu!" gumamnya di dalam hati, menyembunyikan senyum licik di wajah agar tidak terlihat orang lain.
"Sepertinya kau bersemangat dalam menuduhku, bagaimana jika aku bukanlah pelakunya?" sangkal Ayu.
__ADS_1