Sekretaris Vs Mr. Arrogant

Sekretaris Vs Mr. Arrogant
Bab 108 ~ Senjata makan tuan


__ADS_3

Vanya terus saja memanasi Farhan, menyiram minyak pada kobaran api yang semakin membesar. Dia sangat senang, apalagi rencana yang telah disusun dengan matang. "Sepertinya Farhan sudah terpengaruh dengan ucapanku, sekarang aku mainkan rencana selanjutnya." Batinnya tersenyum tipis. 


"Berhentilah membual," kesal Farhan yang tidak bisa mendengarkan lebih banyak mengenai Ayu. 


"Aku tidak membual dan mengatakan yang sebenarnya." 


Farhan berusaha untuk meredam emosinya, ingin melihat bukti sebelum menuduh hanya dengan salah satu sudut pandang orang lain. Vanya yang mengerti dengan keraguan di hati pria tampan itu, membuatnya kembali meyakinkan Farhan. "Aku melihat dengan jelas, jika Ayu berselingkuh dengan pria lain. Akan aku tunjukkan, dia sedang berada di ruang istirahat di lantai dua."


"Aku akan membuktikan perkataanmu," ujar Farhan yang segera bergegas menuju lantai dua.


"Bagus, inilah yang aku tunggu sedari tadi." Gumam Vanya tersenyum puas. 


Di ruang istirahat lantai dua..


Obat perangsang dengan dosis yang tinggi membuat tubuh Raina semakin kepanasan, satu persatu pakaian dilepas untuk mengurangi  hasrat yang belum tersalurkan. "Aku sudah tidak kuat," lirihnya dengan nafas yang tidak beraturan. 


Raina terus mengipasi tubuhnya, berharap jika ada orang lain yang akan membantunya. Harapan itu muncul saat melihat pintu terbuka, terlihat seorang pria berbadan kekar dan wajah di brewok berjalan ke arahnya. Dia tersenyum saat melihat pria itu, menghampirinya untuk meminta tolong. "Tolong bantu aku!" lirihnya pelan seraya mengusap dada pria itu. 


Pria itu menatap tubuh Raina yang hanya menggunakan kacamata kuda dan segitiga bermuda, membuat hasratnya bangkit. Mengusap dagu yang ditumbuhi rambut, dengan tatapan penuh nafsu, di tambah lagi Raina terus saja menggoda dirinya. "Tentu saja, dengan senang hati." Jawab pria itu menyeringai. 


Dengan cepat, pria itu menutup pintu dan sengaja tidak menguncinya. Memeluk tubuh indah dari Raina dan mulai mencium bibir dan beralih ke area sensitif. Pemanasan yang diberikan olehnya sangat disukai oleh wanita di dalam dekapannya, suara merdu yang keluar dari mulut Raina semakin membuatnya bersemangat. 


"Aku sudah tidak tahan," lirih Raina seraya mencium bibir pria itu. Pria itu tidak menghiraukan perkataan Raina dan semakin mempermainkannya. "Cepatlah, aku sudah tak tahan!" 


"Baiklah…baiklah." Tibalah saat penyatuan keduanya, memainkan irama dengan tempo yang sangat cepat. Pergumulan dengan beberapa gaya untuk mencapai kenikmatan membuat keduanya semakin bersemangat. 

__ADS_1


Sementara Vanya menghubungi para reporter untuk meliput kejadian perselingkuhan Ayu dengan pria lain. "Aku ingin kalian melaporkan berita, jika Ayu berselingkuh dengan pria lain." Ucapnya dengan penuh ketegasan. 


"Tentu saja, ini berita yang paling hot." Seru salah satu reporter tersenyum senang, berharap jika berita kali ini akan membuat mereka mendapatkan bonus yang besar. 


"Bagus, sekarang kalian ikuti aku!" ucap Vanya dengan penuh keyakinan. 


Semua orang segera bergegas menuju lantai dua di ruang istirahat, mereka sangat bersemangat untuk berita kali ini. Bermaksud untuk menggerebek ruangan itu, tapi mereka lebih dulu melihat Farhan yang berdiri di sana. 


Farhan mendengar suara ******* di dalam ruangan, suara pria dan wanita yang sedang bercinta. Kedua tangannya dikepal dengan kuat, tatapan dingin dengan rahang yang mengeras. 


Suasana yang sangat dingin dapat dirasakan oleh orang para reporter, mengingat jika Farhan adalah korban perselingkuhan Ayu dengan pria lain. Mereka mempersiapkan kamera untuk mengambil gambar yang pas dijadikan berita hot selama beberapa bulan kedepan. Vanya menghampiri Farhan dan kembali memercikkan api, dan memberikan isyarat kepada para reporter untuk semakin dekat. 


"Kenapa kau diam saja, cepat masuk dan buktikan jika perkataanku itu salah," desak Vanya. "Dan kalian? Ayo bukalah pintunya," titahnya yang menatap para reporter itu. 


"Kami tidak berani!" jawab salah satu reporter yang menggelengkan kepala, melirik Farhan yang masih berada di depan pintu. 


Semua orang menatap asal suara, terlihat seorang wanita cantik yang tersenyum. Vanya menatap wanita itu dengan mata yang terbelalak, sangat tak menduga jika Ayu hadir di tengah-tengah mereka. "Kenapa dia ada disini? Lalu, suara ******* siapa di dalam ruangan itu?" batinnya yang tak percaya. 


"Kenapa kalian menatapku begitu?" ujar Ayu yang menatap mereka semua dengan pura-pura tak mengetahui apapun. 


"Kau ada di sini? Bukankah kau__" tunjuk Vanya yang tampak berpikir.


"Apa? Ayo lanjutkan perkataanmu." Ayu menatap Vanya dengan menautkan kedua alisnya. 


"Jika kau ada disini, lalu suara siapa di dalam ruangan?" Vanya benar-benar tak mengerti, kenapa wanita kampung itu ada di hadapannya. 

__ADS_1


"Mana aku tahu, jika penasaran kenapa tidak kalian buka saja pintunya." Jawab Ayu dengan acuh dan mengangkat kedua bahunya.


"Tadi aku melihatmu bersama dengan pria lain," tuduh Vanya. 


"Berhentilah menuduh ku! Kau selalu saja memfitnah diriku di hadapan semua orang." Bantah Ayu yang meninggikan suara, tatapan tajam mengarah pada Vanya. 


"Minta maaflah pada Ayu!" ucap Farhan dingin, karena tuduhan Vanya terbukti tidaklah benar. Tadinya hatinya terasa sakit dengan amarah yang ingin meledak, tapi perkataan Vanya hanya omong kosong. 


Vanya sangat marah saat Farhan mengatakan hal itu, merasa enggan membuatnya terdiam. Sedangkan Ayu tak menghiraukan perdebatan dua orang di hadapannya, dan langsung menunjuk salah satu reporter untuk mendobrak pintu. 


"Ayo, dobrak pintunya!" 


"Baik," salah satu reporter maju dan mendobrak pintu hanya sekali percobaan, karena pintunya tidak terkunci. 


Terlihat dua orang dengan tubuh polos sedang bermain jungkat-jungkit dengan keringat yang menandakan jika mereka menikmatinya. Obat yang menjalar di seluruh tubuh Raina membuatnya tak bisa menahan diri. Vanya kembali terkejut mendapati Raina yang sedang bercinta dengan pria suruhannya. 


"Astaga…apa yang dilakukan si bodoh itu? Rencana ku gagal lagi!" batinnya yang sangat marah dengan kegagalan rencananya. 


Para reporter sedikit kecewa, tapi mereka mengenali wajah wanita itu yang tak lain adalah mantan kekasih dari Raymond Arnold. 


"Wah, ini berita yang sangat bagus." Gumam para reporter seraya memotret Raina dan juga seorang pria sedang bercinta. 


Mereka mulai mengerubungi dua objek yang sangat menarik untuk diberitakan, menghampiri Raina yang segera menutupi tubuh polosnya dengan sprei. 


"Apa anda melampiaskan semuanya lewat bercinta dengan pria lain setelah putus dengan tuan Raymond Arnold?" tanya salah satu reporter yang mendekatkan alat perekam suara. 

__ADS_1


Beberapa pertanyaan terus terlontar ke arah mantan kekasih Raymond, membuat wanita itu sangat hancur. Raina terus menatap Ayu dengan sengit, sangat membenci wanita yang sudah menghancurkan dirinya. Sedangkan yang di tatap hanya tersenyum kemenangan, setelah rencana untuk menjebaknya malah berbalik. 


 


__ADS_2