Sekretaris Vs Mr. Arrogant

Sekretaris Vs Mr. Arrogant
Bab 226 ~ Aksi bunuh diri


__ADS_3

Suasana sangatlah menegangkan di saat semua orang berteriak melihat pisau yang akan mendarat, dibutuhkan waktu yang sangat tepat dan juga hukum fisika untuk menghindari secepat kilat. Gerakan semua orang yang tampak cemas terasa lambat, namun hal itu tak membuat Ayu takut. 


Ayu menyipitkan kedua matanya, dan dengan cepat menendang tangan Kira yang memegang pisau. Wanita itu menjerit kesal karena tangannya terasa kram, sedangkan dirinya tersenyum tipis dan terbiasa dengan serangan dadakan seperti itu. "Wah…kau memberiku kejutan rupanya, akan aku kembalikan kejutanmu menggunakan caraku." Ucapnya yang terlihat santai, melayangkan pukulan tepat di pipi wanita itu hingga gigi sang rival patah, dan dua lainnya goyah. 


"Nah, itu baru bagus." Ayu menepuk kedua tangannya seperti terkena debu yang menjengkelkan, melemparkan senyuman di wajahnya tanpa dosa. Lain halnya dengan semua orang yang memegang gigi mereka, seakan-akan merasakan hal yang sama di rasa oleh Kira. 


"Astaga…ternyata nona Ayu sangatlah keren, dan aku akan menjadi fans beratnya." 


"Itu benar, persis seperti film jackie chan." 


Kira berteriak karena dipermalukan dengan cukup mudah, apalagi sekarang salah satu giginya patah dan dua lainnya goyah. "Brengsek! Berani sekali kau membuatku ompong," pekiknya yang kembali menyerang, namun hanya menggunakan tangan kosong.


Ayu terus menghindar dengan menangkisnya, dia tak peduli akan kemarahan wanita itu. Karena dirinya cukup puas dengan hasil karya yang baru saja dia ciptakan, memberi kesempatan kepada Kira untuk meluapkan seluruh emosinya. Jika merasa lelah, wanita yang menyerangnya akan berhenti sendiri, itulah caranya menang dengan mudah, mengambil kesempatan. Sementara Farhan dan asisten Heri sangat terpukau saat melihat aksi yang sungguh luar biasa. 


"Apa itu Ayu?" gumam Farhan yang terkejut, hingga berdiam diri dengan wajah melongo.


"Astaga…astaga…astaga, ini sangat luar biasa. Dia idolaku," batin asisten Heri dengan kedua mata berbinar cerah.

__ADS_1


"Hah, akhirnya aku sangat lega, Ayu bisa menghindar tepat waktu. Ingin sekali aku membantu, apa dayaku? Jika ini hanyalah urusan wanita, tanpa dibantu pun wanita yang seperti Rembo itu pasti mengalahkannya dengan mudah." Itulah isi pikiran Alvaro yang lebih duduk bersantai sembari mengunyah permen karet. 


Ayu tersenyum saat lawannya merasa lelah, dengan cepat dia memukul perut Kira sekali dan membuat sang empunya tumbang. "Ups…maaf, aku terlalu bersemangat memukulmu. Apa itu sakit?" tanyanya. 


Kira segera bangun, sembari memegang perutnya yang sangat sakit. Dia berteriak dan juga tertawa, gangguan psikis darinya sedikit terganggu. "Dasar sialan, kau wanita penghalang ku bersama Farhan." Pekiknya yang histeri, menjadi gila karena sang rival.


"Lalu? Aku harus apa? Tanyakan itu langsung kepada Farhan, apa dia mencintaimu atau tidak."


Kira membenarkan ucapan dari Ayu dan segera mengampirinya. "Apa kau mencintaiku, Farhan. K-kau pasti mencintaiku 'bukan? Katakan kepada semua orang mengenai perasaanmu padaku, buktikan kepada wanita itu kalau kau tidak mencintai mantan calon tunanganmu," desaknya sembari memegang kedua tangan pria itu, dua mata yang berbinar cerah saat tak lagi punya harapan. "Ingat disaat aku menyelamatkanmu dari para penculik itu, akulah yang menyelamatkanmu. Aku masih ingat betul, bagaimana kau sangat ketakutan untuk melawan para penjahat. Jangan lupakan, kau sendirilah pernah berjanji akan menikahiku setelah kita sudah dewasa. Hari ini, aku ingin meminta janji itu, raih tanganku dan buktikan kepada semua orang." Dia berusaha untuk membujuk dengan menceritakan pengalaman Kira dan Farhan saat di culik. 


Walaupun semua orang mengetahui dirinya menjalankan peran seorang wanita jahat, semua citranya sudah buruk di mata orang-orang yang melihatnya. Tapi, masih terlihat secercah harapan jika Farhan mengatakan ya. "Mengapa kau diam saja? Itu tidak akan membantu, katakan kau mencintaiku!"


"Farhan, kau…aku sangat yakin dengan cinta kita, bahkan kau selalu mencari keberadaanku. Sekarang, aku sudah di hadapanmu, bawa aku pergi dari sini."


"Mengenai janji di masa kecil, sebaiknya kau kubur jauh di dalam lubuk hatimu. Ya, aku memang mengatakan itu dulu, tapi tidak lagi. Aku hanya mencarimu karena merasa punya hutang budi yang harus aku balas, dan tidak akan menikahi wanita licik sepertimu. Itu sebabnya aku diam saja saat kau berusaha untuk mencari kesempatan dengan menyamai posisimu dengan Ayu." Ungkap Farhan membuat semua orang tersenyum, lain halnya dengan Kira. 


"Ini tidak adil," pekik Kira yang sangat shock, tidak ada apapun lagi yang bisa dipertahankan dan harapkan. Dia nekat menarik kerah leher Farhan dan mengguncang tubuh pria itu agar mengubah perkataannya. "Tarik kata-kata mu itu, kau mencintaiku…kau mencintaiku!" pekiknya yang menangis histeris, namun tiba-tiba tangisan berubah menjadi tawa.

__ADS_1


"Itu sudah cukup, tidak lagi. Sudah cukup aku menahannya, dan biar ku pertegas! Aku memutuskan untuk melupakan masa lalu, dan lebih memilih hidup di masa depan bersama orang yang aku cintai." Tegas Farhan di hadapan semua orang, meraih tangan Ayu dan menggenggamnya dengan sangat erat.


Ayu terdiam memikirkan ucapan dari Farhan, masih tak mengerti satu hal. "Apa ini hanya untuk menghindari wanita itu?" batinnya yang menyadari, bahwa selama menyebutkan masa lalu, pria tampan di sebelahnya akan menjadi lembut terhadapnya. 


Kira semakin menangis melihat cinta sudah memilih orang lain, menyeka air mata yang terus mengalir deras. "Kau mengecewakanku, Farhan. Apa kurangnya aku?" lirihnya.


"Cinta tidak bisa dipaksakan, aku sudah muak dengan sikapmu yang selalu mencari alasan untuk tetap dekat denganku." Sekali lagi, ucapan dari Farhan mengiris hati Kira yang sudah hancur, hanya bisa menangis darah. 


"Kau berubah, seharusnya kita sudah menikah dan mempunyai dua orang anak. Keluarga kecil yang sangat membahagiakan," lirih Kira yang tersenyum membayangkan kehaluan nya jika menjadi kenyataan.


Ayu tidak ingin ikut campur dalam permasalahan dan perdebatan Kira dan juga Farhan, karena dia juga tidak tahu bagaimana kedepannya jika bersama pria tampan di sebelahnya.


"Aku hanya akan menikahi wanita yang aku cintai, lupakan obsesimu itu dan jalani harimu seperti biasa."


Air mata kembali berderai, mata sembab dan bengkak akibat menangis cukup lama. Seakan waktu berhenti, hanya menyisakan luka di dalam duka. Dia melirik pisau yang tergeletak di lantai tak jauh dari jangkauan, dengan cepat meraih membuat semua orang menjaga jarak.


"Lepaskan pisau itu!" ucap Farhan dingin yang segera menarik Ayu untuk berlindung di belakang punggungnya, berpikir jika Kira akan bertindak nekat.

__ADS_1


"Tidak, biarkan aku mengekspresikan diriku sendiri. Semua perkataanmu, dan juga bagaimana kau menyatakan cintamu kepada wanita lain, itu membuatku sangat hancur. Apa yang tidak buruk dari itu? Kau sudah membuat hatiku mati. Lalu, apa gunanya aku hidup?" ucapnya yang menangis dan berteriak di saat dia menikam dirinya sendiri di hadapan semua orang.


  


__ADS_2