Sekretaris Vs Mr. Arrogant

Sekretaris Vs Mr. Arrogant
Bab 250 ~ Mengungkap perasaan


__ADS_3

Dua hari kemudian, Farhan menemukan bahwa yang melakukan hal itu adalah Yuna dan juga Vanya. Dia tidak mengira, jika dua wanita itu terus saja mengganggu Ayu dengan semacam intrik. Bahkan dia juga sudah memberi keduanya konsekuensi tinggi, menghukum kedua wanita dalam jeruji besi tanpa sepengetahuan wanita pujaannya. 


"Kau tidak perlu khawatir lagi, aku sudah mengatasi mereka." Ucap Farhan yang membantu Ayu masuk ke dalam mobil, alergi yang ditimbulkan oleh serbuk platinum sudah menghilang dan dia sudah diperbolehkan pulang. 


"Eh, baru saja aku ingin membalas mereka dan menjadikan diriku umpan, tetapi kamu malah bergerak cepat." Jawab Ayu yang sedikit kesal karena tidak memberi mereka pelajaran yang setimpal.


"Aku sudah muak dengan mereka yang selalu saja mengganggumu."


"Lalu bagaimana dengan keluarga Vanya, apa dia tidak menuntutmu?"


"Apa yang akan mereka tuntut dariku? Aku tidak bersalah, aku hanya membela wanita yang aku cintai."


Seketika hati Ayu luluh dengan sikap Farhan yang begitu mempedulikannya selama di rumah sakit, hatinya luluh dan mulai menerima perasaannya sendiri. Dia sudah yakin, jika pria itu menetapkan hati dan cinta kepada dirinya.


Dia tersenyum dengan perjuangan yang membuatnya puas, ujian yang dia berikan kepada pria itu telah dilewati dengan begitu baik begitu banyak ujian yang selalu menghujani mereka. 


Di sepanjang perjalanan, suasana hening tercipta, tidak ada obrolan di antara keduanya yang hanya terdengar hanyalah suara kendaraan dan juga klakson dari mobil lain. "Aku merasa ini bukan jalan ke apartemen milikmu, bukankah aku harus istirahat?" 


"Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat." Farhan terus melajukan mobilnya dia tidak ingin melewatkan kesempatan dan tetap berusaha untuk mendapatkan hati sang wanita. 


Ayu meneguk saliva dengan susah payah, melihat sekeliling jalanan yang tampak sunyi dan juga sepi. Masih tidak tahu ke mana pria itu membawanya, begitu banyak pertanyaan yang ada di dalam pikiran. Namun, dia berusaha untuk memendamnya agar tidak merusak rencana dari Farhan.

__ADS_1


Farhan begitu bersemangat dan juga penuh dengan cinta, mengingat dirinya yang tidak pernah putus berusaha mendapatkan cinta dan meyakinkan Ayu untuk menjadi miliknya. Ya, dia akan menyatakan perasaan dan juga cintanya kali ini, dan berharap jika diterima. Dia tidak ingin Gabriel melangkah lebih dulu mengingat pria itu yang mengambil kesempatan untuk mencium Ayu. Hatinya berdesis, begitu terbakar dengan api cemburu, tidak ingin melewatkan kesempatan kali ini.


Tak lama mobil berhenti di sebuah taman, Farhan segera menarik tangan Ayu dan membawanya menuju tempat yang sudah didekorasi dengan begitu indah. Kali ini dia membuat kejutan besar yang tidak akan dilupakan oleh wanita pujaan hatinya. "Aku sangat yakin jika lamaranku kali ini tidak akan gagal lagi, aku akan pastikan itu!" tekadnya di dalam hati.


Ayu begitu takjub dengan dekorasi yang sangat indah, Farhan selalu saja membawanya ke tempat-tempat romantis yang tidak disangka sebelumnya. Ada perasaan yang berdebar-debar di dalam hatinya, apalagi saat pria itu memegang tangannya yang membuat jantung semakin berdetak kencang. 


Saat di tengah lokasi taman, Farhan memegang kedua tangan Ayu dengan sangat lembut. Menatap mata dengan dalam, seakan tak ingin melepaskan wanita itu dari sisinya. Sebelum itu, dia menarik nafas dengan dalam ingin menyiapkan dirinya. "Aku tahu ini tidak sesuai dengan waktunya, tapi aku sudah tidak tahan lagi saat melihatmu bersama dengan Gabriel. Membuat hatiku begitu cemburu dan itu terasa sangatlah sakit. Aku tahu kamu masih meragukan cintaku, tapi aku berusaha menjadi yang terbaik. Maukah kamu menikah?" ucapnya dengan penuh sungguh-sungguh, berjongkok dan memperlihatkan cincin berlian pertunangan mereka.


Itu bukan hal pertama kali yang dilakukan oleh Farhan, tetapi Ayu benar-benar bisa merasakan jika pria itu mencintainya. Dengan cepat dia menganggukkan kepala, membalas rasa yang di hati dengan melupakan egonya. 


"Iya, aku mau menikah denganmu!" 


Jawaban yang selama ini dinanti-nanti oleh Farhan, dia sangat tersenyum puas dan segera menyematkan cincin di jari manis Ayu dengan penuh hati-hati, memeluk dengan erat hingga keduanya hanyut dalam pikiran masing-masing. 


"Jadi kalian akan melangsungkan pernikahan?"


"Tentu saja, aku tidak ingin menunda hal ini lagi," jawab Farhan yang tersenyum ke arah.


"Baguslah, aku berharap jika di hari H tidak ada masalah apapun lagi," ucap Tirta yang memeluk cucu perempuannya dia begitu bahagia jika perjodohan yang mereka lakukan berjalan dengan lancar. 


Farhan melirik Ayu dan membawanya pergi meninggalkan kedua kakek mereka agar tidak mengganggu di saat-saat bahagia, rasa kebahagiaan yang tidak bisa terukir saat ini.

__ADS_1


Tirta meneteskan air matanya mengingat jika Ayu tidak mengingat masa lalunya akibat dirinya sendiri, dengan cepat dia menyeka air mata. Namun, terlambat saat Hendrawan melihat tetesan bulir bening yang membasahi pipi.


"Kenapa kau menangis?" 


"Tentu saja aku menangis, hubungan tercipta di saat kita hampir kehilangan keduanya di masa kecil. Namun kejadiannya itu membuat Ayu kehilangan memorinya." Ungkap Tirta yang tidak ingin menyembunyikan apapun lagi mengenai identitas dari cucunya.


"Apa maksudmu mengatakan hal itu? Jadi Ayu, wanita masa kecilnya yang pernah menyelamatkan Farhan?" Hendrawan Tak habis pikir jika sahabatnya menyembunyikan hal sebesar ini.


"Mau bagaimana lagi? Aku tidak ingin para penjahat itu mengincar dirinya. Kamu tahu 'kan, anak dan menantuku tewas dalam kecelakaan tetapi bukan itu yang terjadi melainkan musuh yang ingin menguasai harta."


"Apa Ayu mengetahui hal sebesar ini?"


"Tidak, karena memori masa kecilnya yang hilang dan aku tidak ingin jika dia mengingatnya. Aku memang terlihat egois, tapi niatku murni ingin menyelamatkan dirinya. Kematian dari kedua orang tuanya membuatnya hampir depresi berat, jangan bahas hal itu lagi biarkan ini menjadi rahasia, atau kondisi Ayu akan memburuk jika dia mengingat masa lalu."


Hendrawan hanya terdiam mencerna semua kata-kata dari sahabatnya, dia tidak terlalu mengetahui identitas sebenarnya dari Ayu yang cukup berat bagi wanita seusianya, begitu banyak musuh yang mengincar bahkan di saat masih kecil.


Farhan terus menarik tangan Ayu dan membawanya di tempat yang hening, dia sangat bahagia jika akan segera memiliki sang pujaan hatinya. "Aku sangat senang jika kamu sudah menyetujui lamaranku, hanya dengan mengatur rencana dan menentukan hari yang baik."


"Apa kau yakin tidak ingin mencari wanita dari masa kecilmu itu?" tanya Ayu yang menguji pria itu.


"Aku sudah yakin dengan keputusanku, tidak ada orang lain lagi yang ada di hatiku selain dirimu. Aku sangat mencintaimu, Aku menghormati Kira karena dirinya telah berjasa."

__ADS_1


"Bagaimana jika dia menuntutmu?"


"Dan aku akan mengeluarkan kartu As, jangan pikirkan siapapun lagi." Farhan langsung mencium bibir Ayu dengan sangat lembut, dan keduanya menikmatinya.


__ADS_2