Sekretaris Vs Mr. Arrogant

Sekretaris Vs Mr. Arrogant
Bab 251 ~ Sebelum pernikahan


__ADS_3

Terdengar kabar pernikahan Ayu dan Farhan yang menyebar dengan sangat cepat, bahkan Tirta mendengar segala permasalahan dari cucunya atas informasi dari asistennya yang bernama Bimo, sekaligus orang kepercayaannya. Perkumpulan antara dua orang sahabat yang menginginkan jika kedua cucu mereka segera menikah tanpa ada halangan.


"Aku ingin pernikahan ini tidak ada rintangan lagi, sudah cukup Ayu ku menderita." Tegas Tirta yang menatap sahabatnya dengan sangat serius. 


"Kau tenang saja, aku sudah menjamin mereka. Aku terkesan dengan rencanamu selama ini, dan tidak menyangka jika ini akan terjadi. Satu persatu musuh keluar dengan sendirinya," puji Hendrawan yang masih mengingat siapa penjahat yang meresahkannya.


"Karena otakku berjalan dengan baik, tidak seperti cucumu itu yang mudah sekali percaya pada wanita lain. Bahkan tidak bisa menyelesaikan permasalahan." Cibir Tirta.


"Aku akui, Farhan memanglah bodoh. Tapi, rencanamu ini yang ternyata sudah menyiasatinya benar-benar membuat aku kagum."


"Mau bagaimana lagi? Karena kau sahabatku dan aku ingin kita memiliki hubungan dan juga ikatan kuat. Aku tidak mau tahu, urus semua musuhmu yang mencoba untuk menyakiti cucuku, Ayu."


"Hem, itu pasti."


Keduanya menyeruput kopi dan tertawa bersama, Hendrawan terkesan dengan cara Tirta yang menguji bagaimana Farhan bisa menangani masalah yang terjadi. Walau dia sedikit kecewa akibat plin-plan dari calon cucu menantunya, tetapi dia mengetahui jika Ayu mencintai pemuda itu. 


Ayu dan Farhan akan memilih pakaian pengantin, mereka tidak ingin menunda hal baik yang hanya akan memperburuk segalanya. Kali ini mereka masuk ke butik terkenal di kota, melihat koleksi yang sangat bagus untuk mereka. 


"Sepertinya yang ini sangat cantik, bagaimana menurutmu?" ucap Farhan yang memegang gaun putih dengan aksesoris pita.


"Bagus, tapi ada yang lebih bagus dari itu." Ayu melambaikan tangannya, dan meminta beberapa karyawan mengambil koleksi terbaru miliknya.


"Eh, bukannya kau hanya bos Gabriel? Apa ada yang kau sembunyikan padaku? Mereka semua patuh dan tunduk," tutur Farhan yang mengerutkan kening, sementara Ayu tersenyum sembari memasangkan jas yang dia pilih kepada calon suaminya.


"Hem, jasnya kurang pas denganmu." Tutur Ayu yang tidak menjawab, membuat Farhan sangat penasaran.


"Jangan katakan jika butik ini milikmu," selidik Farhan.


"Iya, ini memang milikku. Semua yang ada disini, akulah yang mendesain nya. Karena kita akan segera menikah, aku tidak ingin menyembunyikan ini lagi padamu." Ungkap Ayu yang membuat Farhan tersentak kaget, untung saja dia bisa mengatur ekspresinya dengan cepat. 


"Wah…apalagi yang kau sembunyikan dariku? Itu tidak adil bagiku."


"Coba ini," sela Ayu yang kembali memasangkan jas, tidak menggubris perkataan dari Farhan.


Farhan kembali jengkel, dan menarik pinggang wanita di depannya. Hembusan nafas yang bersatu, membuat mereka lupa sedang berada di tempat ramai pengunjung. 


"Eh, apa yang kau lakukan? Banyak orang disini." Bisik Ayu yang ingin melepaskan diri.

__ADS_1


"Memangnya kenapa? Aku tidak peduli, kau calon istriku yang sebentar lagi akan menjadi istriku. Katakan semuanya padaku, kau bahkan mengetahui bagaimana aku." Desak Farhan.


"Baiklah, tapi sebelum itu, lepaskan aku dulu."


"Hem."


"Ya, butik ini milikku dan masih ada butik lainnya yang tersebar di luar kota dan bahkan ke luar Negeri." 


"Berapa kekayaan yang kamu miliki? Lalu mengapa kau datang menaiki kereta api?" 


"Entahlah, aku tidak menghitungnya. Nanti kau juga akan tahu, dan aku bahkan sampai melupakannya. Aku bukanlah tipe wanita yang memperlihatkan kekayaan, dengan begitu kita tahu bagaimana orang lain memperlakukan kita, dan terbukti dari cara mereka yang merendahkanku."


"Hanya itu? Kau rela di rendahkan?" 


"Yang penting hidupku yang dulu membosankan sedikit berwarna, dan aku juga menyukai tantangan dan juga aksi." 


"Dasar konyol!" Farhan mencium bibir Ayu di depan banyak orang, sementara sang empunya merasa terkejut. Untung saja ciuman itu tidak berlangsung lama, dan kedua nya kembali memilih gaun dan juga jas pernikahan.


Beberapa reporter datang mengerubungi mereka saat mendengar kabar pernikahan yang sebentar lagi dilangsungkan, membuat keduanya sedikit terkejut.


"Kami ingin menanyakan masalah kabar yang beredar, apakah kalian benar-benar akan menikah?" tanya salah satu reporter yang mengerubungi keduanya.


"Ya, kami akan menikah." Jawab Farhan yang menggandeng tangan Ayu dengan mesra.


"Apa Tuan yakin dengan keputusan ini? Menikahi nona Ayu?" 


"Ya, aku sangat yakin. Apa itu masih kurang jelas? Sekarang menyingkirlah!" tegas Farhan yang menarik tangan Ayu untuk keluar dari tempat itu, karena dia tidak menyukai dan merasa risih akibat kedatangan para reporter.


"Masuklah, sebelum mereka menghampiri!" desak Farhan yang membukakan pintu mobil, dengan cepat Ayu menganggukkan kepala dan mengikuti perkataan calon suaminya. 


Farhan segera masuk ke dalam mobil sembari menghubungi sang asisten. 


"Halo, apa kau sudah menyelesaikan tugasmu?" 


"Sudah Tuan, saya sudah mengatur segalanya, dan beberapa penjaga di titik tertentu."


"Hem, bagus. Laksanakan!" 

__ADS_1


"Baik, Tuan."


Farhan kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku, melirik Ayu sepersekian detik. 


"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Ayu dengan penuh selidik.


"Agar pernikahan kita nanti terlaksana dengan lancar, aku tidak ingin kehilanganmu lagi." 


"Apa kau yakin?"


"Selama ini aku cukup bodoh dan tidak menyadari sekitarku, tapi asisten Heri memberikan semua informasi dan aku berhutang budi padanya." Jelas Farhan. 


"Wah…bagaimana jadinya dengan para wanita yang mengejarmu? Pasti mereka menangis darah," goda Ayu yang tersenyum puas.


"Aku tidak peduli pada siapapun, sebelum pernikahan dilaksanakan, aku akan mengungkap siapa pelaku dari pembunuh Ayahku."


"Ayahmu dibunuh?" 


"Iya, begitulah. Diam-diam aku menyelidikinya, dan pelakunya adalah anak angkat kakek ku, paman Adi." 


"Apa kakek tahu hal ini?" tanya Ayu yang penasaran.


"Entahlah, tapi aku merasa kakek tahu segalanya. Aku akan membongkar di hari pernikahan kita, tapi sebelum itu aku ingin menghabiskan seluruh hidupku bersama denganmu."


Seketika kedua pipi Ayu memerah menahan malu, rona di wajah terlihat dengan sangat jelas. Kekurangan mereka saling melengkapi satu sama lainnya. 


"Dua hari lagi, kita akan menikah!" ucap Farhan yang mengecup bibir merah merekah itu dengan lembut. "Aku sudah tidak sabar ingin memilikimu sepenuhnya," bisiknya. 


Mobil dijalankan dengan kecepatan sedang, semenjak pernyataan cinta, Farhan tidak pernah melepaskan Ayu seorang diri. Dia menjadi tameng jika ada orang yang berniat untuk mengusik calon istrinya.


"Apa kau bahagia dengan pernikahan yang sebentar lagi diadakan?" tanya Farhan yang menoleh dengan sekilas.


"Tentu saja aku bahagia, apa itu perlu di tanyakan lagi?"


"Tidak, maksudku bukan itu…bagaimana jika kita mencicil nya sekarang?" Farhan tersenyum dengan mesum membuat Ayu kesal hingga mencubit pinggang pria itu.


"Dasar mesum!" pekiknya yang kesal, sementara Farhan tertawa puas.

__ADS_1


__ADS_2