Sekretaris Vs Mr. Arrogant

Sekretaris Vs Mr. Arrogant
Bab 111 ~ Ayu yang menggoda


__ADS_3

Semua orang di lantai dansa sedang menari dengan penuh semangat, suara yang memekakkan telinga serta gelas yang berisi minuman beralkohol di tangan membuat suasana semakin meriah. Tak ada satupun  yang memperhatikan Ayu dan pria gemuk yang sedang berkelahi.


"Berani sekali kau memukulku dengan botol," ucap pria gemuk seraya memegangi kepalanya yang berdarah, rasa amarahnya semakin berkembang dan ingin membalas perbuatan Ayu. 


"Itu akibatnya jika kau masih menghalangi jalanku dan berusaha untuk menggodaku," jawab Ayu dengan tegas, menatap pria gemuk itu dengan tajam, membela diri dari tatapan penuh hasrat. 


"Kau tahu apa? Dasar wanita murahan." Tekan si pria gemuk itu, tak terima dengan tindakan dari wanita yang ada di hadapannya. Kembali melangkah maju dengan melayang sebuah tangan yang mengarah ke kepala sang target, dengan cepat Ayu menangkisnya seraya melakukan serang balik. Pria gemuk itu sangat marah, hampir saja dia terjerembab ke belakang karena ulah wanita yang menurutnya sangat kurang ajar. 


Tatapan tajam yang terus mengarah pada seorang wanita kecil di hadapannya, dia sangat marah karena selama ini tidak ada wanita yang berani memukulnya. "Sialan! Kau tidak tahu berhadapan dengan siapa. Aku ini adalah preman yang menguasai tempat ini," ucapnya bermaksud untuk membuat Ayu ketakutan, tapi malah terjadi sebaliknya. 


"Lalu? Apa hubungannya denganku?" ucap Ayu dengan tenang, menatap pria itu dengan santai. 


"Rasakan ini," pria gemuk itu tidak menyerah, menyerang Ayu dengan serangan bertubi-tubi. 


Ayu mundur beberapa langkah untuk mengambil lajak, berlari ke arah pria gemuk dan melakukan serangan. Pukulan yang mendarat dengan sangat kuat mengenai  wajah pria itu, hingga salah satu sudut bibirnya mengeluarkan darah. 


Pria itu mengusap bibirnya yang berdarah, bibir yang terasa kaku membuatnya sangat marah dan mempunyai tekad untuk memberi pelajaran kepada wanita yang ada di hadapannya. "Sepertinya kau ingin menentangku!" geram pria gemuk itu seraya bersiul, memanggil bawahannya yang tak berada jauh. 


Terlihat seorang pria yang berbadan kekar, menatap Ayu bagai sasaran empuk. Meremas jari-jarinya hingga mengeluarkan suara ketrekan, agar wanita itu merasa ketakutan. 


"Sepertinya kau tidak akan bisa menghindar," ejek si pria gemuk sambil menatap wanita cantik di hadapannya, menyunggingkan seringaian licik. Dia menatap bawahannya, lirikan mata dengan memberikan kode isyarat. 


Pria berbadan kekar melangkahkan kakinya untuk maju mendekati Ayu, memegang kedua tangan wanita malang itu di saat lengah dan memanfaatkan situasinya dengan memberikan minuman yang berisi obat perangsang. Ayu berusaha untuk tidak menelannya, tapi terlambat saat pria berbadan kekar itu melakukan aksinya lebih dulu. 


"Sial, mereka memberiku obat perangsang. Sebaiknya aku keluar dari tempat ini," batin Ayu yang tak sengaja meneguk minuman itu. 


"Heh, sekarang kau lihatlah! Sebentar lagi kau akan memohon padaku." Ucap pria berbadan gemuk itu tertawa jahat, menatap sang target yang masuk dalam jebakannya.

__ADS_1


Ayu berusaha untuk mengendalikan emosinya dengan bersikap tenang, tapi lirikan matanya sangatlah tajam. Memanfaatkan kelengahan dari musuh, menyikut perut pria berbadan kekar dengan sangat kuat membuat musuh memundurkan langkah. 


"Sial, ternyata wanita itu cukup kuat." Gumam pria berbadan kekar.


"Cepat serang dia!" titah pria gemuk pada bawahannya, menunjuk Ayu untuk memberikan pelajaran karena berani melawan.


Ayu terus melakukan pertahanan dirinya, mengalahkan dengan cepat sebelum obat perangsang mulai bekerja. Pertarungan yang sangat sengit terhenti saat mendengar suara deheman dari seseorang yang tak berada jauh dari kejadian. Sorot mata yang tajam, rahang yang kuat, dan kedua tangan yang terkepal dengan erat. 


Sontak preman dan bawahannya sangat terkejut melihat kehadiran Farhan, tiba-tiba nyali mereka menciut, menelan saliva dengan susah payah seakan tersangkut di tenggorokan, dahi yang berkeringat, serta gelagapan saat melihat orang terpandang di kota. Karena tak ingin bermasalah dengan Farhan, membuat mereka berdiam diri. 


"Hentikan semua ini!" ujar Farhan dingin seraya menghampiri kedua preman itu, dan melirik Ayu dengan tatapan penuh cinta. 


Kedua preman ketakutan dengan kehadiran Farhan yang menahan amarah. 


"Maafkan kami, Tuan!" ucap si pria gendut dengan rasa penyesalan. Tanpa menunggu waktu lagi, mereka berlalu pergi meninggalkan tempat itu. 


Farhan menghampiri Ayu dan menarik tangannya, membawanya untuk keluar dari Bar. "Kau wanita yang sangat nakal, untung saja kau di temukan!" tersimpan kemarahan mengetahui jika sekretaris sekaligus calon tunangannya yang diam-diam pergi ke Bar, berniat untuk memberi wanita itu pelajaran.


"Diamlah, kau harus diberi pelajaran."


"Tidak, kau tidak ada hak untuk memberiku hukaman. Cepat lepaskan aku!" pekik Ayu.


"Jangan memberontak."


Ayu terus memberontak dan tidak mendengarkan perkataan Farhan, membuat pria itu tak ada pilihan selain menggendong Ayu layaknya sekarung beras.


Farhan sangat marah mengetahui calon tunangannya ada di Bar, mendapatkan informasi itu lewat asistennya. Terus menyeret tangan tunangannya menuju keluar dari tempat itu. Sedangkan Riko dan Jeslin melihat hal itu, mereka sangat cemas kenapa Farhan menyeret Ayu. 

__ADS_1


"Apa yang terjadi?" tanya Jeslin yang sangat cemas. 


"Aku juga tidak tahu."


"Aku sangat mencemaskan Ayu, sebaiknya kau menolongnya."


"Sebaiknya kita tidak ikut campur, pria yang menarik tangan Ayu adalah calon tunangannya." Jelas Riko. 


"Semoga Ayu baik-baik saja." Mereka memutuskan untuk tidak ikut campur, melihat kejadian itu setelah menari. 


Di dalam mobil, Farhan segera memasangkan sabuk pengaman pada Ayu. " Sebaiknya kau diam, dan jangan memberontak."


Ayu sangat kesal saat mengingat kedua preman yang meracuninya dengan obat perangsang. "Sial, ini tidak baik untukku," batinnya. 


Ayu mulai merasakan efek dari obat perangsang, seluruh tubuhnya terasa panas. Memegang erat lengan Farhan dan mulai menggodanya. Panas yang semakin menjalar ke seluruh tubuhnya dengan setengah kesadaran. 


Farhan sadar ada sesuatu yang tak beres dari wanita di sebelahnya. "Apa yang terjadi padanya? Sebaiknya aku memanggil dokter." Batinnya yang menatap Ayu dengan penasaran. 


"Kau terlihat sangat tampan," ucap Ayu yang menatap Farhan dengan tatapan menggoda. 


"Hentikan ini, dan duduklah dengan benar." Bentak Farhan yang berusaha mengendalikan dirinya. 


Ayu semakin kehilangan akal, semakin berani menggoda Farhan dan menyentuh paha milik pria di sebelahnya. 


Farhan menelan salivanya dengan susah payah, ujian iman terus berdatangan saat Ayu menempelkan tubuhnya. Dua bukit kembar yang terasa semakin membuatnya berkeringat. "Ya tuhan…ujian apa ini?" gumamnya yang meringis. 


"Apa yang kau tunggu? Ayo sentuh aku!" lirih Ayu dengan suara seksinya. Menyentuh dada bidang dan mencium leher Farhan. 

__ADS_1


Farhan mengendarai mobilnya, segera memberikan pertolongan kepada wanita yang terus menggodanya. "Aku harus cepat sebelum wanita ini menyerangku," batinnya seraya mengelap keringat di dahinya. 


  


__ADS_2