Sekretaris Vs Mr. Arrogant

Sekretaris Vs Mr. Arrogant
Bab 160 ~ Apa kau Kira?


__ADS_3

Wanita yang mengaku sebagai Kira menatap pria tampan di sebelahnya, kembali meneteskan air mata sambil mengangguk pelan. "Kau terlihat meragukanku, apa begitu cepat melupakan semua tentang kita?"


Farhan tak menjawab, terdiam dengan pandangan mata yang lurus kedepan. Tak ada sahutan membuat wanita di sebelahnya semakin sedih. 


"Aku tahu ini akan terjadi, apalagi pertemuan pertama kita setelah beberapa tahun lamanya berpisah, dan aku pasti melakukan hal yang sama dengan apa yang kau lakukan."


Farhan menoleh ke arah wanita itu dan menatapnya. "Penjelasan mu tidak bisa aku percaya!"


"Apa dayaku sekarang? Keadaan dan takdirlah yang membuatmu masih meragukanku. Aku sudah menunjukkan semua buktinya!" jelas wanita itu.


Masih ada kejanggalan di hati Farhan, melihat semua bukti yang di tunjukkan dan cerita semasa mereka diculik membuatnya kembali memikirkannya. "Tahi lalat di bahu, semua bukti, dan cerita masa lalu itu semua memang benar. Apa dia adalah Kira?" gumamnya dalam hati dengan perasaan yang tidak bisa diekspresikan. 


Farhan menatap wanita yang duduk di atas brankar, menatapnya dengan tatapan lembut. "Apa kau adalah Kira?" 


"Ya, aku adalah kira."


"Pertemuan pertama kita terjadi karena menjadi korban penculikan para penjahat, saat itu kau ketakutan dan aku membawamu untuk kabur dari bangunan itu dan melarikan diri." Jelas Kira yang menceritakan pertemuan mereka secara lengkap dan juga detail.


Farhan sangat terharu mendengar kisah lengkap pertemuan singkat mereka, dan saling melepaskan rindu yang tertahan setelah beberapa tahun, berpelukan dengan sangat erat. Keduanya larut dalam pelukan dan kisah masa lalu yang mereka pernah lalui bersama, Kira menangis penuh haru dalam dekapannya.

__ADS_1


"Kenapa aroma tubuhnya sangat berbeda dengan Kira penolongku dulu?" batin Farhan yang merasa aneh, namun menepis perasaan itu karena banyaknya bukti.


"Aku sangat merindukanmu, Farhan. Berpikir jika kau benar-benar melupakanku!" 


"Aku tidak pernah melupakan gadis penolongku, bahkan mencarimu di pelosok kota. Dimana kau berada selama beberapa tahun ini?" ungkap Farhan yang menanti jawaban dari wanita itu, segera melepaskan pelukannya karena tak ingin orang lain salah paham dengannya. Saat ini, wanita itu hanyalah kenangan masa lalunya dan masa depannya adalah Ayu.


"Beberapa tahun lalu, aku pergi ke Eropa dan baru kembali ke sini." Ucap Kira yang terlihat sangat sedih.


"Eropa? Lalu apa hubunganmu dengan kedua rentenir tadi?" desak Farhan.


"Aku membutuhkan biaya yang sangat besar untuk operasi nenek, dan terpaksa meminjam uang kepada rentenir." Ungkap Kira yang menundukkan kepala, dan kembali menatap lawan bicaranya seraya tersenyum lembut.


"Bisakah kau menemaniku sebentar saja, ini kali pertama pertemuan kita. Ku mohon!" rengek Kira dengan dua manik mata yang berbinar.


Farhan menghela nafas dan merasa simpati dengan wanita yang mengaku sebagai Kira, menganggukkan kepala membuat wanita itu sangat senang dan tersenyum manis. Tak lama kemudian, seorang dokter datang dan memeriksa pasiennya dengan sangat telaten.


"Tidak ada yang perlu dicemaskan, pasien sudah diperbolehkan untuk pulang."


"Terima kasih, Dok!" sahut Kira yang beranjak dari brankar, dengan cepat Farhan menolong wanita yang masih terlihat lemah.

__ADS_1


"Jangan memaksakan dirimu!"


"Aku harus pulang, terima kasih sudah membawaku ke rumah sakit."


"Hem, tidak masalah. Aku akan mengantarmu pulang!" Farhan menawarkan diri karena rasa simpati pada sesama.


"Baiklah," sahut Kira yang tersenyum lembut.


****


Ayu dan Managernya mencari keberadaan Farhan sesuai alamat yang diberikan sang hacker. Perjalanan yang cukup jauh membuatnya tak mempermasalahkan hal ini. 


"Bukankah itu mobil tuan Farhan?" seru sang manajer membuat Ayu segera mengalihkan pandangannya.


"Mana?"


"Itu, di sebelah sana!" tunjuk Manajer yang sangat terkejut menemukan mobil milik Farhan yang berjalan menuju ke suatu tempat.


    

__ADS_1


__ADS_2